7 Cara Membuat Rumah Terasa seperti Vila Ubud yang Mudah Ditiru di Rumah Minimalis

1 hour ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang menyukai suasana vila di Ubud karena menawarkan ketenangan, kesejukan, dan kedekatan dengan alam. Perpaduan material alami, pencahayaan yang melimpah, tanaman hijau, hingga penataan ruang yang sederhana mampu menciptakan suasana yang menenangkan meski berada di tengah aktivitas yang padat. Kabar baiknya, nuansa tersebut tidak hanya bisa dinikmati saat berlibur ke Bali, tetapi juga dapat dihadirkan di rumah minimalis.

Konsep vila Ubud sebenarnya tidak selalu identik dengan bangunan yang luas atau biaya renovasi yang mahal. Justru, kekuatan utamanya terletak pada pemilihan elemen desain yang tepat, seperti dominasi kayu, batu alam, warna-warna bumi, serta hubungan yang harmonis antara ruang dalam dan area hijau di sekitarnya. Dengan penataan yang cermat, rumah berukuran mungil pun dapat menghadirkan atmosfer yang hangat dan nyaman.

Lantas bagaimana cara membuat rumah terasa seperti vila Ubud yang mudah ditiru di rumah minimalis? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (16/7/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Gunakan Material Alami sebagai Elemen Utama

Material alami merupakan ciri khas yang hampir selalu ditemukan pada vila-vila di Ubud. Kayu, batu alam, rotan, bambu, hingga linen menjadi elemen yang mampu menciptakan suasana hangat sekaligus menyatu dengan lingkungan sekitar. Kehadiran material tersebut membuat rumah terasa lebih hidup dibandingkan penggunaan material sintetis yang terlalu dominan.

Anda tidak harus mengganti seluruh interior rumah. Mulailah dari perubahan sederhana seperti menggunakan meja kayu solid, kursi rotan, rak bambu, atau dinding aksen batu alam pada salah satu sisi ruangan. Bahkan aksesori seperti nampan anyaman, lampu gantung rotan, atau bingkai kayu sudah cukup memberikan sentuhan tropis yang kuat.

Agar hasilnya tetap terlihat modern, padukan material alami dengan desain minimalis yang bersih. Hindari penggunaan ornamen berlebihan sehingga tekstur kayu dan batu alam menjadi fokus utama. Kombinasi ini akan membuat rumah terasa elegan sekaligus menghadirkan suasana khas vila Ubud.

2. Hadirkan Banyak Tanaman Tropis di Dalam dan Sekitar Rumah

Tanaman menjadi elemen penting dalam menciptakan nuansa vila Ubud. Kehadiran dedaunan hijau mampu memberikan efek visual yang menenangkan sekaligus membuat udara terasa lebih segar. Semakin banyak area hijau yang terlihat dari dalam rumah, semakin kuat pula kesan alami yang tercipta.

Pilih tanaman tropis seperti monstera, palem kuning, pisang kipas, philodendron, calathea, keladi, atau pakis. Tanaman-tanaman tersebut memiliki bentuk daun yang lebar sehingga memberikan karakter tropis yang identik dengan kawasan Ubud. Jika lahan terbatas, manfaatkan pot berukuran sedang atau rak tanaman vertikal.

Penempatannya juga perlu diperhatikan. Letakkan tanaman di dekat jendela, sudut ruang tamu, teras, atau area transisi antara ruang dalam dan luar. Susunan tanaman dengan berbagai ketinggian akan membuat rumah terasa lebih dinamis tanpa mengurangi kesan rapi.

3. Maksimalkan Cahaya Alami dan Sirkulasi Udara

Salah satu alasan vila di Ubud terasa nyaman adalah karena memanfaatkan cahaya matahari dan udara alami secara maksimal. Bukaan yang lebar membuat ruangan tetap terang pada siang hari sekaligus mengurangi kesan sempit pada rumah.

Apabila memungkinkan, gunakan jendela berukuran besar atau pintu kaca geser yang menghadap taman maupun halaman. Selain membuat ruangan terasa luas, penghuni juga dapat menikmati pemandangan hijau setiap hari sehingga suasana rumah terasa lebih menenangkan.

Jika tidak ingin melakukan renovasi besar, cukup gunakan tirai tipis berwarna putih atau krem agar sinar matahari tetap masuk ke dalam rumah. Hindari penggunaan gorden tebal yang membuat ruangan terlihat gelap. Rumah yang terang secara alami akan terasa lebih segar dan nyaman sepanjang hari.

4. Gunakan Palet Warna Bumi yang Hangat dan Menenangkan

Salah satu karakter paling kuat dari vila-vila di Ubud adalah penggunaan warna-warna yang terinspirasi dari alam. Nuansa putih gading, krem, cokelat kayu, abu-abu batu, terracotta, hingga hijau zaitun menciptakan suasana yang hangat tanpa terasa berlebihan. Warna-warna ini juga membuat rumah minimalis tampak lebih elegan dan tidak lekang oleh waktu.

Mulailah dengan menjadikan warna netral sebagai dasar ruangan, misalnya putih hangat atau beige pada dinding. Setelah itu, tambahkan furnitur kayu dengan warna natural dan dekorasi bernuansa tanah seperti bantal sofa cokelat muda, karpet anyaman, atau vas keramik berwarna terracotta. Perpaduan ini membuat ruangan terasa lebih lembut dan nyaman dipandang.

Hindari penggunaan terlalu banyak warna mencolok dalam satu ruangan. Jika ingin memberikan aksen, gunakan warna hijau dari tanaman hidup atau hitam sebagai pemanis pada lampu, bingkai foto, maupun kaki meja. Komposisi warna yang seimbang akan menghadirkan suasana tenang layaknya vila yang berada di tengah alam Ubud.

5. Tambahkan Dekorasi Handmade dan Kerajinan Bernuansa Tradisional

Keunikan vila di Ubud tidak hanya berasal dari bangunannya, tetapi juga dari sentuhan seni yang menghiasi setiap sudut ruangan. Dekorasi buatan tangan memberikan karakter yang hangat sekaligus menghadirkan nuansa lokal yang autentik. Inilah yang membuat sebuah ruang terasa memiliki cerita, bukan sekadar indah secara visual.

Anda bisa menggunakan lampu gantung rotan, keranjang anyaman, kain tenun sebagai hiasan dinding, patung kayu sederhana, hingga vas keramik handmade. Pilih dekorasi yang memiliki tekstur alami dan warna-warna netral agar tetap selaras dengan konsep rumah minimalis. Tidak perlu memenuhi seluruh ruangan, cukup beberapa elemen yang ditempatkan pada titik-titik strategis.

Agar tampilannya tidak berlebihan, gunakan prinsip "less is more". Pilih dekorasi yang benar-benar memiliki fungsi estetika dan biarkan setiap benda mendapatkan ruang untuk tampil. Penataan yang sederhana justru menjadi ciri khas desain vila yang mengutamakan ketenangan dibandingkan kemewahan yang berlebihan.

6. Ciptakan Sudut Relaksasi yang Menghadap Area Hijau

Vila di Ubud identik dengan area bersantai yang menghadap taman, sawah, atau pepohonan. Konsep ini bisa diterapkan di rumah minimalis meskipun memiliki lahan terbatas. Kehadiran sudut relaksasi akan memberikan ruang bagi penghuni untuk melepas penat tanpa harus meninggalkan rumah.

Manfaatkan area dekat jendela, teras depan, balkon, atau halaman belakang sebagai tempat bersantai. Tambahkan kursi santai berbahan rotan atau kayu, meja kecil, bantal duduk, serta tanaman hijau di sekitarnya. Jika memungkinkan, tambahkan suara gemericik air dari air mancur mini agar suasana terasa semakin menenangkan.

Area ini dapat digunakan untuk membaca buku, menikmati secangkir kopi, bekerja dengan laptop, atau sekadar menikmati udara pagi. Meskipun sederhana, sudut relaksasi mampu meningkatkan kualitas hidup karena memberikan ruang untuk beristirahat dari rutinitas sehari-hari. Kehadiran area seperti ini menjadi salah satu ciri yang membuat rumah terasa seperti vila pribadi.

7. Jaga Rumah Tetap Rapi dengan Konsep Minimalis yang Fungsional

Suasana vila yang nyaman bukan hanya berasal dari dekorasi, tetapi juga karena ruangan yang tertata dengan baik. Barang-barang yang tersimpan rapi membuat mata lebih nyaman memandang sekaligus menciptakan kesan luas pada rumah minimalis. Oleh karena itu, menjaga kerapian menjadi langkah penting untuk menghadirkan nuansa ala Vila Ubud.

Gunakan furnitur multifungsi yang memiliki ruang penyimpanan tersembunyi, seperti bangku dengan laci, meja kopi yang dilengkapi kompartemen, atau tempat tidur dengan penyimpanan di bawahnya. Solusi ini membantu mengurangi barang yang terlihat sehingga ruangan tetap bersih dan lapang.

Biasakan pula hanya menampilkan dekorasi yang benar-benar diperlukan. Semakin sedikit barang yang memenuhi ruangan, semakin mudah tekstur alami, tanaman hijau, dan pencahayaan menjadi pusat perhatian. Konsep minimalis yang fungsional membuat rumah terasa lebih damai, selaras dengan filosofi hidup sederhana yang banyak dijumpai pada vila-vila di Ubud.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Membuat Rumah Terasa seperti Vila Ubud

1. Apakah rumah minimalis bisa dibuat terasa seperti Vila Ubud?

Bisa. Kuncinya bukan pada ukuran rumah, melainkan penggunaan material alami, pencahayaan yang baik, tanaman tropis, warna-warna bumi, serta penataan ruang yang sederhana dan rapi.

2. Apakah harus melakukan renovasi besar?

Tidak. Banyak perubahan dapat dilakukan tanpa renovasi besar, seperti mengganti dekorasi, menambah tanaman, menggunakan furnitur kayu, memilih warna cat yang tepat, hingga memaksimalkan cahaya alami.

3. Tanaman apa yang cocok untuk menghadirkan nuansa Vila Ubud?

Beberapa pilihan yang populer antara lain monstera, palem kuning, pisang kipas, philodendron, calathea, pakis, keladi, lidah mertua, dan berbagai tanaman tropis berdaun lebar.

4. Warna apa yang paling cocok untuk konsep rumah ala Vila Ubud?

Gunakan warna-warna alami seperti putih hangat, krem, beige, cokelat kayu, abu-abu batu, terracotta, serta hijau zaitun agar suasana rumah terasa lebih hangat dan menenangkan.

5. Bagaimana cara membuat rumah terasa lebih sejuk seperti vila di Bali?

Maksimalkan sirkulasi udara, perbanyak bukaan untuk cahaya alami, tambahkan tanaman hijau, gunakan material alami, dan kurangi penggunaan dekorasi yang berlebihan agar rumah terasa lebih adem dan nyaman.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |