5 Ide Usaha Ternak Modal Rp100.000 yang Menguntungkan dan Cocok untuk Pemula

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - 5 ide usaha ternak modal Rp100.000 sangat cocok bagi Anda yang ingin memulai usaha dengan dana terbatas. Modal kecil bukan berarti peluang keuntungannya kecil, asalkan dikelola dengan tepat dan konsisten. Banyak jenis ternak skala rumahan yang bisa dimulai dari pekarangan sendiri.

Di tengah kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat, usaha ternak menjadi alternatif menjanjikan. Selain fleksibel, beberapa jenis ternak tidak membutuhkan lahan luas maupun peralatan mahal. Bahkan, sebagian bisa dijalankan dengan memanfaatkan barang bekas di rumah.

Kuncinya adalah memilih jenis ternak yang perawatannya mudah dan perputaran panennya cepat. Dengan strategi yang tepat, modal Rp 100.000 bisa berkembang menjadi usaha berkelanjutan. Berikut Liputan6 memberikan lima ide usaha ternak yang bisa Anda coba. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut, Jumat (13/2/2026).

1. Ternak Lele Skala Ember (Budikdamber)

Ternak lele dalam ember atau budikdamber menjadi pilihan populer karena hemat tempat dan biaya. Dengan modal sekitar Rp 100.000, Anda sudah bisa membeli bibit lele, pakan awal, serta ember besar. Sistem ini cocok untuk pekarangan sempit.

Lele termasuk ikan yang tahan terhadap kondisi air yang fluktuatif. Masa panennya relatif cepat, sekitar 2–3 bulan tergantung perawatan dan kualitas pakan. Permintaan pasar terhadap lele juga stabil karena banyak dikonsumsi masyarakat.

Keuntungan bisa diperoleh dari penjualan lele konsumsi atau bahkan penjualan bibit jika sudah berkembang. Dengan manajemen pakan yang baik, budikdamber bisa menjadi usaha rumahan yang menjanjikan. Perawatan rutin menjadi kunci agar tingkat kematian ikan rendah.

2. Ternak Jangkrik untuk Pakan Burung

Jangkrik memiliki pasar yang jelas, terutama untuk pakan burung dan reptil. Modal Rp 100.000 cukup untuk membeli bibit jangkrik, kotak ternak, serta pakan awal. Peralatannya pun sederhana dan bisa dibuat dari kardus atau box plastik.

Siklus panen jangkrik tergolong cepat, sekitar 30–40 hari. Dalam satu siklus, Anda bisa menghasilkan ribuan jangkrik jika perawatannya optimal. Hal ini membuat perputaran modal menjadi lebih cepat dibanding beberapa ternak lain.

Permintaan jangkrik cenderung stabil di komunitas pecinta burung. Selain itu, risiko kerugian relatif kecil jika kebersihan kandang terjaga. Dengan ketelatenan, usaha ini bisa berkembang menjadi skala lebih besar.

3. Ternak Ayam Kampung Super

Ayam kampung super bisa menjadi pilihan usaha ternak modal kecil. Dengan Rp 100.000, Anda dapat membeli beberapa ekor bibit DOC (Day Old Chick) serta pakan awal. Kandang sederhana bisa dibuat dari bambu atau kayu bekas.

Ayam kampung memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding ayam broiler. Permintaan pasar biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan. Selain dijual sebagai ayam potong, Anda juga bisa menjualnya sebagai ayam hidup.

Perawatan ayam kampung relatif mudah jika kebersihan kandang dijaga. Pakan tambahan bisa memanfaatkan sisa dapur atau dedaunan. Dengan manajemen yang baik, usaha ini bisa berkembang secara bertahap.

4. Ternak Cacing Tanah

Cacing tanah memiliki banyak manfaat, mulai dari pakan ikan hingga bahan pupuk organik. Modal Rp 100.000 cukup untuk membeli bibit cacing dan media ternak seperti kotoran ternak atau kompos. Wadahnya bisa menggunakan kotak plastik atau kayu.

Cacing berkembang biak dengan cepat jika media lembap dan terjaga kualitasnya. Dalam beberapa minggu, populasi bisa meningkat berkali lipat. Selain menjual cacing, Anda juga bisa menjual kascing atau pupuk hasil kotorannya.

Pasar cacing cukup luas, terutama bagi peternak ikan dan penggemar tanaman organik. Perawatannya tidak terlalu rumit dan tidak membutuhkan lahan luas. Ini menjadikannya salah satu ide usaha ternak modal kecil yang potensial.

5. Ternak Burung Puyuh

Burung puyuh dikenal produktif dalam menghasilkan telur. Dengan modal Rp 100.000, Anda bisa membeli beberapa bibit puyuh dan pakan awal. Kandang bisa dibuat bertingkat untuk menghemat ruang.

Telur puyuh memiliki permintaan pasar yang cukup stabil. Banyak digunakan sebagai bahan makanan maupun usaha kuliner. Produksi telur bisa dimulai dalam waktu relatif singkat setelah puyuh memasuki usia produktif.

Selain telur, puyuh juga bisa dijual sebagai indukan atau puyuh afkir untuk konsumsi. Perawatan yang konsisten akan meningkatkan tingkat produksi telur. Dengan pengelolaan yang baik, usaha ini bisa memberikan pemasukan rutin.

People Also Ask

1. Apakah benar usaha ternak bisa dimulai dengan Rp 100.000?

Jawaban: Ya, untuk skala kecil dan jumlah terbatas, beberapa jenis ternak bisa dimulai dengan modal tersebut.

2. Ternak mana yang paling cepat panen?

Jawaban: Jangkrik dan lele termasuk yang memiliki siklus panen relatif cepat.

3. Apakah perlu lahan luas untuk memulai?

Jawaban: Tidak, sebagian besar ide di atas bisa dijalankan di pekarangan sempit.

4. Bagaimana cara meminimalkan risiko kerugian?

Jawaban: Jaga kebersihan, kualitas pakan, dan pelajari teknik perawatan sebelum memulai.

5. Apakah usaha ternak cocok untuk pemula?

Jawaban: Cocok, asalkan dimulai dari skala kecil dan dikelola dengan konsisten.   

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |