6 Cara Memelihara Ikan Gurami di Wadah Plastik Bekas, Praktis dan Hemat untuk Pemula

5 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Cara memelihara ikan gurami di wadah plastik bekas kini semakin banyak diminati karena tidak membutuhkan kolam permanen maupun biaya besar. Wadah plastik bekas seperti bak air, drum plastik, atau kontainer berukuran besar dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya selama memenuhi kebutuhan dasar ikan gurami. Namun, keberhasilan pemeliharaan tetap bergantung pada pengelolaan kualitas air, pakan, hingga kepadatan ikan. 

Artikel ini akan membahas 6 cara memelihara ikan gurami di wadah plastik bekas, memastikan pertumbuhan ikan optimal dan hasil panen yang memuaskan. Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (14/7/2026).

1. Persiapan Wadah Plastik Bekas yang Optimal

Langkah awal yang krusial dalam cara memelihara ikan gurami di wadah plastik bekas adalah menyiapkan wadah yang layak dan aman. Ember plastik berukuran besar dengan kapasitas sekitar 80 liter atau berdiameter kurang lebih 50 sentimeter merupakan pilihan umum. Selain itu, bak atau drum plastik berkapasitas sekitar 200 liter juga sangat cocok untuk digunakan. Wadah harus dalam kondisi baik, tidak bocor, dan tidak terkontaminasi bahan kimia berbahaya.

Sebelum digunakan, bak harus dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran, debu, atau sisa zat yang dapat mengganggu kualitas air. Sterilisasi juga penting; sikat seluruh dinding bagian dalam dengan air bersih, lalu bilas menggunakan larutan garam krosok atau antiseptik ringan. Setelah itu, jemur wadah di bawah terik matahari selama 2-3 hari hingga benar-benar kering dan bau plastik hilang.

Pada bagian bawah ember, perlu dibuat beberapa lubang kecil. Lubang ini berfungsi untuk sirkulasi air dan pembuangan kelebihan volume, yang membantu mencegah penumpukan air kotor akibat sisa pakan dan kotoran ikan.

2. Menjaga Kualitas Air Demi Kesehatan Gurami

Kualitas air adalah faktor eksternal terpenting yang memengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan gurami. Air yang digunakan sebaiknya air bersih yang tidak tercemar bahan kimia dan memiliki tingkat keasaman (pH) yang stabil. Untuk keamanan ikan, air dapat diendapkan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Parameter kualitas air yang ideal untuk ikan gurami meliputi pH antara 4 hingga 11, suhu air berkisar 24°C hingga 30°C, dan oksigen terlarut (DO) yang memadai. Kondisi air yang tidak optimal dapat menyebabkan ikan stres dan rentan penyakit.

Penggantian air di dalam ember perlu dilakukan setiap 10-14 hari sekali. Namun, jika ikan menunjukkan penurunan nafsu makan atau air mulai berbau busuk, penggantian air harus segera dilakukan. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan ikan berenang ke permukaan dan menjadi lemas, yang bisa dicegah dengan mengurangi organisme kompetitor dan menjaga kebersihan wadah.

3. Memilih Benih Gurami Unggul untuk Budidaya

Keberhasilan budidaya ikan gurami sangat dipengaruhi oleh kualitas benih yang ditebar. Pilihlah benih gurami yang sehat dengan ciri-ciri bergerak aktif, tidak memiliki cacat fisik pada sirip atau ekor, ukuran tubuhnya seragam, dan responsif saat diberi sedikit pakan.

Benih yang sehat akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi. Kualitas benih yang baik akan mendukung pertumbuhan optimal dan mengurangi risiko kematian massal.

Setelah benih dimasukkan ke dalam wadah, ikan gurami tidak perlu langsung diberi pakan pada hari pertama. Sebaiknya, biarkan ikan berpuasa selama dua hari agar dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya.

4. Strategi Pakan Efisien untuk Pertumbuhan Cepat

Pakan merupakan faktor terpenting dalam menentukan kecepatan pertumbuhan ikan gurami. Karena ikan gurami adalah herbivora, unsur tumbuhan dalam pakan sangat penting untuk nutrisi mereka. Pakan utama bisa berupa pelet apung yang mengandung nutrisi cukup, dengan kadar protein ideal sekitar 32% untuk gurami berukuran 3-5 cm.

Selain pelet, pakan alternatif juga dapat diberikan untuk menekan biaya dan mempercepat pertumbuhan. Beberapa pilihan pakan alternatif meliputi daun sente, daun pepaya, daun singkong, daun lamtoro, ampas tahu, maggot, atau cacing tanah. Variasi pakan ini juga dapat memperkaya nutrisi yang diterima ikan.

Pemberian pakan dilakukan secara rutin dan berkala, biasanya pada pagi dan sore hari. Penting untuk tidak memberikan pakan berlebihan karena dapat mengotori air dan menyebabkan penyakit, yang pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan ikan.

5. Pengelolaan Lingkungan dan Antisipasi Penyakit

Pengelolaan lingkungan yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan ikan gurami di wadah plastik bekas. Salah satu cara efektif adalah dengan menambahkan eceng gondok di kolam. Eceng gondok berfungsi untuk mencegah sorot sinar matahari berlebihan pada kolam dan menyediakan tempat berlindung bagi ikan.

Penyakit umum yang menyerang gurami meliputi bintik putih, Aeromonas, jamur Saprolegnia, dan mata belo. Gejala penyakit seperti perubahan warna kulit, penurunan nafsu makan, atau munculnya bintik-bintik pada tubuh harus segera diwaspadai agar dapat ditangani dengan cepat.

Pencegahan terbaik adalah dengan menjaga kualitas air secara konsisten, menghindari penumpukan sisa pakan di dasar wadah, dan memastikan wadah selalu dalam kondisi bersih. Lingkungan yang terjaga kebersihannya akan meminimalkan risiko penyebaran penyakit.

6. Monitoring Rutin dan Estimasi Waktu Panen

Monitoring rutin terhadap pertumbuhan ikan gurami sangat penting untuk memastikan keberhasilan budidaya. Perhatikan ukuran ikan, nafsu makan, dan perilaku sehari-hari mereka. Perubahan perilaku atau tanda-tanda stres perlu segera diidentifikasi.

Jika ikan menunjukkan tanda-tanda stres atau penyakit, segera lakukan tindakan korektif. Ini bisa berupa penggantian air sebagian atau keseluruhan, atau pemberian obat yang sesuai jika diperlukan. Penanganan cepat akan mencegah masalah menjadi lebih parah.

Ikan gurami yang dibudidayakan di ember atau wadah plastik bekas umumnya dapat dipanen dalam waktu 4-6 bulan sejak tebar benih. Waktu panen ini dapat bervariasi tergantung pada ukuran yang diinginkan dan manajemen pakan yang diterapkan selama proses budidaya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Wadah plastik bekas seperti apa yang cocok untuk memelihara ikan gurami?

Wadah plastik bekas yang cocok adalah ember berkapasitas sekitar 80 liter atau drum berkapasitas sekitar 200 liter. Pastikan wadah dalam kondisi baik, tidak bocor, dan bebas dari kontaminasi bahan kimia berbahaya.

2. Bagaimana cara mempersiapkan wadah plastik bekas sebelum digunakan?

Wadah harus dicuci bersih, disikat dengan air dan larutan garam krosok atau antiseptik, lalu dijemur 2-3 hari hingga kering dan bau plastik hilang. Penting juga untuk membuat lubang kecil di bagian bawah untuk sirkulasi air.

3. Apa saja parameter kualitas air yang penting untuk ikan gurami?

Parameter penting meliputi pH antara 4-11, suhu air berkisar 24-30°C, dan oksigen terlarut (DO) yang memadai. Air yang digunakan harus bersih, tidak tercemar, dan sebaiknya diendapkan terlebih dahulu.

4. Jenis pakan apa yang direkomendasikan untuk ikan gurami di wadah plastik bekas?

Pakan utama adalah pelet apung dengan kadar protein ideal sekitar 32% untuk gurami berukuran 3-5 cm. Pakan alternatif seperti daun sente, daun pepaya, maggot, atau ampas tahu juga bisa diberikan untuk melengkapi nutrisi.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |