8 Kesalahan Menyimpan Bumbu Dapur yang Membuat Cepat Rusak, Kebiasaan yang Sering Diabaikan

8 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang tidak menyadari bahwa kesalahan menyimpan bumbu dapur yang membuat cepat rusak sering terjadi akibat kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele. Padahal, cara penyimpanan yang kurang tepat dapat membuat aroma, rasa, warna, hingga kandungan senyawa aktif dalam bumbu menurun lebih cepat.

Menurut Food Storage Guidelines for Consumers (U.S. Department of Agriculture/USDA, 2024), suhu, cahaya, udara, dan kelembapan merupakan faktor utama yang memengaruhi daya simpan bahan pangan.

Hal serupa juga dijelaskan dalam buku On Food and Cooking: The Science and Lore of the Kitchen karya Harold McGee (edisi revisi, 2004, hlm. 425–432) yang menyebutkan bahwa paparan oksigen, panas, dan kelembapan mempercepat penurunan kualitas rempah-rempah maupun bumbu segar. Dengan memahami penyebabnya, masyarakat dapat mengurangi pemborosan bahan dapur sekaligus menjaga cita rasa masakan tetap maksimal. Berikut ulasan Liputan6.com tentang cara mengusir semut dari tanaman buah tanpa merusak daun dari berbagai sumber Kamis (30/7/2026).

1. Menaruh Bumbu Dekat Kompor

Banyak orang meletakkan garam, lada, bawang bubuk, atau aneka rempah tepat di samping kompor agar mudah dijangkau. Padahal, panas yang muncul setiap kali memasak membuat suhu di sekitar bumbu terus berubah sehingga kualitasnya lebih cepat menurun.

Menurut USDA (2024), suhu tinggi mempercepat hilangnya aroma dan rasa pada rempah kering. Sebaiknya simpan bumbu di lemari tertutup yang sejuk, kering, serta jauh dari sumber panas agar kualitasnya lebih lama terjaga.

2. Membiarkan Wadah Selalu Terbuka

Kesalahan menyimpan bumbu dapur yang membuat cepat rusak berikutnya adalah lupa menutup rapat wadah setelah digunakan. Udara lembap dari dapur dapat masuk dan membuat bumbu menggumpal atau kehilangan aroma.

Harold McGee dalam On Food and Cooking (2004, hlm. 428) menjelaskan bahwa minyak atsiri pada rempah mudah menguap ketika sering terkena udara. Akibatnya, rasa bumbu menjadi kurang kuat meski tampilannya masih terlihat baik.

3. Menggunakan Wadah yang Tidak Kedap Udara

Wadah tipis atau tutup yang sudah longgar membuat udara dan uap air mudah masuk. Kondisi ini mempercepat penurunan mutu bumbu bubuk, cabai kering, ketumbar, maupun jintan.

Beberapa pilihan wadah yang lebih baik antara lain:

  • Stoples kaca bertutup rapat.
  • Wadah plastik food grade berkualitas baik.
  • Botol kedap udara dengan seal silikon.
  • Kemasan asli yang dilengkapi penutup rapat.

4. Menyimpan Bawang di Dalam Kulkas

Bawang merah dan bawang putih sering dimasukkan ke dalam kulkas agar lebih awet. Padahal, suhu dingin justru dapat memicu perubahan tekstur dan mempercepat pertumbuhan tunas pada kondisi tertentu setelah dikeluarkan kembali ke suhu ruang.

National Center for Home Food Preservation menjelaskan bahwa bawang lebih ideal disimpan di tempat yang sejuk, kering, memiliki sirkulasi udara baik, dan tidak terkena sinar matahari langsung.

5. Menyimpan Cabai Segar dalam Kantong Plastik Tertutup

Cabai segar yang langsung dimasukkan ke kantong plastik tanpa ventilasi akan menghasilkan embun. Kelembapan tinggi tersebut mempercepat munculnya jamur dan proses pembusukan.

Cabai sebaiknya dibungkus menggunakan tisu dapur untuk menyerap air berlebih, kemudian dimasukkan ke wadah berlubang atau kantong dengan sedikit sirkulasi udara sebelum disimpan di dalam kulkas.

6. Tidak Memisahkan Bumbu Basah dan Kering

Kesalahan menyimpan bumbu dapur yang membuat cepat rusak juga terjadi saat bumbu basah seperti bawang halus, jahe halus, atau cabai giling disimpan berdekatan dengan bumbu kering tanpa wadah terpisah.

Bumbu basah memiliki kadar air tinggi sehingga lebih cepat ditumbuhi bakteri maupun jamur. Oleh karena itu, gunakan wadah berbeda agar kelembapan tidak memengaruhi kualitas bumbu kering.

7. Mengambil Bumbu dengan Sendok Basah

Sendok yang masih basah dapat membawa air ke dalam wadah bumbu. Sedikit air saja sudah cukup meningkatkan kelembapan sehingga garam menggumpal atau bumbu bubuk menjadi cepat rusak.

Badan Pangan dan berbagai panduan keamanan pangan menyarankan selalu memakai sendok yang bersih dan benar-benar kering saat mengambil bumbu agar umur simpannya lebih panjang.

8. Membeli Bumbu Terlalu Banyak Sekaligus

Membeli bumbu dalam jumlah besar memang terlihat lebih hemat, tetapi belum tentu efisien jika penggunaannya sedikit. Semakin lama disimpan, aroma dan rasa bumbu akan semakin berkurang.

Menurut USDA, rempah bubuk umumnya memiliki kualitas terbaik sekitar 1–3 tahun tergantung jenis dan cara penyimpanan, sedangkan rempah utuh dapat bertahan lebih lama bila disimpan dengan benar.

Cara Menyimpan Bumbu Dapur agar Tetap Awet dan Berkualitas

Selain menghindari berbagai kesalahan di atas, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga kualitas bumbu lebih lama. Simpan bumbu sesuai jenisnya, gunakan wadah kedap udara, beri label tanggal pembelian, serta hindari paparan sinar matahari langsung. Dengan cara tersebut, aroma, rasa, dan kualitas bumbu tetap optimal saat digunakan untuk memasak.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menyimpan Bumbu Dapur

1. Apa penyebab utama bumbu dapur cepat rusak?

Penyebab utamanya adalah paparan panas, udara, cahaya, dan kelembapan yang berlebihan. Faktor-faktor tersebut mempercepat hilangnya aroma alami, memicu pertumbuhan jamur, serta menurunkan kualitas rasa bumbu meskipun tampilannya masih terlihat baik.

2. Apakah semua bumbu harus disimpan di kulkas?

Tidak. Bumbu kering seperti lada, ketumbar, atau kunyit bubuk lebih baik disimpan di tempat sejuk dan kering. Sementara bumbu segar seperti cabai atau daun rempah dapat disimpan di kulkas dengan cara penyimpanan yang tepat agar tidak cepat busuk.

3. Bagaimana cara mengetahui bumbu sudah tidak layak digunakan?

Bumbu yang sudah rusak biasanya mengalami perubahan aroma, warna memudar, muncul jamur, menggumpal karena lembap, atau mengeluarkan bau yang tidak normal. Jika menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya bumbu tidak lagi digunakan demi menjaga kualitas masakan dan keamanan pangan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |