7 Cara Mengusir Tikus Agar Tidak Bersarang di Tempat yang Sama, Rumah Bebas Hama

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Keberadaan tikus di rumah sering menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuni. Hewan pengerat ini kerap muncul di dapur, gudang, plafon, hingga sudut ruangan tersembunyi. Banyak orang mencari cara mengusir tikus agar tidak bersarang di tempat yang sama, supaya hunian tetap bersih dan aman dari risiko penyakit. Tanpa penanganan tepat, masalah ini bisa berulang dalam waktu singkat.

Tikus mampu beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan. Mereka tertarik pada area lembap, hangat, penuh sisa makanan, atau tumpukan barang lama. Jika tidak ada tindakan pencegahan, hewan ini akan kembali menempati lokasi favoritnya. Oleh sebab itu, memahami cara mengusir tikus agar tidak bersarang di tempat yang sama menjadi langkah penting demi menjaga kebersihan rumah.

Selain merusak perabot, tikus juga menggigit kabel listrik, mencemari bahan pangan, bahkan menyebarkan penyakit berbahaya. Bau pesing dari sarang lama dapat memancing koloni baru datang kembali. Situasi seperti ini membuat banyak orang mulai mencari solusi efektif berupa cara mengusir tikus agar tidak bersarang di tempat yang sama agar gangguan tidak terulang.

Upaya pengendalian tidak cukup hanya mengandalkan perangkap atau racun. Diperlukan langkah menyeluruh mulai dari menutup celah masuk hingga menjaga sanitasi ruangan. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (12/2/2026).

1. Tutup Semua Akses Masuk Tikus

Tikus mampu masuk ke dalam rumah melalui celah yang sangat kecil, bahkan lubang dengan ukuran sekitar 1–2 cm saja sudah cukup bagi hewan pengerat ini untuk menyusup dan menjadikan area tersebut sebagai jalur keluar-masuk yang rutin digunakan setiap hari.

Periksa area berikut:

  • Celah di bawah pintu: Perhatikan bagian bawah pintu utama maupun pintu belakang rumah, sebab sering kali terdapat rongga terbuka yang terlihat sepele tetapi sebenarnya menjadi akses favorit tikus untuk masuk pada malam hari.
  • Retakan tembok: Amati setiap sisi dinding, terutama pada bagian sudut atau sambungan bangunan lama, karena retakan kecil dapat berkembang menjadi celah yang cukup untuk dilalui tikus.
  • Lubang ventilasi: Ventilasi tanpa pelindung kawat berisiko menjadi pintu masuk langsung dari luar rumah menuju area dalam yang hangat dan aman.
  • Saluran pembuangan: Periksa saluran air di kamar mandi maupun dapur karena tikus kerap memanfaatkan jalur ini untuk bergerak dari selokan ke dalam rumah.
  • Atap dan plafon: Bagian atap yang renggang atau plafon yang berlubang sering menjadi jalur tersembunyi yang sulit terdeteksi.

Gunakan:

Kawat kasa besi: Material ini efektif untuk menutup ventilasi atau lubang udara tanpa menghambat sirkulasi.

Semen atau silikon sealant: Bahan ini dapat digunakan untuk menutup retakan permanen agar tikus tidak lagi memiliki akses masuk.

Penutup celah pintu (door seal): Alat ini membantu menutup rongga di bawah pintu sehingga tidak ada ruang tersisa untuk dilalui tikus.

Menutup akses merupakan langkah paling penting dan mendasar agar tikus tidak kembali bersarang di tempat yang sama.

2. Bersihkan Bau Sarang Lama

Tikus meninggalkan jejak urin dan kotoran yang berfungsi sebagai penanda wilayah sekaligus sinyal bagi tikus lain bahwa area tersebut aman untuk ditempati. Jika aroma khas ini tidak dihilangkan secara menyeluruh, maka kemungkinan besar tikus baru akan datang dan kembali bersarang di lokasi yang sama.

Cara membersihkan:

  • Gunakan campuran air + cuka: Larutan ini membantu menetralisir bau menyengat sekaligus mengurangi bakteri yang tertinggal.
  • Gunakan cairan disinfektan: Produk disinfektan mampu membunuh kuman serta menghilangkan sisa aroma yang tidak kasatmata.
  • Bersihkan area secara menyeluruh: Pastikan seluruh permukaan, termasuk sudut tersembunyi dan bagian bawah furnitur, dibersihkan hingga benar-benar kering.
  • Buang sarang lama ke dalam plastik tertutup: Masukkan sisa sarang, kotoran, dan material yang terkontaminasi ke dalam kantong plastik tebal lalu ikat rapat sebelum dibuang.
  • Pastikan memakai sarung tangan dan masker saat membersihkan guna menghindari paparan bakteri maupun virus yang mungkin terbawa oleh tikus.

3. Simpan Makanan dalam Wadah Tertutup

Tikus sangat tertarik pada aroma makanan, bahkan remah kecil yang tercecer dapat mengundang kedatangannya kembali.

Jangan biarkan:

  • Sisa makanan terbuka: Makanan yang dibiarkan di meja tanpa penutup akan menjadi sumber daya tarik utama.
  • Sampah dapur semalaman: Sampah organik yang tidak segera dibuang bisa mengeluarkan aroma kuat yang tercium hingga jarak tertentu.
  • Pakan hewan tanpa penutup: Makanan hewan peliharaan yang diletakkan di lantai tanpa wadah tertutup sering menjadi target tikus.
  • Gunakan wadah plastik atau kaca yang tertutup rapat sehingga tikus tidak mampu mencium atau menggigit kemasan tersebut.
  • Semakin sedikit sumber makanan yang tersedia, semakin kecil kemungkinan tikus kembali dan membangun sarang baru.

4. Gunakan Pengusir Tikus Alami

Beberapa bahan alami memiliki aroma kuat yang tidak disukai tikus dan dapat dimanfaatkan sebagai langkah pencegahan tambahan.

Beberapa bahan alami yang efektif:

  • Daun peppermint: Aroma segar namun tajam dari peppermint mampu mengganggu indra penciuman tikus.
  • Kapur barus: Bau menyengat dari kapur barus sering membuat tikus enggan mendekat.
  • Cuka: Selain untuk membersihkan, aromanya juga cukup kuat untuk mengusir tikus.
  • Bawang putih: Aroma tajam bawang putih dapat mengganggu kenyamanan tikus.
  • Cabai bubuk: Sensasi pedas dari cabai membuat tikus menghindari area tersebut.

Tikus tidak menyukai bau yang menyengat dan kuat. Letakkan bahan-bahan tersebut di area yang sering dilewati tikus seperti dapur, gudang, dan plafon agar hewan pengerat tersebut tidak kembali bersarang.

5. Pasang Perangkap atau Alat Ultrasonik

Jika populasi tikus sudah cukup banyak dan sulit dikendalikan hanya dengan metode pencegahan, maka perlu dilakukan tindakan tambahan yang lebih intensif.

Kombinasikan metode alami dengan:

  • Perangkap tikus (lem atau jebakan kandang): Perangkap ini membantu mengurangi jumlah tikus yang sudah berada di dalam rumah.
  • Alat pengusir tikus ultrasonik: Perangkat ini memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang tidak terdengar oleh manusia tetapi mengganggu sistem pendengaran tikus.

Alat ultrasonik bekerja dengan menciptakan lingkungan yang tidak nyaman sehingga tikus memilih pergi dan mencari tempat lain.

6. Jaga Kebersihan Lingkungan Rumah

Lingkungan yang kotor, berantakan, dan lembap merupakan tempat favorit tikus untuk bersembunyi dan berkembang biak.

Pastikan:

  • Tidak ada tumpukan kardus lama: Tumpukan barang yang jarang dipindahkan sering menjadi tempat persembunyian ideal.
  • Gudang tertata rapi: Susun barang dengan jarak dari lantai dan dinding agar tidak menciptakan ruang tersembunyi.
  • Rumput sekitar rumah tidak terlalu tinggi: Area luar rumah yang rimbun dapat menjadi tempat persembunyian sebelum tikus masuk ke dalam.
  • Saluran air lancar: Genangan air dapat menarik tikus untuk mendekat.

Rumah yang bersih dan tertata rapi membuat tikus merasa tidak nyaman untuk tinggal dan bersarang.

7. Gunakan Jasa Pembasmi Tikus (Jika Parah)

Jika tikus sudah bersarang dalam jumlah besar di plafon, dinding, atau area tersembunyi lain yang sulit dijangkau, maka mempertimbangkan jasa pest control profesional merupakan pilihan yang bijak. Tenaga ahli memiliki peralatan, metode dan bahan khusus yang mampu menangani infestasi secara menyeluruh sehingga risiko tikus kembali ke tempat yang sama dapat diminimalkan secara signifikan.

Bahaya Tikus Jika Dibiarkan

Keberadaan tikus di dalam rumah atau tempat usaha tidak boleh dianggap sepele. Hewan pengerat ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai risiko serius bagi kesehatan, keamanan, dan kondisi bangunan. Jika dibiarkan tanpa penanganan, dampaknya bisa semakin meluas dan sulit dikendalikan.

Menyebarkan Penyakit Berbahaya

Tikus dikenal sebagai pembawa berbagai penyakit berbahaya seperti leptospirosis, salmonellosis, hingga hantavirus. Penyakit tersebut dapat menular melalui urin, kotoran, air liur, atau makanan yang telah terkontaminasi. Kontak tidak langsung, seperti menyentuh permukaan yang terpapar lalu memegang makanan, juga dapat menjadi jalur penularan.

Mencemari Makanan dan Peralatan Dapur

Tikus sering mencari makanan di dapur atau area penyimpanan bahan pangan. Mereka dapat menggigit kemasan, meninggalkan kotoran, serta menyebarkan bakteri pada peralatan masak. Makanan yang tampak utuh sekalipun bisa saja telah terkontaminasi tanpa disadari.

Merusak Kabel Listrik

Salah satu kebiasaan tikus adalah menggerogoti benda keras untuk mempertajam giginya. Kabel listrik menjadi salah satu sasaran utama. Kerusakan pada kabel dapat memicu korsleting hingga risiko kebakaran, terutama jika terjadi di area tersembunyi seperti plafon.

Merusak Struktur Bangunan

Selain kabel, tikus juga dapat merusak kayu, plafon, isolasi, hingga dinding. Jika infestasi berlangsung lama, kerusakan kecil bisa berkembang menjadi masalah struktural yang memerlukan biaya perbaikan besar.

Menimbulkan Bau Tidak Sedap

Sarang tikus, kotoran, dan bangkai yang tersembunyi di dalam dinding atau plafon dapat menimbulkan aroma menyengat. Bau ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga sulit dihilangkan tanpa pembersihan menyeluruh.

Mengganggu Kualitas Istirahat

Tikus umumnya aktif pada malam hari. Suara berlarian di plafon atau dinding dapat mengganggu tidur dan menimbulkan rasa cemas bagi penghuni rumah.

Berkembang Biak dengan Cepat

Tikus memiliki kemampuan reproduksi yang sangat cepat. Dalam waktu singkat, satu pasang tikus dapat berkembang menjadi koloni besar. Jika tidak segera ditangani, jumlahnya akan terus bertambah dan semakin sulit dikendalikan.

FAQ Seputar Topik

Apa saja tanda-tanda awal keberadaan tikus di rumah?

Tanda-tanda awal meliputi suara goresan di dinding/langit-langit, bau urine menyengat, kotoran tikus, bekas gigitan pada benda, jejak kaki, dan penemuan sarang di tempat tersembunyi.

Mengapa tikus selalu kembali bersarang di tempat yang sama?

Tikus kembali ke tempat yang sama karena mereka meninggalkan jejak aroma atau feromon yang menjadi penanda wilayah aman, serta mencari makanan, air, dan tempat berlindung yang nyaman.

Bahan alami apa yang efektif untuk mengusir tikus?

Bahan alami yang efektif meliputi minyak esensial peppermint dan cengkeh, tanaman lavender, mint, rosemary, serai, catnip, kulit durian/nanas, cuka putih, bawang-bawangan, bubuk cabai, lada hitam, daun salam, ampas teh, dan bubuk kopi.

Bagaimana cara mencegah tikus masuk kembali ke rumah?

Cegah tikus masuk kembali dengan menutup semua titik masuk menggunakan wol baja atau semen, menjaga kebersihan rumah, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, serta merapikan area yang bisa menjadi sarang.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |