Liputan6.com, Jakarta - Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus menyimpan cerita panjang yang bermula sejak zaman Hindia Belanda. Sebuah catatan lawas menyebut bapak pandu dunia, Robert Baden-Powell, pernah singgah ke tiga kota besar di Indonesia pada 1934, yang saat itu masih bernama Hindia Belanda. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang akhirnya membentuk Gerakan Pramuka seperti sekarang.
Kisah tersebut tidak berhenti pada kunjungan Baden-Powell semata. Ada kisah panjang mulai dari lahirnya organisasi kepanduan pertama, munculnya pandu-pandu pribumi, hingga peleburan ratusan organisasi kepanduan menjadi satu wadah bernama Pramuka. Rangkaian peristiwa itu tercatat rapi dalam sejarah kepanduan nasional.
Lantas bagaimana sebenarnya penetapan Hari Pramuka pada 14 Agustus itu bermula? Untuk mengetahui selengkapnya, berikut Liputan6.com hadirkan informasi tentang sejarah gerakan Pramuka, Rabu (12/8).
Awal Mula Kepanduan di Hindia Belanda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321921/original/062430300_1786510423-Sejarah_gerakan_pramuka.jpeg)
Perbesar
Merujuk pramuka.or.id, gerakan kepanduan di Indonesia diketahui mulai muncul sejak masa penjajahan Belanda. Pada 1912, sekelompok pandu di Batavia mulai berlatih dan menjadi cabang dari Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO). Kegiatan itu menjadi cikal bakal organisasi kepanduan di Tanah Air.
Dua tahun berselang, cabang tersebut berdiri sendiri dengan nama Nederlandsch-Indische Padvinders Vereeniging atau disingkat NIPV. Organisasi ini dikenal sebagai Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda. Sebagian besar anggotanya merupakan keturunan Belanda yang tinggal di Batavia dan kota lain.
Keberadaan NIPV membuka jalan bagi tumbuhnya kesadaran berorganisasi di kalangan masyarakat pribumi. Semangat itu kemudian melahirkan organisasi kepanduan yang dikelola oleh bangsa Indonesia sendiri dalam waktu tidak lama setelah NIPV berdiri.
Lahirnya Organisasi Pandu Pribumi
Pada 1916, Mangkunegara VII yang memimpin Keraton Solo mendirikan Javaansche Padvinders Organisatie. Langkah ini menjadi tonggak lahirnya kepanduan yang sepenuhnya dijalankan oleh pandu bumiputera. Sejak saat itu semangat berorganisasi terus menyebar ke berbagai daerah.
Setelah Javaansche Padvinders Organisatie berdiri, bermunculan pula kelompok kepanduan berbasis agama dan kesukuan. Beberapa di antaranya adalah Hizbul Wathan, Syarikat Islam Afdeling Pandu, Kepanduan Bangsa Indonesia, dan Pandu Ansor. Setiap kelompok membawa ciri khas masing-masing.
Keragaman organisasi ini menunjukkan bahwa kepanduan telah menjadi wadah pergerakan yang diminati banyak kalangan. Kondisi tersebut turut memperkuat jejak sejarah Hari Pramuka 14 Agustus yang berakar dari keberagaman gerakan kepanduan sejak awal abad ke-20.
Kunjungan Robert Baden-Powell ke Batavia, Semarang, dan Surabaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321930/original/052058800_1786510935-Bapak_pandu_dunia_Robert_Baden-Powell_ketika_datang_ke_Indonesia.jpeg)
Perbesar
Perkembangan kepanduan di Hindia Belanda menarik perhatian Bapak Pandu Sedunia, Robert Baden-Powell. Mengutip pramukadiy.or.id, Ia bersama istrinya, Lady Baden-Powell, dan anak-anak mereka, Baden-Powell mengunjungi organisasi kepanduan di Batavia, Semarang, dan Surabaya pada awal Desember 1934.
Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa gerakan kepanduan di Indonesia sudah dikenal di tingkat dunia. Baden-Powell melihat langsung kegiatan para pandu di tiga kota tersebut dan memberikan dukungan bagi perkembangan kepanduan di wilayah jajahan Belanda ini.
Peristiwa kunjungan Baden-Powell sering dijadikan rujukan ketika membahas Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus. Momen tersebut menegaskan hubungan gerakan kepanduan Indonesia dengan jaringan kepanduan internasional sejak masa sebelum kemerdekaan.
Partisipasi Pandu Indonesia di Jambore Dunia
Para pandu di Hindia Belanda turut mengikuti Jambore Kepanduan Sedunia. Pada Jambore 1933 di Hungaria, keikutsertaan masih berupa kunjungan delegasi kecil untuk menyaksikan kegiatan tersebut secara langsung tanpa mengirim kontingen penuh.
Situasi berubah pada Jambore Sedunia 1937 di Belanda. Kontingen Pandu Hindia Belanda ikut serta dengan anggota dari pandu keturunan Belanda, pribumi asal Batavia dan Bandung, Pandu Mangkunegaran, pandu asal Ambon, serta keturunan Tionghoa dan Arab.
Selain kegiatan di luar negeri, perkemahan juga digelar di dalam negeri. Salah satunya All Indonesian Jamboree yang berlangsung pada 19 hingga 23 Juli 1941 di Yogyakarta dan dikenal sebagai Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem.
Persatuan Kepanduan Indonesia dan Tantangannya
Setelah kemerdekaan, Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia digelar di Surakarta pada 27 hingga 29 Desember 1945. Kongres tersebut melahirkan Pandu Rakyat Indonesia sebagai satu-satunya organisasi kepramukaan yang diakui saat itu di seluruh Indonesia.
Ketika Belanda melancarkan agresi militer pada 1948, Pandu Rakyat dilarang berdiri di wilayah yang dikuasai Belanda. Larangan ini memunculkan organisasi baru seperti Kepanduan Putera Indonesia, Pandu Puteri Indonesia, dan Kepanduan Indonesia Muda.
Seiring waktu, organisasi kepanduan berkembang hingga mencapai seratus kelompok yang tergabung dalam Persatuan Kepanduan Indonesia atau Perkindo. Namun jumlah organisasi tidak sebanding dengan jumlah anggota sehingga Perkindo tumbuh dalam kondisi lemah.
Peleburan Organisasi Kepanduan Menjadi Gerakan Pramuka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321931/original/057998800_1786510935-Robert_Baden-Powell_saat_berada_di_Batavia.jpg)
Perbesar
Presiden Soekarno bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang menjabat Pandu Agung menggagas peleburan seluruh organisasi kepanduan dalam satu wadah. Gagasan ini pertama kali disampaikan Presiden Soekarno di Desa Semanggi, Ciputat, pada awal Oktober 1959.
Presiden lalu mengumpulkan tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan dari berbagai daerah. Seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu dengan nama Pramuka melalui panitia yang diketuai Sri Sultan Hamengku Buwono IX beserta beberapa tokoh lain.
Proses peleburan berlangsung melalui beberapa tahap penting. Pada 9 Maret 1961, nama Pramuka diresmikan dan diperingati sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka, menjadi awal dari rangkaian peristiwa besar dalam Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus.
Penetapan 14 Agustus sebagai Hari Pramuka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4581791/original/071738400_1695179529-septian-akbar-XLYUvuzzz8M-unsplash.jpg)
Perbesar
Pada 20 Mei 1961, Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka diterbitkan. Tanggal itu kemudian dikenal sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja bagi seluruh organisasi Gerakan Pramuka di Indonesia.
Selanjutnya pada 30 Juli 1961, wakil organisasi kepanduan menyatakan diri melebur ke dalam Gerakan Pramuka di Istana Olahraga Senayan. Peristiwa ini dikenang sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka yang menandai kesepakatan bersama seluruh pandu.
Puncaknya terjadi pada 14 Agustus 1961, ketika Gerakan Pramuka diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat melalui upacara di halaman Istana Negara. Presiden Soekarno menyerahkan Panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dan tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Pramuka hingga sekarang.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus
1. Mengapa Hari Pramuka diperingati setiap 14 Agustus?
Tanggal ini dipilih karena pada 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat melalui upacara penyerahan Panji Gerakan Pramuka di halaman Istana Negara.
2. Siapa yang mendirikan gerakan kepanduan pertama di Indonesia?
Kepanduan pertama berkembang dari kelompok pandu di Batavia pada 1912 yang menjadi cabang Nederlandsche Padvinders Organisatie, kemudian berdiri sendiri sebagai NIPV pada 1914.
3. Kapan Robert Baden-Powell mengunjungi Indonesia?
Baden-Powell bersama keluarganya mengunjungi organisasi kepanduan di Batavia, Semarang, dan Surabaya pada awal Desember 1934.
4. Siapa Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pertama?
Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjadi Ketua pertama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka setelah menerima Panji Gerakan Pramuka dari Presiden Soekarno.
5. Apa nama organisasi kepanduan sebelum menjadi Pramuka?
Sebelum melebur menjadi Pramuka, terdapat banyak organisasi seperti Pandu Rakyat Indonesia, Kepanduan Bangsa Indonesia, Hizbul Wathan, dan puluhan kelompok lain yang tergabung dalam Perkindo.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4588614/original/072775000_1695698566-20230926-Bansos-Beras-Arbas-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322002/original/062599200_1786513889-hlll.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4530981/original/009310500_1691548011-14961173_5542379_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321949/original/006191900_1786512093-79a869b2-6fc7-457a-a8ad-4f958e458476.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4119809/original/026574700_1660187544-5531907.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321998/original/027055200_1786513689-lantai_rumah_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321922/original/001472000_1786510537-MV5BZDRmNGQyMzctNDM0Mi00ZmEzLWJkMmYtNmNhODY4YjkwZmY2XkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3529138/original/012483500_1627962520-mufid-majnun-yv6ThE76y_M-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321811/original/024760400_1786505481-Desain_rumah_mungil_untuk_pekerja_lajang_introvert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5110066/original/004912400_1737911152-IMG-20250126-WA0043.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3597973/original/058969000_1633862486-pexels-photo-4433101.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321810/original/079541400_1786505410-woman-arranging-paintings-home.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321789/original/050130800_1786504175-KA_Sri_Lelawangsa_Medan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263000/original/021097500_1781855995-pexels-leticia-alvares-1805702-35009501__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321764/original/030652100_1786503109-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304236/original/021326900_1784710500-pexels-yavuz-eren-gungor-188978162-18063064.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321747/original/011819200_1786502556-2151850312.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321015/original/052454100_1786423967-Kedung_Sepur_SMT.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321737/original/060703300_1786501343-Kereta_Api_Pandanwangi.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560536/original/020239000_1776672350-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566397/original/034900000_1777180569-Desain_Rumah_50_Juta_dengan_Ventilasi_Silang_Alami_Model_Teras_Ganda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559831/original/019905700_1776645721-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566459/original/099990000_1777186387-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753994/original/053180300_1778655561-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559169/original/005017800_1776523941-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570927/original/085307900_1777551328-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565766/original/098117700_1777086011-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5697309/original/087148900_1778575609-Gemini_Generated_Image_fqdhcafqdhcafqdh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569841/original/046143800_1777456700-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568461/original/001756800_1777360580-kre1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560608/original/012737700_1776674546-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560766/original/050726300_1776682615-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566874/original/055492400_1777259351-1.jpg)