4 Cara Mencuci Mukena agar Tetap Putih dan Bebas Jamur Menjelang Ramadhan

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Cara mencuci mukena agar tetap putih dan bebas jamur penting diketahui menjelang bulan suci Ramadhan, agar perlengkapan ibadah tetap nyaman dan khusyuk digunakan. Mukena putih sering kali mudah kusam, menguning, atau berjamur akibat pemakaian harian dan sisa air wudhu yang lembap, sehingga pencucian yang tepat menjadi kunci agar serat kain tidak rusak dan mukena tetap tampak seperti baru.

Perawatan yang benar akan memastikan mukena selalu bersih, rapi, dan siap digunakan setiap kali ibadah. Berikut adalah langkah-langkah praktis mencuci mukena agar tetap putih dan bebas jamur, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber. Berikut cara mencuci mukena agar tetap putih dan bebas jamur, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Kamis (12/2/2026). 

1. Rendam dengan Bahan Pencerah Alami

Langkah pertama dalam mencuci mukena adalah merendamnya menggunakan campuran deterjen dan bahan pencerah alami seperti baking soda atau perasan lemon. Bahan-bahan ini sangat efektif untuk mengangkat noda kusam tanpa merusak serat kain yang halus. Caranya cukup mudah yaitu rendam mukena dengan campuran tersebut selama 15 - 30 menit agar kotoran yang menempel pada pori-pori kain dapat terangkat dengan sempurna.

Pastikan air yang digunakan adalah air bersih bersuhu normal untuk hasil yang maksimal. Selain itu, hindari menggunakan air yang terlalu panas karena dapat membuat bahan mukena menjadi cepat menciut atau rusak. Setelah waktu perendaman selesai, kotoran yang menempel pada mukena biasanya akan meluruh, sehingga memudahkan proses pencucian selanjutnya tanpa perlu tenaga ekstra.

2. Bersihkan Noda di Area Wajah Mukena

Area wajah mukena sering kali menjadi bagian yang paling cepat menguning atau berjamur karena terkena sisa air wudhu, keringat, maupun sisa kosmetik. Gunakan sikat gigi bekas yang lembut atau kucek perlahan menggunakan sabun pada bagian dahi dan dagu. Hal ini dilakukan agar noda membandel hilang sepenuhnya sebelum mukena dibilas secara keseluruhan.

Lakukan pembersihan ini dengan sangat hati-hati agar bagian karet atau renda di sekitar wajah tidak melar. Fokuslah pada titik-titik hitam atau noda kekuningan yang sering muncul di lipatan kain. Apabila area wajah sudah bersih kembali, maka tampilan keseluruhan mukena akan terlihat jauh lebih cerah saat digunakan.

3. Teknik Pencucian dan Pembilasan yang Lembut

Sangat disarankan untuk mencuci mukena secara manual dengan tangan untuk menjaga kualitas tekstur kain dan keutuhan bordirnya. Cara mencucinya hanya dengan mengucek perlahan di bagian-bagian yang kotor. Selain itu, hindari penggunaan sikat cuci yang kasar agar benang pada mukena tidak mudah tercabut. Apabila terpaksa menggunakan mesin cuci, maka pastikan mukena dimasukkan ke dalam kantong jaring pelindung khusus laundry.

Proses pembilasan harus dilakukan hingga air benar-benar bening dan tidak ada lagi sisa busa yang tertinggal di kain. Sisa deterjen yang tidak terbilas sempurna seringkali menjadi penyebab munculnya noda kuning saat mukena sudah kering. Pastikan seluruh sisa sabun luruh agar kain tetap lembut dan tidak terasa kaku saat digunakan salat.

4. Cara Penjemuran yang Tepat di Bawah Sinar Matahari

Langkah terakhir setelah pembilasan yaitu memeras mukena secara perlahan tanpa memelintirnya terlalu kuat agar bentuknya tetap terjaga. Jemur mukena dalam posisi terbalik di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik dan terkena sinar matahari alami. Sinar matahari pagi bertindak sebagai pemutih alami yang sangat ampuh untuk membantu mencerahkan kembali warna putih pada kain.

Pastikan mukena benar-benar kering hingga ke bagian lipatan terdalam sebelum diangkat dari jemuran. Jangan menyimpan mukena yang masih sedikit lembap karena akan memicu pertumbuhan jamur berupa bintik hitam yang sulit dihilangkan. Pastikan kembali mukena telah sempurna supaya terhindar dari bau apek dan siap disimpan dengan rapi untuk dipakai beribadah selama bulan Ramadhan.

Pertanyaan Umum tentang Topik

1. Bagaimana cara menghilangkan noda kuning di area dahi mukena?

Noda kuning biasanya muncul akibat sisa keringat atau pemakaian kosmetik yang menempel pada kain. Cara mengatasinya adalah dengan mengoleskan campuran baking soda dan sedikit air atau sabun ke area dahi, lalu gosok lembut menggunakan sikat gigi bekas. Setelah noda memudar, cuci dan bilas seperti biasa agar area wajah mukena kembali cerah.

2. Apakah aman menggunakan pemutih pakaian berbahan klorin secara rutin?

Penggunaan pemutih klorin yang terlalu sering sangat tidak disarankan karena dapat membuat serat kain menjadi tipis dan mudah robek. Sebagai alternatif yang lebih aman, gunakan pemutih berbasis bahan alami seperti perasan lemon yang lebih ramah terhadap tekstur kain. Bahan alami ini efektif mencerahkan tanpa merusak kualitas jahitan atau bordir pada mukena.

3. Bagaimana cara mencuci mukena yang sudah terlanjur berjamur atau berbintik hitam?

Bintik hitam akibat jamur bisa diatasi dengan merendam bagian yang terkena noda di dalam larutan cuka putih atau perasan jeruk nipis selama 30 menit. Setelah itu, taburkan sedikit garam dan gosok perlahan hingga bintik-bintik jamur menghilang dari serat kain. Pastikan setelahnya mukena dicuci bersih dan dijemur hingga benar-benar kering agar jamur tidak tumbuh kembali.

4. Bolehkah mencuci mukena putih menggunakan mesin cuci?

Mencuci dengan tangan adalah metode terbaik, namun jika harus menggunakan mesin maka gunakanlah kantong jaring untuk melindungi renda dan kain. Pilih siklus pencucian delicate atau handwash agar mesin tidak menarik serat kain terlalu kuat. Pastikan juga tidak mencampurnya dengan pakaian berwarna lain untuk menghindari risiko luntur.

5. Mengapa mukena putih tetap terlihat kusam meski sudah dicuci berkali-kali?

Penyebab utama mukena tetap kusam biasanya adalah penumpukan sisa deterjen atau kualitas air yang kurang bersih saat pembilasan. Pastikan membilas mukena hingga air benar-benar jernih dan tambahkan sedikit cuka putih pada bilasan terakhir untuk meluruhkan sisa residu sabun. Menjemur mukena di bawah sinar matahari pagi juga sangat membantu memberikan efek putih alami pada kain.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |