Cara Mengobati Kanker Kolorektal, dari Stadium Awal hingga Lanjut

18 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta Kanker kolorektal kerap datang diam-diam, tanpa gejala berarti di awal kemunculannya. Hal inilah yang membuat deteksi dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan sebelum kanker menyebar. Sayangnya, masih banyak yang abai hingga kondisinya memasuki stadium lanjut. 

Pengobatan kanker kolorektal tidak bisa dilakukan sembarangan, karena harus disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi pasien. Mulai dari operasi hingga terapi obat-obatan, semua memiliki peran masing-masing dalam menekan pertumbuhan sel kanker. Semakin cepat dideteksi, semakin besar peluang pasien untuk pulih. 

Sebagian besar kasus kanker tidak menunjukkan adanya gejala pada stadium awal, tak terkecuali kanker usus besar. Inilah mengapa, diperlukan deteksi dini sehingga bisa ditangani sebelum sel kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Pemeriksaan Awal Menentukan Jenis dan Stadium Kanker

Langkah pertama dalam mengobati kanker kolorektal adalah melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui jenis kanker dan seberapa jauh penyebarannya. Dokter biasanya akan merekomendasikan prosedur kolonoskopi untuk memeriksa bagian dalam usus besar dan rektum. Jika ditemukan polip, sebagian akan diangkat dan dianalisis di laboratorium untuk mendeteksi kemungkinan keganasan.

Selain kolonoskopi, pemeriksaan pencitraan seperti CT scan, MRI, atau PET scan juga dilakukan guna melihat apakah sel kanker telah menyebar ke organ lain. Pemeriksaan darah termasuk CEA (Carcinoembryonic Antigen) juga dapat membantu mendeteksi keberadaan kanker. Setelah semua data terkumpul, dokter akan menentukan stadium kanker, dari tahap awal (stadium 0) hingga tahap lanjut (stadium IV).

Dengan mengetahui stadium dan karakteristik sel kanker, dokter bisa menentukan kombinasi pengobatan paling efektif. Setiap stadium membutuhkan pendekatan yang berbeda. Dalam banyak kasus, pengobatan tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga sistemik.

Pembedahan sebagai Penanganan Utama Stadium Awal

Bagi pasien yang masih berada dalam stadium awal, operasi atau pembedahan biasanya menjadi pilihan utama. Operasi bertujuan untuk mengangkat bagian usus besar atau rektum yang mengandung sel kanker. Prosedur ini dikenal dengan istilah reseksi, dan sering kali diikuti dengan penyambungan kembali bagian usus yang sehat melalui teknik anastomosis.

Namun, dalam beberapa kasus, terutama ketika bagian usus yang sehat hanya sedikit, penyambungan tidak bisa dilakukan. Dokter kemudian akan membuat lubang buatan di dinding perut (kolostomi) untuk mengalirkan feses ke kantong luar. Meskipun terkesan invasif, tindakan ini dapat memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Tindakan ini dilakukan dengan tujuan mengangkat sel kanker yang berada di organ usus besar. Pembedahan dilakukan bergantung pada seberapa parah penyebaran sel kanker dan kondisi kesehatan pengidap secara keseluruhan.

Kemoterapi dan Radioterapi untuk Menyerang Sel Kanker

Jika kanker sudah menyebar atau berada pada stadium menengah hingga lanjut, dokter biasanya merekomendasikan kemoterapi dan/atau radioterapi. Kemoterapi menggunakan obat-obatan khusus, baik dalam bentuk suntikan maupun oral, untuk membunuh sel kanker yang beredar di tubuh. Obat-obatan seperti capecitabine, oxaliplatin, dan irinotecan sering digunakan dalam protokol kemoterapi.

Sementara itu, radioterapi menggunakan sinar radiasi berkekuatan tinggi untuk menghancurkan sel kanker di area tertentu. Metode ini bisa diberikan secara eksternal atau internal, tergantung lokasi dan ukuran tumor. Kedua terapi ini kadang diberikan sebelum operasi (neoadjuvant) untuk mengecilkan tumor atau setelah operasi (adjuvant) untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tersisa.

Kombinasi dari dua terapi ini sering kali meningkatkan efektivitas pengobatan, terutama pada kanker rektal. Namun, pasien harus siap dengan berbagai efek samping seperti mual, rambut rontok, dan kelelahan hebat. Oleh karena itu, pengawasan medis ketat sangat dibutuhkan selama terapi berlangsung.

Terapi Target dan Imunoterapi sebagai Pendekatan Modern

Dalam beberapa tahun terakhir, terapi target dan imunoterapi mulai banyak digunakan dalam pengobatan kanker kolorektal stadium lanjut. Terapi target bekerja dengan menghambat pertumbuhan sel kanker secara spesifik tanpa merusak sel sehat. Obat-obatan seperti bevacizumab dan cetuximab menjadi andalan dalam terapi ini.

Sementara imunoterapi berfungsi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh agar mampu mengenali dan menyerang sel kanker. Pendekatan ini cocok untuk pasien dengan mutasi genetik tertentu seperti MSI-H (Microsatellite Instability-High) atau dMMR (deficient mismatch repair). Karena tidak semua pasien cocok dengan terapi ini, tes genetik sering kali dilakukan terlebih dahulu.

American Cancer Society menyebutkan bahwa terapi sistemik seperti ini bisa menjadi pilihan penting terutama saat kanker telah menyebar ke berbagai bagian tubuh. Penggunaan terapi ini juga membuka peluang untuk hidup lebih lama dan dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Dukungan Lanjutan dan Perawatan Paliatif

Pengobatan kanker tidak berhenti setelah prosedur medis selesai. Banyak pasien yang membutuhkan dukungan lanjutan, baik secara fisik maupun mental. Nutrisi, psikologi, dan bimbingan sosial merupakan bagian penting dari proses pemulihan.

Bagi pasien dengan kondisi terminal atau kanker stadium akhir, perawatan paliatif menjadi fokus utama. Tujuannya adalah mengurangi rasa sakit, mengelola gejala, dan memberikan dukungan emosional. Program hospice juga tersedia bagi pasien yang diperkirakan memiliki harapan hidup kurang dari enam bulan.

American Cancer Society menekankan pentingnya perawatan suportif untuk menjaga kualitas hidup pasien, baik yang sedang menjalani pengobatan aktif maupun yang memutuskan untuk menghentikan pengobatan. Komunikasi yang jujur antara pasien dan tim medis sangat dibutuhkan untuk menentukan pilihan terbaik.

Pertanyaan Seputar Pengobatan Kanker Kolorektal

1. Apa saja gejala awal kanker kolorektal?

Gejala awal dapat mencakup perubahan pola buang air besar, darah dalam tinja, nyeri perut, dan penurunan berat badan tanpa sebab.

2. Apakah semua pasien kanker kolorektal memerlukan pembedahan?

Tidak semua pasien memerlukan pembedahan; keputusan tergantung pada stadium dan lokasi tumor.

3. Bagaimana cara mencegah kanker kolorektal?

Mencegah kanker kolorektal dapat dilakukan melalui pola makan sehat, olahraga teratur, dan pemeriksaan rutin.

4. Apa efek samping dari kemoterapi?

Efek samping kemoterapi dapat bervariasi, tetapi umumnya meliputi mual, muntah, kelelahan, dan penurunan nafsu makan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |