Liputan6.com, Jakarta - Bagi Anda yang memiliki keterbatasan lahan namun ingin memulai usaha peternakan, jangan khawatir. Inovasi beternak hewan yang bisa diternak di drum bekas dengan modal minim kini menjadi solusi cerdas yang semakin populer, memungkinkan Anda menyulap area terbatas di rumah menjadi lahan produktif dengan modal awal yang minim. Metode ini membuka peluang bagi siapa saja untuk memulai peternakan kecil, bahkan dengan investasi yang tidak terlalu besar.
Drum bekas, baik plastik maupun besi, menawarkan keunggulan seperti kapasitas ruang yang memadai, kemudahan pemindahan, dan dinding kokoh. Dengan sedikit modifikasi sederhana, seperti memotong bagian atas atau membuat lubang ventilasi, drum ini siap menjadi wadah peternakan fungsional.
Jika Anda tertarik, ada beberapa hewan yang bisa diternak di drum bekas dengan modal minim dan perawatan yang relatif mudah. Pilihan hewan-hewan ini tidak hanya adaptif terhadap lingkungan drum, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.
Mari telusuri lebih lanjut mengenai hewan yang bisa diternak di drum bekas dengan modal minim, dalam rangkuman yang telah Liputan6 susun berikut ini.
1. Ikan Lele (Sistem Budidamber)
Budidaya ikan lele dalam drum, khususnya drum plastik, merupakan salah satu jenis peternakan mikro yang paling diminati saat ini. Lele dikenal sebagai ikan yang sangat tangguh dan mudah beradaptasi, menjadikannya pilihan ideal untuk pemula.
Mengapa Drum Efektif untuk Budidaya Lele?
Drum plastik berkapasitas 200 liter sangat efisien untuk menampung sekitar 100 hingga 150 ekor bibit lele hingga masa panen tiba. Keunggulan utama lele adalah organ pernapasan tambahan yang disebut labirin, memungkinkan mereka bertahan hidup dan tumbuh subur tanpa memerlukan bantuan aerator listrik.
Langkah-langkah Setup Minim Modal untuk Lele
Untuk memulai, letakkan drum plastik dalam posisi berdiri dan potong bagian atasnya. Selanjutnya, isi air hingga sekitar tiga perempat bagian drum, lalu diamkan selama 2-3 hari. Proses ini penting agar lumut alami dapat tumbuh, yang berperan vital sebelum bibit lele dimasukkan.
Sebagai opsi tambahan untuk efisiensi, Anda bisa mengombinasikan budidaya lele dengan menanam sayuran kangkung. Caranya, tanam kangkung di dalam gelas plastik yang digantung di bibir drum, menciptakan sistem aquaponik portabel yang sederhana. Lele memiliki siklus panen yang sangat cepat, sekitar 2,5 hingga 3 bulan saja, sehingga memungkinkan perputaran modal yang efisien.
Jangkrik (Pakan Burung & Reptil)
Permintaan terhadap jangkrik tetap stabil dan tinggi karena hewan ini merupakan pakan harian esensial bagi para penggemar burung kicau, ikan hias, dan reptil.
Keunggulan Drum untuk Ternak Jangkrik
Dinding bagian dalam drum bekas, terutama drum besi atau plastik dengan permukaan licin, sangat efektif mencegah jangkrik merayap naik dan melarikan diri. Hal ini menghilangkan kebutuhan untuk membuat penutup kandang yang rumit, menghemat waktu dan biaya. Drum menyediakan lingkungan yang aman dan terkontrol untuk perkembangan jangkrik.
Panduan Setup Jangkrik dengan Modal Terbatas
Gunakan drum bekas dalam posisi tidur (horizontal) yang dipotong setengah bagian atasnya, atau drum posisi berdiri yang dipotong bagian atasnya. Pastikan bagian dalam drum benar-benar kering sebelum digunakan. Susun egg tray (karton wadah telur bekas) di dalam drum; ini berfungsi sebagai tempat tinggal dan persembunyian yang ideal bagi jangkrik.
Berikan pakan berupa dedak padi atau pur ayam kering. Untuk sumber minum, gunakan irisan gedebog pisang atau pepaya muda. Cara ini lebih aman karena menghindari risiko jangkrik tenggelam yang mungkin terjadi jika menggunakan mangkuk air, sehingga menjaga populasi jangkrik tetap sehat.
Belut Darat (Media Lumpur)
Budidaya belut secara konvensional seringkali memerlukan lahan sawah atau kolam lumpur yang luas. Namun, dengan memanfaatkan drum bekas, Anda dapat melakukan budidaya belut dengan sistem yang lebih bersih di pekarangan rumah, bahkan di lahan sempit.
Manfaat Drum untuk Budidaya Belut
Drum sangat efektif dalam mengurung belut agar tidak melarikan diri ke dalam tanah pekarangan. Selain itu, penggunaan drum juga mempermudah proses pengawasan nutrisi dan pemanenan belut, menjadikannya metode yang efisien dan terkontrol. Ini membantu menjaga kebersihan lingkungan budidaya.
Langkah-langkah Budidaya Belut di Drum
Gunakan drum plastik dalam posisi berdiri. Buat media tumbuh di dalam drum dengan beberapa lapisan. Lapisan paling bawah diisi jerami padi yang sudah dibusukkan, lapisan tengah dengan ampas tahu atau pupuk kandang matang, dan lapisan atas ditutup dengan lumpur sawah setebal 30–40 cm.
Isi air hingga menggenang sekitar 5 cm di atas permukaan lumpur. Setelah itu, masukkan bibit belut dan berikan pakan secara berkala, seperti cacing tanah atau cacahan keong mas. Perawatan yang tepat akan mendukung pertumbuhan belut yang optimal.
Maggot BSF (Black Soldier Fly)
Maggot BSF adalah larva dari lalat tentara hitam yang dikenal memiliki kadar protein sangat tinggi. Hewan ini sangat dicari oleh peternak ayam, bebek, dan ikan sebagai alternatif pakan pengganti pur pabrikan yang harganya mahal, menawarkan solusi pakan ekonomis.
Keunggulan Drum untuk Ternak Maggot BSF
Proses penguraian sampah organik oleh maggot menghasilkan panas mikro. Drum plastik sangat baik dalam mengisolasi kehangatan ini, yang mendorong maggot untuk makan dengan lebih rakus dan tumbuh lebih cepat. Kondisi ini mempercepat siklus hidup maggot dan meningkatkan produktivitas.
Cara Ternak Maggot BSF dengan Modal Nol Rupiah
Potong drum bekas menjadi dua bagian secara horizontal, sehingga menghasilkan dua wadah bak pendek. Masukkan limbah dapur organik seperti sisa nasi, sisa sayur, atau buah busuk ke dalam drum. Limbah ini akan menjadi sumber makanan utama bagi maggot.
Tebarkan telur atau bibit mini maggot di atas limbah tersebut. Maggot akan mengonsumsi seluruh sampah dapur Anda secara cuma-cuma, sehingga modal pakan Anda menjadi nol rupiah. Ini menjadikan budidaya maggot BSF sangat ekonomis dan ramah lingkungan.
Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus)
Cacing tanah jenis Lumbricus Rubellus memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Hewan ini banyak dicari oleh industri obat herbal, khususnya untuk pengobatan demam tipes, serta sebagai bahan baku kosmetik dan pakan ikan hias.
Mengapa Drum Ideal untuk Cacing Tanah?
Cacing tanah adalah makhluk yang menghindari cahaya (fotofobik) dan sangat menyukai lingkungan yang gelap, lembap, serta sejuk. Karakteristik drum bekas, terutama jika diletakkan di tempat yang teduh, sangat sempurna untuk menjaga kelembapan tanah di dalamnya, menciptakan habitat yang optimal.
Setup Drum untuk Budidaya Cacing Tanah Hemat Biaya
Belah drum bekas secara membujur (posisi tidur) menjadi bentuk seperti bak penampung memanjang. Lubangi bagian bawah drum sekecil jarum; lubang ini berfungsi sebagai saluran pembuangan air agar media tanah tidak terlalu becek, karena cacing menyukai tanah yang lembap, bukan basah berlumpur.
Isi dengan campuran tanah humus, serbuk gergaji lapuk, dan kompos. Beri pakan berupa ampas tahu, sisa sayuran dapur, atau kotoran sapi yang sudah matang. Dengan perawatan yang tepat, cacing tanah akan berkembang biak dengan baik.
Tips Penting untuk Pemula dalam Ternak Drum Bekas
Jika Anda memilih menggunakan drum bekas berbahan besi, sangat penting untuk mengecat atau melapisi bagian dalamnya dengan plastik terlebih dahulu. Hal ini untuk mencegah karat besi larut dan berpotensi meracuni hewan ternak Anda, terutama untuk hewan air seperti lele dan belut.
Untuk drum plastik yang sebelumnya digunakan untuk bahan kimia atau sabun, pastikan untuk mencucinya hingga bersih menggunakan sabun beberapa kali. Setelah itu, jemur di bawah terik matahari hingga bau residu benar-benar hilang total sebelum drum digunakan untuk beternak. Keamanan hewan ternak adalah prioritas utama.
Pertanyaan Seputar Hewan yang Bisa Diternak di Drum Bekas dengan Modal Minim
1. Apakah drum bekas harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan?
Ya, drum bekas wajib dibersihkan secara menyeluruh sebelum digunakan untuk ternak. Pastikan drum tidak mengandung sisa bahan kimia, oli, atau cairan berbahaya lainnya. Cuci drum menggunakan sabun dan air mengalir beberapa kali, lalu jemur hingga benar-benar kering. Kebersihan drum sangat penting agar hewan ternak tetap sehat dan terhindar dari risiko keracunan.
2. Berapa modal awal untuk memulai ternak menggunakan drum bekas?
Modal awalnya tergolong minim, bahkan bisa dimulai dari ratusan ribu rupiah tergantung jenis ternak yang dipilih. Jika menggunakan drum bekas yang masih layak pakai, biaya terbesar biasanya hanya untuk bibit ternak, pakan, dan perlengkapan sederhana seperti aerator atau penutup drum. Karena ukurannya tidak terlalu besar, kebutuhan pakan dan air juga lebih hemat.
3. Apa keuntungan beternak menggunakan drum bekas dibanding kandang biasa?
Salah satu keuntungan utamanya adalah hemat tempat dan biaya. Drum bekas dapat ditempatkan di halaman sempit, belakang rumah, atau area kosong kecil. Selain itu, proses pembersihan dan pengontrolan hewan ternak menjadi lebih mudah karena ukurannya terbatas. Sistem ini juga cocok untuk pemula yang ingin belajar beternak tanpa risiko kerugian besar.
4. Bagaimana cara menjaga hewan ternak di drum bekas agar tetap sehat?
Kunci utamanya adalah menjaga kebersihan, kualitas pakan, dan sirkulasi udara atau air sesuai jenis hewan ternak. Air perlu diganti secara berkala jika digunakan untuk budidaya ikan atau belut. Sementara untuk ternak seperti maggot dan jangkrik, pastikan drum tidak terlalu lembap dan memiliki ventilasi cukup. Pemberian pakan yang teratur serta pemantauan kondisi hewan setiap hari juga membantu mencegah penyakit dan kematian massal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402068/original/007110400_1762236460-Kolam_Ember_Bak_Plastik__Budikdamber___Solusi_Super_Hemat_Lahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7256254/original/035833200_1780042408-17442228667081871626.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7261217/original/074696600_1780047308-panci.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7257327/original/007475000_1780043704-Untitledu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7161325/original/006303100_1779950840-4025007356894746999.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7254983/original/081701700_1780041085-Rumah_Semi_Kayu_Tropis_-_Tampak_Depan_Pagi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7254057/original/086609900_1780040242-Untitled3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7253348/original/059991800_1780039482-Gemini_Generated_Image_t9dghat9dghat9dg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6459021/original/031671300_1779322349-ini-kemudahan-yang-diklaim-polisi-bikin-layanan-sim-lebih-mudah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7254147/original/013967600_1780040296-kebun_yakon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7255742/original/017084700_1780041811-Pohon_Buah_yang_Cocok_untuk_Halaman_Full_Cor_Beton_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7244260/original/030410600_1780030057-penyiraman22222.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5284685/original/018516200_1752644645-Depositphotos_43660183_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6604149/original/020180100_1779439726-Rumah_dengan_Material_Alami__Kayu__Bambu__Batu_Alam_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7245162/original/036489300_1780030769-Gemini_Generated_Image_y11tapy11tapy11t.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320476/original/073984200_1755596315-bussiness-people-working-team-office.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6408880/original/050395100_1779281251-keceriaan-bocah-di-bahrain-belajar-baca-alquran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4944782/original/052979500_1726398849-64f19e7805427.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7240553/original/009848900_1780025531-pexels-ai25studio-8278873.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7243297/original/008039400_1780028817-2350092004300823469.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489268/original/078646900_1769835675-Jualan_buah_goreng__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495984/original/028777500_1770452855-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488893/original/092856000_1769769033-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.18.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490815/original/001976100_1770026229-jualan_es.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490648/original/042458000_1770019622-desain_kebun_sayur_pakai_kaleng__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488293/original/093524200_1769746071-tirai_jendela1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488684/original/047569800_1769760902-kue_dari_tepung_mocaf5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494885/original/067165400_1770347594-telur_bebek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495904/original/087503600_1770444952-Gemini_Generated_Image_7ycbx87ycbx87ycb.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492871/original/061346200_1770188299-ChatGPT_Image_4_Feb_2026__13.57.45.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488443/original/005923400_1769750774-Panen_kacang_panjang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489308/original/011869000_1769840015-Wisata_Sawah_Sumber_Gempong__Google_Maps_Wisata_Sawah_Sumber_Gempong_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488252/original/019203200_1769744237-Gemini_Generated_Image_vxfalevxfalevxfa.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3931642/original/069846400_1644592691-pexels-alleksana-6478943_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494011/original/017794000_1770274657-Cara_Menyimpan_Sapu__Pel__dan_Ember_di_Rumah_Sempit.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492840/original/043115600_1770187373-meja_dapur_2a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492506/original/054894600_1770176162-unnamed-55.jpg)