Liputan6.com, Jakarta - Saat lampu LED di rumah Anda mati, apa yang biasanya dilakukan? Langsung membuang dan membeli yang baru? Tunggu dulu. Ternyata, keputusan membuang lampu LED yang rusak bisa merugikan kantong dan lingkungan.
Cosmos Kadarisman, pedagang lampu LED rekondisi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membuka mata kita tentang realitas yang jarang diketahui. Lampu LED yang mati sebenarnya masih bernilai ekonomi dan bisa digunakan kembali.
"Sebenarnya kalau dibeli lagi sekarang kan banyak yang murah-murah. Cuma kendalanya itu kalau yang sekarang itu yang di marketplace banyaknya itu murah tapi watt-nya enggak real," ungkap Cosmos saat ditemui Sabtu (14/2/2026).
Kenapa Lampu LED Cepat Rusak?
Lampu LED memang terkenal awet dengan klaim umur pakai mencapai 10.000-12.000 jam, bahkan ada yang mencapai 25.000-50.000 jam menurut standar industri. Namun kenyataannya, banyak konsumen mengeluh lampu LED mereka hanya bertahan beberapa bulan.
Cosmos menjelaskan, kerusakan lampu LED biasanya bukan pada LED-nya sendiri, melainkan pada komponen pendukungnya. "Yang paling rusak cuma komponen resistor. Itu penyebabnya macam-macam. Salah satunya arus listrik yang enggak stabil," jelasnya.
Ketidakstabilan arus listrik membuat komponen seperti resistor tidak kuat menahan tegangan dan akhirnya putus. Inilah yang membuat lampu mati, padahal LED-nya masih bagus.
Cosmos mengungkapkan fakta menarik tentang lampu LED murah di marketplace. "Misal 15 watt itu harusnya ada 20 titik LED. Nah, ini paling cuma 8. Atau 10 lah paling banyak. Jadi enggak seterang yang aslinya," ungkapnya.
Ini menjelaskan mengapa lampu LED dengan harga murah sering kali tidak sesuai harapan. Watt yang tercantum tidak sesuai, sehingga cahaya yang dihasilkan lebih redup.
Kenapa Tidak Langsung Dibuang?
Indonesia menghadapi masalah serius dengan sampah elektronik. Dilansir dari laman Kementarian Komunikasi dan Digital, Global E-waste Monitor 2024 melaporkan bahwa Indonesia menjadi penghasil limbah elektronik terbesar di Asia Tenggara dengan timbunan mencapai 1,9 juta ton pada 2022. Pulau Jawa menyumbang 56% dari jumlah tersebut.
Lampu LED termasuk dalam kategori sampah elektronik yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Dari 2 juta ton sampah elektronik, baru 17,4 persen yang berhasil dikelola dengan baik. Lebih mengkhawatirkan lagi, sampah elektronik di Indonesia diperkirakan akan akan terus bertambah.
Membuang sampah elektronik bukan hanya merugikan lingkungan, tetapi juga ekonomi. Optimalisasi daur ulang sampah elektronik di Indonesia dapat berdampak terhadap perekonomian.
Solusi Lebih Hemat, Sama Terang
Cosmos menawarkan alternatif yang lebih bijak, yakni dengan servis rekondisi lampu LED. Prosesnya sederhana namun efektif.
"Kita modelnya ganti mesin. Jadi kita belanja mesin kita rakit ulang casingnya pakai yang lama," jelas Cosmos. Berbeda dengan metode jumper yang viral di YouTube, metode ganti mesin lebih tahan lama.
Cosmos menjelaskan kelemahan metode jumper yang sering muncul di video tutorial online. "Sebenarnya bisa. Nah, cuman kelemahannya kalau untuk rumahan maksudnya kita garap sendiri, enggak masalah. Tapi ketika itu diperjualbelikan dalam arti jasa, itu umurnya enggak lama soalnya. Paling sebulan, 2 bulan mati."
Masalahnya teknis terjadi ketika satu LED di-jumper (dilewati), beban listrik yang seharusnya merata menjadi tidak seimbang. LED lain yang masih berfungsi jadi kelebihan beban dan akhirnya mati satu per satu.
"Yang harusnya tekanan itu diberi merata, akhirnya karena ada satu yang mati, yang lain kelebihan beban. Nah, jadi nanti mati satu-satu tuh gantian giliran," tambahnya.
Berapa Biaya Servis Lampu LED?
Perbandingan harga antara membeli baru dan rekondisi menunjukkan selisih yang cukup signifikan. Untuk lampu LED 5 watt, harga baru mencapai Rp15.000 sementara rekondisi hanya Rp7.000—hemat 53%. Lampu LED berkapasitas lebih besar seperti 60 watt yang dijual di atas Rp100.000 bisa didapat dengan harga rekondisi Rp90.000, menghemat 10-20%. Sementara untuk servis lampu yang dibawa sendiri, biayanya maksimal 50% dari harga baru.
"Kalau yang baru Rp100.000, ini paling maksimal harga paling tinggi itu Rp60.000. Berarti hampir setengahnya," kata Cosmos.
"Kalau terangnya sih bisa diadu. Kalau terangnya bisa diadu," tegas Cosmos dengan percaya diri. Yang membedakan hanya di ketahanan atau usia pakai, karena komponen pabrikan memang lebih bagus bahannya.
Namun, Cosmos mengklaim bahwa teknik rekondisinya bahkan bisa lebih baik. "Harusnya sih lebih kuat daripada yang pabrikan karena panasnya itu kebagi rata. Teknisnya, PCB yang lama kita copot, kita jadiin peredam panas juga. Jadi dobel."
Apakah Semua Lampu Bisa Direkondisi?
Kabar baiknya, hampir semua jenis lampu LED bisa diperbaiki. "Semua bisa sebenarnya. Yang berhubungan sama komponen PCB ya? Itu bisa semua," ujar Cosmos.
Namun ada catatan penting, jika ongkos servis hampir sama dengan harga beli baru, Cosmos justru menyarankan untuk membeli yang baru. Ini menunjukkan kejujuran dan fokus pada nilai ekonomis untuk pelanggan.
Pengecualian hanya untuk lampu bohlam spiral. "Soalnya dia kan harus kedap toh. Yang spiral itu harus kedap enggak bisa nih itu. Dan enggak rapi. Mungkin enggak worth it kalau untuk di servis," jelasnya.
Lampu LED emergency yang bisa menyala saat listrik mati juga bisa diperbaiki, namun biayanya lebih tinggi karena ada dua komponen, yakni power supply unit (PSU) dan PCB.
"Kalau servis bisa Rp60.000-Rp70.000. Kan bedanya sedikit," ungkap Cosmos.
Alternatifnya, lampu emergency bisa diubah jadi lampu biasa dengan biaya hanya Rp30.000 karena fungsi PSU-nya dimatikan.
Peluang Bisnis yang Naik Daun
Yang menarik, Cosmos juga membeli lampu LED rusak dari masyarakat. "Bisnis ini lagi naik daun. Jadi barang spare part-nya sendiri sekarang rebutan," katanya.
Casing aluminium dari lampu LED ternyata punya nilai jual tersendiri. "Casing ini aluminium. Jadi mahal, ada harganya. Nah, kalau di rosok hancur jadinya. Jadi rebutan sama tukang rosok juga."
Dengan memperbaiki lampu LED alih-alih membuangnya, kita berkontribusi nyata pada pelestarian lingkungan. Daur ulang sampah elektronik sebanyak 1 ton dapat mengurangi proses penambangan logam di alam dan berkontribusi pada penurunan emisi karbon sebanyak 1.400 ton.
Bayangkan jika setiap rumah tangga memilih untuk memperbaiki lampu LED mereka. Jutaan unit lampu LED bisa diselamatkan dari tempat pembuangan sampah setiap tahunnya.
FAQ
Q: Berapa lama umur lampu LED rekondisi?
A: Lampu LED hasil rekondisi bisa mencapai 10.000-12.000 jam jika menggunakan metode ganti mesin penuh. Umurnya memang lebih pendek dari produk pabrikan baru, tapi masih sangat layak dengan harga yang jauh lebih murah.
Q: Apakah lampu LED rekondisi sama terangnya dengan baru?
A: Ya, dari segi kecerahan cahaya, lampu LED rekondisi bisa sama terangnya dengan lampu baru. Perbedaannya hanya pada durabilitas atau ketahanan jangka panjang.
Q: Kenapa lampu LED cepat rusak padahal klaimnya awet?
A: Kerusakan biasanya terjadi pada komponen adaptor atau resistor, bukan pada LED-nya. Penyebab utamanya adalah arus listrik yang tidak stabil. Selain itu, banyak lampu LED murah di pasaran yang tidak sesuai spesifikasi (watt tidak real).
Q: Apakah metode jumper aman untuk lampu LED?
A: Metode jumper bisa dilakukan untuk pemakaian pribadi di rumah. Namun untuk jangka panjang, metode ini tidak disarankan karena menyebabkan distribusi beban listrik tidak merata dan LED lain akan cepat rusak.
Q: Dimana bisa servis lampu LED?
A: Cari teknisi atau toko elektronik yang menawarkan jasa rekondisi lampu LED. Pastikan mereka menggunakan metode ganti mesin, bukan hanya jumper, agar hasilnya lebih tahan lama.
Q: Bolehkah lampu LED rusak dibuang ke tempat sampah biasa?
A: Tidak. Lampu LED termasuk sampah elektronik kategori B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang harus dikelola khusus. Sebaiknya diserahkan ke bank sampah atau fasilitas pengelolaan sampah elektronik, atau dimanfaatkan untuk rekondisi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503509/original/076483300_1771152702-unnamed-53.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503364/original/081695200_1771137012-Kandang_Ayam_Tray.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503474/original/062284300_1771147257-Gemini_Generated_Image_d38kqed38kqed38k.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503466/original/007080100_1771146899-unnamed-44.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503432/original/027125200_1771143176-093104900_1769479464-merebus_daun_pepaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503322/original/089792100_1771132762-Menyatukan_indukan_jantan_dan_betina_cupang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503302/original/098139100_1771131807-Bagian_Rumah_yang_Sering_Kotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503416/original/060743600_1771140104-Cara_Mengusir_Kecoa_dengan_Cangkang_Telur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503289/original/043275800_1771129401-Cara_Bersih_Bersih_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503257/original/063770700_1771127089-Mengelap_cermin__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503324/original/075106900_1771133266-Gemini_Generated_Image_70m24970m24970m2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503330/original/025112800_1771134254-Gemini_Generated_Image_nfcvx0nfcvx0nfcv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499816/original/048553300_1770795561-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503300/original/032076000_1771131445-Gemini_Generated_Image_7gn5hl7gn5hl7gn5.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3934907/original/020303800_1644920619-20220215-Budi-Daya-Ikan-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487766/original/021691800_1769676218-pvproductions.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500778/original/046807200_1770876746-ide_jualan_takjil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3271648/original/098569700_1603099779-cute-3284412_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496788/original/021287200_1770604303-eka-p-amdela-Qp8uB7Xo_fU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402231/original/075288600_1762241282-pot_gantung_3a.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392456/original/072528800_1761462722-1ec9a55c-db5f-4db5-8a13-c4a1e142a72c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387537/original/059762400_1761048814-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392481/original/002202300_1761464251-0a24cefe-c9c7-4c9c-b982-df981b47fba8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4606463/original/068658200_1696995206-super-snapper-UFrd8csYr1w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5388683/original/089037500_1761127569-pagar_lipat_cocok_untuk_lahan_sempit_perkotaan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391953/original/030356600_1761379482-rumah_sederhana_yang_bisa_dibangun_bertahap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394882/original/098461600_1761643402-desain_rumah_kecil__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5386096/original/014747300_1760954212-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394904/original/053731000_1761643560-surat_kesepakatan_bersama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392924/original/013002900_1761535927-unnamed_-_2025-10-27T102956.910.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394720/original/024442300_1761638556-closeup-hands-passing-contract-unrecognizable-businessman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385665/original/082078800_1760939967-MixCollage-20-Oct-2025-12-54-PM-3073.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384983/original/008935200_1760861247-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5287705/original/038778900_1752830948-ChatGPT_Image_18_Jul_2025__16.28.33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424174/original/010000300_1764135175-AI_Repair-Pro-image-9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394809/original/038370900_1761641292-gelang_emas_kecil_elegan__4_.jpg)