Liputan6.com, Jakarta Cara menanam daun bawang dari batang cukup mudah dilakukan di rumah. Anda hanya perlu menyisakan pangkal daun bawang yang masih memiliki akar sepanjang sekitar 2–3 sentimeter, kemudian merendamnya di dalam air atau menanamnya langsung di tanah hingga tumbuh tunas dan daun hijau baru.
Metode sederhana ini memungkinkan Anda memanfaatkan bonggol daun bawang yang biasanya berakhir sebagai limbah dapur. Dalam beberapa hari, pangkal batang tersebut dapat mulai menumbuhkan tunas segar yang nantinya bisa dipanen dan digunakan kembali sebagai bumbu masakan.
Daun bawang, yang juga dikenal dengan sebutan scallion, green onion, atau spring onion, merupakan tanaman dari keluarga Allium, sama seperti bawang merah dan bawang putih. Istilah scallion dan green onion umumnya merujuk pada jenis daun bawang yang sama. Selain praktis, menanam daun bawang sendiri di rumah juga dapat membantu menghemat pengeluaran belanja sekaligus menyediakan bumbu segar yang dapat dipanen sepanjang tahun, berikut ulasan Liputan6.com.
Cara Menanam Daun Bawang dari Batang di Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302928/original/040787400_1784613543-18257134996662494808.jpeg)
Perbesar
Cara menanam daun bawang dari batang paling praktis adalah dengan media air karena tidak membutuhkan tanah maupun lahan. Anda cukup menyiapkan gelas bening, air bersih, dan pangkal daun bawang berakar. Teknik menanam daun bawang di air tanpa tanah ini cocok untuk hunian perkotaan yang minim ruang.
Sebagaimana dilaporkan Gardenary, tunas hijau baru umumnya mulai muncul hanya dalam 24 hingga 48 jam, dan daun bawang yang dirawat di air bisa bertahan satu sampai dua minggu sebelum rasanya memudar, sedangkan yang dipindah ke tanah dapat terus berproduksi selama berbulan-bulan.
-
Pilih Batang Berakar Sehat: Ambil pangkal daun bawang yang masih memiliki akar tebal dan berwarna putih cerah, karena semakin banyak akarnya, semakin cepat tanaman tumbuh kembali.
-
Sisakan Pangkal 2-3 cm: Potong bagian hijau untuk dimasak dan sisakan sekitar 2-3 sentimeter bagian putih beserta akarnya sebagai bibit.
-
Cuci Akar dengan Lembut: Bilas akar dan pangkal di bawah air mengalir untuk membuang sisa tanah agar air rendaman tetap bersih dan tidak cepat keruh.
-
Rendam Hanya Bagian Akar: Berdirikan pangkal di dalam gelas, lalu isi air secukupnya sampai hanya akar yang terendam. Jangan sampai seluruh batang tenggelam agar tidak busuk.
-
Letakkan di Dekat Jendela: Simpan gelas di tempat terang yang terkena cahaya, tetapi hindari sinar matahari langsung berlebihan agar air tidak berlumut.
-
Ganti Air Berkala: Buang dan ganti air bersih setiap satu sampai dua hari sekali, atau ketika air mulai keruh, untuk mencegah pembusukan akar.
-
Panen atau Pindahkan: Setelah daun memanjang dan akar menguat, potong daun sesuai kebutuhan atau pindahkan ke pot berisi tanah agar nutrisinya lebih lengkap.
Prinsip di balik metode ini sederhana. Jim Hole, seorang ahli hortikultura, dikutip dari CBC, menjelaskan, "Tancapkan ke dalam air, dan Anda akan melihat akar mulai muncul di pangkal potongan tersebut." Sebagaimana dikutip dari Gardening Know How, daun bawang termasuk sayuran yang tumbuh sangat cepat di air sehingga menjadi salah satu pasokan bumbu yang nyaris tak ada habisnya. Banyak yang membandingkan, menanam di air memang lebih cepat menumbuhkan tunas dibanding langsung di tanah.
Baca juga: Trik menanam daun bawang dari sisa potongan dapur
Cara Menanam Daun Bawang dari Batang di Tanah atau Pot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301548/original/072401000_1784473647-Gemini_Generated_Image_ioyeoqioyeoqioye.jpg)
Perbesar
Jika ingin hasil yang lebih tahan lama, cara menanam daun bawang dari batang juga bisa langsung dilakukan di media tanah atau pot. Cara ini membuat tanaman mendapat nutrisi lebih banyak sehingga daun tumbuh lebih tebal dan bisa dipanen berkali-kali. Bagi yang memiliki lahan sempit, menanam bawang daun di polybag adalah pilihan yang cerdas.
Berdasarkan Blooming Expert, kemampuan daun bawang tumbuh kembali berasal dari jaringan meristem yang masih utuh di pangkalnya. Bila dipotong terlalu dekat dengan bagian putih, jaringan pertumbuhan ini rusak dan tanaman tidak bisa pulih.
-
Siapkan Media Tanam Gembur: Campurkan tanah, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan sekitar 2:1:1 agar media gembur, subur, dan kaya bahan organik.
-
Gunakan Pot Berdrainase: Pilih pot atau polybag berdiameter minimal 20 sentimeter dengan lubang di bagian bawah supaya air tidak menggenang.
-
Sisakan Pangkal Berakar: Sama seperti metode air, siapkan potongan pangkal putih sepanjang 2-3 sentimeter yang masih lengkap dengan akarnya.
-
Buat Lubang Tanam: Lubangi media sedalam sekitar 2 sentimeter dengan jarak 3-5 sentimeter antarbatang menggunakan jari atau potongan kayu.
-
Tanam Posisi Tegak: Masukkan akar ke lubang, timbun bagian putihnya, sisakan ujung batang di atas permukaan, lalu padatkan pelan agar berdiri tegak.
-
Siram Secukupnya: Basahi media hingga lembap merata, tetapi jangan sampai becek karena kelebihan air memicu busuk akar.
-
Tempatkan di Area Berjemur: Letakkan pot di lokasi yang mendapat sinar matahari penuh agar daun tumbuh cepat dan berwarna hijau segar.
Langkah-langkah ini sejalan dengan panduan menanam sayuran di pot atau polybag untuk pemula pada umumnya. Karena mudah dan cepat, daun bawang termasuk salah satu sayuran yang cepat tumbuh di polybag dan ramah untuk pemula.
Cara Merawat Daun Bawang agar Cepat Tumbuh dan Panen Berulang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545159/original/051884000_1775128207-Daun_Bawang.jpg)
Perbesar
Perawatan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan cara menanam daun bawang dari batang, baik menggunakan media air maupun tanah. Penyiraman, pencahayaan, dan pemupukan yang tepat dapat membantu satu batang menghasilkan daun baru secara berulang. Sebaliknya, perawatan yang kurang tepat dapat membuat daun cepat menguning dan pertumbuhannya terhambat.
-
Jaga Kelembapan Media: Siram tanaman secara teratur agar media tetap lembap, tetapi jangan sampai tergenang. Media yang terlalu basah dapat mengurangi sirkulasi udara di sekitar akar dan meningkatkan risiko pembusukan.
-
Pastikan Mendapat Cukup Sinar Matahari: Mengutip Epic Gardening, daun bawang membutuhkan setidaknya enam jam paparan sinar matahari penuh setiap hari agar dapat tumbuh dengan optimal. Letakkan tanaman di area yang terang dan mendapatkan cahaya alami yang cukup.
-
Berikan Pupuk yang Mendukung Pertumbuhan Daun: Tambahkan pupuk organik secara berkala untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, terutama selama masa pertumbuhan daun. Laura Matter dari Tilth Alliance, dikutip dari AOL, menyebut bahwa tanaman berdaun lebat seperti daun bawang dapat tumbuh subur dengan asupan nitrogen yang cukup.
-
Ganti Air atau Segarkan Media: Jika menggunakan metode air, ganti air secara rutin agar tetap bersih dan tidak keruh. Sementara itu, pada media tanah, gemburkan permukaan tanah secara berkala agar sirkulasi udara di sekitar akar tetap terjaga.
-
Panen dengan Menyisakan Pangkal: Potong bagian daun yang sudah cukup panjang dari atas dan biarkan pangkalnya tetap tertanam agar dapat kembali menghasilkan tunas. Jennifer Cassels, Presiden The Blissful Place, dikutip dari The Kitchn, menyarankan untuk menyisakan sekitar satu inci bagian daun bawang di atas permukaan tanah saat memanen agar tanaman dapat tumbuh kembali.
Mengacu pada America's Test Kitchen, bagian hijau daun bawang dapat tumbuh hingga sekitar 2,5 sentimeter per hari. Cadangan nutrisi yang tersimpan di bagian pangkal putih juga dapat membantu tanaman menghasilkan daun baru hingga beberapa kali, sehingga satu batang dapat dimanfaatkan untuk beberapa kali panen.
Dilansir dari MasterClass, meletakkan pangkal putih daun bawang di dalam gelas berisi air dan menempatkannya di area yang mendapat cukup cahaya dapat memunculkan daun baru dalam waktu sekitar lima hari. Jika ingin mendapatkan tanaman yang lebih banyak dan kuat, Anda juga dapat mencoba cara menanam daun bawang dari biji sebagai alternatif.
Baca juga: Cara menanam daun bawang secara hidroponik untuk pemula
Hal Penting agar Daun Bawang dari Batang Tidak Mudah Busuk dan Menguning
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486726/original/063469500_1769597727-potongan_daun_bawang.jpg)
Perbesar
Kegagalan menanam daun bawang dari batang paling sering disebabkan oleh akar busuk dan daun yang menguning. Keduanya sebenarnya mudah dicegah asal Anda memperhatikan beberapa hal berikut. Sama seperti penyebab sayuran di polybag tumbuh kecil dan kurus, banyak kesalahan yang tidak disadari sejak awal.
Merujuk Savvy Gardening, daun bawang memiliki sistem perakaran yang dangkal dan cepat kering sehingga media perlu dijaga tetap lembap, sekaligus tidak boleh terlalu basah agar tidak memicu pembusukan.
-
Jangan Rendam Seluruh Batang: Cukup rendam akarnya saja; bila seluruh bagian putih ikut terendam, batang mudah lembek dan membusuk.
-
Gunakan Air dan Media Bersih: Air keruh serta media kotor menjadi sarang bakteri, jadi ganti air rutin dan pilih media yang steril.
-
Hindari Sinar Langsung Berlebih pada Metode Air: Paparan matahari terlalu terik pada wadah air memicu tumbuhnya lumut hijau yang mengganggu akar.
-
Cegah Media Terlalu Basah: Tanah yang becek dan tergenang mudah memunculkan bakteri serta busuk akar, sehingga pastikan pot punya drainase baik.
-
Pilih Bahan Organik: Utamakan daun bawang organik atau dari pasar tani karena kemungkinan besar bebas pestisida penghambat tumbuh.
-
Penuhi Kebutuhan Cahaya: Kekurangan sinar matahari adalah penyebab umum daun menguning dan pertumbuhan yang lemah.
-
Pindahkan ke Tanah Bila Mengurus: Setelah beberapa siklus panen di air, batang cenderung menipis; menanamnya kembali di tanah akan membuatnya kembali menebal.
Dengan memahami kesalahan-kesalahan tersebut, satu ikat daun bawang sisa dapur bisa berubah menjadi kebun mini yang produktif. Prinsipnya sama dengan mengelola ekosistem mini di polybag atau menerapkan model kebun sayur modern dengan polybag, bahkan bisa dikembangkan dengan polybag gantung di pagar rumah. Selain hemat, daun bawang segar hasil kebun sendiri juga kaya vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh.
Baca juga: Jenis tanaman sayur dan buah yang subur di polybag, cara menanam pare di polybag, dan manfaat daun bawang untuk kecantikan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Daun Bawang dari Batang
Berapa lama daun bawang dari batang mulai tumbuh?
Tunas hijau biasanya mulai muncul dalam 1-2 hari setelah pangkal berakar direndam di air atau ditanam, dan dalam waktu sekitar satu minggu daun sudah cukup panjang untuk dipetik. Kecepatannya sangat bergantung pada kesehatan akar, suhu ruangan, serta kecukupan sinar matahari.
Apakah daun bawang bisa ditanam hanya di air tanpa tanah?
Bisa, daun bawang tumbuh cepat hanya dengan air asalkan akar terendam, wadah mendapat cahaya, dan air diganti secara rutin. Namun setelah beberapa kali panen batang cenderung menipis, sehingga sebaiknya dipindahkan ke tanah agar nutrisinya lebih lengkap dan daunnya kembali tebal.
Mengapa daun bawang yang ditanam mudah busuk atau menguning?
Pembusukan umumnya terjadi karena seluruh batang ikut terendam atau media terlalu basah, sedangkan daun menguning kerap disebabkan kurangnya sinar matahari dan nutrisi. Pastikan hanya akar yang terendam, gunakan media dengan drainase baik, dan letakkan tanaman di tempat yang mendapat cahaya cukup.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329607/original/091022700_1787285482-tJHwAoQm8LQlJ1kwCMCqwiHtRk2BiOHjIF3al8nd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371682/original/093852300_1759716050-menata_rumah_21_c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330581/original/015162400_1787389298-Sistem_Sumbu_Menggunakan_Ember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326490/original/014237900_1787026237-qVUWdCzlk4ihaRuHHztQ4vN50HLyKLAI8qrfibhc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6995989/original/057079800_1779765949-7869442772002881850.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329590/original/082302400_1787285442-IJR3zLD97AXtOayXm9EFyckHaYMkBXUUFd1Cuspz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330391/original/018689100_1787375868-Model_pagar_kombinasi_kayu_dan_batu_untuk_fasad_natural_sehingga_hunian_jadi_tampil_segar_kekinian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288684/original/041810200_1783330611-Taman_Kering_dengan_Jalur_Batu_dan_Monstera.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311128/original/000703600_1785389124-Gemini_Generated_Image_u3d5kku3d5kku3d5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330495/original/099055500_1787385024-746e12b0-0b96-444f-878b-7d7309c8f3d1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330519/original/081826500_1787385608-HL_kandang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318948/original/079709000_1786172975-14343594998015912097.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330478/original/037697700_1787382677-Cara_menghitung_keuntungan_ternak_ayam_kampung_petelur_bagi_peternak_rumahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330474/original/019703100_1787382573-fdd23d4b-3c8e-4e5b-b877-6d552736a237.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330466/original/046828300_1787382089-Budidaya_gurame_tanpa_kolam_tanah_untuk_panen_yang_melimpah_di_lahan_sempit_pekarangan_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330452/original/070823200_1787380884-Reclaimed_Wood_Plant_Shelf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330334/original/007281300_1787370723-c07913aa-5e8b-4277-b089-111b2f71257e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330438/original/027273800_1787379119-Inspirasi_laundry_kecil_di_rumah_tanpa_banyak_renovasi_sehingga_jadi_ruang_cuci_anti_sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330369/original/080257700_1787373490-HL_rumah_kampung.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566397/original/034900000_1777180569-Desain_Rumah_50_Juta_dengan_Ventilasi_Silang_Alami_Model_Teras_Ganda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566459/original/099990000_1777186387-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7165476/original/043708000_1779955747-pokcoy_gantung_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5697309/original/087148900_1778575609-Gemini_Generated_Image_fqdhcafqdhcafqdh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565766/original/098117700_1777086011-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753994/original/053180300_1778655561-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569841/original/046143800_1777456700-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568461/original/001756800_1777360580-kre1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566874/original/055492400_1777259351-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569551/original/048471600_1777445890-fad1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570927/original/085307900_1777551328-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8220930/original/095004600_1781080823-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570983/original/070663600_1777556515-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570883/original/068753400_1777547815-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572351/original/095544400_1777794379-1.jpg)