:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5304205/original/018035700_1754215405-1.jpg)
1/7
Truk-truk bermuatan bantuan kemanusiaan menunggu izin masuk di sisi perbatasan Mesir dari perlintasan Rafah menuju Jalur Gaza, untuk menuju wilayah Palestina pada 3 Agustus 2025. (Foto: AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5304206/original/027255600_1754215407-2.jpg)
1/7
Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin meningkat menyusul adanya laporan lebih dari 6.000 truk bantuan kemanusiaan masih tertahan di luar wilayah tersebut. (Foto: AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5304207/original/095525000_1754215408-3.jpg)
1/7
Badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyebut ribuan truk hingga kini belum mendapatkan izin untuk menembus blokade Israel. (Foto: AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5304208/original/049590500_1754215410-4.jpg)
1/7
Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini mengungkapkan, ribuan truk yang membawa pasokan makanan dan obat-obatan itu kini masih tertahan di perbatasan Yordania dan Mesir, menanti izin masuk dari Israel. (Foto: AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5304209/original/041109100_1754215411-6.jpg)
1/7
Sementara itu, Direktur Komunikasi UNRWA, Juliette Touma pada pekan lalu telah menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan tersebut sangat dibutuhkan oleh warga Gaza yang kini tengah menghadapi ancaman kelaparan massal. (Foto: AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5304210/original/087957700_1754215412-5.jpg)
1/7
Pejabat Palestina mengatakan sedikitnya diperlukan 600 truk bantuan setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan 2,4 juta jiwa penduduk Gaza. (Foto: AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5304211/original/022562800_1754215414-7.jpg)
1/7
Untuk diketahui, sejak awal agresi besar-besaran pada Oktober 2023 lalu, Israel terus memperketat pengawasan di perbatasan Gaza, termasuk membatasi masuknya bantuan kemanusiaan. (Foto: AFP)