10 Rekomendasi Lomba Islami 17 Agustus, Bisa Diikuti Segala Usia

1 month ago 19

Liputan6.com, Jakarta Tahun ini, peringatan 17 Agustus bisa lebih bermakna dengan lomba-lomba Islami yang mengangkat nilai kebersamaan, kekompakan, dan kecintaan pada agama. Tak hanya menyenangkan, ide-ide lomba berikut bisa melibatkan berbagai usia, dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.

Di tengah maraknya lomba tradisional seperti panjat pinang atau balap karung, lomba bernuansa Islami menghadirkan alternatif yang lebih edukatif sekaligus mempererat ukhuwah. Dengan sentuhan kreatif dan nilai spiritual, kegiatan ini dapat menjadi magnet untuk komunitas masjid, TPA, atau pengajian keluarga.

Berikut adalah 10 rekomendasi lomba Islami yang bisa dilaksanakan sebagai rekomendasi perayaan 17 Agustus untuk menambah suasana semarak, dirangkum Liputan6, Kamis (31/7).

1. Lomba Adzan untuk Menumbuhkan Keberanian Anak

Dimulai dari pagi hari, lomba adzan menjadi pembuka yang penuh semangat. Lomba ini sangat cocok untuk anak laki-laki usia 6 hingga 15 tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun rasa percaya diri anak dalam melantunkan adzan dengan lantang dan fasih. Penilaian bisa meliputi tajwid, suara, dan kekuatan vokal.

Selain meningkatkan kemampuan adzan, lomba ini mengajarkan anak untuk mencintai masjid sejak dini. Peserta dapat diarahkan oleh guru ngaji atau orang tua dalam latihan selama beberapa hari sebelum acara. Dewan juri bisa berasal dari pengurus masjid atau ustadz lokal yang memahami ilmu qiraah.

Adanya penghargaan seperti sertifikat dan hadiah islami (mukena, sajadah, buku doa) akan membuat anak-anak merasa dihargai. Lomba ini juga efektif untuk membangun antusiasme warga sejak pagi, terutama jika digelar setelah shalat Subuh berjamaah.

2. Lomba Hafalan Surah Pendek yang Memicu Semangat Belajar Al-Qur'an

Setelah lomba adzan, peserta dapat diarahkan mengikuti lomba hafalan surah pendek. Kegiatan ini cocok untuk semua usia—anak-anak hingga dewasa—dengan pengelompokan kategori berdasarkan tingkat kesulitan.

Peserta diminta untuk membaca satu atau dua surah pendek pilihan dari Juz Amma. Penilaian meliputi hafalan, tajwid, dan makhraj huruf. Untuk memicu semangat, penyelenggara bisa menambahkan sesi bonus hafalan untuk ayat-ayat favorit.

Lomba ini tidak hanya memperdalam kecintaan pada Al-Qur’an, tetapi juga memupuk rasa bangga pada peserta atas pencapaian spiritual mereka. Pendekatan gamifikasi seperti "siapa tercepat menyelesaikan surat dengan benar" bisa ditambahkan untuk membuat acara lebih hidup.

3. Lomba Cerdas Cermat Islami untuk Mengasah Ilmu Agama

Menjelang siang, suasana bisa makin meriah dengan lomba cerdas cermat Islami. Lomba ini dirancang untuk tim (3–5 orang), terdiri dari anak-anak remaja atau dewasa muda yang suka tantangan intelektual.

Pertanyaan bisa mencakup sejarah Islam, nama-nama nabi, hukum fiqih dasar, dan kisah para sahabat. Sistem buzzer atau angkat tangan bisa digunakan untuk membuat suasana kompetitif. Tim yang paling cepat dan tepat akan mendapat poin tertinggi.

Cerdas cermat ini melatih kerja sama tim, kecepatan berpikir, dan pengetahuan agama secara menyenangkan. Format visual seperti tayangan slide atau kuis interaktif akan menarik minat audiens yang lebih luas, termasuk yang hanya menonton.

4. Lomba Fashion Show Busana Muslim Keluarga untuk Menumbuhkan Gaya Islami

Lomba ini bisa digelar menjelang dhuhur, saat suasana lebih santai. Fashion show keluarga ini mengangkat tema busana muslim dengan adab yang sesuai syariat, dikemas menarik dan kekinian.

Peserta terdiri dari pasangan suami istri atau keluarga kecil yang tampil mengenakan busana muslim terbaik. Penilaian tidak hanya berdasar tampilan, tetapi juga kekompakan, pesan yang disampaikan, dan edukasi tentang etika berpakaian dalam Islam.

Lomba ini berdampak positif dalam mengenalkan nilai modest fashion kepada masyarakat. Pengemasan lomba seperti runway mini atau red carpet bernuansa Islami bisa menambah daya tarik visual, cocok untuk dokumentasi media sosial dan publikasi.

5. Lomba Mewarnai Kaligrafi untuk Mengembangkan Kreativitas Anak

Siang hari adalah waktu yang tepat untuk menggelar lomba mewarnai kaligrafi. Anak-anak usia TK hingga SD dapat mengekspresikan kreativitas mereka melalui kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an yang disediakan panitia.

Kegiatan ini menumbuhkan kecintaan pada kalimat Allah sekaligus melatih motorik halus. Format bisa dibuat sederhana: panitia mencetak template kaligrafi dan peserta membawa alat warna masing-masing.

Suasana lomba yang tenang dan penuh warna ini cocok sebagai selingan setelah lomba fisik. Selain itu, hasil karya bisa dipajang sebagai pameran Islami, memberikan ruang apresiasi pada setiap peserta.

6. Lomba Ceramah Mini yang Menumbuhkan Kemampuan Public Speaking

Menjelang sore, giliran remaja dan dewasa untuk tampil di lomba ceramah mini. Durasi tiap peserta sekitar 5–7 menit, dengan tema yang telah ditentukan sebelumnya, seperti "Akhlak Pemuda di Era Digital" atau "Makna Kemerdekaan dalam Islam".

Lomba ini penting untuk melatih kepercayaan diri, teknik berbicara di depan umum, dan wawasan agama. Peserta juga didorong untuk menyisipkan kutipan ayat atau hadis sebagai penguat argumen.

Nilai edukatif dari lomba ini sangat tinggi. Bahkan, ceramah terbaik bisa direkam dan dibagikan sebagai konten dakwah digital, menjadikan lomba ini berdampak lebih luas dari sekadar acara lokal.

7. Lomba Tebak Ayat Al-Qur’an untuk Menumbuhkan Daya Ingat Kolektif

Sore menjelang petang, panitia bisa menggelar lomba tebak ayat yang sangat menarik. Pembawa acara membaca potongan ayat Al-Qur’an, lalu peserta harus menebak nama surah dan ayatnya.

Lomba ini bisa dibuat interaktif dengan format "siapa cepat, dia dapat" atau sistem pilihan ganda. Peserta dapat berasal dari kelompok remaja hingga orang tua yang sering mengaji.

Tebak ayat ini tidak hanya mengasah ingatan terhadap Al-Qur’an, tetapi juga mengajarkan untuk lebih teliti dan mencintai proses tadabbur. Acara bisa ditutup dengan refleksi atau tafsir singkat dari ayat yang ditebak.

8. Lomba Menulis Doa Harian untuk Menguatkan Literasi Spiritual

Kegiatan ini cocok sebagai lomba offline dan online. Peserta diminta menulis doa harian sesuai tema tertentu, misalnya “doa untuk bangsa” atau “doa sebelum belajar”. Peserta terbaik akan dibacakan dan dikompilasi dalam buku mini.

Lomba ini mendorong peserta untuk merenungkan makna doa, menyusun kalimat yang penuh harap, dan menyebarkan nilai positif. Penilaian bisa berdasarkan isi, keindahan bahasa, dan kedalaman makna.

Kegiatan ini menumbuhkan empati dan kepedulian sosial berbasis spiritual. Bahkan, karya pemenang bisa dicetak dan disebarkan saat acara puncak peringatan kemerdekaan.

9. Lomba Estafet Al-Qur’an untuk Menguji Kekompakan Tim

Dalam estafet ini, setiap anggota tim membaca satu ayat, lalu disambung oleh anggota berikutnya tanpa jeda. Lomba ini penuh ketegangan sekaligus kekompakan, cocok untuk remaja masjid atau santri.

Kegiatan ini melatih kolaborasi dalam membaca Al-Qur’an dengan lancar dan tertib. Tantangan utama adalah konsistensi dan transisi antar anggota tim. Penilaian meliputi kelancaran, kerapian tajwid, dan koordinasi tim.

Estafet ini bisa menjadi acara penutup sore yang berkesan. Tim pemenang akan mendapatkan apresiasi atas kekompakan mereka dalam memperjuangkan ayat-ayat Allah.

10. Lomba Pawai Obor Islami sebagai Penutup Penuh Syiar

Malam harinya, kegiatan dapat ditutup dengan pawai obor Islami keliling kampung atau lingkungan masjid. Peserta membawa obor, mengenakan busana muslim, sambil melantunkan sholawat.

Pawai ini membangun atmosfer syiar Islam yang damai dan membahagiakan. Peserta bisa dari anak-anak hingga dewasa, dilengkapi dengan mobil hias bertema Islami atau bendera kemerdekaan.

Selain sebagai hiburan, pawai ini menanamkan semangat perjuangan dalam balutan nilai agama. Dokumentasi kegiatan ini sangat berpotensi viral di media sosial karena visualnya yang memikat dan sarat makna.

People Also Ask

1. Apa saja lomba Islami yang cocok untuk anak-anak saat 17 Agustus?

Beberapa lomba seperti adzan, mewarnai kaligrafi, dan hafalan surat pendek sangat cocok untuk anak-anak.

2. Bagaimana cara mengemas lomba Islami agar tetap menarik?

Gunakan pendekatan gamifikasi, dekorasi yang tematik, dan hadiah edukatif seperti buku Islami atau perlengkapan ibadah.

3. Apakah lomba Islami bisa digabung dengan lomba tradisional?

Bisa. Jadwal dapat disusun bergantian agar suasana tetap meriah dan semua kelompok usia terlibat.

4. Apakah lomba ceramah hanya untuk santri?

Tidak. Lomba ceramah mini bisa diikuti siapa saja yang ingin melatih kemampuan berbicara dan berdakwah.

5. Bagaimana membuat lomba Islami menjadi viral di media sosial?

Pastikan dokumentasi visual menarik, seperti video highlight, quotes islami dari peserta, dan testimoni warga.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |