Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Tema, Peringatan, dan Momentum Bekerja untuk Iklim

8 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tahun, tanggal 5 Juni menjadi Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day. Pada tahun 2026, Hari Lingkungan Hidup Sedunia akan kembali disambut dengan beragam kemeriahan dan seruan untuk memperkuat komitmen terhadap lingkungan. Di bawah naungan Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP), perayaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah panggilan global untuk aksi nyata dalam menghadapi tantangan iklim yang semakin mendesak.

Melansir laman resmi World Environment Day, tema global yang diusung untuk Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 adalah "Inspired by Nature, For Climate, For Our Nature" dengan tagar #NowForClimate. Tema ini secara spesifik berfokus pada "Climate Action", menyoroti perubahan iklim sebagai sinyal darurat yang terus-menerus dikirimkan oleh Bumi kepada manusia. Kampanye global UNEP mengajak semua pihak untuk tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga melangkah lebih jauh dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, mengarahkan dunia menuju solusi yang efektif.

Pada peringatan 5 Juni 2026 ini, Republik Azerbaijan, tepatnya di kota Baku, akan menjadi tuan rumah perayaan global Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Serangkaian acara, kampanye, dan aksi lingkungan akan diselenggarakan di berbagai benua, termasuk di Indonesia, menegaskan komitmen global dalam mengatasi krisis iklim.

Makna di Balik Tema dan Tagar #NowForClimate

Tema "Inspired by Nature, For Climate, For Our Nature" dengan tagar #NowForClimate, yang diusung oleh UNEP untuk Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, memiliki makna mendalam. Fokus utamanya adalah "Climate Action", sebuah respons terhadap sinyal mendesak dari Bumi mengenai perubahan iklim. 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kampanye ini menyerukan agar setiap orang "turun tangan, melangkah lebih jauh, dan membantu mengarahkan dunia yang sudah bergerak" menuju solusi iklim yang efektif. Ini adalah kesempatan untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih berkelanjutan, di mana keseimbangan antara manusia dan alam dapat terwujud.

Penunjukan Baku, Azerbaijan, sebagai tuan rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 pada 5 Juni menandai pengakuan atas peran strategis negara tersebut dalam agenda lingkungan global. Sebagai informasi, Azerbaijan memajukan kebijakan lingkungannya yang berfokus pada pengurangan dampak negatif limbah kemasan plastik terhadap lingkungan sejak 2019 dengan mengadopsi Rencana Aksi.

Sebagai negara peserta Perjanjian Paris, Azerbaijan terus menunjukkan komitmen kuat untuk mengurangi emisi karbon sebesar 40% pada tahun 2035. Selain itu, Azerbaijan menargetkan peningkatan penggunaan energi terbarukan hingga 30% pada tahun 2030. Demikian dilansir dari laman resmi World Environment Day.

Untuk mencapai target ambisius ini, berbagai proyek berskala besar telah dan sedang berjalan di Azerbaijan. Contohnya termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya Garadagh berkapasitas 230 MW dan Ladang Angin Khizi-Absheron berkapasitas 240 MW. Bahkan, proyek-proyek tambahan dengan total kapasitas lebih dari 1 GW sedang dalam tahap pengembangan, menunjukkan keseriusan Azerbaijan dalam transisi menuju energi bersih. Keberlanjutan perkotaan di Baku juga dimajukan dengan bus rendah emisi, infrastruktur kendaraan listrik, dan solusi kota pintar.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Indonesia

Di Indonesia, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 juga menjadi momentum krusial. Berdasarkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), tema nasional yang diusung adalah “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema ini dirancang untuk memperkuat komitmen dan aksi nyata dalam menghadapi Triple Planetary Crisis, yaitu tiga tantangan lingkungan yang saling berhubungan: perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan ini, KLH/BPLH akan meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) pada 6 Juni 2026. Gerakan ini mengusung semangat kampanye “Saatnya Beraksi untuk Iklim”, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif. Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Indonesia akan diselenggarakan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (BUPERTA) Cibubur, Jakarta Timur, dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat dalam aksi lingkungan.

Sejarah Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 5 Juni. Penetapan tanggal ini berawal dari Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia yang berlangsung pada 5-16 Juni 1972 di Stockholm, Swedia. Konferensi ini merupakan pertemuan tingkat dunia pertama yang secara khusus membahas isu lingkungan.

Majelis Umum PBB secara resmi menetapkan 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tahun 1972. Peringatan pertama kali dirayakan pada tahun 1973 di Swiss dengan slogan “Only One Earth”, meskipun beberapa sumber juga menyebutkan tahun 1974. Konferensi Stockholm menghasilkan Deklarasi Stockholm yang berisi prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan hidup, sebuah Rencana Aksi, serta pembentukan United Nations Environment Programme (UNEP) sebagai badan PBB yang menangani program lingkungan. Sejak saat itu, Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kesadaran global dan mendorong tindakan politik demi perlindungan alam dan planet Bumi.

Pertanyaan Seputar Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

1. Apa tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026?

Tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 adalah "Inspired by Nature, For Climate, For Our Nature" dengan tagar #NowForClimate, yang berfokus pada "Climate Action".

2. Negara mana yang menjadi tuan rumah peringatan global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026?

Republik Azerbaijan, tepatnya di kota Baku, akan menjadi tuan rumah peringatan global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

3. Apa komitmen lingkungan Azerbaijan sebagai tuan rumah?

Azerbaijan berkomitmen mengurangi emisi sebesar 40% pada tahun 2035 (dibandingkan tingkat 1990) dan meningkatkan energi terbarukan hingga 30% pada tahun 2030, didukung proyek-proyek energi berskala besar.

4. Apa tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang diusung di Indonesia?

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2026 dari KLH/BPLH, tema yang diusung di Indonesia adalah “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.

5. Kapan dan di mana Hari Lingkungan Hidup Sedunia ditetapkan?

Hari Lingkungan Hidup Sedunia ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1972, bertepatan dengan pembukaan Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia di Stockholm, Swedia.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |