Jenis Teks Deskripsi: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Cara Menulisnya

6 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, memahami berbagai jenis teks deskripsi menjadi fondasi penting bagi siapa pun yang ingin mengasah keterampilan menulis. Teks deskripsi hadir sebagai salah satu bentuk tulisan paling mendasar yang melatih penulis untuk mengamati dunia di sekitarnya dengan lebih tajam dan menerjemahkannya ke dalam rangkaian kata yang hidup.

Setiap jenis teks deskripsi memiliki pendekatan berbeda dalam menggambarkan suatu objek, mulai dari penggambaran berdasarkan kesan pribadi hingga penyajian fakta secara apa adanya. Tujuan utama penulisan deskriptif adalah untuk menggambarkan seseorang, tempat, atau sesuatu sedemikian rupa sehingga terbentuk gambaran di benak pembaca.

Penulisan deskriptif merupakan fondasi penting dalam menulis karena mendorong penulis untuk lebih peka mengamati dunia dan menggunakan bahasa tertulis untuk mengekspresikan pengamatannya. Mengacu pada buku Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017), teks deskripsi termasuk materi utama yang dipelajari sejak jenjang sekolah menengah pertama sebagai dasar pengembangan kompetensi menulis.

Pengertian Teks Deskripsi Menurut Para Ahli

Kata deskripsi berasal dari verba describe (bahasa Inggris) dan bahasa Latin describere yang artinya memaparkan, menguraikan, atau melukiskan. Secara sederhana, teks deskripsi adalah tulisan yang bertujuan menggambarkan suatu objek dengan begitu rinci sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, dan merasakan sendiri objek tersebut. Menurut Anderson dan Anderson (2003), teks deskriptif menggambarkan suatu orang, tempat, atau benda tertentu.

Sejalan dengan itu, Gerot dan Wignell (1994) serta Knapp dan Watkins (2005) menyatakan bahwa teks deskriptif adalah jenis teks yang digunakan penulis atau pembicara untuk menggambarkan suatu benda, orang, hewan, tempat, atau peristiwa tertentu kepada pembaca atau pendengar. Proses mendeskripsikan dilakukan dengan menyebutkan, mengklasifikasi, dan menguraikan atribut, perilaku, serta fungsi dari objek yang digambarkan agar pembaca dapat mengenali dan membayangkannya secara jelas.

Dalam konteks bahasa Indonesia, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Sementara itu, Gorys Keraf mendefinisikan teks deskripsi sebagai wacana yang digunakan untuk menyampaikan hal atau objek pembicaraan sehingga pembaca merasa melihat sendiri objek tersebut secara langsung. Di dalam deskripsi, penulis memindahkan kesan-kesan, hasil pengamatan, serta rincian wujud yang ditemukan pada objek.

Stephen King, penulis lebih dari 50 buku dan salah satu sastrawan paling berpengaruh di dunia, dikutip dari Reader's Digest menyatakan, "Deskripsi dimulai dari imajinasi penulis, tetapi harus berakhir di benak pembaca."

Baca juga: Teks Deskripsi adalah Teks yang Berisi Penjelasan Secara Terperinci

Jenis Teks Deskripsi Berdasarkan Bentuk dan Isinya

Memahami berbagai jenis teks deskripsi akan membantu penulis memilih pendekatan yang paling tepat sesuai objek yang ingin digambarkan. Pada dasarnya, penulisan deskriptif menggunakan bahasa sensorik yang hidup untuk melukiskan gambaran mental tentang seseorang, tempat, objek, atau pengalaman. Akan tetapi, tidak semua penulisan deskriptif bekerja dengan cara yang sama - tergantung pada subjeknya, pendekatan, nada, dan tekniknya bergeser secara signifikan. Berdasarkan analisis dari berbagai sumber, jenis teks deskripsi dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori utama.

1. Jenis Teks Deskripsi Berdasarkan Bentuk

Jika ditinjau dari jenisnya, teks deskripsi bisa dibedakan ke dalam dua kategori. Pertama yakni teks deskripsi yang berdiri sebagai sebuah teks yang utuh dan teks deskripsi yang menjadi pendukung atau bagian dari teks lain.

  1. Teks deskripsi yang berdiri sendiri - Teks ini merupakan karangan utuh yang fokus sepenuhnya pada penggambaran objek secara rinci, lengkap, dan jelas tanpa dicampuradukkan dengan jenis teks lain.
  2. Teks deskripsi sebagai bagian dari teks lain - Penulisan deskriptif ditemukan di berbagai genre, mulai dari fiksi, puisi, esai personal, jurnalisme, bahkan tulisan ilmiah - di mana pun penulis membutuhkan pembaca untuk mengalami sesuatu, bukan sekadar memahaminya secara intelektual. Jenis ini muncul dalam cerpen, novel, iklan, atau teks berita sebagai elemen pendukung narasi.

2. Jenis Teks Deskripsi Berdasarkan Isi

Dilansir dari berbagai sumber referensi pendidikan, berdasarkan isinya teks deskripsi dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut:

  1. Deskripsi Subjektif - Deskripsi subjektif adalah teks deskripsi yang menggambarkan suatu objek berdasarkan atas kesan yang dimiliki oleh penulis tersebut. Esai ekspresif atau personal membahas pikiran, perasaan, pengalaman, dan kenangan penulis sendiri, dan hampir selalu ditulis dari sudut pandang orang pertama. Keintiman inilah yang membedakan penulisan deskriptif personal dari jenis lainnya.
  2. Deskripsi Objektif - Deskripsi objektif adalah teks yang menggambarkan objek sesuai dengan keadaan sebenar-benarnya, sehingga pembaca bisa membayangkan keadaan, tanpa embel-embel dari opini penulis.
  3. Deskripsi Spasial - Teks deskripsi spasial adalah teks deskripsi yang digunakan untuk menggambarkan objek meliputi benda, ruang, tempat, dan lain sebagainya. Jenis teks deskripsi ini menggunakan sudut pandang ruang dan waktu untuk membantu pembaca membayangkan posisi serta susunan suatu lokasi.
  4. Deskripsi Imajinatif - Deskripsi imajinatif adalah bentuk teks yang berisi tentang gambaran atau lukisan suatu tempat berlangsungnya suatu kejadian. Penggambarannya dilihat dari berbagai segi agar tempat tersebut tergambar jelas baik dalam pikiran maupun perasaan pembaca.
  5. Deskripsi Faktual - Deskripsi faktual adalah teks deskripsi yang menggambarkan suatu objek dengan mengungkapkan identitasnya apa adanya, sehingga pembaca bisa membayangkan keadaan yang sebenar-benarnya.

Kita juga menemukan bahwa teks deskriptif bisa berfokus pada deskripsi teknis yang bersifat objektif dengan ciri ilmiah, deskripsi statis terhadap situasi atau objek tanpa perubahan, serta deskripsi dinamis yang utamanya digunakan untuk proses dan menggunakan kata kerja yang terkait dengan gerakan. Ragam jenis teks deskripsi ini menunjukkan betapa fleksibelnya bentuk tulisan deskriptif dalam berbagai konteks komunikasi.

Baca juga: Contoh Teks Deskripsi yang Singkat Lengkap dengan Jenis dan Strukturnya

Ciri-Ciri Teks Deskripsi yang Perlu Diketahui

Mengenali ciri-ciri teks deskripsi menjadi langkah awal untuk membedakannya dari jenis teks lainnya. Teks deskriptif secara konsisten memiliki beberapa ciri inti, yaitu detail yang hidup dan spesifik, bahasa figuratif seperti metafora dan simile, serta pilihan kata yang presisi. Berikut adalah ciri-ciri utama setiap jenis teks deskripsi yang perlu dipahami:

  1. Menggambarkan objek secara spesifik - Umumnya, teks deskriptif memiliki fokus yang sempit. Hal ini memungkinkan untuk eksplorasi mendalam subjek. Objek yang dideskripsikan bisa berupa orang, hewan, benda, tempat, atau peristiwa tertentu.
  2. Melibatkan panca indra - Menangkap suatu peristiwa melalui penulisan deskriptif melibatkan perhatian cermat terhadap detail dengan menggunakan kelima indra. Penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, dan pengecapan menjadi instrumen utama penulis.
  3. Mengandung kata sifat dan frasa deskriptif - Cara pertama adalah dengan menggunakan adjektiva. Adjektiva adalah kata yang menggambarkan seseorang, tempat, atau benda. Menggunakannya dapat membantu pembaca lebih memahami tampilan, rasa, suara, dan lainnya.
  4. Menggunakan bahasa kiasan - Penulisan deskriptif cenderung mengandung bahasa figuratif, seperti simile, metafora, dan onomatope. Mengenali bahasa figuratif dalam teks mentor dan menerapkannya ke dalam tulisan membantu membangun keterampilan penalaran verbal yang kritis.
  5. Memuat detail yang rinci dan konkret - Setiap jenis teks deskripsi wajib menyajikan informasi yang lengkap tentang ukuran, warna, bentuk, dan ciri fisik objek agar pembaca memiliki bayangan yang jelas.
  6. Bersifat personal dan individual - Meskipun objeknya sama, hasil penggambaran setiap penulis bisa berbeda karena sudut pandang yang digunakan bersifat unik dan individual.
  7. Membangkitkan imajinasi pembaca - Gunakan penulisan deskriptif ketika tujuan Anda adalah agar pembaca merasa seolah-olah berdiri di posisi Anda.

C.S. Lewis, sastrawan legendaris Inggris, dikutip dari Jericho Writers mengingatkan, "Jangan gunakan kata sifat yang sekadar memberi tahu pembaca bagaimana perasaan yang kamu inginkan tentang hal yang kamu gambarkan. Alih-alih mengatakan sesuatu itu 'mengerikan,' gambarkan sehingga pembaca yang merasa ngeri."

Baca juga: Pengertian, Ciri-Ciri, serta Struktur Teks Deskripsi

Struktur Teks Deskripsi

Setiap jenis teks deskripsi yang baik dibangun di atas struktur yang terorganisasi. Seperti genre lainnya, teks deskriptif juga memiliki struktur atau tahapannya sendiri. Jenny Hammond (1992) membagi struktur generik teks deskriptif menjadi dua bagian: Identifikasi dan Deskripsi. Namun dalam kurikulum bahasa Indonesia, struktur teks deskripsi umumnya terdiri dari tiga bagian utama yang saling melengkapi.

Beberapa cara mengorganisasi penulisan deskriptif meliputi: kronologis (waktu), spasial (lokasi), dan urutan kepentingan. Berdasarkan buku Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII terbitan Kemendikbud, berikut adalah tiga struktur utamanya:

  1. Identifikasi (Pernyataan Umum) - Identifikasi adalah bagian awal yang berisi tentang gambaran umum objek yang akan menjadi topik bahasan. Pada bagian ini, penulis memperkenalkan objek yang akan dideskripsikan, termasuk nama, lokasi, atau gambaran umum lainnya.
  2. Deskripsi Bagian - Deskripsi bagian adalah struktur teks deskripsi yang berisi tentang gambaran yang lebih terperinci dan mengembangkan gagasan utama dari gambaran umum. Deskripsi bagian adalah bagian yang dapat memberikan efek emosional kepada pembaca melalui apa yang dipaparkan dalam teks. Di sinilah penulis menguraikan detail sensorik tentang apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan.
  3. Simpulan atau Kesan - Bagian penutup ini berisi kesimpulan atau kesan dari hasil pengamatan penulis terhadap objek. Bagian ini bersifat opsional, artinya boleh dicantumkan atau tidak.

Stephen King, dikutip dari The Writer Magazine, menegaskan, "Citraan tidak terjadi di halaman penulis; citraan terjadi di benak pembaca. Menggambarkan segalanya berarti menyajikan foto dalam kata-kata; menunjukkan poin-poin yang tampak paling hidup dan penting bagi Anda sebagai penulis berarti membiarkan pembaca mengembangkan sketsa Anda menjadi potret."

Baca juga: Kenali Struktur dalam Berbagai Teks Bahasa Indonesia

Kaidah Kebahasaan dalam Teks Deskripsi

Setiap jenis teks deskripsi memiliki aturan kebahasaan khusus yang membedakannya dari teks narasi, eksposisi, atau argumentasi. Kaidah kebahasaan adalah kaidah-kaidah atau aturan-aturan yang digunakan dalam membentuk kata dan kalimat sebagai ciri ataupun pembeda dengan jenis teks lainnya. Memahami kaidah ini akan membantu penulis menghasilkan teks deskripsi yang berkualitas dan mudah dipahami pembaca.

Mengacu pada buku Bahasa Indonesia karya Harsiati, dkk. (2017) terbitan Kemendikbud, serta berbagai sumber internasional, berikut kaidah kebahasaan yang berlaku dalam penulisan teks deskripsi:

  1. Penggunaan kata sifat (adjektiva) - Kata sifat berfungsi menggambarkan kualitas objek, misalnya "bersih," "megah," atau "harum." Penggunaan adjektiva yang menunjukkan kualitas objek yang dideskripsikan merupakan ciri linguistik utama teks deskriptif.
  2. Penggunaan kata benda (nomina) khusus - Teks deskripsi merujuk pada nama objek tertentu secara spesifik, bukan secara umum. Contoh: "kucing Anggora," bukan sekadar "kucing."
  3. Penggunaan kata kerja kopula - Teks deskripsi juga menggunakan kata kerja kopula, seperti adalah, ialah, merupakan, yaitu.
  4. Penggunaan verba material dan verba perasaan - Kata kerja yang menunjukkan tindakan fisik (berlari, melompat) maupun kata kerja persepsi (tampak, terasa, terdengar) memperkaya gambaran sensorik.
  5. Penggunaan bahasa figuratif - Simile, metafora, dan personifikasi memberikan kedalaman pada deskripsi. Personifikasi memberikan karakteristik manusia pada benda-benda bukan manusia, dan merupakan perangkat yang sangat kuat karena menumbuhkan empati dan menghasilkan deskripsi yang terasa hidup.
  6. Penggunaan kata keterangan tempat - Penggunaan indikator spasial berupa kata keterangan, preposisi, dan frasa adverbial (depan, belakang, bawah, atas, kiri, kanan) sangat penting dalam deskripsi suatu tempat.
  7. Penggunaan kalimat rincian - Kalimat yang menjelaskan bagian demi bagian dari objek membantu pembaca membangun gambaran secara bertahap dan menyeluruh.
  8. Pemilihan kata kerja yang presisi - Menukar kata kerja generik dengan yang presisi bukan hanya mempertajam gambaran tetapi juga menambahkan karakterisasi. Karakter yang berjalan santai sedang tidak terburu-buru. Yang melangkah tegas memiliki tujuan yang jelas. Yang menyeret langkah sedang kelelahan atau enggan.

Baca juga: Macam Teks Deskripsi, Pengertian Serta Ciri-Ciri yang Wajib Disimak

Langkah-Langkah Menulis Teks Deskripsi yang Efektif

Menulis teks deskripsi yang mampu menghidupkan objek di benak pembaca membutuhkan latihan dan penguasaan teknik tertentu. Menyusun karya deskriptif yang memikat bisa jadi menantang, terutama jika penulisan deskriptif masih baru bagi Anda. Dua kunci untuk menjadi ahli dalam penulisan deskriptif adalah membaca berbagai jenis tulisan dan berlatih terus-menerus. Berikut langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan untuk menghasilkan setiap jenis teks deskripsi yang berkualitas.

  1. Tentukan objek yang akan dideskripsikan - Pilihlah objek yang spesifik dan menarik, seperti seseorang, tempat wisata, hewan peliharaan, atau benda bersejarah. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi subjek, objek, orang, atau secara umum apa yang akan Anda deskripsikan.
  2. Lakukan pengamatan mendalam - Gunakan seluruh panca indra untuk mengamati objek. Detail sensorik menjadi cara terbaik untuk menerapkan prinsip "tunjukkan, jangan ceritakan." Memasukkan detail spesifik yang menarik kelima indra pembaca akan menghidupkan adegan Anda.
  3. Kumpulkan data pendukung - Catat informasi berupa angka, ukuran, warna, atau fakta lain yang relevan agar deskripsi menjadi konkret dan akurat.
  4. Susun kerangka teks - Tentukan bagian identifikasi, deskripsi bagian, dan simpulan. Kerangka membantu menjaga alur penulisan agar tetap terstruktur.
  5. Kembangkan paragraf dengan bahasa sensorik - Untuk deskripsi objek yang berhasil, penulis harus bergerak melampaui detail visual semata. Citra taktil melibatkan indra peraba - tekstur, suhu, dan berbagai sensasi fisik saat menyentuh sesuatu. Gagang pintu besi yang dingin, butiran kasar kayu yang belum dihaluskan - detail taktil inilah yang membuat objek terasa nyata di halaman.
  6. Terapkan prinsip "tunjukkan, jangan ceritakan" - Prinsip yang paling banyak dibahas dalam penulisan deskriptif adalah "show, don't tell" - dan untuk alasan yang tepat. Hindari menyatakan kesimpulan langsung; biarkan pembaca membentuk kesannya sendiri dari detail yang Anda sajikan.
  7. Revisi dan perbaiki - Periksa ejaan, diksi, dan koherensi antarkalimat. Pastikan setiap paragraf deskripsi mengalir dengan baik.

Stephen King, dalam bukunya On Writing, dikutip dari Screenwriting from Iowa menyatakan, "Deskripsi yang baik biasanya terdiri dari beberapa detail yang dipilih dengan tepat, yang mewakili segala hal lainnya."

Menggunakan penulisan deskriptif dapat membantu meningkatkan teks karena beberapa alasan: menghidupkan tulisan, membuat pembaca lebih memahami dan membayangkan pesan yang ingin disampaikan, menjadikan tulisan menyenangkan untuk dibaca, dan memperkuat kemampuan penulis dengan memaksa mereka menjadi lebih kreatif.

Sebagaimana disampaikan Abdul Muth'im dan Norhasanah (2019), profesor dalam bidang pendidikan bahasa Inggris di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, dikutip dari Arcadia, "Mengajarkan menulis teks deskriptif kepada siswa sekolah menengah pertama diperlukan untuk membangun kompetensi bahasa siswa."

Baca juga: Cara Menulis Teks Deskripsi dan Contohnya

Baca juga: 20 Contoh Teks Deskripsi Lengkap

Baca juga: Contoh Teks Deskripsi Tentang Tempat Wisata

Baca juga: Tujuan Teks Deskripsi, Ciri-Ciri, Struktur, dan Jenisnya

Baca juga: Jenis-Jenis Teks dan Cara Membuatnya

Baca juga: Perbedaan Teks Naratif dan Teks Deskripsi

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jenis Teks Deskripsi

Apa saja jenis teks deskripsi berdasarkan isinya?

Berdasarkan isinya, jenis teks deskripsi terbagi menjadi lima, yaitu deskripsi subjektif yang berdasarkan kesan penulis, deskripsi objektif yang menggambarkan objek apa adanya, deskripsi spasial yang berfokus pada tempat atau ruang, deskripsi imajinatif yang melukiskan suasana suatu kejadian, dan deskripsi faktual yang mengungkapkan identitas objek secara faktual. Setiap jenis memiliki pendekatan dan tujuan komunikatif yang berbeda sesuai kebutuhan penulisan.

Apa perbedaan teks deskripsi dengan teks narasi?

Teks deskripsi berfokus pada penggambaran objek tertentu secara rinci menggunakan detail sensorik, sementara teks narasi menceritakan rangkaian peristiwa secara kronologis dengan alur, tokoh, dan konflik. Teks deskripsi bertujuan membuat pembaca membayangkan objek, sedangkan teks narasi bertujuan mengisahkan cerita yang memiliki awal, tengah, dan akhir.

Bagaimana cara membedakan teks deskripsi dari jenis teks lainnya?

Teks deskripsi dapat dikenali dari penggunaan kata sifat yang melimpah, detail panca indra, fokus pada satu objek utama, serta tidak mengandung alur cerita atau argumentasi. Ciri khas lainnya adalah hadirnya bahasa figuratif seperti metafora dan simile, serta kalimat perincian yang menggambarkan bagian demi bagian dari objek secara konkret agar pembaca seolah-olah mengalaminya sendiri.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |