Liputan6.com, Jakarta - Teras rumah sering menjadi area favorit untuk bersantai atau berkumpul bersama keluarga, terutama saat sore hari. Kehadiran nyamuk dapat mengganggu kenyamanan dan menimbulkan rasa gatal, bahkan meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan oleh serangga ini. Penting bagi pemilik rumah mengetahui tanaman apa yang bikin teras banyak nyamuk, supaya langkah pencegahan bisa diterapkan secara tepat.
Beberapa tanaman yang tumbuh subur di pot maupun langsung di tanah juga menciptakan kondisi lembap, tempat ideal bagi nyamuk bertelur. Air yang tertahan di daun atau pangkal batang menjadi sumber utama perkembangbiakan larva. Informasi mengenai tanaman apa yang bikin teras banyak nyamuk, akan membantu pemilik rumah memilih jenis tanaman yang aman tanpa mengurangi estetika teras.
Selain itu, kondisi wadah atau pot tanaman turut berperan dalam menciptakan sarang nyamuk. Genangan air pada pot, piring penampung, atau tanaman air mini dapat menjadi habitat sempurna bagi larva berkembang. Dengan mengetahui tanaman apa yang bikin teras banyak nyamuk, langkah preventif seperti pengosongan air rutin dan pemilihan tanaman pengusir nyamuk bisa diterapkan agar teras tetap nyaman dan aman.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (19/1/2026).
Tanaman yang Bikin Teras Banyak Nyamuk
Teras rumah sering menjadi tempat bersantai di sore atau malam hari. Namun, keberadaan nyamuk bisa mengganggu kenyamanan, bahkan menjadi ancaman kesehatan karena nyamuk bisa menularkan penyakit seperti demam berdarah, malaria, atau chikungunya. Salah satu faktor yang sering tidak disadari adalah tanaman yang ada di teras.
Beberapa jenis tanaman memiliki potensi tinggi untuk menarik nyamuk atau menjadi sarang berkembang biaknya larva, sehingga keberadaannya di area teras rumah secara langsung dapat meningkatkan populasi serangga pengganggu tersebut. Faktor kelembapan, genangan air, dan karakteristik daun atau bunga membuat beberapa tanaman lebih berisiko dibandingkan tanaman lainnya.
Berikut adalah jenis-jenis tanaman yang paling sering dikaitkan dengan banyaknya nyamuk di teras:
1. Tanaman Hias Berdaun Lebat
Tanaman dengan daun yang tebal, lebar, dan rapat memiliki kemampuan menahan tetesan air hujan atau sisa siraman dalam jumlah cukup signifikan, menciptakan kondisi lembap yang ideal bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang. Contoh tanaman yang termasuk kategori ini antara lain pakis hias, monstera, atau palem hias. Struktur daun yang rapat juga mengurangi sirkulasi udara, sehingga kelembapan bertahan lebih lama dan meningkatkan kemungkinan nyamuk datang serta berkembang biak di sekitar tanaman.
2. Bunga Berair atau Berwarna Cerah
Beberapa spesies nyamuk tertarik pada bunga yang memiliki kandungan air pada mahkota bunga atau nektar yang manis. Contoh bunga yang memiliki karakteristik ini meliputi kembang sepatu, bunga terompet, dan bunga mawar yang rutin disiram. Selain menarik nyamuk dewasa untuk mendekat, air yang tertahan di kelopak atau bagian bunga dapat menjadi lokasi bertelur, menjadikan tanaman ini habitat sementara bagi generasi baru nyamuk.
3. Pot Tanaman yang Menampung Air
Tanaman yang ditanam dalam pot dengan penampungan air di bagian bawah pot, piring penampung, atau wadah penampung lainnya sering kali menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang. Genangan air pada media tersebut menyediakan lingkungan lembap dan aman bagi larva nyamuk untuk tumbuh hingga dewasa, yang pada akhirnya meningkatkan jumlah nyamuk di sekitar teras dan mengganggu kenyamanan penghuni rumah.
4. Tanaman Buah Tropis di Teras
Beberapa pohon kecil atau tanaman buah tropis yang ditempatkan di teras, seperti pohon pisang, pepaya, atau markisa, memiliki daun besar dan pangkal batang yang mampu menahan air hujan atau siraman. Air yang tertahan pada bagian-bagian tersebut menyediakan sarang bagi larva nyamuk untuk berkembang biak, sehingga populasi nyamuk di sekitar teras cenderung meningkat jika perawatan tanaman tidak dilakukan secara rutin.
5. Tanaman Akuatik atau Tanaman Air Mini
Jika teras memiliki tanaman air mini di dalam pot atau wadah, seperti eceng gondok, lotus, atau tanaman hias air lainnya, genangan air di sekitar tanaman dapat menjadi habitat sempurna bagi larva nyamuk. Tanpa pengelolaan yang tepat dan pembersihan rutin, larva nyamuk dapat berkembang menjadi serangga dewasa yang aktif, mengganggu kenyamanan penghuni rumah, serta meningkatkan risiko gigitan nyamuk.
Tanaman yang Bikin Teras Terhindar dari Nyamuk
Menjaga teras rumah tetap nyaman dan bebas nyamuk tidak selalu harus menggunakan obat kimia. Beberapa jenis tanaman memiliki sifat alami yang bisa mengusir nyamuk secara efektif, sekaligus menghadirkan aroma segar dan keindahan pada area teras. Dengan menanam tanaman tertentu di sekitar teras, Anda bisa menciptakan lingkungan yang hijau, asr dan minim gangguan serangga pengganggu. Berikut beberapa tanaman paling efektif:
1. Serai (Citronella)
Serai dikenal luas sebagai tanaman pengusir nyamuk alami. Senyawa citronella yang terkandung di daun serai menghasilkan aroma khas yang tidak disukai nyamuk. Menanam serai di pot atau langsung di tanah di sekitar teras dapat membentuk “batas aromatik” yang mengurangi kemungkinan nyamuk mendekat. Selain fungsional, serai juga bisa digunakan sebagai bahan minuman atau bumbu masak.
2. Lavender
Lavender tidak hanya menghasilkan aroma wangi yang menenangkan, tetapi juga efektif mengusir nyamuk. Minyak esensial di dalam bunga lavender mengandung senyawa alami yang mengganggu sistem pernapasan nyamuk, sehingga mereka cenderung menjauhi area di mana tanaman ini tumbuh. Menempatkan lavender di pot di sudut teras atau di dekat area duduk bisa meningkatkan kenyamanan tanpa mengorbankan estetika.
3. Daun Mint
Daun mint memiliki aroma segar dan kuat yang menyengat bagi nyamuk. Menanam mint di pot atau wadah di sekitar teras dapat membantu menekan populasi nyamuk. Selain itu, daun mint dapat dipetik untuk dijadikan teh atau tambahan dalam minuman segar, sehingga fungsinya ganda: sebagai pengusir nyamuk sekaligus tanaman konsumsi.
4. Marigold (Bunga Tagetes)
Marigold memiliki aroma khas dari senyawa pyrethrum yang alami dapat mengusir serangga, termasuk nyamuk. Menanam bunga ini di tepi teras atau di pot bisa membantu mencegah nyamuk mendekat, sekaligus menambahkan sentuhan warna cerah yang menarik. Bunga marigold juga relatif mudah dirawat dan tahan terhadap cuaca panas.
5. Rosemary
Rosemary bukan hanya bumbu masak, tetapi juga efektif menahan nyamuk karena aromanya yang kuat dan tajam. Menanam rosemary di pot atau sepanjang pagar teras akan menciptakan penghalang alami untuk nyamuk, sekaligus memberikan aroma herbal yang menyegarkan di area teras.
6. Basil (Kemangi atau Genovese)
Kemangi memiliki aroma khas yang tidak disukai nyamuk. Menempatkan kemangi di pot di dekat area duduk atau di tepi teras dapat membantu mengurangi gigitan nyamuk. Selain itu, daun kemangi dapat digunakan sebagai bumbu masakan, sehingga tanaman ini memiliki fungsi ganda: pengusir nyamuk sekaligus tanaman konsumsi.
Tips Mengelola Teras Agar Bebas Nyamuk
Membuat teras rumah tetap nyaman dan bebas dari nyamuk memerlukan kombinasi strategi preventif, perawatan rutin, dan penggunaan bahan alami yang aman bagi keluarga. Nyamuk dapat berkembang biak di tempat lembap, genangan air, atau area yang minim sirkulasi udara, sehingga perhatian terhadap detail lingkungan teras sangat penting.
Berikut beberapa tips praktis dan efektif:
1. Hilangkan Sumber Air Tergenang
Langkah paling penting untuk mengurangi populasi nyamuk adalah memastikan tidak ada air yang menumpuk di pot tanaman, piring penampung, atau wadah lainnya. Air tergenang menjadi tempat ideal bagi nyamuk bertelur dan berkembang biak. Secara rutin, kosongkan air di pot dan bersihkan wadah penampung agar larva nyamuk tidak sempat berkembang menjadi dewasa.
2. Gunakan Tanaman Pengusir Nyamuk
Menempatkan tanaman dengan aroma alami yang tidak disukai nyamuk dapat menjadi strategi pencegahan yang efektif. Beberapa contoh tanaman pengusir nyamuk adalah lavender, serai, citronella, dan daun mint. Penempatan tanaman ini di sekitar area duduk, sudut teras, atau di dekat pintu masuk dapat menciptakan “batas aromatik” yang mengurangi kemungkinan nyamuk mendekat.
3. Periksa Daun dan Batang Tanaman Secara Berkala
Air yang tertahan pada daun, batang, atau celah tanaman dapat menjadi tempat ideal bagi larva nyamuk untuk berkembang. Dengan memeriksa secara rutin dan menyingkirkan tetesan air atau genangan kecil, kelembapan berlebih dapat dikurangi, sehingga nyamuk tidak memiliki habitat yang nyaman.
4. Pangkas Daun yang Terlalu Rapat
Daun yang terlalu lebat atau rapat cenderung menahan kelembapan lebih lama dan mengurangi sirkulasi udara di sekitar tanaman, kondisi yang sangat disukai nyamuk. Memangkas daun secara berkala meningkatkan aliran udara, mengurangi kelembapan, dan mencegah nyamuk bertelur atau beristirahat di tanaman.
5. Gunakan Larvasida Alami untuk Tanaman Air
Untuk tanaman akuatik mini seperti eceng gondok, lotus, atau tanaman air dalam pot, penggunaan larvasida alami sangat dianjurkan. Larvasida ini mencegah larva nyamuk berkembang menjadi dewasa tanpa merusak tanaman atau ekosistem mini di pot. Dengan langkah ini, area teras tetap hijau, asri, dan bebas dari gangguan nyamuk.
6. Perhatikan Kebersihan Teras Secara Menyeluruh
Selain fokus pada tanaman, jaga kebersihan seluruh area teras dari sampah, daun kering, dan sisa air hujan. Sampah atau dedaunan yang menumpuk bisa menahan kelembapan dan menjadi sarang nyamuk. Membersihkan teras secara rutin membantu menciptakan lingkungan kering dan aman dari nyamuk.
FAQ Seputar Topik
Apakah tanaman anti nyamuk benar-benar efektif?
Ya, banyak tanaman memiliki senyawa alami yang dapat mengusir nyamuk, meskipun efektivitasnya bervariasi tergantung jenis tanaman dan kondisi lingkungan.
Bagaimana cara kerja tanaman anti nyamuk?
Tanaman anti nyamuk bekerja dengan mengeluarkan aroma, minyak esensial, atau senyawa kimia tertentu yang tidak disukai nyamuk, mengganggu indra penciuman mereka.
Apakah tanaman anti nyamuk aman untuk anak-anak dan hewan peliharaan?
Umumnya aman, karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti pada obat nyamuk sintetis, tetapi tetap disarankan untuk tidak mengonsumsi atau menggosokkan langsung ke kulit tanpa pengenceran.
Berapa banyak tanaman anti nyamuk yang dibutuhkan di teras?
Jumlah tanaman yang dibutuhkan tergantung pada ukuran teras dan tingkat populasi nyamuk, namun penempatan strategis di dekat area duduk atau pintu masuk akan lebih efektif.
Bagaimana cara merawat tanaman anti nyamuk di teras?
Perawatan umumnya meliputi penyiraman teratur, memastikan drainase yang baik, dan memberikan paparan sinar matahari yang cukup sesuai kebutuhan masing-masing tanaman.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477275/original/082821900_1768814680-Jenderal_Nasution_menerima_pataka_yang_dibawa_Pierre_Tendean__Wikimedia_Commons_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474712/original/007652600_1768531933-thlt-lcx-WshjU5cSNU8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470929/original/037705500_1768270638-gambar_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477304/original/090387100_1768815453-wsww.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791002/original/040193800_1711974703-significance-of-the-lord-jesus-appearance-to-thomas-cb9bdcafc8e2acaf5686ece3472cfede.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477241/original/066608000_1768813249-Pohon_Kelengkeng_Dataran_Rendah__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477197/original/036027500_1768811880-Sistem_Rak_Kawat_Bertingkat__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4484593/original/019224800_1687936756-taya-dianna-vUm1axCwADI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477116/original/088071200_1768809389-kambing_etawa122.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476859/original/081138100_1768800526-Ilustrasi_Bakwan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357212/original/000924300_1758522381-Gemini_Generated_Image_bslfndbslfndbslf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463856/original/086442200_1767672193-unnamed-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477122/original/067736900_1768809627-Galon_untuk_Rumah_Kaca_Mini__Portable_Greenhouse___Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477300/original/041442800_1768815360-Gemini_Generated_Image_3k1z8t3k1z8t3k1z_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477186/original/077202300_1768810922-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476939/original/032605500_1768803778-Ternak_Ikan_Lele_Bioflok_di_Ember__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465699/original/097720000_1767774335-unnamed-36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473832/original/097649200_1768459306-Manfaatkan_Limbah_Dapur___Pertanian_sebagai_Pakan_Utama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476920/original/065979900_1768803193-Tanaman_Vertikal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477008/original/022554900_1768806161-Jualan_smoothies__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)