Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam leunca di ember bekas kini semakin populer di kalangan penghobi tanaman rumahan. Leunca, atau yang dikenal juga sebagai ranti, adalah sayuran populer di Indonesia, terutama di Jawa Barat, yang sering dijadikan lalapan atau pelengkap sambal. Tanaman ini tidak hanya mudah tumbuh, tetapi juga kaya akan nutrisi dan memiliki berbagai manfaat kesehatan, menjadikannya pilihan ideal untuk kebun mini di rumah Anda.
Konsep berkebun dengan memanfaatkan wadah daur ulang seperti ember bekas tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga sangat praktis bagi mereka yang memiliki ruang terbatas seperti di apartemen atau pekarangan sempit. Dengan cara menanam leunca di ember bekas, Anda dapat mengontrol media tanam, memindahkan tanaman dengan mudah sesuai kebutuhan sinar matahari, dan tentu saja, mengurangi limbah plastik. Leunca dikenal sebagai spesies yang tangguh dan dapat tumbuh subur dengan intervensi minimal, menjadikannya pilihan yang sangat baik bagi pemula sekalipun.
Artikel ini akan memaparkan cara menanam leunca di ember bekas, mulai dari persiapan awal hingga panen. Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (22/5/2026).
Persiapan Awal: Ember Bekas dan Media Tanam
Langkah awal yang krusial dalam cara menanam leunca di ember bekas adalah menyiapkan wadah dan media tanam yang tepat agar tanaman dapat tumbuh optimal.
1. Memilih Ember Bekas:
- Pilih ember bekas yang memiliki ukuran cukup besar untuk menampung pertumbuhan akar leunca. Ukuran yang memadai akan mendukung perkembangan tanaman.
- Pastikan ember dalam kondisi bersih sebelum digunakan untuk mencegah kontaminasi pada media tanam.
- Sangat penting untuk membuat lubang drainase di bagian bawah ember untuk mencegah genangan air, yang dapat menyebabkan akar busuk dan menghambat pertumbuhan leunca.
2. Menyiapkan Media Tanam:
- Media tanam yang baik untuk leunca harus gembur, kaya nutrisi, dan memiliki drainase yang baik untuk sirkulasi udara dan air yang optimal.
- Campuran ideal bisa terdiri dari tanah subur, pupuk kandang matang atau kompos, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1.
- Pupuk organik seperti kotoran hewan (ayam atau kuda) dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah secara alami.
- Biarkan campuran media tanam tercampur rata selama beberapa hari sebelum digunakan agar nutrisi dapat menyatu sempurna.
Memilih Bibit Leunca Berkualitas
Leunca dapat diperbanyak melalui biji atau stek batang, keduanya merupakan metode efektif dalam cara menanam leunca di ember bekas.
1. Dari Biji:
- Pemilihan Biji: Pilih biji leunca dari buah yang sehat dan produktif. Biji yang segar memiliki daya kecambah yang lebih tinggi. Anda bisa membeli benih leunca berkualitas di toko pertanian atau marketplace daring.
-
Penyemaian:
- Gunakan wadah semai kecil, tray semai, atau wadah bekas lainnya yang memiliki lubang drainase.
- Buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 0,5-1 cm pada permukaan media tanam, dengan jarak antar lubang sekitar 2-3 cm.
- Masukkan satu biji leunca ke dalam setiap lubang, lalu tutup tipis dengan media tanam.
- Siram media tanam secara merata hingga basah, namun hindari penyiraman berlebihan untuk mencegah pembusukan akar.
- Tutup wadah semai dengan plastik transparan untuk menjaga kelembapan, dan buka secara berkala untuk menghindari kondensasi yang berlebihan.
2. Dari Stek Batang:
- Leunca juga bisa ditanam dari stek batang. Metode ini dapat mempercepat waktu panen hingga sekitar satu bulan dibandingkan dari biji, menawarkan keuntungan efisiensi waktu.
Proses Penanaman Leunca di Ember Bekas
Setelah bibit leunca berumur sekitar 4-6 minggu dan memiliki 2-3 helai daun, bibit siap dipindahkan ke ember bekas yang telah disiapkan. Ini adalah tahap penting dalam cara menanam leunca di ember bekas.
1. Pemindahan Bibit:
- Pilih bibit yang sehat dan kuat untuk memastikan pertumbuhan yang optimal.
- Tanam bibit dengan kedalaman sekitar 1-2 cm di media tanam yang sudah disiapkan.
- Jika menanam lebih dari satu bibit dalam satu ember besar, berikan jarak antar bibit sekitar 20-30 cm untuk ruang tumbuh yang cukup.
- Setelah penanaman, siram secukupnya untuk membantu bibit beradaptasi dengan lingkungan barunya.
2. Penempatan Ember:
- Leunca menyukai sinar matahari penuh, minimal 6-8 jam per hari, untuk fotosintesis yang maksimal.
- Tempatkan ember di lokasi yang mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup agar tanaman dapat tumbuh subur.
Perawatan Leunca di Ember Bekas untuk Panen Optimal
Perawatan yang tepat akan memastikan leunca tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah. Berikut adalah beberapa tips penting untuk cara menanam leunca di ember bekas dengan hasil terbaik.
1. Penyiraman:
- Siram tanaman secara teratur, terutama saat media tanam terlihat kering, untuk menjaga kelembapan.
- Pastikan tanah tetap lembap tetapi tidak tergenang air, karena drainase yang baik sangat penting untuk mencegah akar busuk.
- Leunca sensitif terhadap kekeringan, jadi jangan biarkan media tanam terlalu kering.
- Air hujan atau air yang disaring lebih baik daripada air keran yang mengandung klorin, yang bisa merugikan tanaman.
2. Pemupukan:
- Berikan pupuk organik secara berkala untuk menyuburkan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.
- Pupuk kompos atau pupuk kandang dapat ditambahkan secara rutin untuk menjaga ketersediaan nutrisi.
3. Penyiangan Gulma:
- Meskipun leunca dapat tumbuh liar, membersihkan gulma di sekitar tanaman sangat penting agar tidak bersaing nutrisi dengan leunca.
4. Pengendalian Hama dan Penyakit:
- Periksa tanaman secara rutin untuk mengidentifikasi hama atau tanda-tanda penyakit sejak dini.
- Pemangkasan secara teratur dapat membantu mempertahankan aliran udara dan mengurangi infestasi hama seperti kutu dan lalat putih.
5. Pemangkasan dan Penyangga:
- Struktur penyangga mungkin diperlukan saat tanaman tumbuh dan mulai menghasilkan buah yang berat untuk menopang cabang.
- Pemangkasan daun dapat mempercepat pembuahan dengan mengalihkan nutrisi ke pembentukan bunga dan buah, sehingga meningkatkan hasil panen.
Panen Leunca
Leunca memiliki masa panen yang relatif cepat, sekitar 3-4 bulan dari waktu tanam. Panen daun atau pucuk pertama dapat dilakukan pada 40-60 hari setelah tanam.
- Buah: Buah leunca biasanya dipanen saat masih hijau atau hampir tua, karena buah yang terlalu tua rasanya akan liat.
- Daun: Daun muda juga sering dipanen untuk dikonsumsi sebagai lalapan atau bahan masakan.
- Leunca dapat dipanen berkali-kali, bahkan setiap hari, menjadikannya tanaman yang sangat produktif dan memberikan pasokan sayuran segar berkelanjutan.
Kandungan Nutrisi dan Manfaat Kesehatan Leunca
Leunca kaya akan nutrisi penting seperti vitamin A, B1, dan C, serta antioksidan. Setiap 100 gram leunca segar mengandung sekitar 49 kkal kalori, 3,6 gram protein, 7,2 gram karbohidrat, 1,9 gram serat, 210 mg kalsium, 90 mg fosfor, dan 2,8 mg zat besi. Manfaat kesehatan dari leunca meliputi:
- Menjaga kesehatan mata: Berkat kandungan vitamin A yang tinggi, leunca membantu memproduksi rhodopsin, pigmen yang penting untuk penglihatan dalam kondisi gelap.
- Mencegah kanker: Leunca mengandung senyawa seperti solasonine, solasodine, solamargine, dan solanin yang dapat mencegah proliferasi sel kanker, termasuk kanker payudara, serviks, lambung, dan saluran pernapasan.
- Menjaga kesehatan kulit: Kandungan vitamin C dan antioksidan membantu mencegah kerusakan sel kulit, mengurangi kerutan, flek hitam, dan garis halus.
- Menjaga fungsi hati dan ginjal: Antioksidan dalam leunca dapat mencegah kerusakan sel ginjal dan menjaga fungsinya, serta membantu hati bekerja optimal dan menetralkan racun.
- Mengatasi infeksi saluran kemih (ISK): Leunca mengandung zat diuretik yang dapat memperlancar saluran kemih.
- Pereda demam dan nyeri: Leunca memiliki zat antipiretik untuk menurunkan panas tubuh dan zat analgetik untuk meredakan nyeri seperti kram menstruasi atau sakit kepala.
Meskipun bermanfaat, buah leunca yang belum matang mengandung solanin, sejenis alkaloid glikoalkaloid, yang dapat bersifat toksik jika dikonsumsi dalam jumlah sangat besar. Gejala keracunan solanin bisa meliputi sakit perut, mual, muntah, diare, atau sakit kepala. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi leunca yang sudah matang atau dimasak, dan dalam jumlah moderat.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Leunca
1. Apa itu leunca?
Leunca adalah sayuran anggota suku terung-terungan (Solanaceae) yang buahnya berbentuk bulat kecil, berwarna hijau hingga ungu tua, dan sering dikonsumsi sebagai lalapan atau bahan masakan di Indonesia.
2. Mengapa menanam leunca di ember bekas?
Menanam leunca di ember bekas memungkinkan budidaya di lahan terbatas, kontrol media tanam, daur ulang limbah, dan fleksibilitas dalam penempatan tanaman, serta leunca dikenal tangguh dan mudah tumbuh.
3. Bagaimana media tanam yang ideal untuk leunca di ember?
Media tanam ideal harus gembur, kaya nutrisi, dan memiliki drainase baik, dengan campuran tanah subur, pupuk kandang/kompos, dan pasir (perbandingan 2:1:1).
4. Kapan waktu yang tepat untuk memindahkan bibit leunca ke ember?
Bibit leunca siap dipindahkan ke ember setelah berumur sekitar 4-6 minggu dan memiliki 2-3 helai daun.
5. Bagaimana cara mengatasi hama pada tanaman leunca?
Gunakan pestisida alami seperti larutan bawang putih atau air sabun untuk mengurangi hama tanaman.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485003/original/053067300_1769491509-Pakan_Ternak_Kambing_Selain_Rumput.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6579698/original/023521100_1779422365-Cara_Membuat_Wadah_Bibit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6618477/original/080850300_1779450005-ChatGPT_Image_May_22__2026__06_35_11_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6604148/original/025725100_1779439720-Rumah_dengan_Teras_Lebar___Taman_Refleksi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6611605/original/035195500_1779445023-gambar_wastafel.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564491/original/054239900_1776945981-johnnaturephotos-apple-7739714.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249058/original/076617100_1749627097-WhatsApp_Image_2025-06-11_at_13.55.06_056166ca.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465347/original/062541600_1767765565-bayam_merah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6599944/original/075243900_1779436774-Aturan_Pemberian_Pakan_Hewan_Kurban.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6604143/original/023492600_1779439696-inspirasi_rumah_adem_dan_aman_untuk_lansia_di_pedesaan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530372/original/036060600_1773413552-pedagang_sarapan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470021/original/005814900_1768194991-kebun_sayur_pekarangan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6600850/original/058749400_1779437471-pohon_mangga.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4892091/original/077645500_1721035848-Ilustrasi_mahasiswa__mahasiswi__kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6595254/original/068103900_1779433415-gambar_kandang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6602542/original/052789400_1779438578-Pot_Tanaman_dari_Batok_Kelapa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6600791/original/065062100_1779437424-Ide_Kombinasi_Kebun_Kangkung_dan_Cabai_Rawit_Gantung_di_Teras_Rumah_Kecil.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4683765/original/059692800_1702385114-Ternak_10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551108/original/037299300_1775718080-ketapang_2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481613/original/044013900_1769139803-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489268/original/078646900_1769835675-Jualan_buah_goreng__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495984/original/028777500_1770452855-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488893/original/092856000_1769769033-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.18.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490815/original/001976100_1770026229-jualan_es.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2262540/original/075447500_1530187074-Channa_stri_060627_7960_jtgno_ed_resize.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485348/original/055676200_1769503980-Gemini_Generated_Image_ykbuwykbuwykbuwy_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490648/original/042458000_1770019622-desain_kebun_sayur_pakai_kaleng__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485519/original/025563700_1769510053-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488293/original/093524200_1769746071-tirai_jendela1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488684/original/047569800_1769760902-kue_dari_tepung_mocaf5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495904/original/087503600_1770444952-Gemini_Generated_Image_7ycbx87ycbx87ycb.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494885/original/067165400_1770347594-telur_bebek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446768/original/019579900_1765941166-Ikan_lele_dipanen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483208/original/078189100_1769342982-1.jpg)