:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8712403/original/025753100_1782793891-5mM8GtsuXx1vFloiuOXy8dI8o3q0Od5rJrEpMKUy.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Iguana dan bunglon sama-sama termasuk kelompok reptil berjenis kadal, tetapi keduanya merupakan spesies yang sangat berbeda. Memahami perbedaan iguana dan bunglon menjadi penting, terutama bagi siapa saja yang tertarik memelihara salah satunya di rumah.
Secara sekilas, penampilan keduanya memang bisa membingungkan karena sama-sama memiliki tubuh bersisik dan kebiasaan memanjat pohon. Namun, jika diperhatikan lebih cermat, perbedaan iguana dan bunglon dapat dikenali dari ukuran tubuh, struktur mata, fungsi ekor, hingga kemampuan mengubah warna kulit.
Iguana dan bunglon sama-sama reptil yang populer dipelihara, tetapi keduanya merupakan spesies yang sepenuhnya berbeda. Dilansir dari A-Z Animals, perbedaan terbesar antara iguana dan bunglon terletak pada ukuran, lokasi, pertahanan, dan ekornya. Kedua hewan ini bahkan tidak pernah berbagi wilayah di habitat asli mereka.
Apa Itu Iguana dan Bunglon? Mengenal Klasifikasi Kedua Reptil Ini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8720142/original/024081600_1782813491-Perbedaan_Iguana_dan_Bunglon.jpeg)
Perbesar
Sebelum membahas perbedaan secara mendetail, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu iguana dan bunglon dari sisi ilmiah. Kata "iguana" merujuk pada kelompok kadal besar yang termasuk dalam famili Iguanidae. Sementara itu, bunglon adalah jenis kadal yang termasuk dalam famili Chamaeleonidae. Mengacu pada SoftSchools.com, iguana umumnya berwarna hijau, tetapi juga bisa berwarna kebiruan, lavender, hitam, bahkan merah muda. Berikut sejumlah poin dasar yang membedakan keduanya:
- Famili taksonomi - Iguana termasuk dalam famili Iguanidae, sementara bunglon masuk dalam famili Chamaeleonidae. Bunglon merupakan bagian dari subordo iguana, tetapi kedua reptil ini sangat berbeda dan memiliki kebutuhan yang sangat berbeda pula.
- Jumlah spesies - Bunglon mencakup sekitar 200 spesies yang dapat mengubah warna melalui sel kulit khusus, sementara iguana berkisar dari iguana laut Galapagos hingga iguana hijau Amerika Tengah.
- Jenis pola makan - Iguana adalah herbivora yang makanannya terdiri dari buah, bunga, tunas, dan daun, sedangkan bunglon adalah karnivora yang makanannya berbasis serangga.
- Metabolisme tubuh - Keduanya merupakan hewan ektotermik atau berdarah dingin yang mengandalkan lingkungan luar untuk mengatur suhu tubuh.
- Perilaku sosial - Iguana cenderung lebih sosial dibanding bunglon yang soliter; iguana bisa ditemukan berjemur bersama di tempat yang cerah, sementara bunglon lebih memilih kesendirian di antara dahan-dahan pohon.
- Kemampuan kamuflase - Bunglon dapat mengubah warna kulitnya untuk bersembunyi di lingkungan sekitarnya, sedangkan iguana tidak memiliki kemampuan tersebut.
Baca juga: Mengenal Ciri-Ciri Kelompok Reptilia dan Keunikannya
Perbedaan Ukuran Tubuh dan Ciri Fisik Iguana dan Bunglon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8720145/original/009566700_1782813492-iguana_bunglon.jpg)
Perbesar
Salah satu perbedaan iguana dan bunglon yang paling mudah diamati adalah ukuran tubuh. Iguana berukuran jauh lebih besar dibanding bunglon; rata-rata iguana dewasa mencapai panjang 1,5 hingga 1,8 meter termasuk ekor, sementara bunglon hanya mencapai panjang maksimal sekitar 60 sentimeter. Perbedaan berat badan juga cukup signifikan. Iguana lebih berat dibanding bunglon, dengan bobot antara 3,5 hingga 8 kilogram, sementara bunglon hanya berbobot sekitar 2 kilogram.
Dari segi struktur tubuh, iguana memiliki bentuk yang lebih kokoh dan berotot. Iguana memiliki jambul berduri (spiny crest) di sepanjang punggungnya, sementara beberapa bunglon juga memiliki jambul tetapi umumnya hanya di bagian atas kepala, bukan di punggung. Iguana juga memiliki gelambir atau dewlap, yaitu lipatan kulit di bawah leher yang berperan dalam termoregulasi dan komunikasi. Sebagaimana dikutip dari SoftSchools.com, iguana memiliki jambul berduri di punggung, sisik berwarna di belakang leher, organ pendeteksi cahaya yang disebut mata ketiga di atas kepala, serta gelambir di bawah leher yang berperan penting dalam termoregulasi.
Bunglon, di sisi lain, memiliki bentuk tubuh yang termampatkan secara lateral (pipih dari samping). Bunglon memiliki tubuh pipih, ekor panjang, dan lidah yang lengket dan panjang; banyak bunglon juga memiliki jambul atau tanduk di atas kepala serta berbagai tonjolan di area hidung. Bentuk tubuh yang lebih ramping ini memungkinkan bunglon bergerak perlahan dan hati-hati di antara ranting-ranting tipis.
Salah satu fitur unik iguana yang tidak dimiliki bunglon adalah mata ketiga atau mata parietal. Berdasarkan ScienceDirect, "mata ketiga" atau mata parietal tampak sebagai titik abu-abu atau transparan di dahi iguana hijau; organ ini merupakan evaginasi talamus yang terhubung ke kelenjar pineal melalui saraf parietal, dan berperan mengatur ritme sirkadian serta siklus tahunan. Mata ini tidak dapat membentuk gambar, tetapi mampu mendeteksi perubahan cahaya dan bayangan yang membantu iguana menghindari predator dari atas.
Rahasia di Balik Perubahan Warna Kulit Bunglon dan Iguana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8720147/original/002620700_1782813495-iguana.jpeg)
Perbesar
Ketika membahas perbedaan iguana dan bunglon, kemampuan mengubah warna kulit menjadi salah satu topik paling menarik. Banyak orang mengira bunglon berubah warna semata-mata untuk berkamuflase. Namun, kenyataannya lebih kompleks dari itu. Bunglon terkenal karena kemampuannya mengubah warna, tetapi bertentangan dengan kepercayaan umum, mereka tidak melakukannya hanya untuk menyatu dengan lingkungan; kemampuan perubahan warna ini memiliki berbagai fungsi termasuk komunikasi, regulasi suhu, dan ekspresi suasana hati.
Mekanisme di balik perubahan warna bunglon sangat canggih secara biologis. Sebagaimana dilaporkan jurnal Nature Communications dalam riset Teyssier et al. (2015), bunglon mengubah warna dengan menata ulang susunan nanokristal di salah satu lapisan atas sel kulit mereka; sel-sel ini, yang disebut iridofor, mengandung kristal kecil dari guanin, salah satu basa penyusun DNA, dan nanokristal ini memiliki susunan sangat teratur yang secara normal memantulkan satu warna cahaya tertentu seperti hijau. Ketika bunglon jantan bertemu saingan, mereka meregangkan sel kulit sehingga memperlebar jarak antar kristal dan memantulkan panjang gelombang cahaya yang berbeda.
Iguana, sebaliknya, tidak memiliki kemampuan perubahan warna yang dramatis seperti bunglon. Mengutip FloraFaunaFun, bunglon menggunakan warna struktural dan lapisan kromatofor untuk komunikasi serta termoregulasi, sementara iguana hanya menunjukkan perubahan pigmen terbatas yang terkait dengan musim atau stres. Iguana hijau, misalnya, bisa sedikit menggelap saat kedinginan atau selama musim kawin, tetapi perubahan ini tidak se-ekstrem bunglon yang bisa menampilkan pola kontras dalam hitungan detik.
Hal menarik lainnya, bunglon menggunakan perubahan warna mereka untuk mengirimkan sinyal ke sesama bunglon; bunglon jantan sering menampilkan warna lebih cerah untuk menunjukkan dominasi atau menarik pasangan, sementara warna kusam menandakan kepatuhan atau stres. Ini menunjukkan bahwa perubahan warna pada bunglon bukan sekadar mekanisme bertahan hidup, melainkan juga alat komunikasi yang berperan dalam reproduksi mereka.
Baca juga: 8 Makanan Bunglon Kecil yang Mudah Ditemukan, Pemilik Harus Tahu
Perbedaan Mata, Lidah, dan Ekor Iguana dengan Bunglon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2706370/original/001248500_1547712860-iguana-50198_960_720.jpg)
Perbesar
Tiga organ tubuh ini menjadi pembeda utama yang membuat iguana dan bunglon mudah dikenali. Masing-masing memiliki adaptasi unik yang mencerminkan cara hidup dan strategi bertahan di alam liar. Melansir pada A-Z Animals, bunglon memiliki mata yang memungkinkan mereka fokus pada dua objek berbeda secara bersamaan, sementara iguana memiliki mata yang lebih konvensional. Berikut uraian lengkap perbedaan ketiga organ ini:
- Struktur mata - Bunglon memiliki mata yang dapat bergerak secara independen dan terpasang dalam turret, memberikan jangkauan penglihatan hampir 360 derajat serta kemampuan mengarahkan kedua mata untuk fokus binokular presisi sesaat sebelum menyerang dengan lidah. Iguana memiliki mata yang lebih konvensional, tersembunyi di dalam tengkorak seperti kadal umumnya.
- Pergerakan mata - Berbeda dari iguana, bunglon memiliki kemampuan menggerakkan mata secara independen dan melihat dua gambar berbeda secara bersamaan; meskipun mobilitas matanya terbatas, iguana memiliki penglihatan yang tajam dan mampu mendeteksi warna, bayangan, serta gerakan dengan presisi tinggi.
- Panjang dan fungsi lidah - Bunglon memiliki lidah proyektil yang luar biasa panjang. Sebagian besar bunglon adalah insektivora yang menangkap mangsa dengan lidah proyektil yang mampu memanjang sekitar 1-2 kali panjang tubuh mereka. Iguana, sebaliknya, menggunakan lidah terutama sebagai indera penciuman, mirip dengan ular.
- Fungsi ekor - Iguana memiliki ekor panjang yang digunakan untuk memukul musuh, sementara bunglon memiliki ekor yang bersifat prehensil; bunglon menghabiskan banyak waktu di pohon sepanjang hidupnya dan dapat menggunakan ekornya untuk memegang dahan saat memanjat.
- Autotomi ekor - Iguana dapat melepaskan ekornya dan meninggalkannya saat ditangkap pemangsa, sehingga pemangsa mungkin meninggalkan iguana setelah mendapatkan ekor untuk dimakan, atau memberikan beberapa detik bagi iguana untuk melarikan diri. Bunglon tidak memiliki kemampuan autotomi ini.
- Kaki - Bunglon memiliki kaki zigodaktil, yaitu lima jari di setiap kaki yang dikelompokkan dalam dua bagian, serta ekor prehensil yang dirancang untuk mencengkeram dahan tipis dan bergerak aman di pepohonan. Iguana memiliki kaki bercakar kuat untuk menggali dan mencengkeram dahan besar.
Baca juga: 6 Potret Hewan Peliharaan Nyeleneh, Ada Kepiting hingga Biawak
Perbedaan Habitat, Pola Makan, dan Harapan Hidup Iguana dan Bunglon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4221949/original/070579200_1668076658-sebastian-herrmann-cRh0cC_CP44-unsplash.jpg)
Perbesar
Habitat asli menjadi salah satu pembeda mendasar antara kedua reptil ini. Iguana berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, sementara bunglon berasal dari Afrika dan Asia Selatan; kedua reptil ini hidup berjauhan satu sama lain dan tidak pernah berbagi wilayah.
Sebagaimana dikutip dari FloraFaunaFun, iguana terutama merupakan reptil Dunia Baru yang mendiami Amerika Tengah, Amerika Selatan, Karibia, dan Galapagos, dengan iguana laut Galapagos sebagai spesialis yang mencari makan di laut; sementara bunglon sebagian besar berasal dari Dunia Lama, dengan Madagaskar sebagai hotspot keanekaragaman tinggi.
Dari segi pola makan, keduanya berada di ujung spektrum yang berlawanan. Iguana adalah herbivora yang mengonsumsi daun, bunga, buah, dan tunas. Kebiasaan makan ini menjadikan iguana berperan sebagai penyebar biji di ekosistem aslinya. Bunglon, sebaliknya, adalah karnivora yang makanan utamanya terdiri dari serangga. Bunglon berukuran besar bahkan berburu dan memakan kadal kecil serta burung. Perbedaan pola makan ini juga berpengaruh pada cara perawatan jika keduanya dijadikan hewan peliharaan.
Harapan hidup kedua reptil ini juga sangat berbeda. Iguana dikenal sebagai hewan yang berumur panjang. Melansir PangoVet, iguana hijau merupakan hewan peliharaan yang umum, dapat tumbuh besar hingga sekitar 1,5 meter, dan dapat hidup 15-20 tahun di penangkaran dengan perawatan yang tepat. Beberapa iguana bahkan dilaporkan hidup hingga 50 tahun di penangkaran. Sementara itu, bunglon memiliki rentang hidup yang lebih pendek, umumnya berkisar 4-8 tahun di alam liar.
Cara termoregulasi kedua reptil ini juga menarik untuk dicermati. Iguana berjemur secara terbuka di bawah sinar matahari langsung untuk menaikkan suhu tubuh, sering terlihat di dahan atau bebatuan selama jam-jam hangat. Bunglon mengatur suhu secara lebih halus dengan berpindah posisi di antara dedaunan, dan seperti halnya hewan berdarah dingin lainnya, bergerak sangat lambat ketika suhu tubuh mereka rendah.
Perbandingan Iguana dan Bunglon sebagai Hewan Peliharaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8720149/original/088308600_1782813498-perbedaan_hewan.jpeg)
Perbesar
Bagi pecinta reptil yang berencana memelihara salah satu dari kedua hewan ini, memahami perbedaan iguana dan bunglon dalam konteks perawatan menjadi sangat krusial. Kedua reptil ini sangat berbeda, dan siapa pun yang ingin membawa salah satunya pulang harus memahami perbedaan perilaku dan kebutuhan perawatan keduanya. Melansir PangoVet, bunglon bukan pilihan terbaik untuk pemula di dunia herpetologi; dalam banyak hal, meskipun iguana jauh lebih besar, iguana justru dianggap lebih cocok untuk pemilik pemula. Berikut perbandingan lengkapnya:
- Interaksi dengan pemilik - Iguana adalah makhluk yang suka bersosialisasi dan menikmati penanganan jika dibiasakan sejak kecil serta menyukai perhatian manusia; sebaliknya, bunglon tidak suka ditangani dan perlu dibiarkan sendiri di dalam kandangnya, karena jika ditangani mereka bisa sangat stres.
- Kebutuhan kandang - Iguana membutuhkan kandang yang sangat luas dengan ruang horizontal dan vertikal. Bunglon bersifat arboreal, sehingga membutuhkan banyak dedaunan dan kandang yang menyediakan ruang vertikal maupun horizontal.
- Jenis makanan - Iguana memerlukan sayuran dan buah segar setiap hari, menjadikannya lebih mudah diberi makan. Bunglon membutuhkan serangga hidup seperti jangkrik dan ulat, yang perlu disiapkan secara rutin dengan suplemen kalsium dan vitamin.
- Risiko kesehatan - Bunglon adalah kadal pemalu yang sangat mudah stres; ketika stres, mereka bisa menjadi sakit dan mati. Iguana cenderung lebih tangguh, meskipun tetap membutuhkan perawatan konsisten.
- Pencahayaan dan suhu - Keduanya memerlukan lampu UVB dan titik berjemur, tetapi bunglon membutuhkan mikroklimat bertingkat dengan kelembapan tinggi, sementara iguana memerlukan zona berjemur yang lebih luas dan terbuka.
- Kekuatan fisik - Perlu diketahui bahwa meskipun jarang terjadi, iguana dapat mematahkan tulang manusia dengan ekornya. Bunglon tidak memiliki risiko serupa karena ukurannya yang jauh lebih kecil.
- Komitmen jangka panjang - Penting untuk diingat bahwa kedua reptil membutuhkan banyak usaha dan perawatan, serta merupakan komitmen yang besar. Iguana dengan umur hingga 20 tahun atau lebih tentu memerlukan komitmen lebih panjang dari pemiliknya.
Baca juga: 9 Hewan Peliharaan Pembawa Hoki di Rumah, Ini Makna dan Alasan di Baliknya
Pada akhirnya, baik iguana maupun bunglon masing-masing memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Memahami perbedaan iguana dan bunglon secara menyeluruh - mulai dari klasifikasi, ciri fisik, mekanisme perubahan warna, hingga kebutuhan perawatan - akan membantu siapa pun membuat keputusan yang tepat sebelum memelihara salah satu dari kedua reptil menakjubkan ini.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Perbedaan Iguana dan Bunglon
Apakah iguana bisa mengubah warna kulitnya seperti bunglon?
Iguana tidak memiliki kemampuan mengubah warna kulit secara dramatis seperti bunglon. Iguana hanya mengalami perubahan warna ringan akibat perubahan suhu, musim kawin, atau stres. Bunglon mampu mengubah warna secara cepat dan mencolok berkat sel-sel khusus bernama iridofor yang mengandung nanokristal pengatur pantulan cahaya.
Mana yang lebih cocok untuk pemelihara pemula, iguana atau bunglon?
Iguana umumnya dianggap lebih cocok untuk pemelihara reptil pemula dibanding bunglon. Meskipun berukuran lebih besar, iguana lebih toleran terhadap penanganan dan bisa membentuk ikatan dengan pemiliknya. Bunglon sangat sensitif terhadap stres dan membutuhkan kondisi lingkungan yang sangat spesifik, sehingga lebih menantang untuk dirawat.
Berapa lama umur iguana dan bunglon jika dipelihara?
Iguana memiliki harapan hidup yang jauh lebih panjang dibanding bunglon. Di penangkaran dengan perawatan baik, iguana dapat hidup 15-20 tahun, bahkan ada yang mencapai usia 50 tahun. Bunglon umumnya hidup 4-8 tahun di alam liar dan sedikit lebih lama di penangkaran yang sesuai.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672316/original/020132300_1782711769-3BoTsBLJowdrNEsfIA6A4CRrvj4LS1XbxQEfzKrE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3898069/original/074060200_1641628434-home01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8712412/original/099539700_1782793897-ll3OEvgQIDy8vNPoZl0lgiCnXxT6zHvVwPdhzJyv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672246/original/070693200_1782711698-91Ul8JC4OFNxLdRlRd0GR4PdbNtE6uvID1vLtPmr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8712416/original/051989400_1782793900-TCXqQThVqoNS9jNvkborK1stQ4I4e4hC1BvmT0sC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715524/original/090592600_1782807954-Gemini_Generated_Image_i2n9hoi2n9hoi2n9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8712418/original/082078100_1782793901-QFeo4yZlq5jIpvzOkKFiqyWtulzghubggvpZfWip.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8709844/original/038813500_1782789456-4075603707415568857.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715335/original/009237600_1782800443-LPStX85GzCYK7eLKQDljyMHxHA3j8P7veaA9NUt2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672381/original/036150700_1782711866-VAq1YRY8G1NKXXrCCzEZ8MiUqw7DslAy3KzdnZOQ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259838/original/028621500_1781515096-000_B6Y99N6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4606433/original/042954700_1696994881-top-view-adult-correcting-grammar-mistakes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715341/original/082692800_1782800450-wmZeNIlcJjXbpoi9mJqOrpmhETWR5H3lizGyxsH0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8709825/original/040402900_1782789347-Gemini_Generated_Image_usumxxusumxxusum.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672263/original/094764300_1782711713-EpYjyZAii1X0LWJlsPEUh4t63MAvDJqy9T5JsJdl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4777020/original/043461600_1710823015-IMG_20240319_112650_623.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8712358/original/035901200_1782793851-nLCG3raIfLmPFl0zowQpJCh5lFQq8hHhQWsKtcbS.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672341/original/071571400_1782711804-70hRn97LteFVB11vw967oEXLbWSKb9ch7GjPqNrz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672323/original/048717100_1782711775-jTFMG3mpeJONqKlT3yEVB2UIVGZEqugiVhEvlOg1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672352/original/029465400_1782711816-YGvxl3FRrESTNFc2suD4ZE1d7QFwDTWJidCWiOYm.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533446/original/043365700_1773737304-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539244/original/040883000_1774594881-rumah_minimalis_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522319/original/072750000_1772755216-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522345/original/079886200_1772757830-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4401674/original/056918100_1681909694-20230419-Mudik-Jalur-Pantura-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528599/original/064914600_1773288962-Ashera_Dress_Sq1_1770721983416.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1045202/original/018183200_1446724420-151105-THR-PNS-Grafis-Abdillah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521841/original/047869500_1772701578-open_space_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522260/original/039984700_1772750807-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522537/original/050337400_1772768376-Model_Rambut_Pendek_Wanita_Cina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522506/original/039967800_1772767694-Teras_rumah_subsidi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522634/original/031632000_1772771522-Gemini_Generated_Image_68hqe168hqe168hq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522514/original/063562100_1772767710-marlon-soares-NDe1cA_jb_4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478554/original/057404800_1768904586-Beternak_Jangkrik_Pakan_Ternak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508983/original/035798900_1771646536-desain_kebun_sayur__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524816/original/031467100_1773012780-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534966/original/037393500_1773906231-Rak_Susun_Minimalis_di_Sudut_Teras.jpg)