Cara Memisahkan Ayam Kampung yang Mengeram agar Cepat Bertelur Lagi, Praktis dan Aman

22 hours ago 17

1. Keluarkan ayam dari sarang secara perlahan

Langkah pertama adalah memindahkan induk dari sarang. Lakukan dengan tenang agar ayam tidak mengalami stres atau cedera.

Pegang tubuh ayam dengan hati-hati dan hindari menarik sayap atau kaki. Jika ayam agresif, gunakan gerakan perlahan sambil menopang bagian tubuhnya. Setelah dikeluarkan, jangan langsung dikembalikan ke sarang yang sama.

Tujuan pemisahan ini adalah memutus kebiasaan ayam untuk terus menetap di tempat mengeram. Utah State University Extension juga menyarankan pengelolaan sarang yang baik karena sarang yang mudah diakses membuat pemilik lebih mudah mengenali dan memisahkan ayam yang sedang mengeram.

2. Sediakan kandang terpisah untuk sementara

Setelah dikeluarkan dari sarang, ayam sebaiknya ditempatkan di kandang terpisah. Kandang tidak harus besar, tetapi harus cukup untuk membuat ayam dapat berdiri, berjalan, makan, dan minum dengan nyaman.

Hindari menyediakan sarang yang terlalu nyaman selama masa pemutusan perilaku mengeram. Jika ayam terus menemukan tempat gelap, empuk, dan tersembunyi untuk duduk, naluri mengeram dapat kembali muncul.

Namun, kandang pemisahan tetap harus terlindung dari hujan, panas berlebihan, predator, dan gangguan ayam lain.

3. Pastikan ayam tetap mendapatkan pakan dan air

Ayam yang sedang mengeram dapat menghabiskan waktu lama di sarang sehingga aktivitas makan dan minumnya berubah. Karena itu, setelah dipisahkan, letakkan tempat pakan dan air di lokasi yang mudah dijangkau.

Pakan harus berkualitas dan sesuai untuk ayam dewasa yang sedang dipersiapkan kembali memasuki fase produksi. Jangan mengandalkan sisa makanan rumah tangga sebagai satu-satunya sumber nutrisi.

Utah State University menekankan pentingnya pakan seimbang untuk mendukung kematangan dan produksi telur. Sementara itu, BBPP Kupang juga menekankan bahwa ketika ayam kampung memasuki masa bertelur, kebutuhan pakan perlu diperhatikan karena fase produksi membutuhkan dukungan nutrisi yang memadai.

Air bersih juga harus tersedia setiap saat. Jangan sampai proses pemisahan justru membuat ayam kekurangan air atau mengalami stres karena kondisi kandang yang terlalu panas.

4. Kurangi kesempatan ayam kembali ke sarang

Memisahkan ayam saja belum tentu cukup jika lingkungan kandang masih memungkinkan ayam kembali ke tempat favoritnya.

Periksa sarang dan kumpulkan telur secara rutin. Sarang yang penuh telur dapat mempertahankan rangsangan untuk mengeram. Utah State University Extension menyarankan pengumpulan telur dan pengelolaan kotak sarang yang baik, sekaligus menyebut bahwa ayam broody sebaiknya segera dipisahkan dari kelompok utama pada sistem pemeliharaan tertentu.

Untuk ayam kampung yang dipelihara secara semi-intensif, peternak juga dapat mengatur akses ayam ke sarang setelah periode bertelur selesai. Prinsipnya adalah membuat ayam kembali memiliki rutinitas normal, bukan terus-menerus kembali ke tempat mengeram.

5. Berikan kesempatan ayam bergerak

Setelah dipisahkan, biarkan ayam bergerak secara normal di area yang aman. Aktivitas berjalan membantu ayam kembali menjalani rutinitas harian seperti mencari makan, minum, dan berinteraksi dengan lingkungan.

Jangan menempatkan ayam dalam ruang yang terlalu sempit atau panas. Kandang yang buruk justru dapat meningkatkan stres dan menghambat pemulihan kondisi tubuh.

Kondisi lingkungan juga penting karena ayam yang mengalami tekanan panas dapat meningkatkan konsumsi air dan mengalami perubahan performa. University of Minnesota Extension menekankan pentingnya ketersediaan air, ventilasi, dan pengelolaan suhu untuk mengurangi dampak heat stress pada unggas.

6. Memandikan ayam bukan satu-satunya cara

Dalam materi BBPP Kupang, salah satu cara tradisional yang disebut untuk mengurangi naluri mengeram adalah memandikan ayam secara rutin selama beberapa hari, kemudian mengeringkannya di bawah sinar matahari. Materi tersebut menyebut cara ini ditujukan untuk membantu menurunkan suhu tubuh ayam yang dianggap meningkat ketika mengeram. Namun, cara ini sebaiknya tidak dilakukan secara kasar atau dalam kondisi cuaca yang terlalu dingin. Ayam tidak perlu direndam lama, apalagi jika sedang sakit, lemah, atau menunjukkan tanda stres.

Untuk pendekatan yang lebih aman, prioritas utama sebaiknya tetap pada pemisahan dari sarang, penyediaan kandang yang nyaman, pakan berkualitas, air bersih, dan pengelolaan lingkungan. Memandikan ayam dapat dipandang sebagai praktik tradisional yang tercantum dalam sumber lokal tersebut, bukan sebagai jaminan bahwa ayam pasti segera bertelur.

7. Dekatkan kembali dengan kelompok ayam secara bertahap

Setelah perilaku mengeram mulai berkurang, ayam dapat diperkenalkan kembali ke lingkungan kelompok. Amati apakah ayam sudah lebih aktif, tidak terus mencari sarang, dan kembali menjalani aktivitas normal.

Materi BBPP Kupang menyebutkan bahwa pendekatan dengan pejantan dapat digunakan untuk merangsang aktivitas reproduksi. Namun, penting diluruskan bahwa ayam betina tidak membutuhkan pejantan untuk menghasilkan telur. Utah State University Extension menjelaskan bahwa keberadaan pejantan bukan faktor yang diperlukan agar ayam betina menghasilkan telur; pejantan diperlukan jika telur tersebut ingin dibuahi untuk penetasan. Jadi, jangan menganggap ayam pasti akan kembali bertelur hanya karena ditempatkan bersama pejantan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |