Liputan6.com, Jakarta - Taman kering bisa menjadi pilihan menarik bagi pemilik rumah yang ingin memiliki area hijau tanpa harus sering menyiram. Cara membuat taman kering sederhana tanpa membutuhkan banyak air pada dasarnya dimulai dari pemilihan tanaman yang sesuai, pengaturan drainase, serta penggunaan material seperti batu dan kerikil untuk menutup permukaan tanah.
Konsep taman ini tidak berarti taman harus dipenuhi kaktus atau dibuat menyerupai gurun. Taman kering justru dapat tampil alami dengan perpaduan tanaman tahan kering, semak, tanaman penutup tanah, batu, dan area berkerikil. Penataan yang tepat membuat taman tetap memiliki tekstur dan karakter meski kebutuhan airnya relatif rendah.
Keunggulan lainnya terletak pada perawatannya. Taman yang dirancang berdasarkan kondisi tanah, cahaya, dan kebutuhan air tanaman akan lebih mudah dirawat dalam jangka panjang. Prinsip utamanya bukan menghilangkan air sepenuhnya, melainkan menggunakan air secara lebih efisien dan mengurangi ketergantungan pada penyiraman rutin. Berikut ulasan Liputan6.com, Sabtu (22/8/2026).
1. Amati kondisi halaman sebelum mulai menata
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315079/original/038675000_1785827565-31bd0db5-a415-4260-a110-d9aa0fcfafcf.jpg)
Perbesar
Langkah pertama adalah mengenali karakter halaman yang akan dijadikan taman kering. Perhatikan berapa lama area tersebut mendapatkan sinar matahari, bagian mana yang cenderung teduh, bagaimana kondisi tanah setelah hujan, serta apakah terdapat titik yang mudah tergenang.
Kondisi tersebut penting karena taman kering umumnya membutuhkan tanah yang memiliki drainase baik. Tanaman yang terbiasa dengan kondisi kering dapat mengalami masalah jika akarnya terus berada dalam tanah yang terlalu basah. Sumber rujukan tentang dry garden juga menyarankan agar kondisi lokasi, curah hujan, jenis tanah, dan paparan matahari diperiksa terlebih dahulu sebelum menentukan tanaman.
Tidak perlu langsung mengubah seluruh halaman. Taman kering sederhana dapat dibuat di sudut halaman, area depan rumah, sisi teras, atau lahan sempit yang sebelumnya sulit dimanfaatkan.
2. Kurangi area rumput yang tidak terlalu diperlukan
Rumput memang memberikan kesan hijau dan rapi, tetapi area rumput yang luas membutuhkan pemotongan serta penyiraman lebih banyak. Jika halaman tidak digunakan untuk aktivitas seperti bermain atau berkumpul, sebagian area rumput dapat dikurangi dan digantikan dengan bed tanaman, batu, atau kerikil.
Sumber rujukan tentang taman hemat air menyebutkan bahwa halaman tidak harus sepenuhnya ditutupi rumput. Mengurangi luas rumput secara bertahap dapat menurunkan kebutuhan air sekaligus membuka ruang untuk tanaman, semak, dan tanaman penutup tanah.
Untuk rumah dengan lahan kecil, pendekatan ini justru dapat membuat taman terasa lebih lapang. Bagian tengah dapat diberi hamparan kerikil, sedangkan tanaman dikelompokkan pada beberapa titik sehingga taman memiliki komposisi yang teratur.
3. Pilih tanaman yang tahan kondisi kering
Pemilihan tanaman menjadi inti dari cara membuat taman kering sederhana tanpa membutuhkan banyak air. Jangan memilih tanaman hanya berdasarkan warna bunga atau bentuknya yang menarik. Pertimbangkan apakah tanaman tersebut memang sesuai dengan kondisi panas, tingkat kelembapan, jenis tanah, dan intensitas cahaya di halaman.
Tanaman yang memiliki daun berwarna keabu-abuan, berlapis lilin, atau aromatik sering menjadi indikator adaptasi terhadap kondisi kering. Beberapa contoh yang disebut dalam sumber rujukan antara lain sedum, euphorbia, nepeta, geranium, bergenia, hebe, potentilla, santolina, lavender, dan rosemary.
Untuk konteks rumah di Indonesia, pilihan tanaman tetap perlu disesuaikan dengan iklim mikro dan kondisi halaman. Tanaman yang cocok di satu lokasi belum tentu tumbuh sama baiknya di tempat lain. Karena itu, lebih baik memilih jenis yang memang sudah terbukti dapat tumbuh di lingkungan setempat.
4. Kelompokkan tanaman berdasarkan kebutuhan air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530771/original/095938100_1773477006-WhatsApp_Image_2026-03-14_at_15.11.57.jpeg)
Perbesar
Setelah menentukan tanaman, jangan menanamnya secara acak. Kelompokkan tanaman yang memiliki kebutuhan air serupa dalam satu area. Cara ini membuat penyiraman lebih efisien karena tanaman yang membutuhkan perhatian lebih dapat ditempatkan dalam satu zona.
Prinsip xeriscaping yang dijelaskan dalam sumber rujukan juga menyarankan pengelompokan tanaman berdasarkan kebutuhan air. Jika tanaman yang membutuhkan banyak air dicampur dengan tanaman tahan kekeringan, penyiraman untuk tanaman yang lebih haus dapat membuat tanaman lainnya menerima air secara berlebihan.
Misalnya, area yang sedikit lebih dekat dengan sumber air dapat digunakan untuk tanaman yang membutuhkan penyiraman lebih sering. Area yang paling panas dan kering dapat diisi tanaman dengan kebutuhan air rendah.
5. Buat drainase yang baik
Taman kering tidak hanya berbicara tentang mengurangi penyiraman. Air yang diberikan juga harus dapat mengalir dengan baik. Tanah yang terlalu padat atau mudah tergenang perlu diperbaiki sebelum tanaman ditanam.
Salah satu pendekatannya adalah menggemburkan tanah agar akar dapat berkembang. Material seperti kerikil atau batu juga dapat digunakan sebagai bagian dari desain untuk membantu menciptakan area yang memiliki drainase lebih baik. Sumber rujukan menjelaskan bahwa taman kering membutuhkan drainase yang baik agar tanaman dapat tumbuh optimal.
Pada tanah yang sangat berat dan menahan banyak air, penataan bed tanam atau penggunaan wadah besar dapat menjadi alternatif. Prinsipnya adalah menciptakan kondisi yang memungkinkan akar mendapatkan air ketika dibutuhkan, tetapi tidak terus-menerus berada dalam kondisi jenuh.
6. Gunakan kerikil sebagai elemen utama
Kerikil merupakan salah satu material yang paling mudah digunakan untuk membangun tampilan taman kering. Material ini dapat digunakan untuk membuat jalur kecil, area duduk, batas tanaman, atau sekadar menutup permukaan tanah yang kosong.
Selain memberikan karakter visual, lapisan kerikil juga dapat membantu menekan pertumbuhan gulma dan mengurangi penguapan dari permukaan tanah. Sumber rujukan menyebutkan bahwa gravel dapat digunakan di sekitar tanaman sekaligus menjadi material permukaan untuk jalur dan area tertentu.
Agar hasilnya tidak terlihat monoton, pilih beberapa ukuran batu atau kombinasikan kerikil dengan batu berukuran lebih besar. Hindari menggunakan terlalu banyak jenis material karena taman kering akan terlihat lebih rapi jika komposisinya sederhana.
7. Tutup tanah dengan mulsa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296399/original/050232400_1784013318-memilih.jpeg)
Perbesar
Tanah kosong yang terkena matahari langsung lebih cepat kehilangan kelembapan. Karena itu, bagian tanah di antara tanaman dapat ditutup menggunakan mulsa seperti kerikil, serpihan kayu, atau bahan organik yang sesuai.
Mulsa bekerja dengan membantu mengurangi penguapan, menekan pertumbuhan gulma, menjaga temperatur tanah, serta mengurangi erosi. Sumber rujukan tentang xeriscaping menempatkan penggunaan mulsa sebagai salah satu prinsip penting untuk mengurangi penggunaan air.
Pada taman kering bergaya modern, kerikil dapat menjadi pilihan yang praktis. Untuk tampilan yang lebih natural, bahan organik seperti serpihan kayu dapat digunakan pada bagian tertentu, selama sesuai dengan kebutuhan tanaman.
8. Beri ruang agar akar berkembang dalam
Tanaman tahan kering tetap membutuhkan air, terutama ketika baru ditanam. Perbedaannya adalah tanaman tersebut dapat beradaptasi dengan periode kering setelah sistem akarnya berkembang dengan baik.
Salah satu cara mendukung pembentukan akar adalah memilih tanaman muda yang sehat dan memberikan ruang tanah yang cukup untuk perkembangan akar. Saat menanam, tanah dapat digemburkan agar akar lebih mudah menyebar. Penyiraman sebaiknya dilakukan secara mendalam dan tidak terlalu sering, setelah tanaman mulai mapan, daripada memberikan air sedikit-sedikit setiap hari.
Pada tahap awal, jangan terlalu cepat menganggap tanaman tahan kekeringan tidak membutuhkan air sama sekali. Tanaman, terutama pohon, semak, dan tanaman tahunan yang baru ditanam, tetap membutuhkan air selama proses pembentukan akar.
9. Pilih komposisi tanaman yang sederhana
Taman kering tidak harus dipenuhi berbagai jenis tanaman. Justru pengulangan beberapa jenis tanaman dalam jumlah lebih banyak dapat menghasilkan tampilan yang lebih kuat dan mudah dirawat.
Gunakan perpaduan bentuk dan tekstur. Tanaman berdaun kecil dapat ditempatkan di dekat tanaman berdaun lebih besar. Rumput ornamental atau tanaman dengan bentuk menjuntai dapat digunakan untuk memberikan kesan lebih lembut di antara batu dan tanaman berstruktur tegak.
Prinsip sederhana ini juga membantu taman terlihat menarik sepanjang tahun. Sumber rujukan menyarankan kombinasi tanaman yang memiliki tekstur dan warna daun saling melengkapi sehingga taman tetap memiliki daya tarik tanpa harus terus-menerus mengganti tanaman musiman.
10. Tambahkan tanaman penutup tanah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490982/original/050134600_1770037850-Lemon_Thyme.jpg)
Perbesar
Jika ingin mengurangi area rumput tetapi tetap mempertahankan kesan hijau, tanaman penutup tanah dapat menjadi alternatif. Tanaman yang tumbuh menyebar mampu mengisi ruang kosong di antara tanaman utama sekaligus membantu mengurangi area tanah terbuka.
Sumber rujukan menyebutkan bahwa tanaman penutup tanah yang membentuk hamparan dapat digunakan sebagai pengganti rumput, sementara tanaman dengan tajuk yang rapat dapat membantu mengurangi kompetisi gulma. Contoh yang disebutkan antara lain thyme dan Stachys byzantina.
Pemilihannya tetap harus disesuaikan dengan iklim dan kondisi setempat. Jangan memaksakan tanaman tertentu hanya karena tampilannya menarik jika kebutuhan airnya tidak sesuai dengan tujuan taman.
11. Atur penyiraman dengan lebih efisien
Taman kering bukan berarti tidak boleh disiram. Pada masa awal pertumbuhan, penyiraman masih diperlukan. Setelah tanaman mapan, frekuensinya dapat dikurangi sesuai kondisi cuaca, jenis tanaman, dan kelembapan tanah.
Jika harus menyiram, lakukan secara mendalam dan tidak terlalu sering. Pendekatan tersebut dapat membantu tanaman membentuk akar yang lebih dalam. Penyiraman pada pagi hari juga dapat mengurangi kehilangan air akibat penguapan dibandingkan penyiraman ketika suhu sedang sangat tinggi.
Jika ingin membuat sistem yang lebih hemat air, irigasi tetes dapat dipertimbangkan. Sistem ini mengalirkan air langsung ke area tanah di sekitar tanaman sehingga kehilangan air akibat angin dan penguapan dapat ditekan.
12. Tidak perlu membuat taman terlalu formal
Taman kering dapat dibuat dengan gaya yang lebih natural. Tidak semua bagian harus terlihat sempurna, simetris, atau terbebas dari daun kering. Sedikit kesan liar justru dapat membuat taman terasa lebih hidup.
Tanaman yang tumbuh tidak seragam, batu dengan bentuk berbeda, dan celah kecil di antara material dapat menjadi bagian dari karakter taman. Pendekatan yang lebih santai juga sejalan dengan gagasan bahwa taman tidak harus selalu terlihat sangat rapi untuk tetap menarik dan bermanfaat bagi lingkungan.
Pada akhirnya, cara membuat taman kering sederhana tanpa membutuhkan banyak air bukan sekadar mengganti tanaman biasa dengan tanaman tahan kekeringan. Konsepnya mencakup pemilihan lokasi, pengurangan area rumput, pengaturan drainase, pemilihan tanaman sesuai kondisi, pengelompokan berdasarkan kebutuhan air, penggunaan mulsa, serta penyiraman yang efisien.
Taman kering yang baik justru bekerja dengan kondisi alam yang sudah tersedia. Alih-alih terus melawan kondisi panas, tanah, dan keterbatasan air, desain taman menyesuaikan diri dengan semuanya. Hasilnya adalah ruang hijau yang lebih sederhana dalam perawatan, tetap memiliki tekstur dan karakter, serta tidak menuntut penyiraman berlebihan.
Tanya Jawab Seputar Taman Kering
1. Apa yang dimaksud dengan taman kering?
Taman kering adalah taman yang dirancang menggunakan tanaman dengan toleransi terhadap kondisi kering dan membutuhkan penyiraman lebih sedikit setelah tanaman tumbuh dengan baik. Desainnya biasanya mengutamakan drainase yang baik, tanaman yang sesuai kondisi lokasi, serta material seperti batu dan kerikil.
2. Apakah taman kering sama dengan taman yang penuh kaktus?
Tidak. Taman kering tidak harus dipenuhi kaktus atau sukulen. Konsep ini dapat menggunakan berbagai tanaman yang mampu beradaptasi dengan kondisi lebih kering. Yang terpenting adalah tanaman sesuai dengan iklim, cahaya, tanah, dan kebutuhan air di lokasi tersebut.
3. Apakah taman kering tetap perlu disiram?
Ya. Tanaman tetap membutuhkan air, terutama ketika baru ditanam dan sedang membentuk sistem akar. Setelah tanaman mapan, penyiraman dapat dikurangi sesuai kebutuhan. Penyiraman mendalam dengan frekuensi lebih rendah dapat membantu pembentukan akar yang lebih dalam.
4. Mengapa kerikil banyak digunakan pada taman kering?
Kerikil dapat digunakan sebagai elemen dekoratif sekaligus penutup permukaan tanah. Material ini membantu menekan pertumbuhan gulma dan dapat mengurangi penguapan dari permukaan tanah. Kerikil juga cocok untuk membuat jalur, area duduk, atau batas di antara kelompok tanaman.
5. Apakah taman kering cocok untuk halaman rumah yang kecil?
Sangat bisa. Taman kering justru dapat diterapkan pada area terbatas dengan mengurangi rumput, menggunakan kerikil sebagai permukaan, memilih beberapa tanaman utama, dan menempatkannya dalam kelompok. Prinsip perancangannya dapat diterapkan baik pada halaman luas maupun ruang kecil.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329607/original/091022700_1787285482-tJHwAoQm8LQlJ1kwCMCqwiHtRk2BiOHjIF3al8nd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371682/original/093852300_1759716050-menata_rumah_21_c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330581/original/015162400_1787389298-Sistem_Sumbu_Menggunakan_Ember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326490/original/014237900_1787026237-qVUWdCzlk4ihaRuHHztQ4vN50HLyKLAI8qrfibhc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6995989/original/057079800_1779765949-7869442772002881850.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329590/original/082302400_1787285442-IJR3zLD97AXtOayXm9EFyckHaYMkBXUUFd1Cuspz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330391/original/018689100_1787375868-Model_pagar_kombinasi_kayu_dan_batu_untuk_fasad_natural_sehingga_hunian_jadi_tampil_segar_kekinian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311128/original/000703600_1785389124-Gemini_Generated_Image_u3d5kku3d5kku3d5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330495/original/099055500_1787385024-746e12b0-0b96-444f-878b-7d7309c8f3d1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330519/original/081826500_1787385608-HL_kandang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318948/original/079709000_1786172975-14343594998015912097.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330478/original/037697700_1787382677-Cara_menghitung_keuntungan_ternak_ayam_kampung_petelur_bagi_peternak_rumahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330474/original/019703100_1787382573-fdd23d4b-3c8e-4e5b-b877-6d552736a237.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330466/original/046828300_1787382089-Budidaya_gurame_tanpa_kolam_tanah_untuk_panen_yang_melimpah_di_lahan_sempit_pekarangan_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330452/original/070823200_1787380884-Reclaimed_Wood_Plant_Shelf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330334/original/007281300_1787370723-c07913aa-5e8b-4277-b089-111b2f71257e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330438/original/027273800_1787379119-Inspirasi_laundry_kecil_di_rumah_tanpa_banyak_renovasi_sehingga_jadi_ruang_cuci_anti_sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330369/original/080257700_1787373490-HL_rumah_kampung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309068/original/090033100_1785218010-4cb37853-194d-488f-9ef6-40e95a01b105.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566397/original/034900000_1777180569-Desain_Rumah_50_Juta_dengan_Ventilasi_Silang_Alami_Model_Teras_Ganda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566459/original/099990000_1777186387-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7165476/original/043708000_1779955747-pokcoy_gantung_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5697309/original/087148900_1778575609-Gemini_Generated_Image_fqdhcafqdhcafqdh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565766/original/098117700_1777086011-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753994/original/053180300_1778655561-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569841/original/046143800_1777456700-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568461/original/001756800_1777360580-kre1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566874/original/055492400_1777259351-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569551/original/048471600_1777445890-fad1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570927/original/085307900_1777551328-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8220930/original/095004600_1781080823-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570983/original/070663600_1777556515-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572351/original/095544400_1777794379-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570883/original/068753400_1777547815-1.jpg)