:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311503/original/021692200_1785403935-ex.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Memutuskan pacar tidak pernah menjadi hal yang mudah dilakukan. Namun, ketika sebuah hubungan sudah tidak lagi sehat atau membahagiakan, berpisah justru bisa menjadi pilihan paling bijak. Bagaimana cara memutuskan pacar yang baik pada dasarnya bertumpu pada tiga hal, yaitu kejujuran, empati, dan ketegasan.
Kuncinya adalah menyampaikan keputusan secara jelas tanpa menyalahkan atau mempermalukan pasangan. Para ahli menegaskan bahwa mengakhiri hubungan adalah proses yang rumit sekaligus sangat personal, sehingga tidak ada satu formula tunggal yang cocok untuk semua orang.
Karena itu, memahami bagaimana cara memutuskan pacar secara dewasa menjadi penting agar luka yang ditinggalkan bisa diminimalkan bagi kedua belah pihak.
Cara Memantapkan Diri Sebelum Memutuskan Pacar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302127/original/035563300_1784534610-ChatGPT_Image_20_Jul_2026__15.01.02.jpg)
Perbesar
Sebelum mengucapkan kata perpisahan, langkah paling awal dalam memahami bagaimana cara memutuskan pacar adalah memastikan keputusanmu benar-benar bulat. Jangan sampai keputusan besar ini lahir hanya dari emosi sesaat ketika sedang bertengkar hebat.
-
Pastikan keputusan sudah bulat: Coba tuliskan daftar hal positif dan negatif dari hubunganmu di atas kertas. Cara sederhana ini membantumu melihat apakah hubungan ini benar-benar membuatmu bahagia atau justru membuatmu merasa sendirian meski sedang bersama.
-
Evaluasi hubungan secara objektif: Tanyakan apakah masalah yang muncul masih bisa diperbaiki atau sudah berulang tanpa solusi. Bedakan mana kekurangan yang masih wajar dan mana pola yang benar-benar merugikanmu secara emosional.
-
Latih percakapan di dalam pikiran: Bayangkan bagaimana percakapan perpisahan itu akan berjalan, termasuk kemungkinan reaksi pasangan. Simulasi mental ini membuatmu lebih siap dan tidak gugup saat menyampaikannya secara langsung.
-
Siapkan alasan yang jelas: Rumuskan satu atau dua alasan yang masuk akal dan jujur, namun tidak menyerang. Alasan yang jelas membantu pasangan menerima kenyataan tanpa terus bertanya-tanya di mana letak kesalahannya.
-
Beri jarak sejenak: Menjauh secara emosional selama satu hingga dua minggu bisa membantumu berpikir lebih jernih. Jeda ini juga memberi ruang bagi pasangan untuk mempersiapkan diri, karena biasanya ia sudah merasakan ada sesuatu yang berubah.
Mengacu pada riset yang dibahas Choosing Therapy, membayangkan suatu aktivitas dapat mengaktifkan sebagian jaringan otak yang juga terlibat ketika aktivitas itu benar-benar dilakukan. Karena itu, melatih percakapan perpisahan secara mental dapat membantu meningkatkan kesiapan emosional dan mengurangi kecemasan ketika hari perpisahan tiba.
Arianna Brandolini, seorang psikolog, dikutip dari Forbes, menyatakan, "Sampaikan dengan jelas dan ringkas, dan hanya masuk ke detail yang benar-benar diperlukan. Jujurlah, tetapi tetaplah baik, sebagaimana kamu ingin diperlakukan jika posisinya dibalik."
Bagaimana Cara Memutuskan Pacar Secara Langsung dengan Baik?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261643/original/059764700_1671069156-close-up-hands-holding-broken-heart_1_.jpg)
Perbesar
Bertemu langsung adalah cara paling terhormat untuk mengakhiri sebuah hubungan. Meski terasa menegangkan, bagaimana cara memutuskan pacar secara tatap muka menunjukkan bahwa kamu menghargai kebersamaan yang selama ini dibangun.
-
Pilih waktu dan tempat yang tepat: Carilah lokasi yang tenang dan privat agar kalian bisa bicara tanpa gangguan orang lain. Hindari hari istimewa seperti ulang tahun, tempat umum yang ramai, atau saat pasangan sedang dikejar tekanan pekerjaan.
-
Temui secara tatap muka: Untuk hubungan yang sudah berjalan lama, sampaikan keputusan secara langsung, bukan lewat telepon apalagi pesan singkat. Keberanian menemui langsung menandakan kamu bertanggung jawab dan tetap menjaga harga diri pasangan.
-
Buka dengan penghargaan: Awali percakapan dengan mengakui hal-hal baik yang pernah kalian lalui. Ucapan terima kasih yang tulus membuat pasangan merasa dihargai sebelum mendengar keputusan beratmu.
-
Sampaikan alasan dengan jujur: Berikan alasan yang jujur namun tetap disampaikan dengan bahasa yang halus. Kejujuran adalah bentuk penghormatan, tetapi tidak berarti kamu harus membeberkan setiap keluhan yang menyakitkan.
-
Fokus pada perasaanmu, bukan menyalahkan: Gunakan kalimat seperti "ini menggangguku" atau "ini sulit bagiku", alih-alih menuding kesalahan pasangan. Cara ini mengurangi rasa terserang dan menekan potensi perdebatan yang tidak perlu.
-
Dengarkan dan beri ruang: Biarkan pasangan bertanya atau meluapkan perasaannya, lalu jawab dengan tenang. Kamu tidak wajib menjawab semuanya, tetapi memberi ruang menunjukkan bahwa kamu tetap peduli.
-
Bersikap tegas dan konsisten: Setelah keputusan disampaikan, jangan memberi sinyal yang membingungkan atau harapan kosong. Ketegasan yang tenang justru membantu pasangan menerima kenyataan lebih cepat.
Memberi alasan yang jelas adalah bentuk penghormatan terakhir kepada pasangan. Rachel Sussman, psikoterapis dan penulis The Breakup Bible, dikutip dari TIME, mengatakan, "Orang yang paling sulit move on setelah putus cinta adalah mereka yang tidak memahami alasan di balik perpisahan tersebut."
Ketika keputusan sudah dijatuhkan, jangan mudah goyah oleh air mata atau bujukan. Robert Solley, psikolog klinis berlisensi asal San Francisco, dikutip dari The Knot, menegaskan, "Begitu kamu memutuskan untuk putus, berkomitmenlah untuk menjalaninya sampai selesai. Jangan biarkan dirimu bimbang atau dipengaruhi oleh kesedihan maupun kecemasan."
Berbagai pembahasan di Psychology Today menekankan bahwa dalam percakapan yang sarat emosi, penting untuk tetap tenang dan menunjukkan belas kasih kepada orang yang mungkin sedang terluka.
Baca juga: cara putus yang lebih disukai dan dihormati pasangan
Cara Memutuskan Pacar Lewat Chat Tanpa Menyakiti Hati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305214/original/011859500_1784787651-kSUuqK4y77L9rM9laadgIzmbpbIstWc3TwoZOJjH.jpg)
Perbesar
Idealnya perpisahan disampaikan langsung, tetapi ada situasi yang membuat pertemuan sulit dilakukan, misalnya hubungan jarak jauh atau ketika ada risiko kekerasan. Dalam kondisi seperti itu, bagaimana cara memutuskan pacar lewat chat perlu dilakukan dengan hati-hati agar tetap sopan dan jujur.
-
Mulai dengan apresiasi: Buka pesan dengan pujian atau ucapan terima kasih yang tulus tanpa berlebihan. Langkah kecil ini membantu pasangan merasa dihargai sejak awal percakapan.
-
Sampaikan dengan jujur dan langsung: Setelah apresiasi, katakan maksudmu secara terus terang. Hindari basa-basi yang terlalu panjang karena justru membuat pesan terkesan menggantung dan membingungkan.
-
Berikan alasan yang singkat dan jelas: Jelaskan mengapa kamu memilih berpisah tanpa membeberkan seluruh keluhan. Satu alasan yang jujur biasanya sudah cukup untuk memberi pemahaman.
-
Hindari emoji dan stiker: Situasi ini bersifat serius, sehingga emoji atau stiker bisa membuat pesan terkesan main-main. Penggunaannya juga berisiko menyinggung pasangan yang sedang dalam keadaan sensitif.
-
Jangan menghilang tanpa kabar: Sesulit apa pun, hindari kebiasaan ghosting alias pergi diam-diam tanpa penjelasan. Perpisahan yang jelas jauh lebih baik daripada meninggalkan pasangan dalam kebingungan.
-
Akhiri dengan permohonan maaf: Tutup pesan dengan maaf yang tulus dan doa terbaik untuknya. Tegaskan bahwa perpisahan adalah jalan terbaik yang sudah kamu pikirkan matang-matang.
Menghilang tanpa kabar justru dianggap sebagai cara berpisah yang paling menyakitkan. Gabi Reyes, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, dikutip dari PureWow, mengatakan, "Ghosting membuat imajinasi seseorang menjadi liar."
Baca juga: 8 tips bijak memutuskan pacar lewat chat
Kesalahan yang Harus Dihindari dan Cara Memulihkan Diri Setelah Putus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103592/original/073868100_1658977618-artem-kovalev-fk3XUcfTAvk-unsplash_1_.jpg)
Perbesar
Cara menyampaikan perpisahan sama pentingnya dengan keputusan itu sendiri. Memahami bagaimana cara memutuskan pacar juga berarti mengetahui apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan, karena kesalahan kecil bisa mengubah perpisahan yang seharusnya damai menjadi permusuhan berkepanjangan.
Berdasarkan penjelasan Siloam Hospitals, orang yang berada dalam hubungan yang tidak sehat sering kali tidak menyadari kondisinya dan tetap bertahan karena cinta atau harapan bahwa hubungan akan membaik. Padahal, kondisi tersebut dampaknya pada kesehatan mental maupun fisik, mulai dari kecemasan berlebih dan stres hingga berbagai keluhan fisik. Karena itu, mengenali kesalahan-kesalahan berikut penting agar proses berpisah tidak justru menambah luka.
-
Memutuskan saat emosi memuncak: Menyampaikan perpisahan di puncak amarah membuat kata-kata sulit dikontrol. Tunggu sampai kepala dingin agar keputusan terasa matang, bukan reaksi sesaat.
-
Menghilang tanpa kabar: Ghosting meninggalkan luka dan pertanyaan yang tak pernah terjawab. Sesibuk apa pun, sampaikan keputusanmu secara jelas.
-
Memberi harapan palsu: Ucapan seperti "mungkin nanti kita bisa balikan" hanya membuat pasangan menggantung. Pesan yang ambigu justru memperpanjang penderitaan kedua pihak.
-
Menyalahkan pasangan sepenuhnya: Menuding satu pihak sebagai penyebab tunggal hanya memicu perdebatan. Ingatlah bahwa sebuah hubungan dibangun dan dijalani oleh dua orang.
-
Mengungkit keburukan masa lalu: Membongkar kesalahan lama tidak menyelesaikan apa pun. Fokuslah pada keputusan hari ini, bukan luka yang sudah berlalu.
-
Menjelek-jelekkan mantan ke orang lain: Menyebar cerita buruk hanya menurunkan martabatmu sendiri. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan yang layak dihormati.
-
Memaksakan tetap berteman terlalu cepat: Keinginan tetap dekat sering kali malah menghambat penyembuhan. Beri jarak lebih dulu sebelum memikirkan pertemanan.
Salah satu kesalahan paling umum adalah berpura-pura hanya butuh jeda padahal sebenarnya ingin berpisah. Paul Hokemeyer, terapis pernikahan dan keluarga, menekankan pentingnya bersikap jelas ketika ingin mengakhiri hubungan dan tidak menyebutnya sebagai "jeda" jika tujuan sebenarnya adalah putus. Jika pasangan menolak dan sulit menerima, tetaplah tenang saat menghadapi pacar yang tidak mau putus.
Setelah keputusan disampaikan, memberi closure atau penutupan yang jelas sangat membantu kedua belah pihak berdamai dengan kenyataan. Dengan adanya closure, kamu dan mantan bisa memahami alasan perpisahan sehingga lebih mudah melepaskan tanpa menyimpan kebencian, dan itulah salah satu kunci untuk sembuh dari patah hati.
Beri dirimu waktu untuk bersedih, batasi komunikasi sementara waktu, dan alihkan fokus pada hal-hal yang membahagiakan. Menekuni hobi yang kamu sukai, serta bercerita kepada orang terdekat, adalah cara efektif untuk perlahan move on dari mantan. Wajar jika kamu masih merasakan patah hati untuk beberapa waktu, karena itu bagian dari proses.
Pada akhirnya, mengakhiri hubungan yang tidak lagi sehat bukanlah sebuah kegagalan, melainkan bentuk keberanian untuk memilih kebahagiaan dan ketenangan diri. Lakukan dengan jujur, tegas, dan penuh empati agar kamu maupun mantan bisa memahami arti move on yang sesungguhnya dan melangkah menuju lembaran baru yang lebih baik. Bagi sebagian orang, memaknai perpisahan sebagai bagian dari proses berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik juga bisa menghadirkan ketenangan tersendiri.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Memutuskan Pacar
Apakah lebih baik memutuskan pacar secara langsung atau lewat chat?
Secara umum, memutuskan pacar secara langsung dinilai lebih baik karena menunjukkan penghargaan dan memberi ruang komunikasi dua arah. Namun, cara lewat chat bisa diterima untuk hubungan yang baru berjalan singkat atau ketika bertemu langsung berisiko, seperti pada kasus kekerasan.
Bagaimana cara memutuskan pacar yang tidak mau putus?
Sampaikan keputusanmu dengan tegas, singkat, dan konsisten tanpa memberi harapan palsu. Tetapkan batasan yang jelas, kurangi kontak, dan jangan mudah goyah oleh bujukan, drama, atau ancaman; jika muncul ancaman kekerasan, segera cari bantuan orang terdekat atau pihak berwenang.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk move on setelah putus?
Tidak ada patokan waktu yang pasti karena setiap orang berbeda, tergantung kedekatan dan durasi hubungan yang dijalani. Yang terpenting adalah fokus pada pemulihan diri, bukan mengejar target waktu tertentu, sehingga proses move on terasa lebih sehat dan alami.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311590/original/093046700_1785409061-hlh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309577/original/026104800_1785231650-TefO7ZgMmOT093oFRBMB3Az6dUeyTRSvRGHyoKbt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404349/original/077032700_1762403317-pexels-karola-g-5902919.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311578/original/001820500_1785407563-baf06957-c224-4dc9-8df6-03fb8e41f42f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4686810/original/057930900_1702575320-Ilustrasi_main_HP_sambil_tiduran__kangen__LDR__membaca_pesan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309409/original/065141700_1785226833-I4PcH05wdyvv8AmGlf9BUGeqIIMSg5E8tP5CJcM6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311313/original/060149600_1785399147-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309237/original/072261300_1785221446-KfdLwbkW2Qn3XvGuk5AFfN4sLuYU3cjLduwoSK86.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311568/original/082875700_1785406663-8babbdf5-359b-46c4-9c10-915d97b103bf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311552/original/007291500_1785405619-Untitled8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311323/original/048829700_1785399240-5ac7cf40-51e4-4eb5-ad25-8180a6b97e73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311510/original/084252100_1785404428-watermarked_img_4113658364125767107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3508101/original/084891400_1626074079-melon-2691415_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311243/original/062105200_1785395099-Inspirasi_rak_penyimpanan_dari_galon_bekas_untuk_dapur_mungil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311396/original/047058800_1785401924-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215585/original/024288200_1746859966-Diet_Plant-Based.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311498/original/041341600_1785403837-61990b46-99e8-46e1-9838-ea523f601db8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311367/original/045807300_1785400918-watermarked_img_10777769723126254383.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311375/original/018585100_1785400947-Desain_spanduk_17_Agustus_2026_yang_kreatif_dan_belum_pernah_dibuat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309415/original/049883300_1785226841-Ir1cFKUpGqZkjaprjiTpohiyemQHZPFEQb8Jt9Pu.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552830/original/094815200_1775832773-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551751/original/092211600_1775740607-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4789531/original/047657400_1711842914-20240331-Malam_Paskah-AFP_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545506/original/095111700_1775196399-Gemini_Generated_Image_qunmakqunmakqunm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449723/original/039403000_1766112570-Advertorial-Aplikasi_Alpha_Inv_Des25-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560536/original/020239000_1776672350-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559831/original/019905700_1776645721-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550117/original/093812400_1775637545-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547853/original/042614700_1775473865-dpr1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545060/original/007773900_1775124073-Rumah_Tropis_Minimalis_-_Jendela_Louver.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566397/original/034900000_1777180569-Desain_Rumah_50_Juta_dengan_Ventilasi_Silang_Alami_Model_Teras_Ganda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551685/original/058687600_1775734917-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545090/original/026973600_1775125080-Teras_Pot_Bertingkat_Stepping_Stone.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547126/original/096181400_1775447470-Depan_Rumah_Coran_Minimalis.jpg)