Liputan6.com, Jakarta Desain rumah type 21 kembali naik daun sebagai batu loncatan kepemilikan rumah pertama. Arah ini bukan sekadar tren, tetapi juga sejalan dengan kebijakan negara.
Sebagaimana disampaikan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, luas bangunan rumah susun subsidi kini dipatok pada rentang 21-45 meter persegi, bahkan sempat dikaji unit mungil 18 meter persegi agar cicilan bisa ditekan hingga Rp500 ribu-Rp700 ribu per bulan. Artinya, rumah 21 meter persegi bukan lagi pilihan darurat, melainkan format hunian yang serius digarap.
Lewat perencanaan denah yang cerdas, pemilihan material yang tepat, dan trik menyiasati ruang, rumah type 21 bisa terasa jauh lebih lega dan kekinian dari sekadar angka luasnya. Berikut tujuh model beserta spesifikasi teknis, kisaran biaya, dan kelemahan yang jujur.
Mengenal Desain Rumah Type 21: Ukuran, Denah, dan Cocok untuk Siapa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5374344/original/034293700_1759892454-Gemini_Generated_Image_jwj4c9jwj4c9jwj4.jpg)
Perbesar
Angka 21 merujuk pada luas bangunan, yaitu 21 meter persegi, biasanya dengan dimensi 3x7 meter atau 6x3,5 meter. Adapun angka di belakang garis miring menunjukkan luas tanah; type 21/60 berarti bangunan 21 meter persegi di atas lahan 60 meter persegi. Standar bawaannya sederhana: satu kamar tidur, satu kamar mandi, serta ruang tamu dan dapur yang kerap disatukan tanpa sekat (open space). Dengan penataan tepat, jumlah kamar bisa disiasati menjadi dua kamar kecil.
Type ini paling pas untuk lajang, pasangan baru menikah, atau keluarga kecil hingga tiga orang, termasuk pekerja WFH dan pribadi introvert yang butuh ruang tenang. Rumah type 21 kurang ideal untuk keluarga besar atau yang butuh gudang luas. Menariknya, minat pada hunian ringkas ini bersifat global. Berdasarkan sebuah survei yang dikutip Amazing Architecture, 73 persen warga Amerika menyatakan ingin tinggal di rumah mungil. Kabar baiknya, hunian type 21 tetap bisa dirancang dengan dua kamar tidur asal denahnya cermat.
1. Rumah Type 21 Minimalis Modern, Si Klasik yang Tak Lekang Waktu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330598/original/007105800_1787390765-Desain_rumah_type_21_minimalis_modern_yang_hemat_biaya_dan_kekinian_model_minimalis_modern.jpg)
Perbesar
Model ini adalah wajah paling umum dari rumah type 21, berakar pada filosofi "less is more" yang mengutamakan fungsi di atas ornamen. Arsitek Jerman Ludwig Mies van der Rohe, dikutip dari Apartment Therapy, dikenal dengan prinsipnya, "Lebih sedikit itu justru lebih baik." Ciri visualnya: fasad datar (boxy), garis tegas, warna netral putih dan abu-abu, serta jendela lebar yang memasukkan banyak cahaya.
Secara teknis, model ini nyaman di lahan 21/60 dengan satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan area tamu-dapur menyatu. Pondasi cukup batu kali menerus, atap pelana atau miring satu arah dengan kemiringan 25-35 derajat pada rangka baja ringan, dan plafon 2,8-3 meter. Dinding memakai bata ringan (hebel) atau batako yang diplester dan dicat, penutup atap genteng metal atau spandek, dan lantai keramik 40x40 atau granit tile. Semua material ini tersedia hingga pelosok; di desa, batako press lokal bisa menekan biaya.
- Keunggulan: tampilan timeless dan mudah dijual kembali; pembangunan paling cepat dan murah; perawatan sangat minim.
- Kelemahan: mudah terlihat generik tanpa aksen; konsep open space membuat aroma dapur menyebar ke ruang tamu.
Tingkat kesulitannya mudah dan tahan cuaca tropis, dengan bobot hebel yang ringan sehingga aman saat gempa. Kisaran biaya bangunannya Rp2,5-3,5 juta per meter persegi, atau sekitar Rp50-75 juta untuk finishing standar. Sebagai patokan umum, alokasi anggaran biasanya terbagi: pondasi 10-15 persen, struktur dan dinding 30-35 persen, atap 15-20 persen, serta finishing 35-40 persen.
Memakai tukang lokal harian (Rp150 ribu-Rp250 ribu per hari) lebih murah tetapi menuntut pengawasan ketat, sedangkan kontraktor borongan penuh (Rp3-5 juta per meter persegi) lebih cepat dan bergaransi. Tips implementasi: beri satu aksen kayu atau batu alam pada tampak depan agar tak terlihat generik, dan hindari kesalahan umum berupa terlalu banyak sekat yang membuat ruang makin sempit.
2. Desain Rumah Type 21 dengan Mezzanine, Curi Ruang ke Atas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330599/original/012394500_1787390765-Desain_rumah_type_21_minimalis_modern_yang_hemat_biaya_dan_kekinian_model_mezzanine.jpg)
Perbesar
Filosofi model ini adalah memaksimalkan volume, bukan sekadar luas lantai. Mezzanine, yaitu lantai gantung setengah yang bersifat terbuka, menambah fungsi tanpa memperluas tapak. Kesan loft-nya sangat kekinian dan digemari kaum urban.
Syarat utamanya adalah plafon tinggi 3,6-4,5 meter agar kepala tidak mentok. Di lahan 21/60, lantai dasar 21 meter persegi dipakai untuk area publik, sementara mezzanine seluas 6-9 meter persegi menjadi kamar tidur atau ruang kerja. Rangka mezzanine memakai baja hollow galvanis atau kayu, dengan lantai kalsiboard atau multipleks, dan tangga besi ramping. Di desa, kayu lokal kelas kuat bisa menjadi alternatif rangka.
Desainer interior Artem Kropovinsky, pendiri Arsight, dikutip dari DecorMatters, menyarankan, "Investasikan pada furnitur yang mudah disimpan saat tak dipakai, lalu pasang rak dan lemari hingga ke plafon untuk memanfaatkan area vertikal."
- Keunggulan: menambah kamar/ruang kerja tanpa menambah luas lahan; tampilan loft yang estetis; area bawah tetap lega.
- Kelemahan: membutuhkan plafon tinggi yang tidak dimiliki semua unit; hawa panas cenderung naik dan terperangkap di mezzanine.
Tingkat kesulitan sedang; struktur ringan aman asal sambungan baja atau kayunya kuat. Biaya tambahan mezzanine berkisar Rp1,5-5 juta per meter persegi sehingga total membengkak ke sekitar Rp70-100 juta. Tips: gunakan kombinasi hollow galvanis dan kalsiboard agar ringan sekaligus murah, serta pasang exhaust atau roster di puncak agar udara panas keluar.
Model ini ideal untuk lajang dan pekerja WFH; kesalahan umum yang harus dihindari adalah memaksakan mezzanine pada plafon di bawah 3,4 meter. Untuk inspirasi lebih jauh, simak beragam ide rumah tipe 21 dengan mezzanine.
3. Rumah Type 21 Dua Lantai, Solusi Dua Kamar di Lahan Sempit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330600/original/017836900_1787390765-Desain_rumah_type_21_minimalis_modern_yang_hemat_biaya_dan_kekinian_model_dua_lantai.jpg)
Perbesar
Ketika keluarga bertambah, membangun ke atas adalah jawaban paling efektif. Filosofinya adalah "rumah tumbuh": menggandakan ruang di lahan yang sama sambil memisahkan zona publik dan privat. Fasadnya vertikal dan tegas.
Model ini justru bisa berdiri di lahan lebih sempit, misalnya 21/45, dengan total luas sekitar 42 meter persegi. Lantai bawah untuk ruang tamu, dapur, dan kamar mandi; lantai atas untuk dua kamar tidur. Perhatikan bahwa pondasinya tidak cukup batu kali, melainkan cakar ayam (foot plat), ditambah strauss pile bila tanah lembek. Struktur memakai beton bertulang, dinding hebel untuk menekan beban, dan atap pelana atau dak beton.
- Keunggulan: ruang berlipat di lahan sama; privasi antarzona jelas; nilai jual naik signifikan.
- Kelemahan: biaya bisa mencapai tiga kali lipat rumah satu lantai; tangga memakan 3-4 meter persegi dan wajib ada perhitungan struktur.
Tingkat kesulitan sulit; bangunan kokoh bila struktur benar, tetapi rawan retak bila pondasi lama dipaksa naik. Kisaran biaya Rp3,5-5 juta per meter persegi, atau sekitar Rp150-210 juta untuk 42 meter persegi. Tips hemat: padukan hebel dan rangka baja ringan agar beban serta biaya pondasi turun.
Model ini cocok untuk keluarga kecil dengan satu anak dan penghuni yang mendambakan zona tenang di lantai atas. Kesalahan fatal yang harus dihindari: menambah lantai di atas pondasi rumah satu lantai tanpa mengecek struktur, karena berisiko retak atau ambles, sehingga jasa hitung struktur sifatnya wajib.
4. Desain Rumah Type 21 Tropis, Adem Tanpa Bergantung AC
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330601/original/023001900_1787390765-Desain_rumah_type_21_minimalis_modern_yang_hemat_biaya_dan_kekinian_model_tropis.jpg)
Perbesar
Model ini menjadikan iklim sebagai titik tolak, sejalan dengan filosofi keselarasan dengan alam. Cirinya khas: atap tinggi, overstek (tritisan) lebar, banyak bukaan, roster, dan taman mungil untuk menjaga suhu tetap sejuk secara alami.
Butuh lahan agak lega, idealnya 21/72, agar bukaan dan taman leluasa. Pondasi batu kali, atap limasan atau pelana kemiringan 30-35 derajat dengan overstek 80-120 cm, dan plafon tinggi 3,2-3,8 meter agar udara panas punya ruang naik. Dindingnya bata ringan atau bata merah yang breathable, dilengkapi roster beton, lantai keramik atau semen poles yang sejuk, dengan rangka baja ringan dan genteng tanah. Kuncinya adalah ventilasi silang.
Sebagaimana dikutip dari panduan Housing for Health, denah yang panjang dan tipis dengan bukaan pada dua sisi dinding memaksimalkan ventilasi silang. Mengacu pada uraian Autodesk, atap adalah sumber panas terbesar, sehingga plafon tinggi berpadu lubang angin di atas membantu udara panas naik dan terbuang lewat efek tumpuk (stack effect).
- Keunggulan: sejuk alami dan hemat listrik; interior lebih sehat karena kelembapan dan jamur berkurang; tampilan tropis yang kekinian.
- Kelemahan: menuntut lahan lebih untuk bukaan dan taman; overstek serta plafon tinggi menaikkan porsi biaya atap.
Tingkat kesulitan sedang. Merujuk studi yang dipublikasikan di ScienceDirect, strategi pendinginan pasif terbukti menurunkan risiko kepanasan dalam ruang secara signifikan di iklim tropis. Biayanya Rp3-4,5 juta per meter persegi, sekitar Rp60-95 juta, dengan porsi atap naik ke 20-25 persen.
Tips: manfaatkan roster lokal dan letakkan dua bukaan di sisi berlawanan, sebuah trik murah berdampak besar. Model ini cocok untuk dataran rendah panas dan pesisir; kesalahan umum adalah menaruh dua bukaan di sisi yang sama sehingga ventilasi silang tak pernah terjadi. Pelajari juga trik lain agar rumah mungil tetap adem tanpa AC.
5. Rumah Type 21 Industrial, Berkarakter dan Paling Hemat Finishing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330602/original/029624000_1787390765-Desain_rumah_type_21_minimalis_modern_yang_hemat_biaya_dan_kekinian_model_industrial.jpg)
Perbesar
Bagi yang ingin tampil beda, gaya industrial menawarkan estetika maskulin yang berakar pada kejujuran material. Cirinya: semen atau beton ekspos, bata ekspos, aksen besi hitam, dan lampu gantung kabel. Justru dari sinilah letak penghematannya.
Model ini cukup di lahan 21/45 dengan pondasi batu kali, atap miring satu arah (skillion) 10-15 derajat, dan plafon 2,8-3,2 meter yang kerap dibiarkan tanpa penutup sehingga rangka baja ringannya terekspos. Dinding bata merah atau batako sebagian dibiarkan ekspos, dan lantai memakai semen poles atau acian, dua material yang sangat murah karena tidak perlu keramik maupun cat penuh.
Penata rumah profesional Crystal Tharp, dikutip dari Tiny Home Tours, menyarankan, "Pilih ottoman, meja, dan nakas dengan penyimpanan bawaan untuk menyembunyikan selimut, buku, atau barang musiman."
- Keunggulan: paling irit finishing karena minim plester dan keramik; karakter visual kuat; perawatan gampang.
- Kelemahan: semen ekspos rentan lembap dan berdebu bila tanpa coating; kesannya "keras" dan tidak semua tukang desa terbiasa membuat acian rapi.
Tingkat kesulitan mudah hingga sedang, dan strukturnya kuat asal permukaan semen diberi coating anti lembap. Biayanya paling ramah, Rp2,5-3,5 juta per meter persegi, atau sekitar Rp40-65 juta, karena porsi finishing bisa ditekan ke 25-30 persen. Tips: biarkan sebagian dinding acian tanpa cat dan gunakan lantai semen poles.
Model ini pas untuk lajang muda dan pekerja kreatif di perkotaan; kesalahan umum yang harus dihindari adalah lupa melapisi semen ekspos dengan coating atau waterproof sehingga tumbuh jamur di iklim lembap.
6. Rumah Type 21 Skandinavia dan Japandi, Hangat serta Menenangkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330603/original/035080500_1787390765-Desain_rumah_type_21_minimalis_modern_yang_hemat_biaya_dan_kekinian_model_skandinavia_dan_japandi.jpg)
Perbesar
Model ini memadukan kesan terang khas Skandinavia dengan ketenangan Jepang (Japandi) yang berfilosofi wabi-sabi. Warna putih dan krem berpadu aksen kayu terang serta furnitur berkaki ramping, menghasilkan ruang yang lapang sekaligus hangat.
Farai Muzofa dari Mint Tiny House Company, dikutip dari Tiny Home Tours, mengatakan, "Warna terang dan netral seperti putih, abu-abu, dan pastel lembut menciptakan kesan lapang serta memantulkan cahaya alami dengan indah."
Di lahan 21/60, denahnya tetap satu kamar dengan area terbuka, pondasi batu kali, atap pelana 30 derajat, dan plafon 2,9-3,2 meter. Dinding hebel dicat putih atau pastel, dengan aksen kayu pada plafon atau partisi. Alternatif kayu lokal yang murah meliputi jati belanda dari palet, pinus, atau mahoni, sedangkan lantai bisa memakai vinyl motif kayu yang jauh lebih ekonomis daripada parket asli.
- Keunggulan: warna terang memantulkan cahaya sehingga terasa lega; tampilan timeless dan fotogenik; nyaman secara psikologis karena menenangkan.
- Kelemahan: kayu butuh perawatan rutin terhadap rayap dan lembap; gaya ini menuntut disiplin minimalis karena mudah terlihat berantakan bila barang menumpuk.
Tingkat kesulitan sedang; sangat cocok untuk dataran tinggi yang sejuk, sementara di daerah lembap sebaiknya pilih kayu olahan anti rayap. Biayanya Rp3-4,5 juta per meter persegi, sekitar Rp65-95 juta, karena aksen kayu menaikkan porsi finishing.
Tips: gunakan vinyl motif kayu dan kayu palet daur ulang untuk menekan biaya. Model ini digemari pasangan muda pecinta estetika dan kreator konten. Kesalahan umum: memakai kayu solid tanpa treatment di lingkungan lembap, yang membuatnya cepat lapuk. Inspirasi serupa bisa dilihat pada rumah kombinasi kayu dan roster bergaya Japandi.
7. Rumah Type 21 dengan Taman, Trik Indoor-Outdoor agar Terasa Luas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330604/original/040299200_1787390765-Desain_rumah_type_21_minimalis_modern_yang_hemat_biaya_dan_kekinian_model_dengan_taman.jpg)
Perbesar
Model kontemporer ini memperluas ruang secara visual dengan menyambungkan interior dan taman. Filosofinya: batas dinding "dihapus" lewat pintu kaca geser yang menghadap taman mungil di depan atau belakang, bahkan taman vertikal. Desainer Kari Whitman, dikutip dari 1stDibs, menyatakan, "Menggunakan lebih sedikit ruang dan berhemat sangat baik untuk Bumi, sekaligus bisa tampil sangat modern dan bergaya."
Karena sebagian lahan dialokasikan untuk hijauan dan carport, model ini butuh tanah lebih lega, idealnya 21/72 hingga 21/84. Bangunan tetap 21 meter persegi dengan satu kamar yang menghadap taman, pondasi batu kali, atap pelana atau miring, dan plafon 3-3,2 meter. Pintu serta jendela memakai kaca berbingkai aluminium, lantai keramik atau granit, dan taman diisi tanaman penyaring udara. Justru di desa model ini unggul karena lahan lebih luas dan murah.
- Keunggulan: pandangan ke taman menciptakan ilusi luas; cahaya dan udara alami melimpah; ada bonus ruang santai hijau.
- Kelemahan: kaca lebar mengurangi privasi dan bisa memanaskan ruang bila menghadap barat; taman menuntut perawatan rutin dan mengurangi luas ruang dalam.
Tingkat kesulitan sedang; tahan cuaca asal kaca lebar tidak dipasang di sisi barat tanpa shading. Biayanya Rp3-4,5 juta per meter persegi untuk bangunan, plus Rp2-10 juta untuk taman, sehingga total sekitar Rp60-90 juta. Tips: manfaatkan lahan sisa khas rumah desa untuk taman dan tempatkan kaca di sisi yang teduh.
Model ini pas untuk penghuni di kavling pinggiran atau desa serta pensiunan; taman pun berpotensi menjadi lahan perluasan bangunan di masa depan. Kesalahan umum: memasang kaca lebar menghadap barat tanpa overstek sehingga ruang menjadi gerah. Lihat pula referensi rumah mungil dengan area hijau.
Tabel Perbandingan 7 Desain Rumah Type 21
| Minimalis Modern | Rp50-75 juta | 21/60 | Mudah | Perkotaan padat | 4/5 |
| Mezzanine | Rp70-100 juta | 21/60 (plafon tinggi) | Sedang | Perkotaan | 4,5/5 |
| Dua Lantai | Rp150-210 juta | 21/45 | Sulit | Perkotaan lahan mahal | 4/5 |
| Tropis | Rp60-95 juta | 21/72 | Sedang | Dataran rendah panas, pesisir | 4/5 |
| Industrial | Rp40-65 juta | 21/45 | Mudah-Sedang | Perkotaan (iklim kering ideal) | 4,5/5 |
| Skandinavia/Japandi | Rp65-95 juta | 21/60 | Sedang | Dataran tinggi sejuk | 5/5 |
| Taman (Indoor-Outdoor) | Rp60-90 juta | 21/72 | Sedang | Pinggiran kota dan desa | 4,5/5 |
Angka di atas adalah estimasi biaya bangunan di luar harga tanah dan perizinan, serta akan bergeser sesuai lokasi dan kualitas material. Untuk menyusun anggaran lebih akurat, bandingkan dengan rincian biaya borongan bangun rumah per meter di daerah Anda, dan pertimbangkan skema KPR subsidi cicilan ringan bila membeli dari pengembang.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Desain Rumah Type 21
Berapa biaya membangun rumah type 21?
Untuk satu lantai, biaya konstruksi umumnya Rp2,5-3,5 juta per meter persegi, sehingga total bangunan berkisar Rp40-75 juta di luar harga tanah, tergantung kualitas finishing. Versi sangat sederhana dengan sistem borongan bisa lebih murah, sementara model dua lantai bisa mencapai Rp150-210 juta. Angka ini fluktuatif mengikuti lokasi, harga material, dan upah tukang, jadi susun dulu rincian kebutuhan per pekerjaan sebelum membangun. Sebagai pembanding, tersedia pula estimasi untuk rumah type 36 yang bisa dijadikan acuan.
Rumah type 21 sebenarnya berapa kamar tidur?
Standar bawaannya satu kamar tidur dan satu kamar mandi, dengan ruang tamu serta dapur yang menyatu. Namun, dengan denah efisien, jumlah kamar bisa disiasati menjadi dua kamar kecil, meskipun konsekuensinya masing-masing kamar lebih sempit dan tanpa kamar mandi dalam. Jika butuh dua kamar yang benar-benar lega, membangun ke atas menjadi dua lantai adalah solusi paling nyaman.
Material dinding apa yang paling tahan untuk rumah type 21 di daerah lembap atau pegunungan?
Bata ringan (hebel) menjadi favorit karena bobotnya ringan, presisi, serta memiliki isolasi termal yang baik sehingga interior tetap stabil suhunya. Untuk area lembap, batako juga andal karena cenderung kedap air, sementara bata merah unggul dari sisi kekuatan. Kuncinya bukan sekadar jenis bata, melainkan finishing: pastikan plesteran rapat, gunakan cat atau coating anti lembap, dan hindari dinding beton padat yang justru menyimpan panas. Simak perbandingan lengkap antara bata merah dan bata ringan untuk memilih yang paling pas dengan iklim setempat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329607/original/091022700_1787285482-tJHwAoQm8LQlJ1kwCMCqwiHtRk2BiOHjIF3al8nd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330581/original/015162400_1787389298-Sistem_Sumbu_Menggunakan_Ember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326490/original/014237900_1787026237-qVUWdCzlk4ihaRuHHztQ4vN50HLyKLAI8qrfibhc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6995989/original/057079800_1779765949-7869442772002881850.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329590/original/082302400_1787285442-IJR3zLD97AXtOayXm9EFyckHaYMkBXUUFd1Cuspz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330391/original/018689100_1787375868-Model_pagar_kombinasi_kayu_dan_batu_untuk_fasad_natural_sehingga_hunian_jadi_tampil_segar_kekinian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288684/original/041810200_1783330611-Taman_Kering_dengan_Jalur_Batu_dan_Monstera.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311128/original/000703600_1785389124-Gemini_Generated_Image_u3d5kku3d5kku3d5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330495/original/099055500_1787385024-746e12b0-0b96-444f-878b-7d7309c8f3d1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330519/original/081826500_1787385608-HL_kandang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318948/original/079709000_1786172975-14343594998015912097.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330478/original/037697700_1787382677-Cara_menghitung_keuntungan_ternak_ayam_kampung_petelur_bagi_peternak_rumahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330474/original/019703100_1787382573-fdd23d4b-3c8e-4e5b-b877-6d552736a237.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330466/original/046828300_1787382089-Budidaya_gurame_tanpa_kolam_tanah_untuk_panen_yang_melimpah_di_lahan_sempit_pekarangan_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330452/original/070823200_1787380884-Reclaimed_Wood_Plant_Shelf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330334/original/007281300_1787370723-c07913aa-5e8b-4277-b089-111b2f71257e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330438/original/027273800_1787379119-Inspirasi_laundry_kecil_di_rumah_tanpa_banyak_renovasi_sehingga_jadi_ruang_cuci_anti_sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330369/original/080257700_1787373490-HL_rumah_kampung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309068/original/090033100_1785218010-4cb37853-194d-488f-9ef6-40e95a01b105.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566397/original/034900000_1777180569-Desain_Rumah_50_Juta_dengan_Ventilasi_Silang_Alami_Model_Teras_Ganda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566459/original/099990000_1777186387-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7165476/original/043708000_1779955747-pokcoy_gantung_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5697309/original/087148900_1778575609-Gemini_Generated_Image_fqdhcafqdhcafqdh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565766/original/098117700_1777086011-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753994/original/053180300_1778655561-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569841/original/046143800_1777456700-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568461/original/001756800_1777360580-kre1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566874/original/055492400_1777259351-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569551/original/048471600_1777445890-fad1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570927/original/085307900_1777551328-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8220930/original/095004600_1781080823-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570983/original/070663600_1777556515-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572351/original/095544400_1777794379-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570883/original/068753400_1777547815-1.jpg)