Cara Membuat Teras Teduh dengan Tanaman Pare, Praktis dan Cepat Panen

8 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Teras rumah yang panas di siang hari bisa terasa nyaman kembali lewat satu solusi sederhana. Cara membuat teras teduh dengan tanaman pare kini banyak dicoba warga perkotaan karena hasilnya cepat terlihat. Tanaman ini tumbuh merambat, membentuk atap hijau alami dalam hitungan minggu, sekaligus menghasilkan sayur yang bisa dipanen sendiri di rumah.

Dibanding tanaman rambat hias pada umumnya, pare punya kelebihan yang jarang disadari orang. Pertumbuhannya cepat sehingga daun bisa menutup rangka hanya dalam beberapa minggu setelah tanam. Pare tidak butuh perawatan rumit, tahan cuaca panas, dan buahnya bisa langsung dimasak. Tanaman rambat hias biasa hanya memberi keteduhan tanpa hasil tambahan seperti ini.

Bagi yang tertarik mencoba cara membuat teras teduh dengan tanaman pare, prosesnya tidak serumit yang dibayangkan banyak orang. Modal utama hanya wadah tanam, rangka rambatan, dan sedikit ketelatenan merawat setiap hari. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti yang telah dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (22/8/2026.

Pilih Lokasi dan Wadah yang Tepat

Pertama-tama, Anda perlu menentukan titik di teras yang mendapat sinar matahari langsung minimal enam jam sehari. Pare memang bisa tumbuh di tempat agak teduh, tapi cahaya yang cukup membuat batang, daun, dan buah tumbuh lebih maksimal. Titik ini nanti menjadi tempat pot diletakkan sekaligus dasar rangka rambatan dipasang.

Untuk teras yang tidak terlalu luas, pot, polybag, atau planterbag adalah pilihan paling praktis. Pilih wadah dengan diameter minimal 30 sentimeter dan kedalaman sekitar 30 hingga 40 sentimeter agar akar punya ruang tumbuh yang cukup. Pastikan juga wadah punya lubang drainase supaya air tidak menggenang di dasar pot.

Posisi pot sebaiknya tidak menghalangi jalur jalan orang di teras. Tanah dalam pot perlu gembur dengan tingkat keasaman atau pH antara 5 sampai 6, karena kondisi ini paling cocok untuk pertumbuhan pare. Penempatan yang tepat sejak awal akan memudahkan proses selanjutnya.

Siapkan Media Tanam yang Subur

Pare tumbuh optimal pada media tanam yang gembur dan kaya nutrisi. Campurkan tanah, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan yang seimbang sebelum dimasukkan ke pot. Campuran ini memberi tanaman pasokan makanan sejak awal masa tanam hingga siap berbuah.

Selain kesuburan, perhatikan juga kondisi drainase media tanam. Tanah yang terlalu padat membuat air sulit meresap sehingga akar mudah membusuk. Sebaliknya, media yang terlalu berpasir membuat air cepat hilang dan tanaman kekurangan asupan saat cuaca panas menyengat.

Pilih benih dari varietas yang sudah terbukti produktif dan tahan hama. Benih semacam ini biasanya tumbuh lebih kuat dan cepat berbuah. Rendam benih beberapa jam sebelum ditanam agar proses perkecambahan berlangsung lebih cepat dan tanaman lekas muncul dari tanah.

Buat Rangka Rambatan agar Atap Hijau Terbentuk

Sistem rambat menjadi kunci utama membuat teras teduh dengan tanaman pare. Rangka bisa dibuat dari bambu, ajir, kayu, atau besi yang dipasang di dinding, pagar, atau bagian atas teras. Fungsinya sebagai jalur bagi sulur pare tumbuh ke atas, bukan menjalar di lantai.

Tali nilon yang dipasang dari dekat pot menuju bagian atas rangka bisa membantu membentuk pola rambatan yang rapi, misalnya berbentuk kotak-kotak atau diagonal. Pastikan rangka cukup kokoh karena tanaman yang sudah rimbun membawa beban daun dan buah yang tidak ringan, apalagi setelah terkena hujan.

Seiring waktu, daun pare akan menutup seluruh permukaan rangka dan membentuk semacam atap hijau alami. Bagian inilah yang membuat suhu di bawah teras terasa lebih sejuk dibanding area terbuka. Selain teduh, tampilan teras juga terlihat lebih asri dengan lapisan hijau di atasnya.

Arahkan Sulur dan Rawat Tanaman Secara Rutin

Pada masa awal pertumbuhan, batang pare sering tumbuh ke arah yang tidak beraturan atau menjuntai ke lantai. Arahkan ujung sulur secara perlahan menuju rangka atau tali yang sudah dipasang. Ikat batang dengan tali rafia secara longgar bila diperlukan, jangan terlalu kencang agar tidak melukai batang tanaman.

Konsistensi menyiram dan memupuk menjadi kunci utama hasil panen yang banyak. Siram satu hingga dua kali sehari sesuai kondisi cuaca, dan jaga media tanam tetap lembap tanpa sampai becek. Jika menanam lebih dari satu tanaman, beri jarak sekitar 50 hingga 70 sentimeter agar sirkulasi udara tetap baik.

Hindari kesalahan yang paling sering terjadi, yaitu meletakkan pot di area yang terlalu teduh, memakai pot yang terlalu kecil, atau menyiram secara berlebihan hingga air menggenang. Ketiga hal ini membuat tanaman kurus, sulit berbunga, dan akar rentan membusuk. Dengan perawatan yang tepat, atap hijau dari tanaman pare bisa segera dinikmati di teras rumah.

Pertanyaan Seputar Cara Membuat Teras Teduh dengan Tanaman Pare

Berapa lama tanaman pare bisa dipanen setelah ditanam? Buah pare umumnya sudah bisa dipanen sekitar 2,5 bulan setelah masa tanam, tergantung perawatan dan kondisi cuaca di sekitar teras.

Apakah pare bisa tumbuh di tempat yang agak teduh? Bisa, tapi hasilnya kurang maksimal. Pare tetap membutuhkan sinar matahari langsung minimal enam jam sehari agar batang, daun, dan buah tumbuh optimal.

Pot seperti apa yang cocok untuk menanam pare di teras? Gunakan pot, polybag, atau planterbag dengan diameter minimal 30 sentimeter, kedalaman 30 sampai 40 sentimeter, dan dilengkapi lubang drainase agar air tidak menggenang.

Berapa jarak tanam pare yang ideal jika menanam lebih dari satu tanaman? Beri jarak sekitar 50 sampai 70 sentimeter antar tanaman agar tidak berebut nutrisi dan cahaya, sekaligus menjaga sirkulasi udara tetap baik.

Apa penyebab tanaman pare tumbuh kurus dan tidak berbuah lebat? Penyebab paling umum adalah lokasi yang terlalu teduh, pot yang terlalu kecil, atau penyiraman berlebihan hingga air menggenang dan akar membusuk.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |