12 Ide Jualan di Bulan Ramadhan Modal Rp200 Ribu, Laris Manis dan Raup Cuan Maksimal

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadhan merupakan momen istimewa bagi umat Muslim sekaligus peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk meraih keuntungan. Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan makanan, minuman, dan produk musiman menciptakan pasar yang sangat potensial.

Kondisi ini membuka kesempatan bagi individu kreatif untuk memulai bisnis sampingan dengan modal terbatas, bahkan dari rumah atau lapak sederhana. Keberhasilan usaha ditentukan oleh pemilihan menu unik, strategi pemasaran yang tepat, serta kemampuan mengolah bahan sederhana menjadi produk menarik dan terjangkau.

Liputan6.com melansir dari berbagai sumber pada Kamis (12/2), 12 ide jualan di bulan Ramadhan modal Rp200 ribu beserta potensi keuntungan dan tips menjalankannya. Ide-ide tersebut berfokus pada produk yang banyak dicari, mudah dibuat, dan memiliki perputaran modal cepat sehingga cocok bagi pemula.

1. Takjil Tradisional: Primadona Berbuka Puasa

Takjil tradisional seperti kolak, es buah, dan gorengan selalu menjadi primadona saat berbuka puasa. Hidangan ini memiliki peminat tinggi karena rasanya yang familiar serta harganya yang terjangkau. Usaha takjil menempati posisi teratas dalam daftar jualan puasa yang paling laris karena memiliki karakter konsumsi harian dan tingkat pembelian impulsif yang tinggi.

Untuk memulai bisnis ini dengan modal Rp200 ribu, Anda bisa fokus pada satu atau dua jenis takjil yang bahan bakunya mudah didapat dan relatif murah di pasar tradisional. Misalnya, bahan untuk kolak pisang dan ubi seperti pisang kepok, ubi jalar, gula merah, santan, dan daun pandan cukup ekonomis. Begitu juga dengan gorengan, bahan-bahannya hanya sebatas tepung, sayur, tahu, tempe, dan minyak goreng.

Pangsa pasar takjil sangat luas, mulai dari anak muda hingga orang tua, dan pembeli jarang ragu untuk mencoba. Anda bisa menjualnya secara satuan atau paket di sekitar masjid, kawasan ramai, atau bahkan dari teras rumah. Dengan modal sekitar Rp40.000, Anda dapat memproduksi antara 50 hingga 60 potong gorengan, atau sekitar 30 cup es buah dengan modal Rp40.000-Rp50.000, dengan potensi keuntungan yang menggiurkan.

2. Minuman Segar Kekinian: Pelepas Dahaga Modern

Minuman segar selalu menjadi incaran utama saat waktu berbuka tiba, dan variasi kekinian seperti Es Semangka Creamy atau Es Jelly Ball dapat menarik perhatian pembeli. Minuman dingin unggul karena bahan baku murah, proses produksi cepat, dan daya tarik tinggi saat menjelang waktu berbuka. Inovasi rasa dan kemasan menjadi sangat penting di era sekarang, terutama bagi anak muda yang aktif di media sosial.

Untuk Es Semangka Creamy, Anda bisa menggabungkan potongan buah semangka segar dengan campuran susu cair, sirup, dan tambahan jelly atau selasih untuk tekstur kenyal. Bahan dasar yang mudah ditemukan di pasar membuat modal yang dikeluarkan relatif kecil, namun tetap dengan tampilan yang terlihat premium. Sementara itu, Es Jelly Ball membutuhkan jelly instan, gula pasir, krimer, susu UHT, serta aneka buah segar dan biji selasih, dengan estimasi modal awal sekitar Rp53.000 untuk 30 cup.

Minuman segar ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menawarkan potensi keuntungan signifikan bagi para penjual di bulan Ramadhan. Anda bisa menjualnya per cup dengan harga Rp3.000 hingga Rp5.000, dengan potensi keuntungan antara Rp70.000 hingga Rp100.000 dari modal awal yang minim. Pemasaran bisa dilakukan secara fisik di lokasi strategis atau melalui sistem pre-order online.

3. Es Susu Kurma: Sehat dan Kekinian

Kurma adalah buah yang tidak dapat dilepaskan dari bulan Ramadhan, dan mengolahnya menjadi Es Susu Kurma merupakan ide jualan kekinian yang sehat dan disukai banyak kalangan. Minuman ini dianggap sebagai energy booster yang baik untuk membatalkan puasa karena rasanya yang manis alami, creamy, dan menyegarkan. Es Susu Kurma juga cocok bagi mereka yang sadar kesehatan dan ingin berbuka dengan menu sehat.

Modal utama untuk Es Susu Kurma terletak pada susu dan kurma berkualitas, namun Anda tidak membutuhkan kompor, cukup blender saja. Anda bisa membeli kurma dalam jumlah kiloan dan susu UHT, lalu mengolahnya dengan sedikit madu. Dengan modal sekitar Rp200 ribu, Anda bisa mendapatkan bahan baku yang cukup untuk memproduksi beberapa botol atau cup Es Susu Kurma.

Target pasar utamanya adalah pekerja kantoran dan anak muda yang ingin berbuka dengan menu sehat tapi enak. Anda bisa menjualnya per botol 250ml dengan harga Rp12.000 hingga Rp18.000. Pemasaran dapat dilakukan melalui media sosial dengan sistem pre-order atau dititipkan di kantin kantor atau kafe.

4. Risol Mayo: Camilan Gurih Menggoda

Risol, khususnya risol mayo, menjadi menu takjil kesukaan banyak orang karena perpaduan kulit lembut sedikit bergerigi dengan isian mayones lembut yang memberi sensasi creamy. Risol mayo adalah takjil gurih dengan isian creamy yang menggoda, menjadikannya camilan yang banyak dicari saat berbuka puasa.

Bahan utama yang diperlukan untuk membuat risol mayo adalah kulit risol, telur, mayones, serta isian tambahan seperti daging asap atau ayam, dan tepung panir untuk melapisi. Kombinasi bahan-bahan ini menciptakan cita rasa yang harmonis dan tekstur yang memuaskan. Bahan-bahan ini relatif mudah didapatkan dan tidak memerlukan modal besar.

Dengan modal sekitar Rp50.000, Anda berpotensi menghasilkan antara 30 hingga 40 buah risol mayo yang siap dijual. Jika dijual dengan harga yang kompetitif, potensi keuntungannya cukup menjanjikan. Anda bisa menjualnya di lapak takjil atau menerima pesanan melalui media sosial.

5. Kukusan Sehat: Pilihan Takjil Ringan

Belakangan ini, kesadaran akan hidup sehat berkembang pesat di kalangan generasi muda, membuat banyak orang beralih membeli menu-menu kukusan yang lebih sehat. Ide jualan kukusan sehat seperti ubi ungu, pisang, kacang, hingga jagung bisa disulap menjadi bisnis takjil musiman Ramadhan yang menarik.

Bahan-bahan seperti ubi, pisang, kacang, dan jagung sangat mudah ditemukan di pasar tradisional dengan harga yang terjangkau. Anda hanya memerlukan alat pengukus sederhana yang mungkin sudah tersedia di rumah. Dengan modal sekitar Rp200 ribu, Anda bisa membeli berbagai jenis bahan kukusan dalam jumlah cukup banyak.

Menu-menu kukusan ini dapat dikemas ulang menggunakan plastik atau wadah kecil agar terlihat menarik dan mudah dibawa. Anda bisa menjualnya di tempat-tempat yang ramai mendekati waktu berbuka puasa, menargetkan konsumen yang mencari pilihan takjil yang lebih ringan dan sehat.

6. Salad Buah Yakult: Segar dan Unik

Salad dengan saus Yakult menjadi menu takjil kekinian karena rasanya yang segar, manis-asam, dan ringan untuk berbuka. Perpaduan buah potong dengan saus Yakult memberikan sensasi berbeda dari salad buah biasa, menjadikannya pilihan yang menarik bagi konsumen.

Modal salad Yakult relatif minim karena Anda bisa menyesuaikan jenis buah sesuai musim agar lebih hemat. Bahan-bahan yang dibutuhkan meliputi berbagai buah segar seperti melon, semangka, anggur, stroberi, serta Yakult dan susu kental manis untuk sausnya. Dengan modal Rp200 ribu, Anda bisa membeli berbagai buah dan bahan saus dalam jumlah yang cukup.

Anda bisa mengemasnya dalam cup kecil, membuatnya tampak murah dan mudah dibawa-bawa. Salad buah ini cocok dijual di area perkantoran atau kampus, menargetkan konsumen yang mencari takjil sehat dan praktis. Pemasaran melalui media sosial juga efektif untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

7. Puding Sutra Buah: Lembut dan Menyegarkan

Puding sutra memiliki tekstur yang sangat lembut dan lumer di mulut, menjadikannya takjil yang ringan bagi perut setelah seharian berpuasa. Agar lebih kekinian, puding ini bisa disajikan dalam kemasan cup kecil dengan siraman saus vla atau sirup buah yang segar di atasnya.

Bahan baku untuk puding sutra cukup ekonomis, seperti bubuk agar-agar, susu cair, gula, dan potongan buah asli seperti jeruk, anggur, atau stroberi. Tambahan potongan buah akan memberikan kesan mewah meskipun modal bahan bakunya cukup ekonomis. Dengan modal Rp200 ribu, Anda bisa memproduksi puluhan cup puding sutra buah.

Menu ini sangat cocok dijual dengan sistem pre-order melalui media sosial atau dititipkan di gerai takjil. Tampilan yang menarik dan rasa yang lembut akan menjadi daya tarik utama bagi pembeli, terutama mereka yang mencari takjil yang tidak terlalu berat namun menyegarkan.

8. Bakwan Pontianak Topping Mewah: Gorengan Spesial

Bakwan Pontianak dengan topping mewah menawarkan tekstur yang garing di luar namun lembut di dalam, membuatnya lebih istimewa dibandingkan bakwan sayur biasa. Ini bisa menjadi ide jualan takjil yang unik dan menarik perhatian pembeli.

Modal utama bisnis ini hanyalah tepung terigu, sayuran seperti kol dan wortel, serta sedikit bumbu dapur. Rahasia keuntungannya terletak pada sambal cocolan yang pedas dan segar sebagai pelengkap. Penggunaan cetakan khusus memastikan setiap bakwan memiliki ukuran yang seragam dan terlihat profesional.

Penjualan di depan rumah atau area pasar kaget Ramadhan biasanya akan sangat ramai karena aroma gorengan yang harum sangat menggoda orang yang lewat. Dengan modal sekitar Rp40.000, Anda dapat memproduksi antara 50 hingga 60 potong gorengan dengan berbagai variasi.

9. Dimsum Ayam Ekonomis: Takjil Anti-Mainstream

Dimsum ayam ekonomis bisa menjadi ide jualan takjil yang anti-mainstream dan menarik, karena makanan ini dianggap lebih sehat karena diproses dengan cara dikukus. Dengan bahan dasar daging ayam yang dicampur sedikit tepung tapioka, dimsum bisa diproduksi dengan biaya yang cukup terjangkau namun tetap terasa dagingnya.

Modal utama bisnis ini adalah daging ayam giling, tepung tapioka, bumbu dapur, dan kulit dimsum yang bisa dibeli di pasar. Taburan parutan wortel atau jamur di atasnya akan membuat tampilan dimsum terlihat lebih cantik dan menggiurkan. Dengan modal Rp200 ribu, Anda bisa membeli bahan-bahan ini untuk membuat beberapa porsi dimsum.

Sajikan dimsum dengan saus sambal encer yang memiliki perpaduan rasa asam, manis, dan pedas. Jika ingin modal lebih kecil, pelaku usaha bisa bekerja sama dengan produsen dimsum besar dan bertindak sebagai reseller atau agen. Dimsum dapat dijual per porsi atau per kotak, menargetkan konsumen yang mencari takjil gurih dan mengenyangkan.

10. Kurma Kemasan Mini: Simbol Ramadhan Bernilai Jual

Kurma merupakan simbol khas Ramadhan yang hampir selalu dicari untuk berbuka puasa, sehingga menjadikannya produk yang relatif aman untuk dijual. Menjual kurma dalam kemasan mini atau eceran adalah ide bisnis yang menjanjikan dengan modal kecil.

Anda bisa membeli kurma dalam ukuran kiloan dari distributor atau toko grosir untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Kemudian, kemas ulang kurma-kurma tersebut menggunakan plastik, pouch transparan, atau stoples mini agar tampil lebih eksklusif dan praktis dibagikan sebagai hadiah. Misalnya, per plastik diisi 3 butir kurma.

Dengan teknik repackaging sederhana, nilai jual kurma bisa meningkat tanpa harus mengeluarkan modal besar. Tambahan kartu ucapan Ramadhan, pita, dan stiker brand akan membuat tampilan lebih profesional. Strategi pemasaran cukup fleksibel, bisa ditargetkan ke keluarga, kantor, hingga komunitas pengajian yang biasanya membeli dalam jumlah banyak.

11. Lauk Pauk Matang Per Porsi: Praktis untuk Berbuka

Menjual lauk pauk matang per porsi, seperti paket sayur asem dan tempe goreng, menawarkan peluang usaha yang menjanjikan, terutama bagi mereka yang ingin memulai bisnis rumahan. Menu yang praktis dan siap santap ini sangat diminati oleh masyarakat yang tidak sempat memasak setelah seharian berpuasa.

Paket sayur asem menjadi salah satu menu favorit berbuka puasa karena rasanya yang segar dan ringan di perut. Bahan-bahan seperti jagung, kacang panjang, labu siam, dan melinjo relatif murah dan mudah didapat. Dipadukan dengan tempe goreng yang kaya protein, paket ini bisa disajikan dengan modal sekitar Rp10.000 per porsi.

Dengan modal Rp200 ribu, Anda bisa membeli bahan baku untuk beberapa porsi lauk matang. Menjaga kualitas bahan dan penyajian yang menarik adalah kunci untuk menarik minat konsumen. Kemasan yang menarik dan penyajian yang rapi akan meningkatkan daya tarik produk.

12. Hampers Mini Herbal/Camilan: Berbagi Penuh Makna

Hampers menjadi simbol berbagi di bulan Ramadhan dan diperkirakan semakin diminati, terutama dengan desain minimalis, personal, dan siap diberikan. Anda dapat membuat hampers mini berisi produk herbal atau camilan dengan modal yang terjangkau.

Minuman herbal seperti jahe instan, wedang uwuh, madu sachet, dan teh herbal banyak dicari karena membantu menjaga stamina saat berpuasa. Alternatifnya, hampers camilan kering seperti biskuit, wafer, atau kacang-kacangan dapat dikemas dalam konsep menarik yang sesuai kebutuhan konsumen.

Dengan modal sekitar Rp200 ribu, Anda bisa membeli bahan dalam jumlah kecil dan menonjolkan kemasan estetik agar terlihat premium. Keunggulan bisnis ini terletak pada fleksibilitas produk, kemudahan produksi, serta sistem pre-order yang membantu menekan risiko kerugian.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa saja ide jualan di bulan Ramadhan dengan modal Rp200 ribu?

Ide jualan meliputi takjil tradisional (kolak, es buah, gorengan), minuman segar kekinian (Es Semangka Creamy, Es Jelly Ball), Es Susu Kurma, Risol Mayo, Kukusan Sehat, Salad Buah Yakult, Puding Sutra Buah, Dimsum Ayam Ekonomis, Bakwan Pontianak Topping Mewah, Kurma Kemasan Mini, Lauk Pauk Matang Per Porsi, dan Hampers Mini Herbal/Camilan.

2. Mengapa bulan Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memulai bisnis?

Bulan Ramadhan meningkatkan kebutuhan masyarakat akan makanan, minuman, dan produk musiman, menciptakan pasar potensial bagi usaha kecil dengan modal minim.

3. Berapa potensi keuntungan dari jualan takjil tradisional seperti gorengan?

Dengan modal sekitar Rp40.000, Anda dapat memproduksi 50-60 potong gorengan, dengan potensi keuntungan yang menggiurkan karena harga jual per potong yang kompetitif.

4. Bagaimana cara menarik pembeli untuk minuman segar kekinian?

Inovasi rasa, kemasan menarik, serta pemasaran di lokasi strategis atau sistem pre-order online dapat menarik perhatian pembeli, terutama anak muda.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |