6 Cara Menjaga Lantai Tetap Bersih Lebih Lama Tanpa Sering Mengepel

6 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Menjaga lantai tetap bersih bukan hanya soal rutin menyapu dan mengepel. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa mengurangi debu, kotoran, dan noda agar tidak cepat menumpuk. Lantas, bagaimana cara menjaga lantai tetap bersih lebih lama?

Setiap jenis lantai memiliki kebutuhan perawatan berbeda, mulai dari lantai kayu, keramik, hingga karpet. Namun, semuanya tetap mudah menjadi tempat berkumpulnya debu dan partikel kecil yang terbawa dari luar rumah.

Menurut sejumlah ahli kebersihan, membersihkan lantai secara rutin memang penting, tetapi kebiasaan sehari-hari juga berperan besar. Dengan beberapa langkah sederhana, frekuensi menyapu, menyedot debu, atau mengepel bisa dikurangi. Simak trik sederhana agar lantai tetap bersih lebih lama, dirangkum Liputan6.com dari The Spruce, Rabu (9/9/2026).

1. Terapkan Aturan Tidak Memakai Sepatu di Dalam Rumah

Salah satu cara paling mudah untuk mengurangi kotoran di lantai adalah membuat aturan untuk tidak memakai sepatu di dalam rumah. Meski terasa kurang nyaman ketika harus meminta tamu melepas alas kaki, kebiasaan ini sangat efektif mengurangi debu dan kotoran.

Ahli kebersihan Rosa Picosa mengatakan bahwa melepas sepatu merupakan salah satu langkah paling mudah dan efektif untuk berbagai jenis lantai. Sepatu yang digunakan di luar rumah dapat membawa tanah, debu, pasir, hingga berbagai partikel kecil yang kemudian tersebar di dalam ruangan.

Dengan menerapkan zona bebas sepatu, jumlah kotoran yang masuk ke rumah dapat berkurang secara signifikan. Dampaknya, lantai kayu maupun karpet tidak harus terlalu sering dibersihkan secara menyeluruh.

Agar kebiasaan ini lebih praktis, Picosa menyarankan meletakkan rak sepatu di dekat pintu masuk. Dengan begitu, penghuni rumah maupun tamu dapat langsung melepas dan menyimpan sepatu begitu memasuki rumah. Selain menjaga kebersihan lantai, kebiasaan tersebut juga membantu membuat area pintu masuk lebih rapi dan terorganisasi.

2. Gunakan Produk Pembersih yang Sesuai Jenis Lantai

Membersihkan lantai dengan produk yang salah justru dapat membuat permukaannya lebih cepat rusak. Karena itu, penting untuk memilih cairan pembersih berdasarkan material lantai yang dimiliki. Lantai kayu, misalnya, dapat mengalami kerusakan apabila terkena produk pembersih yang terlalu keras. Kandungan tertentu dapat mengikis lapisan pelindung atau memengaruhi permukaan kayu.

"Jangan gunakan pembersih kuat yang dapat mengikis lapisan akhir atau papan kayu," ujar ahli kebersihan Scott Schrader, dikutip dari The Spruce.

Untuk karpet, Schrader menyarankan penggunaan pembersih dengan pH seimbang yang tidak meninggalkan residu. Sisa produk yang menempel pada serat karpet justru dapat menarik kotoran dan membuat permukaan lebih cepat terlihat kusam.

Karena itu, jangan hanya memperhatikan seberapa ampuh sebuah produk menghilangkan noda. Pastikan juga produk tersebut memang dirancang untuk material lantai yang akan dibersihkan. Penggunaan produk yang tepat tidak hanya membantu mempertahankan kebersihan, tetapi juga menjaga kondisi lantai agar tetap awet dalam jangka panjang.

3. Segera Bersihkan Tumpahan

Tumpahan makanan atau minuman hampir tidak mungkin sepenuhnya dihindari, terutama di rumah yang memiliki anak-anak. Namun, yang paling penting adalah seberapa cepat tumpahan tersebut dibersihkan. Scott Schrader menjelaskan bahwa kelembapan dapat menjadi masalah bagi lantai kayu maupun karpet. Cairan yang dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan noda dan membuat permukaan lebih mudah menarik kotoran.

Untuk membersihkan tumpahan pada karpet, gunakan tisu atau kain untuk menyerap cairan dengan cara ditepuk perlahan. Hindari menggosok noda karena tindakan tersebut dapat membuat cairan justru semakin masuk ke dalam serat karpet.

Sementara itu, untuk lantai kayu, gunakan kain yang sedikit lembap kemudian segera lanjutkan dengan kain kering. Jangan membiarkan air menggenang atau terlalu lama berada di permukaan kayu. Kebiasaan membersihkan tumpahan sesegera mungkin dapat mencegah noda menjadi lebih sulit ditangani. Langkah kecil ini juga membantu mengurangi kebutuhan melakukan pembersihan mendalam di kemudian hari.

4. Terapkan Rutinitas Membersihkan Lantai Setiap Minggu

Membersihkan lantai tidak harus selalu dilakukan dalam waktu lama. Menurut Rosa Picosa, rutinitas singkat sekitar 10 menit setiap minggu dapat membantu mempertahankan kondisi lantai agar tetap terlihat bersih.

Rutinitas tersebut dapat disesuaikan dengan jenis lantai dan area rumah. Pada lantai kayu, misalnya, Anda dapat melakukan pembersihan debu atau mengepel menggunakan kain yang sedikit lembap, terutama pada area yang sering dilewati.

Untuk karpet, periksa apakah terdapat noda baru dan segera tangani sebelum noda tersebut menetap. Area yang sering digunakan biasanya membutuhkan perhatian lebih dibandingkan ruangan yang jarang dilalui.

Konsistensi menjadi kunci dalam rutinitas ini. Ketika debu dan kotoran dibersihkan secara berkala, penumpukan yang membutuhkan pembersihan besar dapat dicegah. Rutinitas mingguan juga membuat pekerjaan rumah terasa lebih ringan karena Anda tidak perlu menunggu sampai lantai benar-benar kotor sebelum membersihkannya.

5. Hindari Penggunaan Pel Uap pada Lantai Kayu

Pel uap mungkin terlihat sebagai pilihan praktis untuk membersihkan lantai secara mendalam. Namun, alat ini tidak selalu aman digunakan pada semua jenis permukaan, khususnya lantai kayu. Miguel Harris, Co-Owner of Floor Coverings International, menyarankan untuk menghindari penggunaan pel uap pada lantai kayu. Menurutnya, panas dan kelembapan berlebihan dari alat tersebut dapat merusak permukaan lantai.

Pada papan kayu asli, paparan panas dan air yang berlebihan bahkan berisiko menyebabkan lantai melengkung atau mengalami kerusakan akibat kelembapan. Sebagai alternatif, gunakan pel dengan bantalan microfiber yang dipadukan dengan pembersih pH netral. Pilihan lainnya adalah menggunakan campuran air hangat dan beberapa tetes sabun pencuci piring sebagai pembersih sederhana.

Namun, tetap perhatikan jumlah air yang digunakan. Pel sebaiknya tidak terlalu basah karena kelembapan berlebih tetap dapat menjadi masalah bagi lantai kayu. Memilih metode pembersihan yang sesuai dengan material lantai akan membantu menjaga kebersihan sekaligus memperpanjang usia permukaannya.

6. Letakkan Keset di Setiap Pintu Masuk

Keset dapat menjadi garis pertahanan pertama untuk mencegah kotoran dari luar masuk ke dalam rumah. Menurut Rosa Picosa, keberadaan keset di setiap pintu masuk sangat membantu mengurangi jumlah debu, air, dan kotoran yang mencapai lantai.

Keset sebaiknya ditempatkan di area yang mudah terlihat dan digunakan sebelum seseorang memasuki rumah. Dengan begitu, sebagian kotoran dari alas kaki dapat tertinggal di keset dan tidak langsung terbawa ke dalam. Picosa menyarankan untuk menganggap keset sebagai lapisan perlindungan pertama bagi lantai. Keset dapat menangkap debu, kelembapan, dan berbagai jenis kotoran sebelum menyebar ke seluruh ruangan.

Untuk area rumah yang menggunakan karpet dan sering dilewati, Anda juga dapat menambahkan karpet kecil atau area rug sebagai lapisan pelindung. Lapisan tersebut membantu menyerap kotoran dan mengurangi tingkat keausan pada karpet utama.

Area rug juga relatif mudah dibersihkan. Anda dapat menggoyangkannya di luar ruangan atau menggunakan penyedot debu secara berkala untuk menghilangkan kotoran yang terkumpul. Dengan menempatkan keset dan karpet tambahan di area strategis, lantai utama rumah dapat terlindungi dari kotoran sekaligus tetap terlihat lebih bersih dalam waktu lebih lama.

Kebiasaan Sederhana Membantu Lantai Tetap Bersih

Menjaga lantai tetap bersih tidak selalu membutuhkan waktu berjam-jam. Justru, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar terhadap kondisi lantai.

Mulai dari melepas sepatu sebelum masuk, menggunakan produk pembersih yang tepat, hingga segera menangani tumpahan dapat membantu mencegah kotoran menumpuk. Rutinitas mingguan juga membuat proses perawatan menjadi lebih mudah dan teratur.

Selain itu, penggunaan keset di pintu masuk dapat mengurangi jumlah kotoran dari luar, sementara menghindari pel uap pada lantai kayu dapat membantu mencegah kerusakan akibat panas dan kelembapan.

Dengan menerapkan enam kebiasaan tersebut, lantai tidak hanya tampak lebih bersih, tetapi juga dapat terawat dengan lebih baik. Hasilnya, kebutuhan untuk melakukan pembersihan mendalam bisa berkurang dan lantai berpotensi tetap nyaman serta enak dipandang lebih lama.

Pertanyaan Seputar Cara Menjaga Lantai Tetap Bersih Lebih Lama

Bagaimana cara menjaga lantai tetap bersih lebih lama?

Terapkan aturan tidak memakai sepatu di dalam rumah, gunakan keset, segera bersihkan tumpahan, dan lakukan pembersihan rutin setiap minggu.

Apakah pel uap aman untuk lantai kayu?

Sebaiknya hindari pel uap pada lantai kayu karena panas dan kelembapan berlebih dapat menyebabkan kerusakan, termasuk lantai melengkung.

Mengapa keset penting untuk menjaga lantai tetap bersih?

Keset membantu menangkap debu, tanah, air, dan kotoran dari alas kaki sebelum masuk ke dalam rumah sehingga lantai lebih terlindungi.

Seberapa sering lantai perlu dibersihkan?

Pembersihan ringan dapat dilakukan secara rutin setiap minggu. Namun, tumpahan sebaiknya langsung dibersihkan agar tidak meninggalkan noda atau menarik lebih banyak kotoran.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |