Cara Menanam Ubi Jalar di Pot agar Tumbuh Subur dan Panennya Melimpah

6 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Mengetahui cara menanam ubi jalar di pot bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin memanen umbi sendiri meski tidak memiliki lahan kebun yang luas. Tanaman bernama ilmiah Ipomoea batatas ini ternyata cukup adaptif ditanam dalam wadah, asalkan pot memiliki ruang yang memadai, media tanam gembur, serta mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Ubi jalar juga termasuk tanaman yang menarik untuk dibudidayakan di rumah karena bagian yang tumbuh di atas tanah berupa sulur dapat dibiarkan menjalar atau diarahkan mengikuti ruang yang tersedia. Sementara itu, bagian akar di dalam media perlahan membesar menjadi umbi yang baru terlihat ketika tiba waktunya dipanen.

Menanamnya di pot bahkan memberikan beberapa keuntungan dibandingkan menanam langsung di tanah. Kondisi media, air, pupuk, hingga perkembangan tanaman lebih mudah dipantau. Selain itu, pot dapat membantu mengurangi risiko umbi rusak akibat hewan tanah dan membuat proses panen lebih praktis. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (9/9/2026).

Mengapa Ubi Jalar Cocok Ditanam di Pot?

Ubi jalar sering dianggap membutuhkan lahan luas karena sulurnya dapat tumbuh menjalar ke berbagai arah. Namun, pertumbuhan sulur sebenarnya bisa dikendalikan dengan pemangkasan atau diarahkan ke tempat tertentu. Bagian yang paling penting justru menyediakan ruang yang cukup bagi akar untuk berkembang dan membentuk umbi.

Penanaman dalam pot memungkinkan kondisi tersebut dikendalikan. Anda dapat memilih ukuran wadah, mencampur media tanam sesuai kebutuhan, serta memastikan air tidak menggenang. Pot juga dapat ditempatkan di halaman, teras, balkon, atau area terbuka yang mendapatkan banyak cahaya matahari.

Keuntungan lain adalah proses panen. Ketika menanam ubi jalar di tanah, Anda perlu menggali area di sekitar tanaman untuk mencari umbi. Dalam pot, media dapat dikeluarkan secara perlahan sehingga posisi ubi lebih mudah ditemukan dan risiko umbi terpotong alat berkebun dapat dikurangi.

Siapkan Pot Berukuran Cukup Besar

Langkah pertama dalam cara menanam ubi jalar di pot adalah memilih wadah yang sesuai. Jangan menggunakan pot yang terlalu kecil karena ubi jalar membentuk umbi di dalam media dan membutuhkan ruang untuk berkembang.

Wadah berkapasitas sekitar 10–15 galon atau kurang lebih 40–60 liter dapat menjadi pilihan. Pot dengan diameter sekitar 50–60 cm juga cukup ideal untuk beberapa tanaman, tergantung kedalaman dan bentuk wadah. Jika menggunakan pot berukuran sekitar 60 liter, tanam satu hingga dua bibit atau slip agar tanaman tidak terlalu berdesakan.

Ember bekas juga dapat dimanfaatkan selama bahannya aman digunakan untuk tanaman dan bagian dasarnya diberi beberapa lubang drainase. Lubang tersebut penting untuk membuang kelebihan air setelah penyiraman.

Pot tanpa drainase berisiko membuat media terlalu basah. Kondisi seperti ini kurang baik bagi perkembangan akar dan dapat meningkatkan kemungkinan pembusukan.

Gunakan Media Tanam yang Gembur

Setelah pot tersedia, siapkan media tanam yang ringan, gembur, kaya bahan organik, tetapi tetap memiliki drainase yang baik. Ubi jalar tidak membutuhkan media yang terlalu padat karena akar perlu memiliki ruang untuk berkembang dan membentuk umbi.

Salah satu campuran yang dapat digunakan adalah dua bagian tanah atau media pot berkualitas dan satu bagian kompos. Jika media terasa terlalu mudah menahan air, tambahkan sedikit bahan yang membantu memperbaiki drainase, seperti perlite atau material sejenis yang tersedia di tempat Anda.

Kompos dapat membantu menyediakan bahan organik sekaligus memperbaiki struktur media. Namun, hindari penggunaan pupuk berlebihan, terutama pupuk yang mendorong pertumbuhan daun secara berlebihan. Tanaman yang terlalu subur di bagian atas belum tentu menghasilkan umbi yang banyak.

Jika menggunakan media tanam bekas, kondisi nutrisinya perlu diperhatikan. Media yang sudah lama digunakan dapat dicampur kembali dengan kompos matang atau pupuk dasar secukupnya sebelum digunakan.

Siapkan Bibit dari Ubi Jalar

Berbeda dengan kentang biasa, ubi jalar tidak ditanam dengan cara memasukkan seluruh umbi ke dalam tanah lalu menunggu tanaman baru. Ubi jalar umumnya diperbanyak menggunakan slip, yaitu tunas yang tumbuh dari ubi jalar.

Untuk membuat slip, pilih ubi jalar yang sehat, tidak memiliki luka atau bagian busuk. Ubi dari toko bahan makanan dapat dicoba, meskipun kemampuan bertunasnya bisa berbeda-beda. Ubi yang telah mendapatkan perlakuan tertentu untuk menghambat pertumbuhan tunas mungkin lebih sulit digunakan.

Salah satu metode sederhana adalah menggunakan air. Letakkan sebagian ubi jalar di dalam wadah berisi air sehingga kira-kira separuh bagian ubi terendam, sementara bagian lainnya berada di atas permukaan air. Tempatkan wadah di lokasi yang hangat dan terang.

Dalam beberapa waktu, akar akan muncul dari bagian yang terendam, sedangkan tunas berkembang dari bagian atas. Ketika tunas sudah memiliki beberapa daun dan panjangnya cukup, tunas tersebut dapat dilepaskan dari ubi induk.

Metode lain adalah menggunakan media tanah. Letakkan ubi jalar secara mendatar dalam wadah berisi media lembap dengan sebagian permukaannya tetap berada di atas media. Kondisi hangat membantu mempercepat munculnya tunas.

Tanam Slip Ubi Jalar ke Dalam Pot

Setelah tunas cukup kuat, pisahkan slip dari ubi induknya. Tunas dapat terlebih dahulu direndam dalam air sampai menghasilkan akar atau langsung ditanam pada media yang telah disiapkan.

Buat lubang tanam dengan kedalaman yang cukup untuk memasukkan bagian pangkal tunas dan akarnya. Letakkan bibit secara hati-hati, kemudian tutup kembali dengan media. Tekan perlahan agar tanaman berdiri kokoh, tetapi jangan memadatkan tanah terlalu keras.

Untuk pot berukuran besar, satu sampai dua slip sudah cukup. Jarak tanam yang terlalu rapat dapat membuat tanaman saling berebut ruang, air, dan nutrisi. Selain itu, perkembangan umbi juga bisa kurang optimal jika akar terlalu padat.

Setelah penanaman, siram media secukupnya sampai lembap. Hindari membuat pot tergenang air.

Letakkan Pot di Tempat yang Mendapat Banyak Matahari

Ubi jalar merupakan tanaman yang menyukai kondisi hangat dan cahaya matahari. Karena itu, letakkan pot di area terbuka yang mendapatkan sinar matahari langsung selama beberapa jam setiap hari.

Kondisi hangat sangat membantu pertumbuhan tanaman. Pada wilayah tropis seperti Indonesia, kebutuhan suhu umumnya lebih mudah terpenuhi dibandingkan daerah dengan musim dingin panjang. Namun, tanaman tetap perlu mendapatkan air yang cukup, terutama ketika ditanam dalam pot.

Pot cenderung lebih cepat kehilangan kelembapan dibandingkan tanah di kebun. Karena itu, periksa media secara rutin. Jangan hanya mengikuti jadwal penyiraman yang kaku karena kebutuhan air dapat berubah berdasarkan cuaca, ukuran pot, jenis media, dan intensitas cahaya.

Rawat Tanaman dengan Penyiraman yang Tepat

Penyiraman menjadi salah satu bagian penting dalam cara menanam ubi jalar di pot. Media sebaiknya tetap memiliki kelembapan yang cukup, tetapi tidak terus-menerus basah.

Periksa lapisan atas media menggunakan jari. Jika terasa mulai kering, lakukan penyiraman secara merata hingga air keluar dari lubang drainase. Setelah itu, biarkan kelebihan air mengalir keluar.

Pada musim panas atau ketika pot diletakkan di bawah sinar matahari langsung, media dapat mengering lebih cepat. Sebaliknya, ketika hujan turun cukup sering, penyiraman tambahan mungkin tidak diperlukan.

Perhatikan juga kondisi daun. Tanaman yang tampak layu pada siang hari belum tentu selalu kekurangan air karena panas dapat menyebabkan daun sementara kehilangan kekencangannya. Periksa kondisi media sebelum kembali menyiram.

Kendalikan Pertumbuhan Sulur

Salah satu ciri khas ubi jalar adalah sulurnya yang mudah memanjang. Jika dibiarkan, tanaman dapat menjalar cukup jauh dari pot. Kondisi ini bukan masalah selama tersedia ruang yang cukup.

Untuk halaman atau teras yang terbatas, sulur dapat diarahkan mengikuti area yang telah disediakan. Anda juga dapat memangkas bagian yang tumbuh terlalu panjang.

Pemangkasan ringan dapat membantu menjaga tanaman tetap rapi. Sulur yang dipangkas juga tidak berarti umbi di bawah tanah otomatis gagal berkembang. Namun, hindari pemangkasan berlebihan karena daun tetap dibutuhkan tanaman untuk melakukan fotosintesis dan menghasilkan energi.

Selain umbinya, daun ubi jalar muda juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan setelah dipastikan berasal dari varietas yang memang ditanam untuk konsumsi.

Perhatikan Pupuk dan Kondisi Media

Ubi jalar tidak harus mendapatkan pupuk dalam jumlah besar. Yang lebih penting adalah media memiliki nutrisi yang cukup dan struktur yang mendukung perkembangan akar.

Jika menggunakan media tanam baru yang kaya bahan organik, kebutuhan pupuk tambahan bisa lebih sedikit. Untuk media lama yang nutrisinya sudah berkurang, kompos matang atau pupuk seimbang dapat diberikan sesuai petunjuk produk.

Hindari berlebihan menggunakan pupuk nitrogen. Nutrisi tersebut memang dapat membuat daun dan sulur tumbuh subur, tetapi tujuan utama budidaya ubi jalar adalah menghasilkan umbi di dalam media.

Pot juga sebaiknya tidak terlalu sering dipindahkan atau dibongkar selama tanaman masih aktif tumbuh. Akar yang terganggu dapat memengaruhi perkembangan tanaman.

Berapa Lama Ubi Jalar Bisa Dipanen?

Ubi jalar membutuhkan kesabaran. Dalam kondisi yang sesuai, panen dapat dilakukan sekitar tiga hingga lima bulan setelah penanaman, meskipun waktu pastinya bergantung pada varietas dan kondisi lingkungan.

Salah satu tanda tanaman mulai mendekati masa panen adalah daun yang mulai menguning. Pertumbuhan sulur juga dapat melambat. Pada beberapa kondisi, permukaan media di sekitar pangkal tanaman mungkin tampak sedikit menggembung karena umbi berkembang di bawahnya.

Jangan terburu-buru mencabut tanaman hanya karena beberapa daun menguning. Amati keseluruhan kondisi tanaman dan pertimbangkan umur tanamnya.

Jika tanaman sudah cukup umur dan menunjukkan tanda siap panen, kurangi penyiraman berlebihan sebelum proses penggalian. Pastikan pula panen dilakukan ketika kondisi cuaca mendukung.

Cara Memanen Ubi Jalar dari Pot

Memanen ubi jalar dari pot sebenarnya menjadi salah satu bagian paling menyenangkan karena ukuran dan jumlah umbi tidak dapat diketahui sepenuhnya sebelum media dibuka.

Pot dapat dimiringkan dan media dikeluarkan secara perlahan. Cara ini membantu mengurangi risiko umbi terkena sekop atau alat tajam. Jika ingin mempertahankan pot tetap tegak, gunakan tangan untuk menyingkirkan media secara perlahan dari sekitar pangkal tanaman.

Ubi jalar mudah mengalami memar atau luka ketika ditarik dan terbentur. Karena itu, perlakukan umbi dengan hati-hati setelah ditemukan.

Setelah dipanen, ubi dapat dibiarkan mengering dan kemudian menjalani proses curing. Proses ini membantu memperkuat kulit dan meningkatkan cita rasa sehingga ubi menjadi lebih manis.

Dalam kondisi ideal, proses curing dilakukan dalam lingkungan hangat dan lembap selama sekitar 10 hari. Di rumah, kondisi ideal tersebut mungkin sulit dicapai sehingga prinsip utamanya adalah menyediakan tempat yang hangat, tidak terlalu kering, dan memiliki sirkulasi udara yang cukup.

Setelah proses awal selesai, ubi dapat disimpan di tempat yang sejuk tetapi tidak terlalu dingin. Hindari menyimpannya dalam kondisi yang terlalu dingin karena ubi jalar sensitif terhadap suhu rendah.

Tips agar Panen Ubi Jalar di Pot Lebih Optimal

Ada beberapa hal sederhana yang dapat meningkatkan peluang mendapatkan hasil yang baik. Pertama, pilih bibit atau slip dari ubi jalar yang sehat dan tidak menunjukkan tanda busuk. Kedua, gunakan pot berukuran cukup besar sehingga akar memiliki ruang untuk berkembang.

Ketiga, pastikan pot memiliki drainase yang baik. Keempat, tempatkan tanaman di area yang memperoleh banyak cahaya matahari. Kelima, jangan membiarkan media terlalu basah dalam waktu lama.

Terakhir, jangan hanya terpaku pada pertumbuhan daun. Sulur yang panjang dan rimbun memang terlihat menarik, tetapi perkembangan umbi berlangsung di bawah media. Perawatan yang seimbang antara air, cahaya, nutrisi, dan ruang akar menjadi kunci agar tanaman tidak sekadar subur di bagian atas.

Dengan wadah yang tepat dan perawatan rutin, ubi jalar dapat menjadi salah satu tanaman pangan yang menarik untuk kebun rumahan. Bahkan ketika halaman sangat terbatas, satu pot besar sudah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman yang tidak hanya dekoratif, tetapi juga bisa dipanen untuk kebutuhan dapur.

Tanya Jawab Seputar Ubi Jalar

1. Apakah ubi jalar bisa ditanam langsung dari umbinya?

Bisa, tetapi yang ditanam untuk menghasilkan tanaman baru sebaiknya bukan seluruh umbi. Umbi digunakan untuk menghasilkan slip atau tunas. Setelah tunas tumbuh dan cukup kuat, tunas tersebut dipisahkan lalu ditanam ke dalam media.

2. Berapa ubi jalar yang bisa dihasilkan dari satu tanaman?

Hasilnya sangat bergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhan. Sebagai gambaran, satu tanaman dapat menghasilkan sekitar beberapa umbi, dengan sebagian varietas mampu menghasilkan lebih banyak jika kondisi tumbuhnya optimal.

3. Berapa ukuran pot yang ideal untuk ubi jalar?

Gunakan wadah yang cukup besar dan dalam, terutama karena umbi berkembang di bawah permukaan media. Pot sekitar 40–60 liter dapat menjadi pilihan untuk budidaya rumahan. Jika menggunakan wadah sekitar 60 liter, tanam satu hingga dua slip agar tidak terlalu padat.

4. Apakah ubi jalar harus terkena sinar matahari langsung?

Ubi jalar membutuhkan banyak cahaya untuk tumbuh dengan baik. Karena itu, letakkan pot di area yang mendapatkan sinar matahari langsung selama beberapa jam setiap hari. Semakin terbatas cahaya yang diterima, semakin kurang optimal pertumbuhan tanaman dan pembentukan umbinya.

5. Kapan waktu terbaik memanen ubi jalar?

Ubi jalar umumnya dapat dipanen sekitar tiga sampai lima bulan setelah ditanam, tergantung varietas dan kondisi lingkungan. Daun yang mulai menguning serta pertumbuhan tanaman yang melambat dapat menjadi tanda bahwa tanaman mendekati masa panen. Saat menggali, lakukan dengan hati-hati agar umbi tidak terpotong atau memar.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |