Liputan6.com, Jakarta Dalam beberapa tahun terakhir, tren pengobatan alami kian berkembang, termasuk dalam penanganan penyakit asam urat. Salah satu bahan yang tengah mendapat perhatian besar adalah bawang putih, rempah dapur yang dikenal luas karena kandungan antioksidan dan senyawa aktifnya yang tinggi. Kini, infus bawang putih mulai digunakan sebagai metode konsumsi praktis bagi penderita asam urat yang ingin mengelola kondisinya secara alami.
Bawang putih mengandung allicin, senyawa sulfur yang terbukti memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan kuat. Tak hanya itu, ia juga mengandung vitamin C, B, dan mineral seperti magnesium serta selenium yang dapat membantu tubuh mengurangi penumpukan asam urat. Kandungan ini diyakini mampu membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan pada sendi yang merupakan gejala khas dari asam urat.
Disarankan untuk mengonsumsi dua siung bawang putih yang direndam dalam air semalaman, kemudian diminum pada pagi hari dalam keadaan perut kosong. Rempah ini sangat bermanfaat untuk mengendalikan masalah serius seperti asam urat dan kolesterol.
1. Mengenal Bawang Putih dan Kandungannya yang Bermanfaat
Bawang putih bukan hanya bumbu dapur, tetapi juga obat alami yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu dalam pengobatan tradisional. Kandungan vitamin B1, B6, C, selenium, tembaga, dan kalsium dalam bawang putih memberikan efek terapeutik terhadap berbagai kondisi tubuh, terutama peradangan.
Salah satu zat aktif paling penting dalam bawang putih adalah allicin, yang hanya muncul ketika bawang putih dihancurkan atau dicincang. Allicin dikenal sebagai agen anti-inflamasi alami yang dapat membantu meredakan gejala pembengkakan akibat tingginya kadar asam urat dalam darah.
Vitamin C yang terdapat dalam bawang putih turut membantu menurunkan kadar asam urat, serta membuang racun, menstabilkan gula darah, dan memperkuat kesehatan ginjal. Semua faktor ini sangat penting karena ginjal memegang peranan utama dalam proses pembuangan asam urat melalui urine.
2. Penyebab Meningkatnya Kadar Asam Urat dan Peran Bawang Putih
Asam urat terbentuk dari pemecahan purin, zat alami yang banyak ditemukan dalam makanan seperti jeroan, makanan laut, dan daging merah. Kadar asam urat yang tinggi menyebabkan penumpukan kristal pada persendian dan memicu serangan nyeri mendadak.
Selain pola makan, kondisi seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes juga meningkatkan risiko hiperurisemia. Penelitian menunjukkan bahwa kadar asam urat di atas 6,8 mg/dL dianggap tinggi dan perlu segera ditangani.
Bawang putih membantu dengan dua cara utama: menekan produksi asam urat dan meningkatkan ekskresinya. Senyawa belerang di dalamnya berfungsi melancarkan fungsi ginjal, yang sangat penting untuk membuang kelebihan asam urat dari tubuh.
3. Cara Membuat Infus Bawang Putih untuk Asam Urat
Membuat infus bawang putih sangat mudah dan bisa dilakukan di rumah tanpa alat khusus. Cukup sediakan dua siung bawang putih segar, kupas kulitnya, lalu iris atau geprek sedikit agar allicin aktif.
Masukkan irisan bawang putih ke dalam 200–250 ml air matang (bisa air suhu ruang atau sedikit hangat). Diamkan semalaman dalam wadah tertutup agar sari bawang tercampur dalam air.
Minum air infus ini saat perut kosong di pagi hari, sebelum sarapan. Kebiasaan ini dipercaya membantu menstimulasi pencernaan sekaligus membersihkan racun dalam darah. Konsumsi rutin setiap hari disarankan untuk hasil maksimal, namun konsultasikan terlebih dahulu ke dokter jika sedang dalam pengobatan tertentu.
4. Efek Samping dan Tips Aman Konsumsi Infus Bawang Putih
Meski alami, konsumsi bawang putih tetap perlu diperhatikan karena berpotensi menimbulkan reaksi alergi atau iritasi pada lambung. Beberapa orang melaporkan rasa mual, perut perih, atau bau napas menyengat akibat konsumsi berlebihan.
Tips aman: mulai dari setengah siung terlebih dahulu jika baru pertama kali mencoba. Pastikan juga tidak mencampur dengan bahan lain tanpa saran ahli.
Jika memiliki gangguan lambung, sebaiknya konsumsi setelah makan atau dalam bentuk lain seperti kapsul suplemen bawang putih yang telah distandarisasi dosisnya. Dalam kondisi tertentu, bawang putih juga dapat memengaruhi efektivitas obat pengencer darah, jadi konsultasi medis sangat dianjurkan.
5. Gaya Hidup Sehat Pendamping Pengobatan Asam Urat
Infus bawang putih hanyalah salah satu langkah pendukung. Gaya hidup secara keseluruhan tetap menjadi kunci utama untuk mencegah kekambuhan asam urat. Kurangi konsumsi makanan tinggi purin dan batasi minuman manis mengandung fruktosa.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, yoga, atau berenang dapat meningkatkan metabolisme dan mendukung fungsi ginjal. Turunkan berat badan secara perlahan jika mengalami obesitas, karena lemak tubuh yang berlebih meningkatkan produksi asam urat.
Selain itu, rutin periksa kadar asam urat setiap 3–6 bulan akan membantu mengontrol penyakit dan mencegah komplikasi lain seperti batu ginjal atau gangguan sendi kronis. Gabungan antara pola makan sehat dan konsumsi infus bawang putih bisa menjadi strategi alami yang efektif untuk jangka panjang.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Infus Bawang Putih dan Asam Urat
Q: Apakah infus bawang putih bisa menyembuhkan asam urat sepenuhnya?
A: Tidak menyembuhkan secara total, tetapi dapat membantu mengendalikan kadar asam urat dalam darah dan meringankan gejala.
Q: Kapan waktu terbaik untuk minum air infus bawang putih?
A: Saat perut kosong di pagi hari, untuk memaksimalkan penyerapan senyawa aktif seperti allicin.
Q: Apakah bawang putih aman dikonsumsi setiap hari?
A: Ya, dalam jumlah wajar (1–2 siung per hari). Namun, bagi penderita maag atau gangguan pencernaan, perlu hati-hati.