Gula Darah Apakah Sama dengan Diabetes? Ini Perbedaannya

13 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang langsung panik saat mendengar kadar gula darahnya tinggi. Tak jarang, kondisi ini langsung dikaitkan dengan penyakit diabetes. Padahal, meski berkaitan, keduanya tidak bisa disamakan.

Gula darah hanyalah angka yang menggambarkan kadar glukosa dalam darah. Sementara diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika kadar gula darah tinggi berlangsung terus-menerus. Inilah kenapa memahami perbedaan keduanya penting, agar tidak salah langkah dalam penanganan.

Mengenali perbedaam antara gula darah tinggi dan diabetes bisa mencegah misdiagnosis dan ketakutan yang tidak perlu. Lantas, apa saja perbedaan mendasarnya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Gula Darah dan Kenapa Bisa Tinggi?

Gula darah adalah kadar glukosa dalam darah yang berasal dari makanan, terutama karbohidrat dan gula. Tubuh kita membutuhkan glukosa sebagai sumber energi, dan insulin berperan mengatur agar glukosa masuk ke sel-sel tubuh. Kadar gula darah bisa naik atau turun tergantung makanan, aktivitas fisik, stres, dan kondisi medis tertentu.

Gula darah adalah istilah untuk menjelaskan kadar gula dalam darah, sehari-hari kita makan makanan mengandung karbohidrat dan gula. Kadar gula darah menjadi standar pengukuran apakah seseorang terkena penyakit diabetes melitus atau tidak.

Gula darah tinggi secara sementara bisa terjadi setelah makan besar, kurang olahraga, atau karena infeksi. Namun kondisi ini belum tentu menunjukkan seseorang menderita diabetes. Untuk memastikan, dibutuhkan pemeriksaan berkala dan diagnosis medis lebih lanjut.

Diabetes: Penyakit Kronis yang Berkaitan dengan Gula Darah

Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai oleh gangguan pada produksi atau efektivitas insulin, hormon yang membantu glukosa masuk ke sel tubuh. Ketika insulin tidak cukup atau tubuh tidak merespons insulin dengan baik, glukosa menumpuk dalam darah. Inilah yang menyebabkan kadar gula darah tetap tinggi dalam jangka panjang.

Penting dipahami bahwa diabetes bukan hanya soal angka gula darah tinggi sesaat, tetapi tentang pola yang berlangsung terus-menerus. Banyak orang tidak sadar mereka sudah mengidap diabetes karena penyakit ini sering tak menunjukkan gejala awal yang khas.

Diabetes merupakan istilah yang menjelaskan tentang penyakit gangguan metabolisme gula akibat gangguan pada hormon insulin yang membantu metabolisme si gula darah.

Perbedaan Gula Darah Tinggi dan Diabetes 

Agar mempermudah memahami perbedaannya, berikut adalah poin-poin yang membedakan keduanya:

Artinya, tidak semua orang dengan gula darah tinggi bisa disebut penderita diabetes. Tapi orang dengan diabetes pasti punya gula darah yang tinggi — dan terus-menerus.

Kapan Gula Darah Tinggi Jadi Bahaya?

Gula darah tinggi baru dianggap berbahaya jika terjadi secara terus-menerus dan menimbulkan komplikasi. Dalam jangka pendek, tubuh bisa menyesuaikan. Namun jika tidak terkendali, bisa merusak pembuluh darah, ginjal, mata, dan saraf.

Kadar gula darah yang tinggi bisa menjadi tanda awal diabetes. Tapi diagnosis tetap harus dilakukan dengan tes seperti gula darah puasa, tes toleransi glukosa, dan HbA1c.

Jika kamu mengalami gejala seperti sering haus, mudah lelah, sering buang air kecil, dan luka sulit sembuh, sebaiknya segera cek gula darah. Gejala ini bisa mengarah ke kondisi pradiabetes atau bahkan diabetes.

Cara Membedakan dan Menangani Sejak Dini

Langkah pertama adalah mengenali gejalanya. Gula darah tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala kecuali sudah sangat tinggi. Sementara diabetes ditandai dengan gejala yang konsisten dan kadang memburuk seiring waktu.

Untuk pencegahan, mulailah dengan pola makan sehat: batasi gula sederhana, perbanyak serat, dan konsumsi karbohidrat kompleks. Lakukan olahraga rutin, minimal 30 menit sebanyak 3–5 kali seminggu. Jangan lupa istirahat cukup dan kelola stres.

Batasi asupan gula dan karbohidrat dan imbangi dengan asupan protein, lemak baik, buah dan sayuran. Olahraga rutin minimal 2–3x tiap minggunya.

Pertanyaan Seputar Topik

1. Apakah gula darah tinggi berarti diabetes?

Tidak selalu. Gula darah bisa naik secara sementara karena makanan, stres, atau infeksi. Diabetes adalah kondisi kronis.

2. Apa bedanya gula darah puasa dan setelah makan?

Gula darah puasa menunjukkan kadar gula saat perut kosong, sedangkan setelah makan menunjukkan reaksi tubuh terhadap makanan.

3. Apakah diabetes bisa sembuh total?

Tidak, tapi bisa dikontrol dengan pola makan, olahraga, dan obat. Gaya hidup sehat adalah kunci utama.

4. Kapan harus mulai cek gula darah secara rutin?

Sejak usia 35 tahun atau lebih awal jika punya faktor risiko seperti obesitas, riwayat keluarga, atau tekanan darah tinggi.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |