Aturan Pemberian Pakan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026, Maksimalkan Nutrisi Sebelum Penyembelihan

8 hours ago 4

Liputan6.com, Jawa Tengah - Idul Adha 2026 semakin dekat, para peternak maupun pembeli hewan kurban mulai mempersiapkan diri dengan serius. Salah satu aspek paling penting yang kerap diabaikan adalah aturan pemberian pakan hewan kurban yang tepat. Nutrisi yang optimal sebelum penyembelihan tidak hanya memengaruhi kualitas daging, tetapi juga kesehatan dan kesejahteraan hewan itu sendiri.

Hewan kurban yang mendapatkan pakan berkualitas dan teratur akan menunjukkan pertumbuhan bobot ideal, kondisi fisik prima, serta perilaku yang lebih tenang. Sebaliknya, pola makan yang sembarangan dan tidak teratur dapat membuat hewan mudah stres, rentan penyakit, bahkan menurunkan kualitas dagingnya secara signifikan. Oleh karena itu, memahami aturan pemberian pakan menjadi kewajiban bagi siapa pun yang hendak menyiapkan hewan kurban terbaik.

Baik sapi maupun domba, keduanya memerlukan pendekatan pemberian pakan yang spesifik. Mulai dari komposisi pakan, frekuensi pemberian, hingga jenis suplemen tambahan semuanya harus diperhatikan dengan seksama agar hewan kurban benar-benar siap dan berkualitas saat hari penyembelihan. Seorang pengelola peternakan sapi di Kabupaten Banjarnegara, Faisal Husen, memberikan tips pemberian pakan kepada hewan ternak yang benar. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Jumat (22/05/2026).

Pemberian Pakan Hewan Kurban Sapi: Kombinasi dan Komposisi Tepat

Pemberian pakan hewan kurban sapi tidak bisa dilakukan sembarangan, terutama bagi sapi yang sedang dalam masa penggemukan jelang Idul Adha. Menurut Faisal, jika hanya mengandalkan rumput saja tidak akan cukup untuk mencapai target bobot yang diinginkan.

"Jika diberi rumput perkembangan hewannya akan lama. Karena masuknya penggemukan jadi harus memenuhi target, makanya dibantu dengan pakan tambahan (comboran)," ujar Faisal.

Pakan tambahan atau comboran ini terdiri dari beberapa bahan yang dikombinasikan secara seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sapi secara menyeluruh. Bahan-bahan tersebut meliputi konsentrat, ampas tahu, singkong, molase, remix, polar, dan garam. Faisal menekankan pentingnya keseimbangan dalam setiap komponen pakan.

Pakan yang seimbang akan memastikan sapi tidak hanya bertambah berat, tetapi juga sehat secara keseluruhan. Kondisi ini sangat penting untuk menghasilkan daging kurban yang berkualitas tinggi. "Kalau bisa seimbang agar nutrisinya terpenuhi," tegas Faisal.

Pemberian Pakan Hewan Kurban Sapi: Frekuensi dan Jadwal Makan

Selain komposisi pakan, frekuensi dan kedisiplinan waktu makan merupakan hal yang tidak boleh diabaikan. Faisal menjelaskan bahwa jumlah pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan berat badan sapi. "Jumlah pakan yang diberikan tergantung berat sapi. 300 kilogram pakannya 3-4 kilo sekali makan. Sehari dua kali di pagi dan sore hari di jam yang sama," paparnya.

Urutan pemberian pakan pun harus diperhatikan dengan benar. Di pagi hari tempat makan harus dikosongkan terlebih dahulu, kemudian diberikan comboran. Setelah comboran habis barulah diberikan rumput atau jerami sebagai pelengkap serat. Pola ini penting agar sapi mengonsumsi pakan bergizi tinggi terlebih dahulu sebelum mendapatkan hijauan.

Waktu makan disarankan untuk diberikan di waktu yang sama setiap harinya. Air minum bersih juga merupakan bagian tak terpisahkan dari aturan pemberian pakan hewan kurban. Faisal menegaskan bahwa air putih harus selalu tersedia di samping kandang selama 24 jam penuh. "Pemberian garam pada pakan tambahan dan air minum akan membuat sapi tidak mudah stres," tambahnya.

Pemberian Pakan Hewan Kurban Domba

Berbeda dengan sapi, pemberian pakan untuk domba kurban dapat dioptimalkan dengan memanfaatkan teknologi fermentasi. Pakan fermentasi terbukti meningkatkan nilai nutrisi bahan pakan secara signifikan melalui aktivitas mikroorganisme yang mengurai dan memperkaya kandungan gizi. Proses pembuatannya diawali dengan menyiapkan bahan utama berupa kombinasi hijauan 50%, dedak 30%, dan jagung giling 20%. Proporsi ini dapat disesuaikan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kondisi domba.

Meskipun pakan fermentasi sangat bermanfaat, cara pemberiannya kepada domba harus dilakukan secara bertahap dan penuh perhitungan. Jika domba belum pernah terbiasa dengan pakan fermentasi, pemberian harus dimulai dari porsi kecil yang dicampur dengan pakan biasa yang sudah dikenal domba. Pendekatan bertahap ini penting untuk memberi waktu bagi sistem pencernaan domba beradaptasi dengan mikroorganisme dan enzim baru yang terkandung dalam pakan fermentasi. Setelah beberapa hari tanpa masalah, porsi pakan fermentasi dapat ditingkatkan secara perlahan sambil terus memantau kondisi fisik dan pencernaan domba. 

Perlu diingat bahwa pakan fermentasi berfungsi sebagai pelengkap, bukan pengganti pakan utama. Hitung kebutuhan nutrisi domba berdasarkan usia dan tingkat aktivitasnya, kemudian gunakan pakan fermentasi untuk mengisi kebutuhan yang tidak terpenuhi dari hijauan segar atau konsentrat. Dengan pendekatan yang tepat, domba kurban akan mencapai bobot ideal dan kondisi kesehatan yang prima sebelum Idul Adha tiba.

Cara Menilai Bobot dan Kualitas Sapi Kurban yang Benar

Selain memperhatikan pakan, calon pembeli dan peternak hewan kurban perlu memahami cara menilai bobot dan kualitas sapi secara akurat. Faisal merekomendasikan jenis sapi pegon sebagai pilihan yang paling menguntungkan. "Membeli sapi paling bagus pegon karena harganya pertama tidak kemahalan dan pertumbuhannya bisa memenuhi simental dan limosin," jelasnya.

Menilai kegemukan sapi tidak bisa hanya mengandalkan penampilan perut semata. Banyak orang keliru mengira sapi yang perutnya besar sudah pasti gemuk, padahal perut besar bisa disebabkan oleh penumpukan gas atau bahan pakan yang belum dicerna. Faisal menekankan bahwa indikator kegemukan yang sesungguhnya ada pada bagian yang berbeda dari tubuh sapi.

"Yang dilihat fokus ke bagian dada dan pantat sapi, jangan cuma dilihat perutnya saja. Itu bisa jadi indikator sapi tersebut beneran gemuk secara sehat atau tidak," tegas Faisal.

Bagian dada yang lebar dan penuh serta pantat yang berisi dan padat menandakan bahwa sapi memiliki massa otot dan lemak yang berkembang dengan baik, hasil dari nutrisi yang optimal dan perawatan konsisten. Dengan panduan ini, pembeli bisa lebih cermat memilih hewan kurban yang benar-benar berkualitas.

Pertanyaan Seputar Aturan Pemberian Pakan Hewan Kurban

1. Berapa kali sehari sapi kurban harus diberi makan? Sapi kurban idealnya diberi makan dua kali sehari, yaitu di pagi dan sore hari pada jam yang sama secara konsisten.

2. Apa saja bahan pakan tambahan (comboran) yang baik untuk sapi kurban? Comboran yang baik terdiri dari campuran konsentrat, ampas tahu, singkong, molase, remix, polar, dan garam dalam proporsi yang seimbang.

3. Apakah domba kurban boleh diberi pakan fermentasi? Ya, pakan fermentasi sangat baik untuk domba karena meningkatkan nilai nutrisi pakan, namun harus diberikan secara bertahap agar sistem pencernaan domba dapat beradaptasi.

4. Berapa lama proses fermentasi pakan domba berlangsung? Proses fermentasi pakan domba membutuhkan waktu antara 7 hingga 14 hari tergantung suhu ruangan dan jenis bahan yang digunakan.

5. Apakah air minum harus selalu tersedia untuk sapi kurban? Ya, air minum bersih harus selalu tersedia selama 24 jam penuh di samping kandang sapi kurban.

6. Mengapa pemberian pakan hewan kurban harus tepat waktu? Pemberian pakan yang tepat waktu mencegah sapi mengalami stres, menjaga ritme pencernaan yang sehat, dan mengoptimalkan pertumbuhan bobot secara konsisten.

7. Bagian tubuh mana yang paling tepat diamati untuk menilai kegemukan sapi kurban?Bagian dada dan pantat sapi adalah indikator paling akurat untuk menilai apakah sapi benar-benar gemuk secara sehat, bukan hanya melihat bagian perutnya saja.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |