Liputan6.com, Jakarta - Banyak warga desa mulai melirik peternakan sebagai usaha sampingan maupun sumber penghasilan utama. Dari unggas, kambing, sapi, hingga perikanan skala rumahan, peternakan dinilai relatif fleksibel dan bisa dimulai dari skala kecil. Namun di lapangan, tidak sedikit peternak pemula yang gagal bertahan karena melakukan kesalahan-kesalahan peternak pemula sejak awal memulai.
Kondisi ini ditemukan oleh Suranta, pensiunan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Jumapolo, Karanganyar, Jawa Tengah. Berdasarkan pengalaman pendampingan lapangan selama puluhan tahun, kesalahan peternak pemula cenderung berulang dan terjadi hampir di semua jenis ternak.
Kesalahan tersebut bukan semata soal kurang modal, melainkan kurangnya perencanaan, pemahaman kebutuhan ternak, serta disiplin pengelolaan. Lebih jelasnya, berikut ini telah Liputan6 rangkm informasi lengkapnya, pada Selasa (20/1/2026).
1. Memulai Tanpa Perencanaan Usaha yang Jelas
Kesalahan paling awal yang sering terjadi adalah memulai beternak tanpa tujuan yang jelas. Banyak pemula langsung membeli ternak tanpa menentukan apakah usaha tersebut ditujukan untuk konsumsi sendiri, tabungan jangka pendek, atau usaha berkelanjutan.
Padahal, tujuan usaha akan menentukan hampir seluruh keputusan teknis, mulai dari jenis ternak, jumlah awal, sistem kandang, hingga pola pakan. Tanpa perencanaan, peternak akan kesulitan mengendalikan biaya dan tidak memiliki patokan keberhasilan.
Suranta menilai banyak kegagalan berawal dari tahap ini.
“Peternak pemula itu sering semangat di awal, tapi tidak tahu mau dibawa ke mana usahanya. Akhirnya jalan, tapi tidak terarah,” ujarnya.
Langkah yang perlu dilakukan:
- Tentukan jenis ternak sesuai lahan dan waktu luang
- Tentukan skala awal (kecil untuk belajar)
- Tentukan target pemeliharaan dan waktu panen atau jual
Perencanaan sederhana sejak awal dapat mencegah kerugian yang tidak perlu.
2. Langsung Beternak dalam Jumlah Besar
Kesalahan berikutnya adalah memulai dengan jumlah ternak terlalu banyak. Banyak pemula beranggapan semakin banyak ternak, semakin besar potensi keuntungan.
Faktanya, skala besar tanpa pengalaman justru meningkatkan risiko kematian ternak, pemborosan pakan, dan kelelahan pengelola. Peternak pemula sering belum memahami tanda-tanda stres, sakit, atau perubahan perilaku ternak.
“Kalau belum terbiasa, ngurus sepuluh saja sering kewalahan. Tapi karena ikut-ikutan, langsung beli puluhan,” kata Suranta mencontohkan kasus yang sering ia temui di desa.
Langkah yang disarankan:
- Mulai dari jumlah kecil
- Pelajari rutinitas harian ternak
- Tambah populasi setelah satu siklus berhasil
Skala kecil memberi ruang belajar dan evaluasi tanpa tekanan besar.
3. Kesalahan dalam Pengelolaan Pakan
Pakan menjadi faktor biaya terbesar dalam usaha peternakan. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menganggap pakan sekadar untuk mengenyangkan ternak.
Padahal, berdasarkan literatur peternakan dan jurnal nutrisi ternak, pakan berfungsi untuk pertumbuhan, daya tahan tubuh, dan efisiensi produksi. Pakan yang tidak seimbang akan membuat ternak lambat tumbuh, mudah sakit, dan boros biaya.
Suranta menekankan bahwa banyak pemula belum memahami prinsip ini.
“Yang penting ternaknya makan, itu yang sering jadi patokan. Padahal kebutuhan ternak beda-beda, tidak bisa disamaratakan,” ujarnya.
Langkah yang bisa dilakukan peternak pemula:
- Pelajari kebutuhan pakan sesuai jenis dan umur ternak
- Gunakan pakan utama ditambah bahan lokal (hijauan, limbah pertanian)
- Atur takaran dan jadwal pemberian pakan
Pendekatan ini banyak dianjurkan dalam buku peternakan rakyat karena lebih efisien dan berkelanjutan.
4. Kandang Dibuat Asal-asalan
Kandang sering dianggap sekadar tempat berteduh, padahal fungsi utamanya adalah menjaga kesehatan ternak. Kandang yang lembap, terlalu padat, dan sulit dibersihkan menjadi sumber penyakit.
Dalam praktik lapangan, kandang yang buruk sering menyebabkan ternak stres, nafsu makan menurun, dan produktivitas rendah. Menurut Suranta, persoalan kandang sering disepelekan karena dianggap tidak langsung menghasilkan uang.
“Padahal kandang itu investasi kesehatan ternak. Kalau kandangnya bermasalah, biaya obatnya nanti jauh lebih besar,” tuturnya.
Hal yang perlu diperhatikan saat membuat kandang:
- Ventilasi cukup dan tidak pengap
- Lantai kering dan mudah dibersihkan
- Kepadatan sesuai jenis ternak
Kandang yang baik tidak harus mahal, tetapi harus memenuhi fungsi dasar tersebut.
5. Tidak Melakukan Pencatatan Usaha
Banyak peternak pemula tidak mencatat pengeluaran dan perkembangan ternaknya. Akibatnya, ketika mengalami kerugian, penyebabnya sulit diketahui.
Suranta menyebut pencatatan sederhana sering kali diabaikan.
“Banyak yang merasa masih kecil, jadi tidak perlu dicatat. Padahal dari catatan itu peternak bisa belajar dari kesalahannya sendiri,” ujarnya.
Langkah pencatatan yang disarankan:
- Catat jumlah ternak masuk dan keluar
- Catat biaya pakan dan perawatan
- Catat kejadian penting (sakit, panen, jual)
Catatan ini menjadi dasar evaluasi untuk memperbaiki siklus berikutnya.
6. Terlambat Menangani Penyakit
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mengabaikan gejala awal penyakit. Banyak pemula menunggu terlalu lama sebelum mengambil tindakan.
Padahal, penyakit yang terlambat ditangani dapat menyebar dan meningkatkan kerugian. Suranta mengingatkan bahwa pengamatan harian adalah kunci.
“Kalau ternak mulai beda dari biasanya, jangan ditunda. Lebih cepat ditangani, biasanya lebih mudah diselamatkan,” katanya.
Langkah yang perlu dilakukan:
- Amati kondisi ternak setiap hari
- Pisahkan ternak yang menunjukkan gejala sakit
- Konsultasi dengan penyuluh atau tenaga kesehatan hewan
Penanganan cepat sering kali lebih murah dan efektif.
Tanya Jawab Seputar Kesalahan Peternak Pemula
Apakah kesalahan di awal beternak selalu berujung kegagalan?
Tidak selalu. Kesalahan di tahap awal justru umum terjadi dan bisa menjadi bagian dari proses belajar, selama peternak mau mengevaluasi dan memperbaiki cara pengelolaannya.
Kesalahan apa yang paling sering membuat peternak berhenti di tengah jalan?
Biasanya karena memulai tanpa perencanaan yang jelas dan tidak menghitung kemampuan diri, baik dari sisi waktu, tenaga, maupun biaya.
Apakah peternakan skala kecil masih menguntungkan?
Masih, terutama jika dikelola dengan disiplin. Skala kecil justru lebih aman untuk pemula karena risiko lebih terkendali dan mudah dievaluasi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2380477/original/071907400_1539229887-Muslim_Uighur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478134/original/023300400_1768892685-Untitled_design__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478732/original/000089700_1768916449-30128dcc-53d4-453d-80b1-dc0b8be95074.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474020/original/044154300_1768464817-B.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204044/original/066403400_1745990780-outfit_korea_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3916050/original/065430200_1643253754-pexels-cottonbro-4880395.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478425/original/067939100_1768901601-0ae1a58e-6c18-46c1-ad2f-0ad2cba99b1a.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478409/original/076187400_1768901011-a79ddd0f-951f-4951-8095-7c0912d9db7b.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478594/original/088070700_1768905912-Paket_Grill_Ekonomis.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476193/original/014518400_1768716328-Gemini_Generated_Image_lc6ismlc6ismlc6i.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478554/original/057404800_1768904586-Beternak_Jangkrik_Pakan_Ternak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478437/original/038973000_1768901842-stereofoam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2872637/original/033471900_1564974568-fan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478374/original/044360200_1768899430-unnamed__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366413/original/017841900_1759226871-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478195/original/010357000_1768894435-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988055/original/087077000_1649316225-cristina-anne-costello-w0tC_oQYslQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3179115/original/001034700_1594705556-side-view-man-arranging-business-files_23-2148377708.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477626/original/075275600_1768877828-bibit_padi.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)