Liputan6.com, Jakarta - Kelengkeng berbuah tapi rasanya kurang manis tentu bisa membuat hasil panen terasa mengecewakan. Buah mungkin tumbuh dengan baik dan terlihat matang, tetapi cita rasanya justru hambar atau tidak semanis yang diharapkan.
Rasa buah kelengkeng dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti varietas, nutrisi, sinar matahari, serta penyiraman. Karena itu, saat kelengkeng berbuah tapi rasanya kurang manis, pola perawatan tanaman perlu diperhatikan kembali.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelengkeng berbuah tapi rasanya kurang manis, terutama dengan memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatur kondisi tanaman selama masa berbuah. Perawatan yang tepat dapat membantu buah berkembang lebih optimal sekaligus menghasilkan cita rasa yang lebih manis.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara merawat pohon kelengkeng, Minggu (20/9/2026).
1. Pastikan Pohon Mendapat Sinar Matahari yang Cukup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786065/original/026526200_1711510891-pexels-lukas-296234.jpg)
Perbesar
Pohon kelengkeng membutuhkan paparan sinar matahari penuh sekitar enam hingga delapan jam setiap hari. Cahaya yang cukup membantu tanaman melakukan fotosintesis untuk menghasilkan karbohidrat yang dibutuhkan dalam pertumbuhan, pembungaan, hingga perkembangan buah. Kondisi tersebut juga membantu tanaman tumbuh lebih kuat dan produktif.
Karena itu, pilih lokasi tanam yang terbuka dan tidak terlalu banyak terhalang bangunan, pagar, atau pohon lain. Jika kelengkeng ditanam di halaman yang sempit, lakukan penataan tajuk secara berkala agar bagian tanaman tetap memperoleh cahaya secara merata.
2. Berikan Pupuk Sesuai Fase Pertumbuhan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3298227/original/057619800_1605584039-gardening-690940_640.jpg)
Perbesar
Pemupukan perlu disesuaikan dengan umur dan fase pertumbuhan tanaman. Unsur fosfor (P) dan kalium (K) berperan dalam mendukung pembungaan, pembentukan, serta perkembangan buah. Sementara itu, nitrogen (N) memang dibutuhkan untuk pertumbuhan vegetatif, tetapi pemberiannya secara berlebihan dapat membuat tanaman lebih banyak menghasilkan daun dan tunas daripada bunga.
Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang matang dapat ditambahkan untuk membantu memperbaiki struktur tanah sekaligus menyediakan unsur hara. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan tanaman agar tidak terjadi kelebihan nutrisi yang justru dapat mengganggu pertumbuhannya.
3. Atur Pemupukan Saat Tanaman Mulai Berbunga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5444832/original/086518400_1765790059-Pupuk_Kompos.jpg)
Perbesar
Ketika tanaman mulai memasuki fase pembungaan, kebutuhan nutrisinya perlu diperhatikan lebih cermat. Pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium dapat diberikan sesuai dosis yang tercantum pada label produk untuk membantu mendukung pembentukan bunga serta perkembangan buah setelah terjadi pembuahan.
Setelah buah mulai terbentuk, kebutuhan kalium tetap perlu diperhatikan karena unsur tersebut berperan dalam berbagai proses metabolisme tanaman. Pemupukan sebaiknya tidak dilakukan dengan dosis berlebihan atau mencampurkan berbagai produk tanpa memperhatikan kandungannya agar tidak terjadi ketidakseimbangan unsur hara.
4. Lakukan Penyiraman Secara Teratur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5629940/original/052747100_1778227484-unnamed_-_2026-05-08T150109.412.jpg)
Perbesar
Air diperlukan untuk membantu akar menyerap unsur hara dan mendistribusikannya ke seluruh bagian tanaman, termasuk buah. Kekurangan air dapat menghambat pertumbuhan dan pembesaran buah, sedangkan penyiraman berlebihan berisiko membuat media terlalu basah serta mengganggu kesehatan akar.
Penyiraman dapat dilakukan pada pagi atau sore hari ketika penguapan tidak terlalu tinggi. Frekuensinya perlu disesuaikan dengan cuaca, jenis tanah, ukuran tanaman, dan kelembapan media. Pastikan air dapat meresap dengan baik dan tidak menggenang di sekitar batang.
5. Atur Ketersediaan Air untuk Merangsang Pembungaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310869/original/072183700_1785378352-watermarked_img_9179664273028220688.jpg)
Perbesar
Pada beberapa kondisi budidaya, pengaturan air dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk membantu merangsang pembungaan kelengkeng. Tanaman dapat diberikan periode kering terkontrol sebelum penyiraman kembali dilakukan untuk mendukung peralihan dari pertumbuhan vegetatif menuju fase generatif.
Teknik ini tidak sama dengan membiarkan tanaman kekurangan air dalam waktu lama. Stres air yang terlalu berat justru dapat menyebabkan daun mengering, pertumbuhan terganggu, bahkan tanaman mengalami kerusakan. Karena itu, penerapannya perlu disesuaikan dengan varietas, umur tanaman, kondisi cuaca, dan kelembapan tanah.
6. Pangkas Cabang yang Tidak Produktif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337237/original/012434200_1788238241-GI2iqFB1tx9Bjlq2lwcaKKXSjXK2lSxBOI65XhjR.jpg)
Perbesar
Pemangkasan membantu membentuk tajuk sekaligus mengurangi bagian tanaman yang tidak produktif. Cabang atau ranting yang terlalu rapat, bersilangan, tumbuh ke arah dalam, mengarah ke bawah, atau mengalami pertumbuhan tidak teratur dapat dipangkas agar sirkulasi udara dan penerimaan cahaya menjadi lebih baik.
Cabang air yang tumbuh liar juga dapat dikurangi supaya energi tanaman lebih banyak diarahkan pada cabang produktif. Pemangkasan sebaiknya menggunakan alat yang bersih dan tajam agar luka potongan lebih rapi serta mengurangi risiko masuknya patogen ke jaringan tanaman.
7. Jaga Ketinggian dan Bentuk Tajuk Pohon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7442052/original/053635100_1780217883-7366ec20-df22-40b0-bcbd-4fb39d9e7a59.jpg)
Perbesar
Pohon kelengkeng yang dibiarkan tumbuh terlalu tinggi akan lebih sulit dirawat, dipangkas, dan dipanen. Karena itu, bentuk tajuk sebaiknya mulai diarahkan sejak tanaman masih muda dengan mempertahankan beberapa cabang utama yang kuat dan sehat.
Pemangkasan tajuk secara berkala juga membantu cahaya masuk ke bagian dalam tanaman. Dengan bentuk yang lebih terbuka dan teratur, perawatan pohon menjadi lebih mudah sekaligus mendukung kondisi lingkungan yang baik bagi pertumbuhan bunga dan buah.
8. Pilih Bibit dan Varietas yang Sesuai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352564/original/083477500_1789807172-39bc1255-9de5-4464-a0e5-f929ceda3a42.jpeg)
Perbesar
Kualitas bibit turut menentukan pertumbuhan serta karakter buah yang dihasilkan. Bibit dari perbanyakan vegetatif seperti cangkok atau okulasi umumnya dapat memasuki fase berbuah lebih cepat dibandingkan tanaman yang ditanam dari biji, meskipun waktu berbuah tetap dipengaruhi oleh varietas dan kondisi perawatan.
Pemilihan jenis kelengkeng juga tidak kalah penting karena setiap varietas memiliki karakter rasa, ukuran buah, produktivitas, serta kebutuhan budidaya yang berbeda. Jika menginginkan buah dengan rasa manis, pilih varietas yang memang memiliki karakter tersebut dan sesuai dengan kondisi lingkungan tempat tanaman ditanam.
9. Bersihkan Gulma di Sekitar Tanaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564035/original/047127500_1776923765-mohd-safri-6P5APMQQLl4-unsplash.jpg)
Perbesar
Rumput liar dan gulma yang tumbuh di sekitar pohon dapat menjadi pesaing dalam memperoleh air serta unsur hara dari tanah. Area di sekitar batang perlu dibersihkan secara rutin agar sumber daya yang tersedia di dalam tanah dapat dimanfaatkan tanaman secara lebih optimal.
Penyiangan juga memudahkan pemantauan kondisi tanah dan tanaman. Namun, lakukan secara hati-hati agar alat atau tangan tidak merusak akar yang berada dekat permukaan tanah. Pemberian mulsa organik juga dapat dipertimbangkan untuk membantu menjaga kelembapan sekaligus menekan pertumbuhan gulma.
10. Pantau Hama dan Penyakit Secara Berkala
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477918/original/004984000_1768885470-Gemini_Generated_Image_enx31yenx31yenx3.png)
Perbesar
Hama dan penyakit dapat menghambat pertumbuhan kelengkeng serta mengganggu pembentukan bunga dan buah. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara rutin dengan memperhatikan kondisi daun, batang, bunga, dan buah untuk menemukan tanda serangan sedini mungkin.
Jika muncul gejala seperti bercak, perubahan warna daun, lubang pada jaringan tanaman, atau buah yang rusak, cari tahu penyebabnya sebelum menentukan pengendalian. Penggunaan insektisida atau fungisida sebaiknya menjadi pilihan berdasarkan kebutuhan dan dilakukan mengikuti dosis serta petunjuk penggunaan pada label produk.
11. Hindari Penggunaan Garam Dapur sebagai Pupuk Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4829798/original/075860100_1715571424-35647.jpg)
Perbesar
Garam dapur terkadang digunakan dalam praktik budidaya rumahan dengan anggapan dapat menyuburkan tanaman atau membuat buah terasa lebih manis. Namun, garam mengandung natrium klorida (NaCl), sehingga penggunaannya secara berlebihan dapat meningkatkan kadar garam di dalam tanah dan mengganggu kemampuan akar menyerap air.
Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kelengkeng, lebih aman menggunakan pupuk yang memang diformulasikan untuk tanaman buah. Pemberian pupuk juga perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman dan media tanam sehingga unsur hara tersedia dalam jumlah yang tepat tanpa menyebabkan penumpukan garam.
Pertanyaan Seputar Cara Merawat Pohon Kelengkeng
Faktor apa saja yang memengaruhi rasa manis buah kelengkeng?
Rasa manis buah kelengkeng dipengaruhi oleh kematangan buah saat dipetik, ketersediaan nutrisi dan fotosintesis yang optimal, serta varietas kelengkeng itu sendiri. Buah tidak akan bertambah manis setelah dipetik.
Bagaimana cara pemupukan yang tepat agar kelengkeng berbuah manis?
Fokus pada pupuk dengan kandungan fosfor (P) dan kalium (K) tinggi untuk merangsang pembungaan dan pembuahan, serta hindari nitrogen berlebih. Gunakan pupuk HX MKP saat pembentukan bunga dan KNO3 CRYSTAL setelah buah terbentuk. Pupuk organik juga dapat ditambahkan.
Apakah teknik stres air efektif untuk merangsang pembuahan kelengkeng?
Ya, teknik stres air efektif. Dengan menghentikan penyiraman sementara selama 2-4 minggu hingga daun sedikit layu, tanaman akan dipaksa beralih dari fase vegetatif (pertumbuhan daun) ke fase generatif (pembentukan bunga) sebagai mekanisme pertahanan diri.
Mengapa pemangkasan penting dalam perawatan pohon kelengkeng?
Pemangkasan penting untuk membentuk tajuk tanaman, merangsang pembungaan, memastikan sirkulasi udara yang baik, dan mengarahkan energi tanaman fokus pada pembentukan buah. Ini juga membantu mengoptimalkan penerimaan sinar matahari.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352905/original/074936900_1789879977-HL_desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3814764/original/059632600_1640699526-mihaly-koles-hdVy6wzQjJY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352879/original/065269100_1789877894-cabai_subur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344456/original/041832400_1788946550-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352850/original/022718300_1789876277-HL_dapur_terbuka.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339349/original/074610400_1788413011-steve-a-johnson-L2xhGmPmMNs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346596/original/029782300_1789183781-Rumah_Type_60_3_Kamar_dengan_Dapur_Linear.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419045/original/061021100_1763636152-chili-4879532_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352824/original/022284800_1789874081-rumah_petak_3a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5629939/original/023271600_1778227484-unnamed_-_2026-05-08T150237.446.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352806/original/015877300_1789872823-Ground_Floor_Terrace.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352789/original/094457500_1789871267-skandinavia_kecil_3a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6209953/original/003671400_1779088103-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9297090/original/043302100_1784078025-terpal__mini_2a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352545/original/078740900_1789806458-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307862/original/074587100_1785117040-c28e2863-cfc2-4029-a451-d9ede2dbb9e6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5629942/original/031884900_1778227485-kelengkeng_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303240/original/068629500_1784623099-memupuk2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352509/original/053535100_1789802863-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352602/original/097478300_1789813005-ab80c634-adec-4c85-ab52-6649540235e7.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336150/original/025769500_1788141275-4887a07b-cbfa-4c27-87dd-a34a2ddf4af9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336522/original/062149400_1788164466-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514575/original/008264000_1772095176-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336528/original/070709900_1788164536-Poison_Dart_Frog.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336176/original/026556300_1788144002-32234.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3144625/original/098363800_1591334410-Foto_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337050/original/022337900_1788230032-1de3d558-1975-4c43-b4f2-118d1bd51876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332963/original/050260600_1787725598-1280px-Siliwangi_in_Lampegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337142/original/081564900_1788234228-Noda_Bekas_Keringat_di_Bantal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337293/original/019623200_1788239716-56d48274-58d6-4330-a2d5-7c8cc37e4557.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7182742/original/004905700_1779978836-pexels-bulat-5678622.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337139/original/089359100_1788234193-outi-marjaana-5eu96L3hob4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336588/original/048843200_1788166989-2b16fa11-1670-4e28-b029-72a189aecfd4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336191/original/048055400_1788145496-pexels-nerea-arance-205949445-11860562.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310320/original/033268000_1754903814-Depositphotos_243089644_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502254/original/062020500_1770974864-beautiful-asian-girl-sleeps-her-bed-with-white-sheets-warm-winter-duvet-smiling-her-sleep-drea.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)