Ciri-ciri Kanker Payudara yang Jarang Disadari, Muncul Benjolan hingga Perubahan Warna Kulit

18 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling banyak diderita wanita Indonesia dan kerap kali baru terdeteksi saat sudah parah. Padahal, jika diketahui sejak dini, peluang kesembuhan bisa meningkat sangat signifikan. Sayangnya, banyak ciri-ciri awalnya yang terlihat sepele dan tidak dianggap serius.

Gejala awal kanker payudara sering kali samar dan tidak menimbulkan rasa sakit. Justru karena itu, banyak wanita melewatkan momen krusial untuk deteksi dini. Mengenali perubahan pada tubuh sendiri adalah kunci utama untuk mencegah penyakit ini berkembang lebih lanjut.

Gejala kanker payudara pada masing-masing orang bisa berbeda. Tetapi gejala yang paling umum dari kanker payudara adalah adanya benjolan di payudara atau ketiak.

1. Munculnya Benjolan Tak Biasa di Payudara atau Ketiak

Salah satu tanda awal kanker payudara yang paling sering ditemukan adalah benjolan di area payudara. Benjolan ini terasa berbeda dari jaringan sekitar dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit saat disentuh. Letaknya bisa berada di jaringan payudara, bawah ketiak, atau bahkan dekat tulang selangka.

Benjolan ini hanya dapat kamu rasakan, tapi tidak bisa kamu lihat secara langsung. Karakteristiknya meliputi tekstur tidak rata, cenderung keras, dan tidak mudah digerakkan di bawah kulit. Sering kali, hanya satu benjolan yang muncul, dan menjadi petunjuk awal bagi dokter untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.

Penting untuk dicatat bahwa tidak semua benjolan adalah kanker, namun pemeriksaan medis wajib dilakukan jika benjolan tidak hilang dalam beberapa minggu. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) bisa menjadi metode sederhana yang efektif bila dilakukan secara rutin.

2. Perubahan Ukuran dan Bentuk Payudara

Perubahan yang signifikan pada ukuran atau bentuk salah satu sisi payudara juga bisa menjadi ciri awal kanker. Meskipun payudara wanita memang tidak simetris, perubahan yang terjadi secara drastis dalam waktu singkat patut dicurigai. Payudara bisa tampak membesar atau melorot karena perkembangan massa kanker di dalamnya.

Selain perbedaan ukuran, tekstur kulit di sekitar area tersebut juga bisa berubah. Payudara yang mengalami perubahan bentuk bisa terasa lebih keras atau memiliki kontur berbeda dari biasanya. Dalam beberapa kasus, payudara juga bisa terlihat bengkak atau tampak tidak simetris saat dilihat di depan cermin.

Penting memperhatikan detail kecil ini, karena gejala ini sering kali disalahartikan sebagai perubahan hormonal biasa. Jika ditemukan perbedaan mencolok, segera lakukan pemeriksaan profesional untuk memastikan penyebabnya.

3. Tanda-tanda Fisik pada Kulit dan Puting

Sel kanker dapat menyebabkan perubahan pada lapisan kulit di area payudara. Salah satu ciri khas yang patut diwaspadai adalah kulit yang tampak seperti kulit jeruk, berlesung atau menebal. Dalam beberapa kasus, kulit menjadi kemerahan, bersisik, atau terasa gatal di area tertentu.

Perubahan lain yang tidak boleh diabaikan adalah puting yang tertarik ke dalam atau tampak melesak. Biasanya puting menonjol keluar, namun pada beberapa penderita kanker, perubahan struktur sel membuat puting masuk ke dalam. Selain itu, keluarnya cairan tidak biasa dari puting—berwarna kuning, hijau, bahkan berdarah—juga menjadi tanda serius.

Penyakit ini juga bisa menyebabkan keluarnya cairan berwarna coklat kemerahan dari puting. Kondisi ini bisa awalnya terlihat seperti luka ringan, tapi jika tidak sembuh dalam waktu lama, perlu segera ditindaklanjuti.

4. Gejala Lanjutan Jika Tidak Segera Ditangani

Jika tidak ditangani sejak awal, kanker payudara bisa menyebar ke jaringan sekitar dan menimbulkan gejala yang jauh lebih berat. Pada stadium lanjut, benjolan bisa menempel pada kulit atau dinding dada, menyebabkan luka terbuka (borok) yang sulit sembuh. Kulit bisa tampak mengkerut, seperti jeruk, bahkan berdarah.

Dalam kasus yang sudah menyebar ke organ lain, gejala tambahannya akan tergantung lokasi penyebaran. Misalnya ke paru-paru menimbulkan batuk kronis dan sesak, ke hati menimbulkan pembengkakan dan warna kulit menguning, sementara penyebaran ke tulang menyebabkan nyeri hebat yang menetap.

Sekitar 70% pasien baru menyadari kanker payudara setelah masuk stadium lanjut. Oleh sebab itu, mengenali gejala awal dan melakukan pemeriksaan rutin sangatlah penting.

Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Payudara

SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Klinis) adalah dua cara utama deteksi dini kanker payudara. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setiap bulan, terutama 7–10 hari setelah menstruasi. Langkah-langkahnya termasuk memperhatikan bentuk payudara, meraba permukaannya, serta memeriksa apakah ada cairan keluar dari puting.

Mamografi dan USG payudara juga sangat efektif dalam mendeteksi kelainan yang tidak teraba. Pemeriksaan medis ini disarankan untuk wanita usia 40 tahun ke atas, atau lebih awal jika memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara.

Untuk pencegahan, penting menjaga pola hidup sehat: menghindari rokok dan alkohol, menjaga berat badan ideal, berolahraga rutin, serta konsumsi makanan tinggi antioksidan. Deteksi dini dan gaya hidup sehat secara signifikan menurunkan risiko terkena kanker payudara.

Pertanyaan Seputar Topik

Apa saja ciri-ciri kanker payudara yang perlu diwaspadai?

Ciri-ciri tersebut antara lain perubahan tekstur dan warna kulit payudara, keluarnya cairan dari puting, benjolan yang tidak biasa, serta nyeri pada puting.

Apakah semua benjolan di payudara adalah kanker?

Tidak semua benjolan di payudara adalah kanker, tetapi benjolan yang keras, tidak bergerak, dan tidak nyeri perlu diperiksakan lebih lanjut.

Kapan sebaiknya saya memeriksakan diri ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan seperti benjolan, perubahan ukuran payudara, atau keluarnya cairan dari puting, segera periksakan diri ke dokter.

Bagaimana cara mendeteksi kanker payudara secara dini?

Melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin dan berkonsultasi dengan dokter jika menemukan tanda-tanda yang mencurigakan adalah cara yang baik untuk deteksi dini.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |