Liputan6.com, Jakarta - Cara budidaya lumut di kolam terpal kini mulai banyak dilirik masyarakat, terutama pelaku usaha perikanan air tawar skala rumahan. Lumut hijau sering dimanfaatkan sebagai pakan alami bernilai ekonomis tinggi bagi ikan nila, mujair, gurame, sampai berbagai jenis ikan hias. Proses penanaman tergolong sederhana, biaya persiapan relatif ringan, lalu cocok diterapkan pada lahan terbatas di area pekarangan rumah. Tidak sedikit peternak ikan memilih metode ini, demi mengurangi pengeluaran pakan harian secara bertahap.
Perkembangan minat terhadap cara budidaya lumut di kolam terpal juga dipengaruhi kebutuhan pakan alami berkualitas bagi pertumbuhan ikan. Lumut mampu tumbuh cepat apabila kondisi air, pencahayaan matahari, unsur hara, suhu lingkungan terjaga secara baik. Kolam terpal menjadi pilihan favorit lantaran praktis dipasang, mudah dibersihkan, lalu tidak memerlukan konstruksi permanen seperti kolam semen. Situasi tersebut membuat proses pemeliharaan terasa lebih efisien bagi pemula.
Selain mudah dilakukan, cara budidaya lumut di kolam terpal turut membantu menciptakan sistem pemeliharaan ikan lebih hemat biaya. Persiapan alat tidak terlalu rumit, perawatan harian cukup sederhana, lalu proses panen bisa dilakukan berkali-kali dalam satu media budidaya. Cahaya matahari, kualitas air, nutrisi alami menjadi faktor penting agar lumut berkembang subur sepanjang waktu. Apabila teknik pemeliharaan dilakukan secara tepat, hasil panen lumut dapat melimpah dalam waktu relatif cepat.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (22/5/2026).
1. Gunakan Kolam Terpal di Area Terbuka
Menempatkan kolam terpal pada area terbuka menjadi salah satu langkah paling penting dalam proses budidaya lumut agar pertumbuhan dapat berlangsung lebih optimal, subur, dan merata pada seluruh permukaan media budidaya. Lokasi terbuka memungkinkan sinar matahari masuk secara maksimal sejak pagi hingga sore hari sehingga proses fotosintesis lumut dapat berjalan lebih baik. Cahaya alami memiliki peranan sangat besar dalam membantu pembentukan warna hijau segar pada lumut sekaligus mempercepat perkembangan jaringan tanaman air tersebut di dalam kolam. Apabila intensitas cahaya matahari tercukupi, lumut biasanya tumbuh lebih tebal, lembut, padat, dan cepat memenuhi area permukaan air.
Sebaliknya, area terlalu teduh sering membuat pertumbuhan lumut berjalan lebih lambat dan kurang maksimal. Kondisi minim cahaya dapat menyebabkan warna lumut terlihat pucat, tipis, bahkan mudah membusuk apabila kelembapan air terlalu tinggi tanpa dukungan pencahayaan cukup. Oleh sebab itu, pemilihan lokasi budidaya perlu diperhatikan sejak awal agar hasil panen lumut menjadi lebih melimpah serta berkualitas baik untuk kebutuhan pakan ikan alami.
Penggunaan air bersih sebagai media budidaya lumut menjadi faktor penting lain yang tidak boleh diabaikan selama proses pemeliharaan berlangsung. Air bersih bebas limbah sabun, minyak, deterjen, ataupun kandungan bahan kimia berbahaya dapat membantu menciptakan kondisi lingkungan kolam lebih sehat sehingga lumut mampu berkembang secara alami tanpa gangguan zat pencemar. Kualitas air sangat memengaruhi warna, tekstur, serta kecepatan pertumbuhan lumut di dalam kolam terpal.
Air sumur maupun air irigasi sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya selama kondisinya masih layak digunakan dan tidak tercemar limbah berbahaya. Sebelum dimasukkan ke dalam kolam, air sebaiknya diendapkan terlebih dahulu selama beberapa hari agar kandungan zat tertentu dapat berkurang secara alami. Proses pengendapan tersebut juga membantu menstabilkan suhu air sehingga lumut lebih mudah beradaptasi pada media budidaya baru.
3. Tambahkan Pupuk Organik Secukupnya
Pemberian pupuk organik dalam jumlah secukupnya dapat membantu meningkatkan kandungan unsur hara di dalam kolam sehingga pertumbuhan lumut menjadi lebih cepat dan lebih subur. Nutrisi alami dari pupuk organik biasanya mampu merangsang perkembangan mikroorganisme di dalam air, lalu kondisi tersebut sangat mendukung proses pertumbuhan lumut hijau pada media budidaya terpal. Banyak pembudidaya memanfaatkan pupuk kandang fermentasi ataupun pupuk cair organik sebagai tambahan nutrisi agar lumut lebih cepat berkembang memenuhi kolam.
Meskipun demikian, pemberian pupuk tetap perlu dilakukan secara bertahap dan tidak berlebihan. Jumlah pupuk terlalu banyak dapat membuat air menjadi sangat keruh, berbau, bahkan memicu pembusukan lumut akibat kualitas air menurun drastis. Oleh karena itu, penambahan nutrisi perlu disesuaikan kondisi kolam agar keseimbangan lingkungan budidaya tetap terjaga dengan baik.
4. Gunakan Bibit Lumut Berkualitas
Pemilihan bibit lumut berkualitas sangat menentukan keberhasilan budidaya dalam jangka panjang. Bibit lumut berwarna hijau segar dari kolam alami, area persawahan, ataupun saluran air bersih biasanya memiliki daya tumbuh lebih baik dibanding lumut kusam bercampur lumpur atau kotoran. Lumut sehat umumnya mempunyai tekstur lembut, warna cerah, lalu tidak mengeluarkan aroma busuk saat disentuh.
Bibit berkualitas biasanya mampu berkembang lebih cepat setelah ditebar ke dalam kolam terpal. Penyebaran bibit secara merata juga penting dilakukan agar pertumbuhan lumut tidak hanya terkumpul pada satu sisi kolam saja. Persebaran merata membantu seluruh area media budidaya memperoleh peluang pertumbuhan sama sehingga hasil panen nantinya terlihat lebih padat dan melimpah.
5. Jaga Kedalaman Air Tetap Stabil
Menjaga kedalaman air tetap stabil menjadi langkah penting untuk membantu pertumbuhan lumut berlangsung lebih optimal. Ketinggian air ideal sekitar 20 hingga 40 sentimeter memungkinkan cahaya matahari menjangkau hampir seluruh bagian kolam sehingga proses fotosintesis dapat berjalan secara maksimal. Kedalaman air terlalu tinggi sering membuat sinar matahari sulit menembus dasar kolam, akibatnya pertumbuhan lumut menjadi tidak merata dan cenderung lebih lambat.
Selain menjaga ketinggian air, pembudidaya juga perlu memperhatikan volume air saat musim panas berlangsung. Penguapan dapat menyebabkan permukaan air berkurang secara perlahan. Penambahan air baru sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit agar kondisi lingkungan kolam tetap stabil dan lumut tidak mengalami perubahan suhu mendadak.
6. Hindari Penggunaan Aerator Berlebihan
Budidaya lumut sebenarnya tidak membutuhkan arus air terlalu kuat seperti pada budidaya ikan tertentu. Air tenang justru membantu lumut tumbuh lebih mudah pada permukaan kolam terpal sehingga perkembangan dapat berlangsung lebih merata. Penggunaan aerator berlebihan sering menciptakan gelombang air terlalu aktif lalu kondisi tersebut dapat menghambat penyebaran lumut di dalam kolam.
Selain memperlambat pertumbuhan, arus air terlalu kuat juga dapat menyebabkan lumut berkumpul pada satu titik tertentu sehingga distribusi pertumbuhan menjadi tidak seimbang. Oleh sebab itu, penggunaan aerator sebaiknya dibatasi atau bahkan tidak digunakan apabila kondisi kolam masih mampu menjaga kualitas air secara alami.
7. Bersihkan Kolam Secara Rutin
Membersihkan kolam secara rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan budidaya lumut tetap stabil sepanjang waktu. Kotoran, dedaunan kering, lumut mati, ataupun sisa bahan organik berlebihan dapat memicu penurunan kualitas air apabila dibiarkan menumpuk terlalu lama di dalam kolam. Kondisi air kotor sering menyebabkan pertumbuhan lumut terganggu lalu memunculkan aroma tidak sedap pada media budidaya.
Pembersihan ringan secara berkala membantu menjaga air tetap jernih dan sehat bagi perkembangan lumut hijau. Lumut sehat biasanya memiliki warna hijau cerah, tekstur lembut, lalu tidak menimbulkan bau menyengat. Perawatan sederhana seperti mengangkat sampah kecil di permukaan kolam dapat memberikan pengaruh besar terhadap kualitas hasil panen.
8. Lakukan Panen Bertahap
Panen lumut sebaiknya dilakukan secara bertahap agar sebagian bibit alami tetap tersedia di dalam kolam untuk proses pertumbuhan berikutnya. Teknik panen seperti ini sangat membantu pembudidaya agar tidak perlu memulai budidaya dari awal setiap kali selesai mengambil hasil lumut. Dengan menyisakan sebagian lumut pada media budidaya, proses regenerasi dapat berlangsung lebih cepat lalu kolam kembali menghasilkan lumut baru dalam waktu relatif singkat.
Selain menjaga keberlanjutan produksi, metode panen bertahap juga membantu mempertahankan kestabilan ekosistem kecil di dalam kolam terpal. Cara ini membuat pertumbuhan lumut berikutnya menjadi lebih mudah dikontrol sehingga hasil panen dapat diperoleh secara rutin dalam jumlah cukup melimpah.
Keuntungan Budidaya Lumut di Kolam Terpal
- Budidaya lumut di kolam terpal tidak membutuhkan modal terlalu besar dibanding pembuatan kolam permanen dari beton atau tanah. Terpal mudah ditemukan di pasaran dengan harga relatif terjangkau sehingga cocok digunakan oleh pemula maupun pelaku usaha rumahan. Selain itu, kebutuhan peralatan tambahan juga tidak terlalu banyak sehingga pengeluaran awal dapat ditekan lebih efisien.
- Kolam terpal dapat dipasang pada halaman rumah, area samping bangunan, bahkan pekarangan kecil sekalipun. Kondisi tersebut membuat budidaya lumut tetap bisa dilakukan meskipun tidak memiliki lahan luas. Banyak masyarakat memanfaatkan ruang kosong sederhana sebagai media produksi lumut alami untuk kebutuhan pakan ikan.
- Penggunaan kolam terpal membuat proses pembersihan, pengontrolan air, hingga pemantauan pertumbuhan lumut menjadi lebih mudah dilakukan. Permukaan terpal membantu pembudidaya melihat kondisi lumut secara jelas sehingga apabila muncul masalah dapat segera ditangani sebelum berkembang lebih parah.
- Lumut termasuk tanaman air dengan perkembangan cukup pesat apabila mendapatkan cahaya matahari serta nutrisi memadai. Dalam waktu singkat, permukaan kolam biasanya mulai dipenuhi lumut hijau siap dimanfaatkan sebagai pakan alami ikan. Kondisi tersebut membuat proses panen dapat dilakukan berkali-kali dalam periode tertentu.
- Salah satu keuntungan terbesar budidaya lumut ialah kemampuannya menjadi sumber pakan alami bernutrisi bagi berbagai jenis ikan air tawar. Lumut sering dimanfaatkan untuk ikan nila, mujair, gurame, hingga beberapa ikan hias. Penggunaan pakan alami membantu mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan berharga mahal.
- Harga pakan ikan terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu sehingga banyak peternak mencari alternatif lebih ekonomis. Budidaya lumut di kolam terpal dapat membantu menekan biaya operasional harian lantaran hasil panen bisa langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan pakan tambahan.
- Budidaya lumut cenderung menggunakan proses alami tanpa banyak bahan kimia berbahaya. Sistem budidaya seperti ini membantu menjaga keseimbangan lingkungan perairan sehingga lebih aman bagi ikan maupun area sekitar kolam.
- Lumut hasil budidaya tidak hanya digunakan sendiri, tetapi juga dapat dijual kepada peternak lain. Permintaan terhadap pakan alami cukup tinggi di beberapa daerah sehingga budidaya lumut berpotensi menjadi usaha tambahan dengan modal ringan.
- Teknik budidaya lumut tergolong sederhana dan tidak membutuhkan keahlian khusus. Proses persiapan kolam, perawatan, hingga panen dapat dipelajari dalam waktu relatif singkat sehingga cocok bagi masyarakat yang baru ingin mencoba usaha budidaya rumahan.
- Keunggulan lain dari kolam terpal terletak pada sifatnya yang fleksibel dan mudah dipindahkan sesuai kebutuhan. Pembudidaya dapat mengatur ulang posisi kolam apabila ingin mencari area dengan pencahayaan matahari lebih baik atau melakukan penyesuaian lahan budidaya.
Pertanyaan Seputar Cara Budidaya Lumut di Kolam Terpal
Apa manfaat utama budidaya lumut di kolam terpal?
Manfaat utamanya adalah menyediakan pakan alami yang murah dan kaya nutrisi untuk ikan, serta membantu menjaga kualitas air dan ekosistem kolam sebagai penyaring alami dan penyuplai oksigen.
Bagaimana cara mempersiapkan kolam terpal untuk budidaya lumut?
Siapkan terpal berkualitas baik di lokasi yang mendapat sinar matahari cukup, bersihkan area kolam, tambahkan lapisan pasir halus sebagai bantalan, lalu isi air bersih setinggi 10-15 cm tanpa klorin.
Jenis lumut apa yang cocok untuk pakan ikan di kolam terpal?
Jenis lumut yang cocok antara lain lumut halus (kopyok), lumut batu, dan lumut sutra, karena mudah dibudidayakan dan sangat disukai ikan nila dan herbivora lainnya.
Apa saja yang perlu diperhatikan dalam perawatan budidaya lumut?
Jaga kelembapan media tanam, bersihkan dari gulma, hindari pupuk kimia, dan kelola paparan sinar matahari untuk mencegah pertumbuhan lumut berlebihan yang dapat mengurangi oksigen kolam.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485003/original/053067300_1769491509-Pakan_Ternak_Kambing_Selain_Rumput.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6579698/original/023521100_1779422365-Cara_Membuat_Wadah_Bibit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6618477/original/080850300_1779450005-ChatGPT_Image_May_22__2026__06_35_11_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6604148/original/025725100_1779439720-Rumah_dengan_Teras_Lebar___Taman_Refleksi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6611605/original/035195500_1779445023-gambar_wastafel.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564491/original/054239900_1776945981-johnnaturephotos-apple-7739714.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249058/original/076617100_1749627097-WhatsApp_Image_2025-06-11_at_13.55.06_056166ca.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465347/original/062541600_1767765565-bayam_merah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6599944/original/075243900_1779436774-Aturan_Pemberian_Pakan_Hewan_Kurban.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6604143/original/023492600_1779439696-inspirasi_rumah_adem_dan_aman_untuk_lansia_di_pedesaan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530372/original/036060600_1773413552-pedagang_sarapan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470021/original/005814900_1768194991-kebun_sayur_pekarangan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6600850/original/058749400_1779437471-pohon_mangga.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4892091/original/077645500_1721035848-Ilustrasi_mahasiswa__mahasiswi__kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6595254/original/068103900_1779433415-gambar_kandang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6602542/original/052789400_1779438578-Pot_Tanaman_dari_Batok_Kelapa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6600791/original/065062100_1779437424-Ide_Kombinasi_Kebun_Kangkung_dan_Cabai_Rawit_Gantung_di_Teras_Rumah_Kecil.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4683765/original/059692800_1702385114-Ternak_10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551108/original/037299300_1775718080-ketapang_2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481613/original/044013900_1769139803-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489268/original/078646900_1769835675-Jualan_buah_goreng__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495984/original/028777500_1770452855-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488893/original/092856000_1769769033-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.18.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490815/original/001976100_1770026229-jualan_es.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2262540/original/075447500_1530187074-Channa_stri_060627_7960_jtgno_ed_resize.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485348/original/055676200_1769503980-Gemini_Generated_Image_ykbuwykbuwykbuwy_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490648/original/042458000_1770019622-desain_kebun_sayur_pakai_kaleng__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485519/original/025563700_1769510053-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488293/original/093524200_1769746071-tirai_jendela1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488684/original/047569800_1769760902-kue_dari_tepung_mocaf5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495904/original/087503600_1770444952-Gemini_Generated_Image_7ycbx87ycbx87ycb.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494885/original/067165400_1770347594-telur_bebek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446768/original/019579900_1765941166-Ikan_lele_dipanen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483208/original/078189100_1769342982-1.jpg)