Frying Pan adalah Wajan Serbaguna, Kenali Pengertian, Sejarah, Fungsi, hingga Jenisnya

13 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta Frying pan adalah salah satu peralatan masak paling serbaguna yang nyaris selalu ada di setiap dapur. Wajan berdasar datar ini dirancang untuk menggoreng, menumis, hingga memanggang dengan takaran minyak yang relatif sedikit.

Dilansir dari Made In Cookware, frying pan diperkirakan telah digunakan sejak Zaman Perunggu di Mesopotamia dengan bahan dasar tembaga yang ditempa. Peralatan masak tersebut kemudian berkembang dalam desain maupun material sehingga menjadi wajan modern seperti yang dikenal sekarang.

Memahami frying pan adalah langkah awal supaya kamu tidak keliru saat memilih alat masak. Pembahasan berikut mengupas mulai dari pengertian, sejarah, fungsi, jenis material, sampai cara memilih dan merawatnya.

Pengertian Frying Pan

Secara sederhana, frying pan adalah wajan penggorengan berdasar datar dengan dinding rendah yang sedikit melebar ke luar, dilengkapi gagang panjang, dan umumnya tanpa tutup. Desain seperti ini membuatnya mudah dipakai untuk membalik, menggeser, maupun mengangkat makanan.

Dilansir dari Made In Cookware, frying pan umumnya tersedia dalam berbagai ukuran, dengan diameter yang paling banyak digunakan berkisar 20–30 cm. Sementara itu, Indonesian Chef Association menjelaskan bahwa saute pan memiliki dinding yang lebih tinggi dan lurus dibandingkan frying pan sehingga lebih sesuai untuk memasak dalam jumlah lebih banyak atau menggunakan cairan.

Dinding yang rendah dan permukaan yang lebar membuat uap air lebih mudah menguap sehingga makanan dapat cepat kering dan renyah. Inilah alasan fry pan cocok digunakan untuk memasak hidangan tanpa kuah yang membutuhkan panas tinggi secara merata. 

Istilah fry pan di Indonesia kerap tertukar dengan teflon. Padahal frying pan adalah bentuk fisik wajannya, sedangkan teflon merujuk pada lapisan anti lengket yang melapisi permukaannya. Artinya, sebuah frying pan bisa berlapis teflon, berlapis keramik, atau tanpa lapisan sama sekali.

Sejarah dan Perkembangan Frying Pan

Jejak frying pan bisa ditelusuri hingga peradaban kuno. Dalam buku Daily Life in Ancient Mesopotamia disebutkan bahwa wajan tembaga sudah digunakan pada masa Mesopotamia kuno.

Wajan sejenis juga dikenal di Yunani Kuno dengan sebutan tagenon, sementara bangsa Romawi menamainya patella atau sartago. Kata "pan" sendiri berakar dari bahasa Inggris kuno, yaitu panna.

Melansir Gastropod, evolusi alat masak berlangsung dari wadah tanah liat pada masa prasejarah hingga berkembang menjadi wajan besi. Ulasan tersebut menghadirkan biomolecular archaeologist Julie Dunne yang meneliti bukti penggunaan tembikar kuno untuk mengolah berbagai jenis makanan, serta membahas inovasi Abraham Darby dalam teknologi besi cor yang menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan Revolusi Industri.

Sebelum kompor dapur populer pada pertengahan abad ke-19, dikenal wajan besi bernama "spider" yang bergagang dan berkaki tiga agar bisa berdiri di atas bara. Ketika kompor datar mulai umum, kaki-kaki itu ditinggalkan dan lahirlah skillet besi cor berdasar rata yang menjadi nenek moyang frying pan modern.

Fungsi dan Kegunaan Frying Pan

Sebagai alat masak serbaguna, frying pan bisa diandalkan untuk banyak teknik memasak sekaligus. Sebagaimana dilansir America's Test Kitchen, wajan berbahan besi cor menahan panas jauh lebih baik daripada wajan stainless atau aluminium sehingga mampu menyear steak dengan hasil yang sulit ditandingi.

Berikut sejumlah fungsi utamanya.

  1. Menggoreng dengan sedikit minyak. Frying pan ideal untuk menggoreng telur, ayam, atau ikan yang hanya butuh minyak tipis, mirip teknik shallow frying yang lazim dipakai sehari-hari.
  2. Menumis bumbu dan sayuran. Permukaan panasnya membuat bumbu cepat matang dan beraroma; teknik menumis ini hanya memerlukan sedikit minyak dan api yang tepat.
  3. Memanggang dan menyear. Dasar datarnya menyebarkan panas merata, cocok untuk memanggang pancake, steak, roti, atau sandwich dengan suhu stabil.
  4. Memasak makanan kering. Wajan ini menjadi pilihan tepat untuk hidangan yang tidak memerlukan banyak kuah, berbeda dengan deep frying yang merendam bahan dalam minyak.
  5. Menyiapkan menu sarapan. Dari telur dadar hingga pancake, frying pan memudahkanmu memasak sajian pagi secara praktis.

Baca juga: cara membuat pancake sederhana yang lembut dan 12 cara membuat telur dadar anti ribet.

Jenis Material dan Varian Frying Pan

Material sangat menentukan cara kerja sebuah frying pan, mulai dari kecepatan menghantar panas sampai keamanannya bagi kesehatan. Sebagaimana dilansir Our Place, label "PFOA-free" tidak otomatis berarti bebas PFAS karena banyak wajan tetap memakai lapisan PTFE, sementara pada pemasakan normal dengan suhu rendah hingga sedang lapisan tersebut relatif stabil. Berikut ragam material dan variannya.

  1. Besi cor (cast iron). Lambat menghantar panas tetapi sangat baik menyimpannya, sehingga ideal untuk menyear daging dan sayuran.
  2. Baja karbon (carbon steel). Seiring pemakaian membentuk lapisan seasoning anti lengket alami, cocok untuk memasak ikan dan telur yang mudah lengket.
  3. Stainless steel. Kuat, tahan karat, dan tidak bereaksi dengan makanan asam sehingga rasa masakan tetap terjaga.
  4. Aluminium dan aluminium anodized. Ringan serta cepat panas, menjadikannya material yang paling banyak beredar di pasaran.
  5. Tembaga (copper). Sangat konduktif untuk menumis merata, tetapi reaktif terhadap makanan sehingga umumnya dilapisi timah.
  6. Lapisan anti lengket (non-stick). Teknik melapisi aluminium dengan Teflon dipatenkan Marc Gregoire pada 1954 dan dipasarkan dengan merek Tefal sejak 1956; praktis dan hemat minyak.
  7. Frying pan listrik (electric). Memiliki elemen pemanas sendiri dan kontrol termostat sehingga bisa berfungsi tanpa kompor.
  8. Frying pan diamond. Menanam partikel intan pada permukaan logam untuk daya hantar panas tinggi dan diklaim bebas PFAS.

Soal pilihan material, setiap chef memiliki preferensi yang berbeda. Ayesha Nurdjaja, chef eksekutif restoran Shuka di New York, dikutip dari Gear Patrol, mengatakan bahwa stainless steel lebih awet, tahan benturan, dan tidak memerlukan perawatan sebanyak cast iron.

Sementara itu, chef sekaligus restaurateur Frank Prisinzano, yang juga dikutip dari Gear Patrol, berpendapat bahwa cast iron merupakan perlengkapan memasak yang sudah mulai ditinggalkan.

Bila mengutamakan ketahanan, kamu bisa menengok rekomendasi wajan stainless steel anti lengket. Untuk pilihan praktis dan ramah kantong, tersedia pula beragam merk teflon anti lengket yang bagus di pasaran.

Tips Memilih dan Merawat Frying Pan agar Aman dan Awet

Memilih frying pan yang tepat sekaligus merawatnya dengan benar akan menjaga masakan tetap sehat dan wajan lebih tahan lama. Mengacu pada ulasan Chemical and Engineering News, lapisan PTFE dapat terurai jika dipanaskan di atas 260 derajat Celsius dan melepaskan partikel PFAS yang lebih kecil, memicu kondisi yang dikenal sebagai "flu Teflon" serta berbahaya bagi burung, meski senyawa PFOA yang dulu dipersoalkan telah dihentikan sejak 2012.

  1. Utamakan material dan lapisan food grade. Pastikan lapisan anti lengket berlabel bebas PFOA agar aman dipakai setiap hari.
  2. Sesuaikan ukuran dengan porsi. Diameter 18-24 cm pas untuk keluarga kecil, sedangkan 26-30 cm cocok untuk porsi besar.
  3. Pilih gagang ergonomis dan tidak cepat panas. Pegangan yang nyaman dan kokoh menambah keamanan saat membalik atau mengangkat wajan.
  4. Cek kompatibilitas kompor. Bila memakai kompor gas sekaligus induksi, pilih frying pan yang bisa dipakai di keduanya agar lebih fleksibel.
  5. Pertimbangkan kemudahan membersihkan. Permukaan yang mudah dilap tanpa gosokan keras membuat wajan lebih awet.
  6. Rawat sesuai jenis materialnya. Gunakan spatula kayu atau silikon, jangan panaskan wajan dalam keadaan kosong, hindari menyiram wajan panas dengan air dingin, dan segera ganti bila lapisan mulai terkelupas.

Untuk wajan besi cor atau baja karbon, kuncinya ada pada seasoning. Jon Buck, chef eksekutif di Soby's, dikutip dari AAA Club Alliance, mengatakan, "Semakin sering Anda memasak menggunakan wajan ini, semakin baik lapisan seasoning yang akan terbentuk."

Jika menginginkan permukaan anti lengket tanpa PTFE, Gillian Miller, ilmuwan senior di Ecology Center, dikutip dari Consumer Reports, menyebutkan bahwa wajan berlapis keramik dapat menjadi pilihan yang lebih baik bagi mereka yang menginginkan permukaan anti lengket.

Sebelum membeli, ada baiknya menyimak apakah teflon aman atau berbahaya dan mengenali daftar alat masak yang berbahaya bagi kesehatan. Hindari pula kesalahan pakai teflon yang bikin cepat terkelupas, serta pelajari cara memilih wajan agar tidak boros minyak.

Soal perawatan, terapkan cara merawat teflon agar tidak tergores dan pahami trik membersihkan wajan teflon yang gosong supaya wajanmu tetap prima.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Frying Pan

Frying pan digunakan untuk apa?

Frying pan digunakan untuk menggoreng, menumis, memanggang, dan menyear berbagai bahan makanan dengan minyak yang relatif sedikit. Dasarnya yang datar dan lebar membuat panas tersebar merata, sehingga cocok untuk mengolah telur, daging, sayuran, hingga pancake.

Apa perbedaan fry pan dan teflon?

Fry pan adalah jenis wajan penggorengan berdasar datar, sedangkan teflon adalah merek dagang lapisan anti lengket berbahan PTFE. Dengan kata lain, fry pan menunjuk pada bentuk wajannya, sementara teflon hanya salah satu jenis lapisan yang bisa menempel pada permukaannya.

Apa bedanya frying pan dan wok pan?

Frying pan berpermukaan datar dengan dinding rendah dan panas yang cepat merata, ideal untuk porsi kecil serta masakan tidak berkuah. Wok pan berbentuk cekung dengan diameter atas lebih besar, lebih cocok untuk menumis cepat dalam jumlah banyak dan biasanya butuh lebih banyak minyak.

Pada akhirnya, mengenali frying pan adalah bekal penting agar kamu bisa memilih wajan yang sesuai kebutuhan, mulai dari material, ukuran, hingga cara perawatannya. Dengan pemakaian yang tepat, satu wajan serbaguna ini bisa menemani hampir semua aktivitas memasak harian secara aman dan efisien. Baca juga: resep telur dadar daun kelor yang praktis dan bergizi untuk melengkapi menu sarapanmu.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |