Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam daun seledri hidroponik kini menjadi pilihan praktis bagi siapa saja yang ingin berkebun di lahan terbatas. Metode ini tidak membutuhkan tanah sehingga lebih bersih dan mudah diterapkan di rumah, bahkan oleh pemula sekalipun.
Teknik hidroponik membantu tanaman tumbuh lebih cepat karena nutrisi langsung terserap melalui air. Dengan memahami cara menanam daun seledri hidroponik, Anda bisa menghasilkan seledri segar untuk kebutuhan dapur sehari-hari.
Selain efisien, aktivitas ini juga menyenangkan dan bermanfaat untuk menciptakan suasana hijau di rumah. Menerapkan cara menanam daun seledri hidroponik membuat Anda dapat menikmati hasil panen sendiri yang sehat dan lebih hemat.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara menanam daun seledri hidroponik, Minggu (12/4/2026).
1. Persiapan Benih dan Penyemaian
Langkah awal dalam cara menanam daun seledri hidroponik adalah memastikan benih yang digunakan memiliki kualitas baik agar hasil tanaman optimal.
Anda dapat memilih benih dari biji maupun anakan, namun penggunaan biji lebih umum karena mudah didapat dan lebih ekonomis.
Sebelum disemai, rendam biji selama kurang lebih satu jam untuk menyeleksi kualitasnya. Biji yang tenggelam menandakan kondisi yang baik, sedangkan biji yang mengapung sebaiknya dibuang karena berpotensi tidak tumbuh maksimal.
Setelah itu, siapkan netpot yang telah dilengkapi sumbu kain flanel sebagai media penyalur nutrisi. Isi netpot dengan arang sekam atau media tanam ringan lainnya, lalu basahi secukupnya.
Letakkan 2–5 biji dalam setiap netpot agar peluang tumbuh lebih tinggi. Proses penyemaian biasanya berlangsung sekitar 20–25 hari.
Selama masa ini, lakukan penyiraman dua kali sehari dengan menjaga kondisi media tetap lembap, tidak terlalu basah agar benih tidak membusuk.
2. Memilih Sistem Hidroponik
Dalam cara menanam daun seledri hidroponik, pemilihan sistem sangat memengaruhi kemudahan perawatan dan hasil panen. Bagi pemula, sistem sumbu (wick system) menjadi pilihan terbaik karena sederhana dan tidak memerlukan alat listrik.
Sistem ini bekerja dengan menarik larutan nutrisi ke media tanam melalui sumbu kain, sehingga tanaman tetap mendapatkan asupan nutrisi secara stabil.
Selain itu, terdapat sistem rakit apung yang memungkinkan tanaman mengapung langsung di atas larutan nutrisi, sehingga akar dapat menyerap nutrisi secara maksimal.
Untuk skala yang lebih besar atau ingin hasil lebih optimal, Anda bisa menggunakan sistem NFT (Nutrient Film Technique) yang mengalirkan nutrisi secara terus-menerus.
Bahkan, dengan kreativitas, botol bekas pun dapat dimanfaatkan sebagai sistem hidroponik sederhana yang hemat biaya namun tetap efektif.
3. Menyiapkan Media Tanam dan Instalasi
Media tanam memiliki peran penting sebagai penopang tanaman sekaligus perantara penyerapan nutrisi. Dalam cara menanam daun seledri hidroponik, media utama berupa air yang telah dicampur nutrisi, sedangkan media tambahan seperti rockwool digunakan pada tahap awal penyemaian karena mampu menyimpan air dengan baik.
Untuk instalasi, Anda dapat menggunakan berbagai wadah seperti pipa paralon, ember, atau botol bekas. Lubangi pipa atau wadah dengan jarak sekitar 15–20 cm untuk memberikan ruang tumbuh yang cukup antar tanaman.
Pastikan setiap netpot atau gelas plastik memiliki lubang di bagian bawah agar akar dapat menembus dan menyerap larutan nutrisi dengan optimal. Instalasi yang rapi dan tertutup juga penting agar larutan tidak mudah menguap atau terkontaminasi.
4. Pemindahan Bibit (Pindah Tanam)
Tahap pindah tanam dilakukan ketika bibit telah cukup kuat, biasanya ditandai dengan munculnya 3–4 helai daun. Ini merupakan bagian penting dalam cara menanam daun seledri hidroponik karena menentukan keberhasilan pertumbuhan selanjutnya. Bibit yang dipindahkan terlalu cepat berisiko tidak mampu beradaptasi, sedangkan yang terlalu lama bisa menghambat pertumbuhan.
Pisahkan media semai seperti rockwool sesuai garis yang telah dibuat agar akar tidak rusak. Kemudian, pindahkan setiap bibit ke dalam netpot yang telah dipasang pada instalasi hidroponik. Pastikan posisi tanaman tegak dan akar dapat menyentuh larutan nutrisi. Lakukan proses ini dengan hati-hati agar tanaman tidak stres dan dapat beradaptasi dengan lingkungan baru.
5. Pemberian Nutrisi dan Pengaturan pH
Nutrisi merupakan faktor utama dalam keberhasilan cara menanam daun seledri hidroponik karena tanaman tidak mendapatkan unsur hara dari tanah.
Gunakan larutan nutrisi AB mix dengan dosis sekitar 5 ml per 1 liter air. Nutrisi ini mengandung unsur makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dengan optimal.
Selain itu, penting untuk memperhatikan kadar nutrisi atau PPM (Parts Per Million) yang idealnya berada di kisaran 1260–1680 ppm.
Seiring pertumbuhan tanaman, kadar ini dapat ditingkatkan secara bertahap. Tidak kalah penting, tingkat keasaman air (pH) harus dijaga di sekitar angka 6,5 agar penyerapan nutrisi berjalan maksimal. Gunakan alat seperti pH meter dan TDS meter untuk memastikan kondisi larutan tetap stabil.
6. Perawatan dan Panen Berkelanjutan
Perawatan rutin menjadi kunci keberhasilan dalam cara menanam daun seledri hidroponik agar tanaman tumbuh subur dan menghasilkan panen yang maksimal.
Pastikan ketersediaan nutrisi selalu terjaga dengan mengecek volume air secara berkala dan menggantinya setiap dua minggu sekali untuk menjaga kualitas larutan.
Meskipun hidroponik cenderung minim hama, Anda tetap perlu waspada terhadap serangan kutu daun atau thrips. Gunakan pestisida organik jika diperlukan agar tanaman tetap sehat. Seledri biasanya dapat dipanen pada usia 1–1,5 bulan setelah tanam.
Menariknya, panen bisa dilakukan berulang setiap 5–6 hari dengan cara memotong batang tanpa mencabut akar, sehingga tanaman dapat terus tumbuh. Bahkan, Anda juga bisa melakukan peremajaan tanaman agar produksi seledri tetap berkelanjutan tanpa harus memulai dari awal.
Q & A Seputar Topik
Apa keuntungan utama menanam seledri secara hidroponik?
Keuntungan utama menanam seledri secara hidroponik adalah efisiensi lahan, pertumbuhan tanaman yang lebih cepat, dan hasil panen yang lebih bersih karena tidak menggunakan media tanah.
Sistem hidroponik apa yang paling cocok untuk pemula menanam seledri?
Sistem sumbu (Wick System) sangat cocok untuk pemula karena merupakan metode pasif, tidak memerlukan listrik, dan mudah dibuat sendiri di rumah dengan bahan sederhana.
Kapan waktu yang tepat untuk memanen seledri hidroponik?
Seledri hidroponik bisa dipanen saat tanaman berumur 1 hingga 1,5 bulan setelah tanam, dan pemanenan dapat diulang setiap 5 sampai 6 hari sekali selama 2-3 bulan.
Bagaimana cara mengatur nutrisi dan pH untuk seledri hidroponik?
Gunakan larutan nutrisi AB mix (5 ml per 1 liter air), atur PPM antara 1260-1689, dan jaga pH air sekitar 6,5 menggunakan pH up/down serta alat ukur pH dan TDS meter.
Apakah seledri hidroponik bisa dipanen berulang kali?
Ya, seledri hidroponik dapat dipanen berulang kali. Anda bisa memotong batang di atas pangkal akar atau melakukan metode peremajaan (rejuvenasi) untuk mendapatkan panen berkelanjutan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553593/original/092596600_1775985998-melon_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553534/original/078787900_1775982107-wadah_telur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552495/original/097564400_1775810517-Gemini_Generated_Image_k9s4a9k9s4a9k9s4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549864/original/038102500_1775631694-spanduk_bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553519/original/000357900_1775980854-rumah_di_desa_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553488/original/061287800_1775977797-berkebun_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553539/original/060198600_1775982292-Rumah_Desa_-_Pergola_Taman_Samping.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553461/original/061793100_1775974574-Kandang_Portable__Pindah-Pindah_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553498/original/095050600_1775979056-7.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553453/original/082686300_1775973482-tunas_pohon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533649/original/052928700_1773753381-Affiliate_Marketing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553086/original/076789200_1775892294-9c5f65f2-d31d-4797-bb8c-129775a2b660.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505554/original/009608500_1771390337-Kebun_Buah_dalam_Pot__Tabulampot__di_Desa__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553442/original/007937100_1775972447-Ruang_Cuci_Cerah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553431/original/048214600_1775970580-Gemini_Generated_Image_rgrh0xrgrh0xrgrh.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553421/original/028100400_1775969289-Gemini_Generated_Image_9e6oei9e6oei9e6o.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549255/original/098665400_1775612631-unnamed__37_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553410/original/083720800_1775967561-Gemini_Generated_Image_b1ma3gb1ma3gb1ma.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553398/original/032201400_1775966537-rumah_2_lantai4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553375/original/032907100_1775965204-teras_HL.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2752731/original/038080600_1552704493-shutterstock_724191844.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466190/original/088167400_1767839290-Cara_Ternak_Ikan_Mas_di_Ember_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460813/original/018976000_1767321694-Takjil_Ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460967/original/070159800_1767330511-Rumah_subsidi_Gunakan_Karpet_Berukuran_Besar__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410367/original/068469000_1762930652-Gemini_Generated_Image_kwy80xkwy80xkwy8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461005/original/069066700_1767332221-model_cincin_emas_batu_opal__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460947/original/089328700_1767328515-Batang_Kecombrang__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470864/original/039639300_1768266170-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463669/original/097446700_1767667328-Gemini_Generated_Image_1cspbg1cspbg1csp.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460928/original/003883700_1767327681-model_kebun_rumah_dengan_pijakan_batu__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460978/original/052255100_1767330693-desain_halaman_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775954/original/075855900_1710744786-girl-wearing-hat-sitting-green-lawn-near-lake.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464943/original/048760100_1767754973-Kulkas_1_pintu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477531/original/099454700_1768839717-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397086/original/041488200_1761800911-Gemini_Generated_Image_tlzh05tlzh05tlzh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460105/original/035503200_1767231872-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473880/original/084419100_1768460771-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472024/original/057223000_1768305981-1.jpg)