Liputan6.com, Jakarta - Ciri orang yang akan sukses dan tidak sukses menurut psikologi ternyata bisa diprediksi. Setiap individu rupanya memiliki potensi besar untuk mengubah arah hidup mereka atau malah terjebak di titik yang sama melalui kebiasaan sehari-hari dan cara merespons kegagalan.
Para ahli psikologi meneliti berbagai pola perilaku terkait mentalitas guna membantu siapapun mengenali batasan diri sekaligus menemukan jalan untuk menjemput kesuksesan secara berkala. Perubahan kecil pada pola pikir terbukti mampu memberikan dampak besar bagi pencapaian jangka panjang seseorang di masa depan.
Meski begitu, proses evaluasi diri ini tidak memerlukan waktu instan, melainkan konsisten pada penerapan kebiasaan positif setiap hari. Sebagai pedoman, Anda bisa menyimak 12 ciri berikut versi Liputan6 tentang berbagai indikator psikologis yang menentukan arah perjalanan hidup seseorang berdasarkan riset ilmiah, dirangkum, Kamis (30/7).
Ciri Orang yang akan Sukses
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4985417/original/058199600_1730277006-IMG-20241030-WA0071.jpg)
Perbesar
1. Memiliki Pola Pikir Bertumbuh
Individu dengan pola pikir bertumbuh selalu memandang tantangan sebagai sarana belajar, alih-alih menjadikannya sebagai hambatan lalu menghentikan langkah. Menurut profesor psikologi perkembangan di Universitas Texas di Austin yang juga salah satu pendiri Texas Behavioral Science and Policy Institute, David Yeager, PhD, di situs resmi American Psychological Association, menyebut jika ciri seseorang yang sukses adalah memiliki pola pikir yang berkembang.
Menurutnya, orang-orang tersebut percaya bahwa kemampuan dasar dapat terus diasah melalui latihan konsisten, kerja keras, serta keterbukaan terhadap kritik konstruktif. Sikap ini mendorong seseorang untuk mencari solusi kreatif saat menghadapi masalah rumit dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi.
Pembelajaran mandiri menjadi prioritas utama bagi kelompok ini agar kapasitas intelektual mereka terus meningkat dari waktu ke waktu. Mereka menikmati proses penambahan wawasan baru tanpa merasa terbebani oleh tingkat kesulitan materi yang sedang dipelajari. Hal ini menciptakan fondasi mental yang kuat dalam menghadapi dinamika dunia modern yang kompetitif.
Cara melatih mentalitas ini melibatkan kebiasaan mencatat setiap kesalahan harian sebagai bahan evaluasi tanpa menghakimi diri sendiri. Pembaca dapat membiasakan diri membaca literatur baru selama lima belas menit setiap malam untuk memperluas wawasan berpikir.
2. Konsisten Menjaga Disiplin Diri
Yeager menegaskan, bahwa disiplin diri menjadi fondasi utama yang membedakan individu produktif dari mereka yang sering menunda pekerjaan penting. Orang sukses terbiasa menyusun jadwal harian secara terstruktur dan menepati komitmen tersebut tanpa harus menunggu motivasi datang. Mereka paham bahwa tindakan kecil yang dilakukan secara rutin jauh lebih bernilai daripada rencana besar tanpa eksekusi.
Pengelolaan waktu harian dilakukan secara cermat untuk memastikan setiap jam memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian target utama. Mereka menolak segala bentuk gangguan eksternal yang berpotensi merusak fokus kerja sepanjang hari berjalan. Konsistensi tingkat tinggi ini melahirkan kebiasaan unggul yang sulit ditiru oleh orang biasa.
Cara melatih kedisiplinan dapat dimulai dengan teknik membagi tugas besar menjadi bagian kecil berdurasi sepuluh menit. Pembaca wajib menjauhkan perangkat seluler dari jangkauan saat sedang fokus menyelesaikan pekerjaan utama setiap hari.
3. Berani Menghadapi Risiko Kegagalan
Keberanian mengambil risiko terukur menunjukkan bahwa seseorang siap keluar dari zona nyaman demi meraih hasil lebih baik. Individu jenis ini paham bahwa setiap keputusan besar selalu disertai kemungkinan salah, namun mereka tahu cara meminimalkan kerugian. Pengalaman dari setiap kesalahan justru dijadikan modal berharga untuk menyusun strategi berikutnya.
Mereka memandang ketidakpastian sebagai bagian normal dari proses pencapaian prestasi besar di bidang apa pun. Sikap mental seperti ini menghilangkan rasa takut berlebihan yang sering menghalangi orang lain mengambil peluang emas. Keberanian bertindak nyata menjadi pembeda utama antara pemimpi dan pelaku sukses.
Pelatihan mental menghadapi risiko dapat dimulai dengan mencoba hal-hal kecil di luar kebiasaan, seperti mengambil jalur perjalanan berbeda. Pembaca juga perlu menyiapkan rencana cadangan secara matang sebelum memutuskan langkah besar dalam karier.
4. Terbuka pada Kritik dan Saran Konstruktif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936366/original/066612700_1725438341-pexels-charlotte-may-5966011.jpg)
Perbesar
Keterbukaan terhadap kritik menjadi ciri khas orang yang berorientasi pada kemajuan karier maupun kehidupan sosial. Mereka tidak memasukkan masukan negatif ke dalam hati, melainkan memilah informasi berguna untuk memperbaiki kualitas diri. Sikap rendah hati ini membuat mereka lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari orang-orang di sekitar.
Mereka secara aktif mencari sudut pandang berbeda dari rekan kerja guna menemukan kelemahan tersembunyi pada rencana kerja. Proses evaluasi terbuka ini memperkecil peluang terjadinya kesalahan fatal dalam setiap proyek profesional yang dikerjakan. Hubungan interpersonal yang harmonis turut terbangun berkat kedewasaan menyikapi perbedaan pendapat.
Langkah melatih keterbukaan ini dapat dimulai dengan meminta umpan balik secara berkala kepada rekan kerja terpercaya. Pembaca harus membiasakan diri mengucapkan terima kasih setiap kali seseorang menunjukkan kekurangan pada hasil kerja.
5. Menetapkan Tujuan Hidup yang Jelas
Kejelasan tujuan hidup memberikan arah pasti bagi seseorang dalam mengambil setiap keputusan harian maupun jangka panjang. Individu sukses selalu menuliskan target spesifik beserta batas waktu pencapaian agar fokus mereka tetap terjaga dengan baik. Panduan visi ini membantu mereka menyaring gangguan tidak penting yang menghabiskan waktu percuma.
Mereka menyusun strategi detail mengenai tahapan demi tahapan yang harus dilalui guna merealisasikan impian tersebut. Evaluasi berkala dilakukan setiap akhir bulan untuk memastikan seluruh kegiatan selaras dengan visi utama yang telah ditetapkan. Ketenangan jiwa terpancar dari keyakinan bahwa hidup mereka berjalan sesuai rencana terarah.
Langkah menyusun tujuan dapat dimulai dengan menuliskan tiga impian terbesar untuk lima tahun ke depan di atas kertas. Pembaca perlu memecah target besar tersebut menjadi target bulanan dan harian agar lebih mudah dieksekusi.
6. Memiliki Ketahanan Mental Saat Gagal
Ketahanan mental atau resiliensi membuat seseorang mampu bangkit dengan cepat setelah mengalami kejatuhan telak dalam hidup. Mereka memandang kegagalan sebagai halte sementara untuk mengisi tenaga sebelum melanjutkan perjalanan menuju tujuan. Semangat pantang menyerah ini menjadi bahan bakar utama yang mengantarkan mereka pada pencapaian puncak.
Mereka tidak membiarkan emosi negatif menguasai pikiran terlalu lama saat menghadapi situasi krisis di luar perkiraan. Kemampuan mengelola stres secara efektif menjaga kesehatan fisik dan mental tetap optimal sepanjang masa sulit. Ketangguhan batin ini membentuk karakter matang yang dihormati oleh lingkungan sosial.
Langkah memperkuat mental dapat dilakukan dengan rutin melakukan refleksi diri dan menuliskan pelajaran dari setiap masalah. Pembaca perlu bergabung dengan komunitas positif yang saling mendukung saat menghadapi masa-masa sulit.
Ciri Orang yang Tidak akan Sukses
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311168/original/062839900_1785391101-Ilustrasi_orang_fixed_mindset.jpg)
Perbesar
7. Terjebak dalam Pola Pikir Tetap
Kelompok individu yang memiliki pola pikir tetap cenderung meyakini bahwa bakat dan kecerdasan merupakan sifat bawaan yang tidak bisa diubah. Keyakinan tersebut membuat mereka menghindari situasi sulit agar tidak terlihat bodoh di hadapan orang lain. Ketika menemui rintangan berat, mereka lebih memilih menyerah dan menyalahkan keadaan luar daripada memperbaiki strategi.
Dampak buruk dari sikap ini adalah hilangnya kesempatan emas untuk menguasai keterampilan baru yang sangat berguna di masa depan. Mereka sering merasa terancam melihat keberhasilan orang lain karena menganggap kesuksesan tersebut mengurangi porsi hak mereka. Pola pikir defensif ini menghambat proses pencapaian potensi penuh yang sebenarnya tersimpan dalam diri mereka.
Langkah praktis untuk keluar dari jebakan ini adalah dengan sengaja mengambil tugas menantang di kantor atau lingkungan sosial. Pembaca juga perlu melatih diri untuk mengucapkan kalimat positif setiap kali keraguan muncul di dalam pikiran.
8. Sering Menunda Pekerjaan Tanpa Alasan Jelas
Kebiasaan menunda-nunda tugas sering kali berakar dari rasa takut gagal atau ketidakpastian dalam memulai langkah awal. Individu dengan kebiasaan ini selalu mencari alasan untuk menunda tindakan sampai batas waktu mendesak tiba. Hal tersebut menurunkan kualitas hasil kerja karena dikerjakan dalam kondisi terburu-buru tanpa proses perenungan yang matang.
Kerugian terbesar dari sikap suka menunda adalah hilangnya kendali atas waktu dan meningkatnya beban pikiran secara drastis. Mereka sering merasa kewalahan menghadapi masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan lebih cepat jika dikerjakan sejak awal. Pola ini membentuk lingkaran setan kegagalan yang sulit diputus tanpa intervensi kesadaran diri.
Langkah mengatasi penundaan dapat dilakukan dengan metode membuat daftar prioritas berisi tiga hal penting saja setiap pagi. Pembaca harus menyelesaikan satu tugas tersulit terlebih dahulu sebelum beralih ke aktivitas ringan lainnya.
9. Menghindari Segala Bentuk Risiko Hidup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3539242/original/063641700_1628834856-pexels-moose-photos-1036620.jpg)
Perbesar
Individu yang selalu menghindari risiko cenderung hidup dalam batas aman yang diciptakan oleh ketakutan mereka sendiri. Mereka menolak peluang promosi jabatan atau proyek baru karena khawatir tidak mampu memenuhi harapan atasan. Akibatnya, kemampuan profesional mereka jalan di tempat selama bertahun-tahun tanpa ada peningkatan berarti.
Dampak psikologis dari sikap penakut ini adalah tumbuhnya rasa penyesalan mendalam saat melihat rekan sebaya melangkah lebih jauh. Mereka sering merasa hidupnya tidak adil padahal keputusan untuk tidak mengambil tindakanlah yang membatasi pencapaian mereka. Rasa aman semu ini perlahan menggerus rasa percaya diri yang mereka miliki.
Cara mengubah mentalitas ini adalah dengan berlatih mengambil keputusan kecil berisiko rendah setiap minggu secara sadar. Pembaca dapat berdiskusi dengan mentor berpengalaman untuk mendapatkan sudut pandang objektif mengenai cara mengelola rasa takut.
10. Anti Kritik dan Cepat Merasa Tersinggung
Sikap anti kritik sering muncul dari ego tinggi yang menolak mengakui adanya ketidaksempurnaan dalam diri sendiri. Individu dalam kategori ini selalu merasa paling benar dan menganggap pendapat orang lain tidak layak didengar. Akibatnya, mereka sering mengulangi kesalahan serupa karena menutup mata dari informasi korektif.
Kerugian sosial dari perilaku ini adalah terisolasinya diri dari lingkungan profesional yang membutuhkan kerja sama tim. Rekan kerja akan merasa tidak nyaman dan memilih diam meskipun melihat potensi kesalahan fatal pada proyek bersama. Kondisi tersebut merugikan perkembangan karier mereka dalam jangka panjang.
Cara mengatasi sikap defensif ini adalah dengan melatih pernapasan lambat selama sepuluh detik sebelum merespons koreksi. Pembaca perlu menyadari bahwa kritik bukan tentang menjatuhkan harga diri, melainkan instrumen perbaikan kualitas.
11. Menjalani Hidup Tanpa Target dan Rencana
Hidup tanpa rencana jelas membuat seseorang rentan mengalami kebingungan saat menghadapi masalah di tengah jalan. Mereka menyerahkan seluruh nasib pada kebetulan semata tanpa mau mengambil kendali penuh atas tindakan sendiri. Pola hidup mengalir apa adanya ini sering berujung pada penyesalan di usia senja.
Dampak negatif dari ketiadaan target adalah borosnya sumber daya waktu dan tenaga untuk hal-hal yang tidak produktif. Mereka mudah menyerah pada hambatan kecil karena tidak tahu alasan utama mengapa harus bertahan menghadapi kesulitan tersebut. Hidup mereka terasa hampa dan kehilangan makna pencapaian.
Cara keluar dari kondisi ini adalah dengan meluangkan waktu sepuluh menit setiap malam untuk merencanakan agenda esok hari. Pembaca dapat mulai menetapkan satu target kecil yang wajib diselesaikan sebelum matahari terbenam.
12. Mudah Menyerah Saat Menghadapi Hambatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919191/original/040795900_1723718109-Ilustrasi_pasrah__berserah__berdoa.jpg)
Perbesar
Kebiasaan menyerah pada rintangan pertama menunjukkan rendahnya tingkat ketekunan dalam mengejar suatu impian besar. Individu kelompok ini selalu mencari jalan pintas atau melarikan diri ketika situasi menjadi rumit dan menantang. Mereka tidak memiliki daya juang yang cukup untuk bertahan di tengah ketidakpastian proses.
Kerugian besar dari sifat mudah menyerah adalah tidak ada satupun proyek atau impian yang terselesaikan secara tuntas. Mereka sering berganti bidang pekerjaan atau hobi tanpa pernah menjadi ahli di salah satu bidang pun. Pola ini menciptakan rekam jejak kegagalan beruntun yang menurunkan kepercayaan diri.
Cara melatih ketekunan adalah dengan membiasakan diri menyelesaikan satu pekerjaan sulit sampai tuntas sebelum tidur. Pembaca harus mengingat kembali alasan awal mereka memulai sesuatu setiap kali keinginan untuk menyerah muncul.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang Sukses dan Tidak Sukses
Apa perbedaan utama pola pikir sukses dan gagal?
Orang sukses memandang tantangan sebagai peluang belajar, sedangkan orang gagal menganggap tantangan sebagai ancaman yang menakutkan.
Bagaimana cara melatih disiplin diri setiap hari?
Disiplin dilatih dengan membuat jadwal terstruktur, membagi tugas besar, dan mengurangi gangguan gawai saat bekerja.
Penundaan terjadi akibat rasa takut gagal, kurangnya kejelasan tujuan, dan kebiasaan menghindari situasi yang sulit.
Apakah kegagalan bisa diubah menjadi motivasi?
Kegagalan dapat menjadi motivasi kuat jika seseorang mampu mengevaluasi kesalahan dan menyusun strategi perbaikan baru.
Bagaimana cara menerima kritik tanpa merasa tersinggung?
Kritik diterima dengan menganggapnya sebagai informasi objektif untuk memperbaiki diri, bukan sebagai serangan pribadi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311590/original/093046700_1785409061-hlh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309577/original/026104800_1785231650-TefO7ZgMmOT093oFRBMB3Az6dUeyTRSvRGHyoKbt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404349/original/077032700_1762403317-pexels-karola-g-5902919.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311578/original/001820500_1785407563-baf06957-c224-4dc9-8df6-03fb8e41f42f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4686810/original/057930900_1702575320-Ilustrasi_main_HP_sambil_tiduran__kangen__LDR__membaca_pesan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309409/original/065141700_1785226833-I4PcH05wdyvv8AmGlf9BUGeqIIMSg5E8tP5CJcM6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311313/original/060149600_1785399147-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309237/original/072261300_1785221446-KfdLwbkW2Qn3XvGuk5AFfN4sLuYU3cjLduwoSK86.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311568/original/082875700_1785406663-8babbdf5-359b-46c4-9c10-915d97b103bf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311552/original/007291500_1785405619-Untitled8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311323/original/048829700_1785399240-5ac7cf40-51e4-4eb5-ad25-8180a6b97e73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311510/original/084252100_1785404428-watermarked_img_4113658364125767107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3508101/original/084891400_1626074079-melon-2691415_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311503/original/021692200_1785403935-ex.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311243/original/062105200_1785395099-Inspirasi_rak_penyimpanan_dari_galon_bekas_untuk_dapur_mungil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311396/original/047058800_1785401924-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215585/original/024288200_1746859966-Diet_Plant-Based.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311498/original/041341600_1785403837-61990b46-99e8-46e1-9838-ea523f601db8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311367/original/045807300_1785400918-watermarked_img_10777769723126254383.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311375/original/018585100_1785400947-Desain_spanduk_17_Agustus_2026_yang_kreatif_dan_belum_pernah_dibuat.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552830/original/094815200_1775832773-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551751/original/092211600_1775740607-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4789531/original/047657400_1711842914-20240331-Malam_Paskah-AFP_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545506/original/095111700_1775196399-Gemini_Generated_Image_qunmakqunmakqunm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449723/original/039403000_1766112570-Advertorial-Aplikasi_Alpha_Inv_Des25-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560536/original/020239000_1776672350-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559831/original/019905700_1776645721-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550117/original/093812400_1775637545-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547853/original/042614700_1775473865-dpr1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545060/original/007773900_1775124073-Rumah_Tropis_Minimalis_-_Jendela_Louver.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566397/original/034900000_1777180569-Desain_Rumah_50_Juta_dengan_Ventilasi_Silang_Alami_Model_Teras_Ganda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551685/original/058687600_1775734917-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545090/original/026973600_1775125080-Teras_Pot_Bertingkat_Stepping_Stone.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547126/original/096181400_1775447470-Depan_Rumah_Coran_Minimalis.jpg)