:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5309095/original/093521800_1754577727-20250807-Sidang_Nikita-BUS_1.jpg)
1/7
Nikita Mirzani, terdakwa kasus dugaan pemerasan dan pengancaman terhadap Reza Gladys kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025). (KapanLagi.com/Budy Santoso)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5309096/original/032008700_1754577728-20250807-Sidang_Nikita-BUS_2.jpg)
1/7
Sidang lanjutan Nikita Mirzani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025), beragendakan mendengar keterangan saksi-saksi. (KapanLagi.com/Budy Santoso)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5309097/original/063594900_1754577728-20250807-Sidang_Nikita-BUS_3.jpg)
1/7
Salah satu saksi yang dihadirkan adalah dokter Samira, atau yang dikenal sebagai selebgram dengan julukan “dokter fiktif atau doktif”. (KapanLagi.com/Budy Santoso)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5309098/original/000181500_1754577729-20250807-Sidang_Nikita-BUS_4.jpg)
1/7
Di awal persidangan, Nikita Mirzani sempat terlihat emosional hingga akhirnya sidang diskors oleh majelis hakim. (KapanLagi.com/Budy Santoso)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5309099/original/039856600_1754577729-20250807-Sidang_Nikita-BUS_5.jpg)
1/7
Diketahui, Nikita Mirzani hadir ke ruang sidang dalam kondisi tidak sehat. (KapanLagi.com/Budy Santoso)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5309100/original/082810200_1754577729-20250807-Sidang_Nikita-BUS_7.jpg)
1/7
Sidang lanjutan Nikita Mirzani akhirnya ditunda hingga pekan depan, seiring putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang mengizinkannya menjalani pengobatan. (KapanLagi.com/Budy Santoso)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5309101/original/022713300_1754577730-20250807-Sidang_Nikita-BUS_6.jpg)
1/7
Izin diberikan berdasarkan pertimbangan kemanusiaan setelah adanya surat keterangan dokter yang menyatakan kondisi kesehatan Nikita Mirzani butuh penanganan medis oleh dokter spesialis yang tidak tersedia di Rutan Pondok Bambu. (KapanLagi.com/Budy Santoso)