Liputan6.com, Jakarta - Kelengkeng yang sudah menghasilkan buah tetapi ukurannya masih kecil bisa membuat pemilik tanaman bertanya-tanya. Buah yang tidak berkembang sesuai harapan tidak selalu berkaitan dengan satu faktor, karena proses pembesaran buah dipengaruhi oleh kondisi tanaman sejak mulai berbunga hingga buah berkembang.
Perawatan pada fase tersebut menjadi bagian yang perlu diperhatikan agar energi tanaman bisa mendukung perkembangan buah. Kondisi pohon, lingkungan tempat tumbuh, dan cara pemeliharaan perlu dilihat secara menyeluruh sebelum menentukan perubahan yang diperlukan.
Lantas, apa saja hal yang perlu dilakukan ketika buah kelengkeng sudah muncul tetapi ukurannya masih kecil? Simak penjelasannya berikut ini, dihadirkan Liputan6, sebagai panduan pertanian harian, Minggu (20/9).
Penjarangan Buah Pada Setiap Tangkai
Penjarangan buah berarti mengurangi jumlah buah dalam setiap malai (tangkai), sehingga unsur hara dari pohon terbagi ke buah yang tersisa, kelebihan buah berkurang, pohon dan buah tetap sehat, dan ukuran buah menjadi seragam.
Merujuk buku Lapang Budidaya Lengkeng yang diterbitkan Direktorat Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian tahun 2021, menganjurkan penjarangan saat buah berumur satu sampai dua bulan sejak bunga mekar, dengan tujuan mengatur suplai unsur hara ke buah dalam satu malai dan menyeragamkan waktu panen, sehingga pohon perlu diperiksa sejak masa berbunga.
Buah yang dibuang adalah buah berukuran kecil, tidak sempurna, dan terserang hama atau penyakit, sedangkan buah lain pada malai yang sama tetap dipelihara sampai panen dan kegiatan penjarangan dicatat.
Pemupukan Sesuai Fase Pohon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352564/original/083477500_1789807172-39bc1255-9de5-4464-a0e5-f929ceda3a42.jpeg)
Perbesar
Kebutuhan pupuk berbeda menurut fase pohon, sebab tanaman kelengkeng yang belum berbuah lebih banyak memerlukan nitrogen dibanding fosfor dan kalium, sedangkan buku panduan tersebut memuat pedoman pupuk NPK dengan kandungan kalium lebih tinggi untuk pohon yang sudah berproduksi.
- Ikuti dosis anjuran menurut umur pohon dan wilayah, karena pedoman untuk dataran tinggi dan dataran rendah berbeda.
- Buat alur melingkar di bawah tajuk sedalam 10 sampai 20 sentimeter, taburkan pupuk sesuai dosis, lalu timbun dengan tanah galian.
- Siram pohon setelah pemupukan sesuai kebutuhan apabila hujan tidak turun.
- Lakukan analisis tanah untuk mengetahui kandungan hara sebelum menentukan jenis dan dosis pupuk.
Penyiraman di Masa Pembesaran Buah
Pohon kelengkeng memerlukan air pada dua fase, yaitu ketika bunga mulai muncul dan ketika buah membesar, sehingga penyiraman perlu disesuaikan dengan kebutuhan pohon, terutama pada saat tidak musim hujan.
Buku lapang tersebut juga menyarankan interval penyiraman paling lama seminggu sekali, dan pohon di dataran rendah atau daerah panas memerlukan paling sedikit 40 liter air per pohon setiap minggu jika tidak turun hujan.
Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari, secara manual maupun dengan irigasi tetes, dan dihindari menjelang buah masak, sedangkan penyiraman dua kali sehari menurut Jogja Benih berlaku untuk pohon yang baru ditanam.
Pemangkasan Agar Cahaya Matahari Masuk ke Tajuk
Tajuk yang rapat menghalangi cahaya masuk ke bagian dalam pohon, padahal di situs resmi Jogja Benih milik Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut lengkeng memerlukan sinar matahari penuh, sehingga pemangkasan menjadi cara untuk membuka tajuk.
Pemangkasan pemeliharaan pada pohon yang telah berumur dua sampai tiga tahun membuang cabang yang tumbuh liar, cabang rusak atau sakit, cabang bekas tangkai buah, serta cabang yang bersinggungan, tumbuh ke dalam, atau tumbuh ke bawah.
Kementerian Pertanian menyebut pemangkasan mengurangi kelembapan dan menambah cahaya ke dalam tajuk, menganjurkan pemangkasan produksi setelah panen, serta menjaga tinggi pohon pada 3 sampai 3,5 meter dengan memangkas bagian atas tajuk.
Pengendalian Hama dan Gulma
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352563/original/078914600_1789807172-2212c392-f02e-4da9-a670-b144a692e8ae__1_.jpeg)
Perbesar
Gulma menghambat penyerapan air dan unsur hara, sedangkan kutu putih mengisap cairan tanaman, sehingga pemeriksaan berkala dan pembersihan area bawah tajuk menjadi bagian perawatan pohon kelengkeng yang sedang berbuah.
- Periksa pohon satu sampai dua minggu sekali karena kutu putih hidup bergerombol pada daun, ranting, bunga, dan buah.
- Bersihkan sisa daun di bawah tajuk agar semut yang menyebarkan kutu putih tidak bersarang di sana.
- Cabut atau pangkas gulma secara rutin, dan hindari herbisida karena residunya mengganggu pertumbuhan pohon.
- Bungkus buah dengan jaring plastik untuk melindungi buah dari kelelawar.
- Pakai pestisida sebagai pilihan terakhir, dengan produk terdaftar di Kementerian Pertanian dan dosis sesuai kemasan.
Pemeriksaan Tanah dan Pemilihan Varietas
Adapun, pada empat jenis lengkeng, yaitu Sikep, Mutiara, Doew, dan Itoh, mencatat diameter buah antara 16,88 dan 25,87 milimeter.
Selisih itu memberi petunjuk bahwa ukuran buah juga dipengaruhi jenis lengkeng yang ditanam, sedangkan Buku Lapang Budidaya Lengkeng mencatat delapan varietas terdaftar di Kementerian Pertanian, di antaranya Kateki, Itoh, Kristal, dan Diamond River.
Buku yang sama menyebut keasaman tanah (pH) yang sesuai berkisar 5,5 sampai 6,5 dan menganjurkan analisis tanah, serta bibit berlabel hasil okulasi atau sambung pucuk untuk penanaman berikutnya.
Perawatan Setelah Panen untuk Musim Berikutnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5559285/original/059375800_1776564347-ba56ddda-0d7e-4cc8-9070-98e1500b4b9a.jpg)
Perbesar
Perawatan untuk musim berikutnya dimulai setelah panen, sebab Kementerian Pertanian menyebut pemupukan pohon kelengkeng berproduksi dilakukan setelah panen atau setelah pemangkasan berat, dengan pupuk organik dan anorganik diberikan berselang-seling menurut pedomannya.
Pohon tua yang produksinya menurun dapat menjalani pemangkasan peremajaan pada awal musim hujan dengan pemupukan dua minggu sebelumnya, dan pemangkasan itu hanya dilakukan sekali karena pengulangan dapat menurunkan hasil.
Buku Lapang Budidaya Lengkeng menganjurkan pendokumentasian setiap kegiatan, dan catatan tanggal bunga mekar berguna karena penjarangan dianjurkan satu sampai dua bulan sesudahnya, sedangkan panen berlangsung tiga sampai enam bulan setelah bunga keluar, tergantung varietas.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kelengkeng Sudah Berbuah tapi Ukurannya Kecil
Mengapa buah kelengkeng berukuran kecil?
Faktor yang perlu diperiksa adalah jumlah buah dalam satu malai, pupuk, air, cahaya matahari, hama, dan varietas. Penjarangan menurut Kementerian Pertanian bertujuan menghasilkan buah yang seragam ukurannya.
Kapan penjarangan buah dilakukan?
Penjarangan dilakukan saat buah berumur satu sampai dua bulan sejak bunga mekar, dengan membuang buah kecil, tidak sempurna, dan terserang hama atau penyakit. Tujuannya mengurangi kelebihan buah dalam satu malai agar ukuran buah seragam.
Pupuk apa yang dibutuhkan pohon kelengkeng saat berbuah?
Buku Lapang Budidaya Lengkeng memuat pedoman NPK dengan kandungan kalium lebih tinggi untuk pohon berproduksi, dengan dosis menurut umur dan wilayah, serta menganjurkan analisis tanah sebagai dasar dosis.
Seberapa sering pohon lengkeng perlu disiram?
Penyiraman dilakukan paling lama seminggu sekali saat tidak turun hujan, dan dataran rendah atau daerah panas memerlukan paling sedikit 40 liter air per pohon setiap minggu, pada pagi atau sore hari. Pohon yang baru ditanam disiram dua kali sehari menurut Jogja Benih.
Kapan buah lengkeng siap dipanen?
Buah Itoh dan Kateki dipanen sekitar lima sampai enam bulan setelah bunga keluar, sedangkan Kristal dan Diamond River tiga sampai empat bulan, dengan kulit berubah dari hijau menjadi cokelat muda dan beraroma harum. Panen dilakukan pada cuaca cerah dengan menggunting malai sekitar 20 sentimeter dari pangkal malai.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352905/original/074936900_1789879977-HL_desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3814764/original/059632600_1640699526-mihaly-koles-hdVy6wzQjJY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352879/original/065269100_1789877894-cabai_subur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344456/original/041832400_1788946550-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352850/original/022718300_1789876277-HL_dapur_terbuka.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339349/original/074610400_1788413011-steve-a-johnson-L2xhGmPmMNs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346596/original/029782300_1789183781-Rumah_Type_60_3_Kamar_dengan_Dapur_Linear.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419045/original/061021100_1763636152-chili-4879532_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352821/original/090621500_1789873470-HL_pohon_kelengkeng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352824/original/022284800_1789874081-rumah_petak_3a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352806/original/015877300_1789872823-Ground_Floor_Terrace.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352789/original/094457500_1789871267-skandinavia_kecil_3a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6209953/original/003671400_1779088103-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9297090/original/043302100_1784078025-terpal__mini_2a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352545/original/078740900_1789806458-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307862/original/074587100_1785117040-c28e2863-cfc2-4029-a451-d9ede2dbb9e6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5629942/original/031884900_1778227485-kelengkeng_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303240/original/068629500_1784623099-memupuk2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352509/original/053535100_1789802863-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352602/original/097478300_1789813005-ab80c634-adec-4c85-ab52-6649540235e7.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336150/original/025769500_1788141275-4887a07b-cbfa-4c27-87dd-a34a2ddf4af9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336522/original/062149400_1788164466-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514575/original/008264000_1772095176-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336528/original/070709900_1788164536-Poison_Dart_Frog.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336176/original/026556300_1788144002-32234.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3144625/original/098363800_1591334410-Foto_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337050/original/022337900_1788230032-1de3d558-1975-4c43-b4f2-118d1bd51876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332963/original/050260600_1787725598-1280px-Siliwangi_in_Lampegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337142/original/081564900_1788234228-Noda_Bekas_Keringat_di_Bantal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337293/original/019623200_1788239716-56d48274-58d6-4330-a2d5-7c8cc37e4557.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7182742/original/004905700_1779978836-pexels-bulat-5678622.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337139/original/089359100_1788234193-outi-marjaana-5eu96L3hob4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336588/original/048843200_1788166989-2b16fa11-1670-4e28-b029-72a189aecfd4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336191/original/048055400_1788145496-pexels-nerea-arance-205949445-11860562.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310320/original/033268000_1754903814-Depositphotos_243089644_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502254/original/062020500_1770974864-beautiful-asian-girl-sleeps-her-bed-with-white-sheets-warm-winter-duvet-smiling-her-sleep-drea.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)