Liputan6.com, Jakarta - Istilah anomali brainrot kini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial mulai dari TikTok, Instagram Reels, hingga YouTube Shorts. Fenomena ini merujuk pada jenis konten visual yang sangat absurd, surreal, dan seringkali tidak memiliki logika cerita yang jelas, namun berhasil menarik perhatian jutaan penonton dalam waktu singkat. Bagi audiens yang baru pertama kali melihatnya, konten ini mungkin terasa aneh, tetapi bagi generasi muda, ini adalah bentuk hiburan baru yang mendefinisikan budaya internet di tahun 2025.
Anomali brainrot telah bertransformasi dari sekadar meme sederhana menjadi sebuah subkultur digital yang kompleks. Banyak pakar psikologi dan konten kreator mulai menyoroti bagaimana paparan terus-menerus terhadap konten semacam ini dapat memengaruhi rentang perhatian seseorang. Menurut Nurul Utami, M.Psi seorang parenting media sosial, di laman Instagram pribadinya menyebutkan bahwa anak kecil yang menonton anomali bisa menjadi bingung membedakan realita dengan fantasi karena penggambaran objek yang salah secara logika
Fenomena anomali brainrot yang viral tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari algoritma yang memprioritaskan stimulasi visual cepat dan musik yang adiktif. Tren ini sering menampilkan karakter hasil kecerdasan buatan (AI) yang menggabungkan elemen hewan, benda mati, dan manusia dalam bentuk yang janggal. Akibatnya, banyak pengguna internet merasa terjebak dalam siklus menonton yang tak ada habisnya, sebuah kondisi yang sering disebut sebagai "pembusukan otak" atau brainrot.
Apa Itu Anomali Brainrot? Memahami Akar Fenomenanya
Secara etimologi, anomali brainrot terdiri dari dua kata yang mencerminkan sifat utamanya. "Anomali" merujuk pada sesuatu yang menyimpang dari kondisi normal atau tidak masuk akal, sementara "brainrot" adalah slang internet yang secara harfiah berarti "pembusukan otak." Istilah ini awalnya populer pada tahun 2024 dan kemudian berkembang pesat di tahun 2025 melalui konten-konten bergaya surrealism.
Konten anomali brainrot biasanya ditandai dengan:
- Visual Absurd: Gambar atau video yang dihasilkan AI dengan estetika yang aneh, seperti hewan yang memiliki anggota tubuh manusia.
- Audio Repetitif: Penggunaan musik latar yang cepat, melengking, atau kata-kata yang diulang-ulang tanpa henti.
- Tanpa Narasi Logis: Video seringkali tidak memiliki awal, tengah, atau akhir yang jelas; hanya sekumpulan aksi acak yang memicu rasa ingin tahu.
Tren ini memikat audiens karena memberikan kejutan visual yang konstan, yang memicu lonjakan dopamin cepat di otak penontonnya.
Daftar Karakter Anomali Brainrot Paling Viral di 2025
Tahun 2025 melahirkan banyak ikon digital baru yang masuk dalam kategori anomali. Karakter-karakter ini sering disebut sebagai "Italian Brainrot" karena penggunaan nama-nama yang terdengar seperti bahasa Italia meskipun seringkali hanya istilah karangan. Berikut adalah beberapa yang paling populer:
- Tung Tung Tung Sahur: Karakter yang sangat populer di Indonesia, sering digambarkan dalam bentuk wayang atau animasi AI yang menari dengan irama gendang sahur yang repetitif.
- Ballerina Cappuccina: Sosok cangkir kopi yang memiliki kaki balet dan menari dengan gerakan yang luwes namun menyeramkan.
- Bombardiro Crocodilo: Buaya berukuran raksasa dengan elemen mekanis atau militer yang sering muncul dalam skenario perang yang absurd.
- Tralalero Tralala: Karakter menyerupai boneka atau makhluk berwajah datar yang mengulangi frasa yang sama terus-menerus.
- Chimpanzini Bananini: Monyet dengan elemen pisang yang menempel di tubuhnya, biasanya melakukan aksi-aksi luar nalar.
Mengapa Anomali Brainrot Bisa Sangat Adiktif?
Banyak pengguna bertanya-tanya mengapa mereka tidak bisa berhenti menonton anomali brainrot meskipun mereka menyadari konten tersebut tidak bermakna. Rahasianya terletak pada teknik penyuntingan yang disebut sebagai micro-stimulation.
Setiap detik dalam video anomali brainrot dirancang untuk memberikan rangsangan baru. Baik itu perubahan warna yang tiba-tiba, suara yang mengagetkan, atau gerakan karakter yang tidak terduga.
Otak manusia, terutama pada generasi muda seperti Gen Alpha, cenderung sangat responsif terhadap stimulasi visual yang intens. Hal ini membuat mereka betah melakukan scrolling berjam-jam, sebuah aktivitas yang oleh para ahli disebut sebagai zombie scrolling.
Dampak Negatif Anomali Brainrot bagi Kesehatan Mental dan Intelektual
Meskipun terlihat menghibur, pakar pendidikan dan psikologi mulai menyuarakan kekhawatiran serius mengenai dampak anomali brainrot. Beberapa tinjauan kesehatan menyebutkan bahwa paparan berlebihan terhadap konten kualitas rendah ini dapat menyebabkan:
- Penurunan Kemampuan Berpikir Kritis: Otak terbiasa menerima informasi mentah tanpa perlu memproses logika di baliknya.
- Kesulitan Konsentrasi: Kebiasaan menonton video durasi pendek (kurang dari 15 detik) merusak kemampuan individu untuk fokus pada tugas-tugas panjang seperti membaca buku atau belajar.
- Gangguan Tidur dan Kecemasan: Stimulasi berlebih sebelum tidur seringkali memicu insomnia dan perasaan gelisah akibat banjir informasi yang tidak terorganisir.
- Kebingungan Konseptual pada Anak: Nurul Utami, M.Psi, parenting media sosial, di laman Instagramnya menyebutkan bahwa anak kecil yang menonton anomali bisa menjadi bingung membedakan realita dengan fantasi karena penggambaran objek yang salah secara logika (misal: kopi yang bisa menikah).
Cara Mengatasi Kecanduan Konten Anomali Brainrot
Jika Anda atau anggota keluarga mulai menunjukkan gejala kecanduan anomali brainrot, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan:
1. Terapkan Digital Detox
Batasi penggunaan gawai setidaknya 1-2 jam sebelum tidur. Gunakan fitur screen time untuk membatasi akses ke aplikasi video pendek.
2. Pilih Konten yang Membangun
Alihkan algoritma media sosial Anda dengan sengaja mencari konten edukatif, hobi, atau tutorial yang memerlukan pemikiran aktif.
3. Tingkatkan Literasi Digital
Pahami bahwa konten anomali brainrot seringkali hanya dibuat untuk mengejar traffic dan adsense tanpa memperhatikan kualitas. Dengan menyadari hal ini, kita bisa lebih selektif dalam memilih tontonan.
4. Aktivitas Fisik di Luar Ruangan
Melakukan olahraga atau berinteraksi secara sosial di dunia nyata membantu menyeimbangkan kembali level dopamin dalam otak yang sebelumnya terkuras oleh konten digital.
FAQ Mengenai Anomali Brainrot
1. Apa arti sebenarnya dari istilah anomali brainrot?
Anomali brainrot adalah istilah untuk konten internet yang sangat absurd, tidak logis, dan surreal yang dapat menyebabkan penurunan daya kritis akibat paparan berlebihan.
2. Siapa yang pertama kali mempopulerkan tren anomali ini?
Tren ini mulai meledak di awal 2025 melalui kreator luar negeri yang menggunakan AI, namun di Indonesia dipopulerkan kembali oleh konten seperti "Tung Tung Tung Sahur".
3. Apakah anomali brainrot berbahaya untuk anak-anak?
Ya, karena dapat mengganggu perkembangan kognitif, menurunkan rentang fokus, dan membuat anak kesulitan membedakan realita dengan logika konten yang salah.
4. Apa saja contoh karakter anomali yang viral saat ini?
Karakter populer termasuk Ballerina Cappuccina, Bombardiro Crocodilo, Tung Tung Tung Sahur, dan Tralalero Tralala.
5. Bagaimana cara menghentikan kecanduan menonton konten ini?
Cara terbaik adalah dengan melakukan pembatasan durasi penggunaan media sosial, menghapus riwayat tontonan agar algoritma berubah, dan memperbanyak aktivitas di dunia nyata.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2380477/original/071907400_1539229887-Muslim_Uighur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478134/original/023300400_1768892685-Untitled_design__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478732/original/000089700_1768916449-30128dcc-53d4-453d-80b1-dc0b8be95074.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474020/original/044154300_1768464817-B.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204044/original/066403400_1745990780-outfit_korea_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3916050/original/065430200_1643253754-pexels-cottonbro-4880395.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478425/original/067939100_1768901601-0ae1a58e-6c18-46c1-ad2f-0ad2cba99b1a.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478409/original/076187400_1768901011-a79ddd0f-951f-4951-8095-7c0912d9db7b.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478594/original/088070700_1768905912-Paket_Grill_Ekonomis.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476193/original/014518400_1768716328-Gemini_Generated_Image_lc6ismlc6ismlc6i.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478554/original/057404800_1768904586-Beternak_Jangkrik_Pakan_Ternak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478437/original/038973000_1768901842-stereofoam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2872637/original/033471900_1564974568-fan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478374/original/044360200_1768899430-unnamed__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478238/original/072905000_1768895979-Gemini_Generated_Image_9aok0k9aok0k9aok_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366413/original/017841900_1759226871-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478195/original/010357000_1768894435-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988055/original/087077000_1649316225-cristina-anne-costello-w0tC_oQYslQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3179115/original/001034700_1594705556-side-view-man-arranging-business-files_23-2148377708.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)