Cara Beternak Jangkrik di Rumah bagi Pemula, Pilihan Pakan Ternak Nutrisi Melimpah

9 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Cara beternak jangkrik di rumah kini menjadi solusi cerdas bagi siapa saja yang ingin memiliki penghasilan tambahan tanpa harus keluar rumah. Fenomena ini semakin diminati karena jangkrik merupakan pakan alami utama bagi berbagai jenis hewan peliharaan seperti burung berkicau, ikan hias, hingga reptil. Menjalankan cara beternak jangkrik di rumah tidak membutuhkan lahan yang luas; bahkan sebuah sudut gudang atau ruangan kosong yang sejuk sudah cukup untuk memulai produksi. Dengan siklus yang sangat cepat, metode cara beternak jangkrik di rumah memungkinkan Anda memanen hasilnya hanya dalam hitungan minggu saja.

Bagi pemula, langkah awal cara beternak jangkrik di rumah dimulai dengan pengadaan bibit dan penyiapan kandang yang tepat. Ketekunan dalam menjaga kebersihan serta kestabilan suhu sangat menentukan keberhasilan cara beternak jangkrik di rumah agar tingkat kematian serangga ini tetap rendah. Dengan menerapkan cara beternak jangkrik di rumah secara disiplin, Anda bisa menyuplai kebutuhan pasar lokal secara berkelanjutan.

Yugo Yunianto, seorang praktisi berpengalaman dari Menden, Kebonarum Klaten yang sudah menggeluti usaha ini sejak 2019, menegaskan bahwa ketelitian adalah kunci beternak jangkrik.

"Kita besarkan sekitar umur 35 hari sudah siap panen yang penting telaten," ujar Yugo saat menjelaskan efisiensi waktu dalam cara beternak jangkrik di rumah. Berdasarkan pengalaman panjangnya selama 7 tahun, Yugo membuktikan bahwa peternakan ini sangat ramah bagi pemula karena alat dan bahannya bisa didapatkan dari lingkungan sekitar.

Mengenal Jenis Jangkrik untuk Pakan Ternak

Sebelum mempraktikkan cara beternak jangkrik di rumah, Anda perlu mengenali jenis jangkrik yang paling laku di pasaran. Setiap jenis memiliki karakteristik fisik dan suara yang berbeda, namun untuk kebutuhan pakan ternak, kualitas nutrisi adalah prioritas utama. Jangkrik yang dibudidayakan dengan benar akan menghasilkan protein tinggi yang dibutuhkan untuk performa burung kicau maupun stamina ikan hias.

Memilih jenis yang tepat akan menentukan strategi pemasaran Anda nantinya. Jangkrik alam biasanya menjadi primadona karena teksturnya yang lebih lunak dan mudah dicerna oleh hewan peliharaan. Yugo, warga Klaten yang tinggal di timur Tol Solo-Jogja ini menekankan pentingnya memberikan pakan yang sehat agar hasil panennya disukai pembeli.

"Yang nyari jangkrik ini buat pakan ternak burung, ada ayam hias, terus ikan hias. Bebek itu juga bisa," jelasnya mengenai alasan mengapa jangkrik hasil ternak sangat dicari oleh pemilik ayam hias hingga bebek.

  • Jangkrik Alam: Jenis yang paling populer karena tekstur tubuhnya disukai burung kicau.
  • Jangkrik Madu: Dikenal karena pertumbuhannya yang stabil.
  • Jangkrik Genggong: Ukurannya lebih besar namun pasarnya lebih spesifik.

Jangkrik Pilihan Pakan Ternak Nutrisi Melimpah

Memilih jangkrik sebagai pakan utama bukan sekadar mengikuti tren, melainkan karena kandungan gizinya yang sulit digantikan oleh pakan buatan (pelet). Kandungan protein hewani yang tinggi pada jangkrik berperan penting dalam pembentukan sel, pertumbuhan bulu yang mengkilap pada burung, serta meningkatkan agresivitas ikan hias pemangsa. Nutrisi alami ini membuat jangkrik tetap menjadi suplemen wajib bagi para kolektor hewan hias mahal.

Kualitas nutrisi jangkrik sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka konsumsi selama di dalam kandang ternak. Jika peternak memberikan pakan yang bergizi, maka manfaat tersebut akan diteruskan kepada hewan yang mengonsumsinya. Yugo menegaskan bahwa jangkrik adalah asupan terbaik bagi berbagai jenis ternak hias karena sifatnya yang organik dan kaya vitamin.

"Pakan jangkrik ini kayak lebih sehat, bernutrisi dan proteinnya banyak gitu," papar Yugo.

Keunggulan jangkrik dibandingkan pakan hidup lainnya antara lain:

  • Protein Tinggi: Mendukung metabolisme dan kecerdasan burung saat berkicau.
  • Asam Amino Lengkap: Membantu pemulihan stamina hewan pasca lomba atau sakit.
  • Minim Lemak Jahat: Berbeda dengan ulat hongkong yang tinggi lemak, jangkrik lebih aman dikonsumsi setiap hari.
  • Kandungan Air Seimbang: Menjaga hidrasi pada hewan peliharaan melalui asupan pakan hidup.

Persiapan Kandang: Rumah Nyaman bagi Jangkrik

Langkah krusial dalam cara beternak jangkrik di rumah adalah menyediakan media hidup yang mampu meredam stres pada serangga. Jangkrik adalah hewan nokturnal yang sangat menyukai tempat tenang, gelap, dan memiliki sirkulasi udara yang baik namun tidak terlalu terbuka. Jika Anda menggunakan ruangan di dalam rumah, pastikan area tersebut jauh dari gangguan hewan pemangsa seperti cicak, tikus, atau kucing.

Penempatan kandang juga harus diperhatikan agar tidak bersentuhan langsung dengan lantai yang dingin. Penggunaan kaki kandang yang dilapisi oli atau wadah air sangat disarankan untuk mencegah semut masuk. Yugo memberikan saran praktis bagi pemula yang memiliki keterbatasan dana atau ruang.

"Buat Budidaya buat rumahan gitu, bisa skala kecil Kayak itu mulai dari satu 1 ons telur mungkin ya gitu. Medianya pakai ember yang besar, pakai akuarium, kalau kardus kadang dimakan jadi bolong," pesannya.

Pilihan Wadah Budidaya

  • Kotak Tripleks: Ukuran standar yang ideal adalah 240 x 120 cm atau 120x120.
  • Ember Besar atau Akuarium: Pilihan cerdas untuk skala rumahan yang sangat terbatas.
  • Peringatan: Hindari penggunaan kardus karena jangkrik cenderung memakan material kertas hingga menyebabkan lubang dan jangkrik kabur.

Media Persembunyian (Rumpon)

  • Tray Telur (Egg Tray): Memberikan banyak celah untuk jangkrik hinggap.
  • Pelepah Daun Pisang Kering: Solusi paling murah. "Kalau ngirit pakai pelepah daun pisang kering," kata Yugo.

Rahasia Manajemen Bibit dan Penetasan

Dalam cara beternak jangkrik di rumah, manajemen bibit adalah fondasi dari volume panen Anda. Anda bisa memilih untuk membeli telur secara praktis di toko online atau memproduksi telur sendiri jika sudah memiliki indukan. Keuntungan memproduksi telur sendiri adalah Anda bisa memastikan kualitas genetik jangkrik yang dihasilkan tetap unggul dan tahan terhadap penyakit.

Proses penetasan memerlukan ketelitian dalam menjaga kelembapan agar telur tidak kering atau justru membusuk karena terlalu basah. Yugo membagikan pengalamannya dalam mengelola ribuan telur dari indukan jangkrik miliknya.

"Kita tunggu dewasa nanti dia bertelur. Kasih media buat nelur itu pasir... Nanti jangkriknya nelur di pasir. Sekitar 4 hari kita angkat pasirnya kita ganti yang baru," jelasnya. Teknik ini memastikan siklus produksi terus berjalan tanpa henti selama maksimal 10 kali penggantian.

Teknik "Mencuci" Telur

Setelah pasir diangkat, campurkan dengan air di dalam ember. Telur akan berada di lapisan atas pasir. Saring telur tersebut layaknya sedang mencuci beras, lalu keringkan menggunakan bantuan kipas angin sebelum dimasukkan ke dalam kantong kain seperti sarung bekas.

"Paling ini nanti nunggu 1 minggu sudah 90% menetas. Netesnya juga enggak bareng sih. 2 minggu umur telurnya," Yugo menambahkan.

Manajemen Pakan: Rahasia Cepat Besar

Keberhasilan cara beternak jangkrik di rumah sangat bergantung pada apa yang mereka makan sejak menetas hingga siap jual. Jangkrik yang tercukupi nutrisinya akan memiliki tubuh yang berisi dan sayap yang mengkilap nantinya. Namun, bagi peternak, manajemen pakan juga berarti mengelola efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas protein pada jangkrik.

Pemberian pakan harus dilakukan secara konsisten karena jangkrik yang lapar akan menjadi agresif dan mulai memakan sesamanya (kanibalisme). Yugo menekankan bahwa pakan tidak boleh kosong sedikit pun.

"Setiap hari enggak boleh telat. Kalau telat loncat-loncat. Pakannya harus ada setiap hari, enggak boleh enggak boleh kosong. Semakin besar semakin boros," ungkapnya.

Pakan Utama (Konsentrat)

Gunakan pur ayam atau konsentrat ayam sebagai pakan utama. Untuk menghemat biaya, pur bisa dioplos dengan bekatul, namun pastikan porsi pur tetap lebih banyak agar nutrisi terpenuhi. Yugo mencatat bahwa satu karung pur konsentrat ayam seberat 50 kg rata-rata dapat menghasilkan sekitar 30 kg jangkrik, bahkan jumlahnya bisa mencapai maksimal 45 kg.

Pengganti Air Minum

Jangkrik tidak membutuhkan wadah air minum manual. Mereka mendapatkan cairan dari sayuran atau batang pisang. "Gedebog (batang pisang) buat pengganti minum. Bisa gedebog, bisa sayur-sayuran dan irisan gedebog yang mengandung air," tutur Yugo.

Tantangan Suhu dan Kondisi Lingkungan

Dalam cara beternak jangkrik di rumah, suhu ruangan adalah faktor eksternal yang paling sulit dikendalikan namun sangat berdaruh pada metabolisme jangkrik. Lingkungan yang terlalu ekstrem dapat menghambat pertumbuhan jangkrik secara signifikan. Sebagai peternak, Anda harus peka terhadap perubahan perilaku jangkrik saat cuaca berubah dari panas ke dingin atau sebaliknya.

Kondisi yang hangat dan stabil adalah kunci jangkrik mau keluar dari persembunyian untuk makan. Yugo menjelaskan bahwa pengaruh cuaca sangat nyata pada kesehatan ternaknya.

"Dingin enggak bagus, panas enggak bagus. Yang bagus suhu ruangan lah, hangat. Kalau kedinginan biasanya jangkriknya itu sembunyi. Enggak mau keluar, mati. Terus pertumbuhannya juga lama," paparnya dengan detail.

  • Suhu Dingin: Membuat jangkrik malas makan dan pertumbuhan melambat.
  • Suhu Panas: Membuat jangkrik lemas, dehidrasi, hingga mati massal.
  • Solusi: Jaga sirkulasi udara dan gunakan penutup kain pada kandang jika suhu malam hari terlalu dingin.

Masa Panen: Hindari Jangkrik Tumbuh Sayap

Salah satu poin paling krusial dalam cara beternak jangkrik di rumah adalah ketepatan waktu panen. Pasar pakan burung sangat menghindari jangkrik yang sudah tua atau sudah tumbuh bulu (sayap). Hal ini dikarenakan jangkrik tua memiliki tekstur kulit yang keras dan duri pada kaki yang sudah mengeras, sehingga berbahaya bagi tenggorokan burung kicau yang mahal.

Panen harus dilakukan secara cepat dan efisien agar jangkrik tidak stres selama proses penimbangan. Yugo mewanti-wanti agar peternak tidak menunda waktu jual.

"Kalau sudah keluar bulunya umur 50 hari enggak laku. Jadi, mau panen itu ya harus cepat buru-buru dijual. Kalau tua itu durinya itu keras buat burung itu bahaya," tegasnya.

Cara Panen dan Pasca Panen

  • Bongkar media rumpon (pelepah pisang atau tray telur).
  • Giring jangkrik ke sudut kandang dan masukkan ke dalam bak/ember.
  • Timbang jangkrik bersama wadahnya (jangan lupa potong berat wadah).

Kumpulkan kotoran jangkrik di dasar kandang. "Kotoran itu yang paling bawah sendiri mengendap itu tinggal diserok. Bisa buat biasanya pupuk kandang," saran Yugo.

5 FAQ Cara Beternak Jangkrik

Berapa lama masa panen jangkrik?

Sekitar 35 hari setelah telur menetas, saat tubuh jangkrik belum tumbuh sayap.

Apa pakan pengganti air minum jangkrik?

Irisan gedebog (batang) pisang atau sayuran seperti sawi yang mengandung banyak air.

Berapa kilo hasil panen dari 5 ons telur?

Rata-rata menghasilkan 30-45 kg jangkrik dewasa dalam kotak ukuran besar.

Mengapa jangkrik mati massal?

Biasanya disebabkan oleh suhu ruangan yang terlalu panas, pakan yang membusuk, atau serangan semut.

Bolehkah jangkrik diberi pur ayam saja?

Boleh, namun tetap butuh asupan serat dan air dari sayuran agar pertumbuhannya maksimal.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |