Apa Itu Second Lead? Pengertian, Ciri, dan Fenomena Second Lead Syndrome di Drama Korea

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta Bagi penggemar drama Korea, pertanyaan apa itu second lead sering muncul ketika sebuah karakter pendukung justru terasa lebih memikat daripada tokoh utamanya. Istilah ini mengacu pada pemeran kedua yang porsi tampil dan perannya cukup penting, meski ia bukan bintang utama cerita.

Umumnya, second lead hadir sebagai pihak ketiga dalam kisah cinta yang turut mendekati tokoh utama. Kehadirannya melahirkan konflik cinta segitiga yang membuat penonton ikut larut secara emosional.

Tak jarang sosok ini digambarkan terlalu baik, sehingga penonton diam-diam berharap dialah yang dipilih. Dari perasaan itulah lahir fenomena populer bernama second lead syndrome, seperti yang ramai dibicarakan sejak drakor Start-Up tayang.

Dilansir dari dailyo.in, karakter second lead dalam drama Korea kerap diposisikan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa di ranah asmara, dengan sifat altruistik yang sering tertutup oleh dominasi karakter utama.

Apa Itu Second Lead dalam Drama Korea?

Secara sederhana, second lead adalah tokoh kedua dalam sebuah cerita yang posisinya berada tepat di bawah pemeran utama atau first lead. Dalam drama Korea, ia bukan bintang utama, tetapi mendapat porsi tampil yang banyak dan ikut menentukan arah cerita. Karena itulah pertanyaan apa itu second lead pada akhirnya bermuara pada satu jawaban sederhana, yaitu ia adalah penantang yang bersaing dengan first lead untuk memperebutkan hati sang tokoh utama.

Istilah ini terbagi menjadi dua, yakni second male lead untuk tokoh pria kedua dan second female lead untuk tokoh perempuan kedua. Karakter pria kedua biasanya digambarkan dapat diandalkan, penuh perhatian, dan lebih siap secara emosional; ia sering jatuh cinta lebih dulu serta mendekati sang tokoh utama dengan cara yang lembut. Sifat-sifat seperti inilah yang membuat penonton mudah bersimpati kepadanya.

Dalam struktur naskah, kehadiran second lead punya fungsi yang jelas. Sebuah penelitian di bidang Ilmu Komunikasi menempatkan second lead sebagai poros yang memicu kontestasi antaraudiens ketika muncul konflik cinta segitiga. Tokoh kedua ini umumnya sengaja dihadirkan untuk menciptakan hambatan sekaligus mendorong pasangan utama menyadari perasaan mereka yang sebenarnya.

Menariknya, second lead kerap terbagi ke dalam dua arketipe. Ada tipe yang obsesif dan manipulatif, tetapi ada pula tipe yang penyayang dan rela berkorban, dan justru tipe kedua inilah yang paling sering mencuri hati penonton. Ketika sosok yang begitu baik ini akhirnya kalah dalam persaingan cinta, lahirlah patah hati kolektif yang khas di kalangan pencinta drakor, sesuatu yang juga terasa pada banyak drakor romantis dengan rating tertinggi.

Mengenal Fenomena Second Lead Syndrome

Second lead syndrome (SLS) adalah kondisi ketika penonton justru lebih mendukung tokoh kedua dan berharap ia bersatu dengan pemeran utama. Perasaan ini menguat pada drama bertema cinta segitiga, dan hampir selalu berujung kekecewaan karena second lead jarang mendapatkan akhir bahagia.

Fenomena ini bukan hal baru dan sudah menjadi pengalaman bersama para penggemar. Mengutip Dramabeans, second male lead pada masa lalu merupakan pesaing yang sepadan karena ia mengejar cinta, baik diam-diam maupun terang-terangan, dengan tujuan memenangkan hati tokoh utama alih-alih merebutnya dari pemeran pria utama. Banyak penonton bertahan menonton hingga akhir justru karena terbawa efek keberpihakan pada sosok yang kalah.

Kekuatan sindrom inilah yang membuat drakor terasa candu. Ketika karakter pria kedua tampil begitu perhatian, ramai penonton yang susah move on dari second lead green flag dan beramai-ramai membentuk "tim" pendukung di media sosial. Bahkan aktor pemeran second lead pun tak jarang ikut terharu, seperti tergambar saat Kim Seon Ho menangis membaca komentar penggemar Start-Up.

Belakangan, muncul pula tren yang disebut "second lead justice". Sejumlah drama sengaja menampilkan pemeran utama pria yang cerdas secara emosional sejak awal, sehingga penonton tak lagi harus memihak tokoh kedua. Beberapa webtoon dan drama China bahkan mulai menjadikan second lead sebagai pusat cerita dalam spin-off tersendiri, seolah memberi keadilan atas patah hati yang selama ini mereka tanggung.

Ciri-Ciri Karakter Second Lead yang Bikin Baper

Meski bukan pemeran utama, second lead punya daya tarik yang khas dan mudah dikenali. Berikut sejumlah ciri yang membuat karakter ini kerap lebih dicintai daripada tokoh utamanya.

Berdasarkan ulasan allkpop, second lead sering mewujudkan kualitas yang diam-diam diidamkan banyak orang dalam diri seorang pasangan, mulai dari kecerdasan, kesuksesan, hingga empati yang tulus.

  1. Baik dan penyabar sejak awal. Berbeda dari tokoh utama yang sering dingin di awal cerita, second lead biasanya sudah lembut dan hangat sejak kemunculan pertamanya.
  2. Selalu hadir saat dibutuhkan. Ia menjadi pendengar setia sekaligus tempat bersandar, muncul tepat ketika tokoh utama sedang rapuh.
  3. Jatuh cinta lebih dulu dan mencintai dalam diam. Second lead kerap memendam perasaan bertahun-tahun tanpa berani mengungkapkannya, sebuah pola yang banyak dijumpai di drakor bertema teman jadi kekasih.
  4. Melindungi tanpa banyak menuntut. Ia rela berkorban dan mendahulukan kebahagiaan orang yang dicintainya di atas keinginannya sendiri.
  5. Digambarkan nyaris sempurna. Tampan, pintar, mapan, dan setia, membuatnya kerap dijuluki sebagai sosok green flag idaman.
  6. Cintanya sering bertepuk sebelah tangan. Sebaik apa pun ia, naskah biasanya menakdirkan cintanya kandas demi menyatukan pasangan utama.

Alasan Penonton Sering Terkena Second Lead Syndrome

Mengapa penonton bisa lebih memihak tokoh kedua padahal tahu ia akan kalah? Ada sejumlah alasan psikologis sekaligus naratif yang menjelaskan hal ini.

Dua pakar yang diwawancarai Deccan Chronicle turut menyoroti akar fenomena ini. Pelatih hubungan Mina Rao menuturkan, "Dalam sebuah cerita, dan terkadang dalam kehidupan nyata, orang tertarik pada transformasi emosional. Tokoh utama sering mewakili sosok yang perlu 'diperbaiki', dan penonton, juga sang tokoh perempuan, ingin percaya bahwa cinta bisa mengubah seseorang." Sementara itu, ahli strategi hubungan Anurag Bhatt menyatakan, "Second lead syndrome mencerminkan kerja emosional yang kerap diharapkan dilakukan oleh perempuan."

  1. Karakter yang terlalu ideal. Second lead kerap ditulis sebagai sosok penuh pengertian dan suportif, mendekati gambaran pasangan impian banyak orang.
  2. Simpati pada sang underdog. Melihat tokoh yang baik menghadapi penolakan dan kesepian membangkitkan naluri melindungi, sehingga penonton merasa ia pantas bahagia.
  3. Proyeksi pengalaman pribadi. Banyak penonton pernah berada di posisi yang sama, mencintai dalam diam, sehingga kisah second lead terasa dekat dan relatable.
  4. Cinta dalam diam yang menyayat. Perjuangan cinta tak berbalas menghadirkan emosi yang justru lebih membekas ketimbang konflik besar lainnya dalam cerita.
  5. Chemistry yang kuat. Kadang interaksi tokoh kedua dengan pemeran utama terasa lebih klik, sampai penonton mempertanyakan pasangan utama yang telah ditetapkan.
  6. Terbentuknya hubungan parasosial. Mengacu pada riset yang dipublikasikan National Library of Medicine (NCBI), hubungan parasosial adalah relasi satu arah ketika seseorang merasa terhubung dan mengidentifikasi dirinya dengan figur media, termasuk karakter dalam sebuah tayangan.

Karena keterikatan emosional itu nyata, tak heran bila kekecewaan penonton juga terasa tulus, apalagi saat menonton drakor dengan akhir yang tak bahagia. Sebagian penonton bahkan memanfaatkannya sebagai pelepas emosi, mirip cara kerja rekomendasi drakor bertema mental health.

Deretan Second Lead Ikonik dalam Drama Korea

Sepanjang sejarah drakor, ada banyak karakter kedua yang justru lebih dikenang daripada pemeran utamanya. Berikut beberapa nama yang sukses membuat penonton terserang second lead syndrome.

  1. Han Ji Pyeong - Start-Up. Diperankan Kim Seon Ho, investor cerdas berhati hangat ini menjadi favorit internet, bahkan memicu gerakan daring agar ia bersatu dengan Seo Dal Mi. Popularitasnya membawa Kim Seon Ho ke deretan drakor berating tinggi dan proyek besar seperti Hometown Cha-Cha-Cha.
  2. Choi Young Do - The Heirs. Kim Woo Bin membuat publik jatuh hati pada karakter bad boy yang punya cara aneh mendekati Cha Eun Sang, namun perlahan mencuri simpati.
  3. Kim Jung Hwan - Reply 1988. Ryu Jun Yeol memerankan sosok yang memendam cinta bertahun-tahun untuk Deok Sun, lalu memilih mundur. Kisah sinopsis Reply 1988 ini masih membekas hingga kini, apalagi bersanding dengan Choi Taek yang diperankan Park Bo Gum.
  4. Han Seo Jun - True Beauty. Karakter penunggang motor yang karismatik ini bikin penonton berharap ia bersanding dengan Lim Joo Kyung, terlebih populer sejak True Beauty diadaptasi dari webtoon.
  5. Baek Kyung - Extraordinary You. Lee Jae Wook memerankan tunangan Dan Oh yang dingin namun diam-diam melindungi, membuat penonton nyesek hingga sekarang.
  6. Gong Tae Kwang - School 2015. Yook Sung Jae menghidupkan siswa bandel berhati lembut yang cintanya untuk Lee Eun Bi terpaksa bertepuk sebelah tangan.
  7. Yoo Chan - Still 17. Ahn Hyo Seop memerankan pria manis dan perhatian yang membuat penonton terserang second lead syndrome, seperti diulas dalam rekomendasi drama Ahn Hyo Seop dan sederet drama yang dibintangi Ahn Hyo Seop.

Deretan sosok itu membuktikan bahwa second lead punya tempat spesial di hati penonton. Jika ingin menikmati kisah cinta segitiga yang manis sekaligus menyayat, kamu bisa menjelajahi rekomendasi drakor romantis di Netflix, mengintip drakor cinta di tempat kerja, atau memahami ragam genre drama Korea lebih dulu. Kabar reuni bintang Start-Up lewat Kim Seon Ho dan Suzy pun sempat menghidupkan kembali harapan para pendukung Han Ji Pyeong.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Second Lead

Apa itu second lead syndrome?

Second lead syndrome (SLS) adalah kondisi ketika penonton lebih menyukai dan mendukung tokoh kedua dibanding pemeran utama, serta berharap ia yang berhasil merebut hati sang tokoh utama. Fenomena ini paling sering dialami penggemar drama Korea bergenre romantis dengan konflik cinta segitiga.

Apa perbedaan first lead dan second lead?

First lead adalah pemeran utama yang menjadi pusat cerita dan hampir pasti mendapatkan akhir bahagia, sedangkan second lead adalah tokoh kedua yang perannya penting namun bukan bintang utama. Dalam kisah cinta, second lead umumnya berperan sebagai penantang yang cintanya berakhir tak berbalas.

Mengapa second lead sering tidak berakhir bahagia?

Secara naratif, second lead memang dirancang untuk menciptakan konflik sekaligus mendorong pasangan utama menyadari perasaan mereka. Setelah tugas itu selesai, ia biasanya harus mundur agar pasangan utama bersatu, meski sebagian drama modern kini mulai memberi akhir yang lebih adil bagi tokoh kedua.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |