8 Inspirasi Berkebun Hemat Tanpa Membeli Pot Tanaman, Murah dan Cocok untuk Semua Jenis Halaman

10 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Berkebun hemat tanpa membeli pot dapat menjadi pilihan bagi siapa saja yang ingin mulai bercocok tanam dengan hemat anggara. Berbagai barang yang sudah tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan sebagai wadah tanam sehingga kegiatan berkebun bisa berjalan tanpa harus merogoh kocek secara dalam. Cara ini turut membantu mengurangi barang yang menumpuk di rumah, sekaligus memberikan fungsi baru pada benda yang sebelumnya tidak lagi digunakan.

Pemanfaatan barang bekas sebagai pengganti pot semakin banyak diterapkan karena bahannya mudah ditemukan dan dapat disesuaikan dengan luas halaman. Tidak hanya untuk pekarangan yang luas, cara ini juga dapat diterapkan di teras, balkon, lorong samping rumah, hingga halaman dengan ukuran terbatas. Beragam jenis tanaman sayur, tanaman obat, bunga, maupun tanaman buah dalam ukuran tertentu dapat tumbuh menggunakan wadah sederhana apabila dirawat secara rutin.

Setiap barang bekas, mulai dari ember, kaleng, galon, hingga keranjang plastik dapat dimanfaatkan menjadi tempat menanam yang efekti. Jika saat ini Anda berencana memulainya, berikut Liputan6 hadirkan 8 inspirasi berkebun hemat tanpa membeli pot tanaman yang dapat diterapkan pada berbagai jenis halaman, Sabtu (11/7).

1. Ember Bekas untuk Menanam Cabai, Tomat, dan Terong

Ember bekas menjadi salah satu barang yang paling sering dimanfaatkan sebagai pengganti pot karena banyak tersedia di rumah. Wadah ini dapat digunakan setelah dibersihkan dan diberi beberapa lubang pada bagian bawah agar air tidak mengendap. Ukurannya yang cukup beragam membuat ember bekas dapat dipilih sesuai kebutuhan tanaman. Penempatannya juga fleksibel sehingga dapat disusun di halaman depan, samping rumah, teras, maupun area belakang tanpa membutuhkan lahan yang luas.

Cabai, tomat, dan terong termasuk tanaman yang sesuai ditanam menggunakan ember bekas karena memiliki ruang tumbuh yang cukup di dalam wadah tersebut. Ketiga tanaman ini juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan masakan sehari-hari sehingga hasil panennya dapat langsung digunakan di rumah. Selain itu, ember memiliki kedalaman yang cukup untuk menopang pertumbuhan akar sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik apabila penyiraman dan pemupukan dilakukan secara rutin.

Berkebun hemat tanpa membeli pot menggunakan ember bekas juga cocok diterapkan pada berbagai jenis halaman karena wadah ini mudah dipindahkan ketika diperlukan. Ember dapat disusun berjajar di sudut halaman atau diletakkan mengikuti ruang yang tersedia tanpa mengganggu aktivitas penghuni rumah. Cara ini memberi kesempatan bagi siapa saja untuk mulai berkebun tanpa harus membeli pot baru sehingga biaya awal dapat ditekan sejak awal penanaman.

2. Galon Air Bekas untuk Sayuran Daun dan Tanaman Obat

Galon air bekas dapat diubah menjadi wadah tanam dengan cara memotong salah satu sisinya sehingga terbentuk ruang untuk media tanam. Setelah itu, bagian bawah diberi lubang agar air dapat mengalir keluar ketika penyiraman dilakukan. Bentuk galon yang memanjang membuat wadah ini dapat menampung beberapa tanaman sekaligus sehingga penggunaan ruang menjadi lebih efisien. Galon juga dapat diletakkan di lantai atau digantung sesuai kondisi halaman.

Sayuran daun seperti kangkung, bayam, sawi, dan selada dapat tumbuh di dalam galon bekas karena tidak membutuhkan ruang akar yang terlalu besar. Selain itu, tanaman obat seperti serai, daun bawang, seledri, dan kemangi juga dapat ditanam menggunakan wadah ini. Menanam beberapa jenis tanaman dalam satu galon membantu memudahkan perawatan sekaligus memberikan variasi hasil panen yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Galon bekas sesuai digunakan di berbagai jenis halaman karena bentuknya mudah disesuaikan dengan ruang yang tersedia. Pada halaman yang luas, galon dapat disusun dalam beberapa baris, sedangkan pada halaman yang lebih terbatas galon dapat ditempatkan di sepanjang pagar atau dinding rumah. Cara ini membantu memanfaatkan ruang yang sebelumnya kosong menjadi area tanam tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli pot.

3. Kaleng Bekas untuk Menanam Bawang, Daun Mint, dan Peterseli

Kaleng bekas dapat dimanfaatkan sebagai wadah tanam setelah dibersihkan dan dibuat beberapa lubang pada bagian bawah sebagai saluran air. Barang yang sering berasal dari kemasan susu, biskuit, atau makanan ini mudah ditemukan di banyak rumah sehingga tidak memerlukan biaya tambahan. Ukurannya juga beragam sehingga dapat dipilih sesuai kebutuhan tanaman. Kaleng dapat disusun berjajar di rak, ditempatkan di teras, atau digantung pada pagar sehingga ruang yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan untuk berkebun.

Bawang daun, daun mint, dan peterseli menjadi pilihan tanaman yang sesuai ditanam di dalam kaleng bekas karena pertumbuhannya tidak memerlukan wadah berukuran besar. Ketiga tanaman tersebut juga sering digunakan sebagai pelengkap berbagai hidangan sehingga hasil panennya dapat langsung dimanfaatkan. Dengan menanam tanaman yang sering dipakai sehari-hari, kebutuhan dapur dapat dipenuhi dari halaman rumah tanpa harus menyediakan lahan yang luas.

Berkebun hemat tanpa membeli pot menggunakan kaleng bekas dapat diterapkan pada halaman dengan berbagai ukuran. Kaleng mudah dipindahkan ketika diperlukan dan dapat disusun secara vertikal maupun horizontal sesuai ruang yang tersedia. Cara ini membantu memanfaatkan sudut rumah yang sebelumnya kosong menjadi area tanam yang menghasilkan tanpa harus membeli pot baru sehingga siapa pun dapat memulai kegiatan berkebun dengan langkah yang sederhana.

4. Botol Plastik Bekas untuk Kangkung, Selada, dan Pakcoy

Botol plastik bekas termasuk barang yang mudah diubah menjadi wadah tanam. Botol dapat dipotong menjadi dua bagian atau dibuat lubang pada salah satu sisinya untuk menempatkan media tanam. Setelah bagian bawah diberi saluran air, botol siap digunakan sebagai tempat menanam berbagai jenis sayuran. Wadah ini juga dapat digantung menggunakan tali sehingga tidak memerlukan banyak ruang di halaman maupun teras rumah.

Kangkung, selada, dan pakcoy menjadi tanaman yang sesuai ditanam menggunakan botol plastik bekas karena masa panennya relatif singkat dan ukuran akarnya tidak membutuhkan wadah yang besar. Ketiga tanaman tersebut juga banyak digunakan sebagai bahan makanan sehari-hari sehingga hasil panennya dapat dimanfaatkan secara langsung. Menanam sayuran di botol bekas juga memudahkan pemilik rumah untuk mengatur jumlah tanaman sesuai kebutuhan keluarga.

Botol plastik bekas cocok digunakan pada berbagai jenis halaman karena dapat dipasang di pagar, dinding, rak, atau disusun bertingkat. Cara ini membantu memanfaatkan ruang yang sempit tanpa mengurangi area untuk beraktivitas. Penggunaan botol bekas juga menjadi salah satu cara memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai sehingga dapat digunakan kembali sebagai wadah tanam yang memberi manfaat dalam jangka waktu yang lebih panjang.

5. Keranjang Plastik Bekas untuk Bayam, Sawi, dan Kacang Panjang

Keranjang plastik bekas juga dapat dimanfaatkan sebagai pengganti pot tanpa memerlukan banyak perubahan. Bagian dalam keranjang cukup dilapisi bahan yang dapat menahan media tanam agar tidak keluar melalui sela-sela keranjang. Setelah itu, media tanam dapat dimasukkan dan keranjang siap digunakan. Ukurannya yang lebih lebar membuat wadah ini mampu menampung beberapa tanaman sekaligus sehingga penataan halaman menjadi lebih teratur.

Bayam, sawi, dan kacang panjang dapat ditanam menggunakan keranjang plastik bekas karena memiliki ruang yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Bayam dan sawi dapat dipanen dalam waktu yang tidak terlalu lama, sedangkan kacang panjang dapat tumbuh dengan tambahan penyangga sederhana di sekitar keranjang. Ketiga tanaman tersebut sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan sehingga hasil panennya dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Keranjang plastik bekas dapat ditempatkan di halaman depan, belakang, samping rumah, maupun teras sesuai ruang yang tersedia. Bentuknya memudahkan proses pemindahan apabila diperlukan, misalnya saat mengatur pencahayaan atau membersihkan halaman. Berkebun hemat tanpa membeli pot melalui pemanfaatan keranjang bekas menjadi salah satu cara yang dapat diterapkan oleh siapa saja karena bahan yang digunakan mudah ditemukan dan dapat dimanfaatkan kembali tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

6. Baskom Bekas untuk Menanam Jahe, Kunyit, dan Lengkuas

Baskom bekas yang sudah tidak digunakan masih dapat dimanfaatkan sebagai wadah tanam setelah dibersihkan dan dibuat beberapa lubang pada bagian bawah. Ukurannya yang cukup lebar memberikan ruang bagi media tanam sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Baskom juga mudah dipindahkan sesuai kebutuhan dan dapat ditempatkan di halaman depan, halaman belakang, teras, maupun sudut rumah yang masih memiliki ruang untuk berkebun.

Jahe, kunyit, dan lengkuas menjadi tanaman yang sesuai ditanam menggunakan baskom bekas karena membutuhkan ruang untuk perkembangan rimpang di dalam media tanam. Ketiga tanaman tersebut sering digunakan sebagai bahan masakan maupun minuman sehingga hasil panennya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Menanam tanaman rimpang di rumah juga membantu mengurangi kebutuhan membeli bahan tersebut ketika masa panen telah tiba.

Berkebun hemat tanpa membeli pot menggunakan baskom bekas dapat diterapkan pada berbagai jenis halaman karena wadah ini tidak memerlukan penataan yang rumit. Baskom dapat diletakkan secara berjajar maupun dipisahkan mengikuti ruang yang tersedia. Cara ini memberi kesempatan kepada setiap keluarga untuk memanfaatkan barang yang sudah ada di rumah menjadi tempat menanam tanpa harus membeli pot baru sehingga pengeluaran dapat ditekan sejak awal.

7. Ban Bekas untuk Menanam Pepaya, Singkong, dan Ubi Jalar

Ban bekas sering dimanfaatkan sebagai pembatas media tanam karena bentuknya mampu menahan tanah tetap berada di tempatnya. Ban cukup diletakkan di atas permukaan tanah, kemudian bagian tengahnya diisi media tanam sesuai kebutuhan. Cara ini banyak diterapkan di pekarangan rumah karena bahan yang digunakan mudah ditemukan dan masih dapat dimanfaatkan dalam waktu yang panjang.

Pepaya, singkong, dan ubi jalar dapat ditanam menggunakan ban bekas sebagai pembatas area tanam. Ban membantu menjaga media tanam tetap terkumpul sehingga proses perawatan menjadi lebih mudah dilakukan. Ketiga tanaman tersebut juga menghasilkan panen yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan keluarga sehingga halaman rumah tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka, tetapi juga menjadi tempat menghasilkan kebutuhan pangan.

Ban bekas sesuai digunakan pada halaman dengan berbagai ukuran karena dapat ditempatkan di sudut pekarangan atau disusun mengikuti bentuk lahan yang tersedia. Pada halaman yang lebih luas, beberapa ban dapat dipasang dengan jarak tertentu agar setiap tanaman memiliki ruang tumbuh. Sementara itu, pada halaman yang terbatas, penggunaan satu atau dua ban sudah cukup untuk memulai kegiatan berkebun tanpa perlu membeli pot tanaman.

8. Peti Kayu Bekas untuk Menanam Berbagai Jenis Sayuran

Peti kayu bekas yang berasal dari kemasan buah atau barang dapat dimanfaatkan sebagai wadah tanam setelah dibersihkan dan diperiksa bagian dasarnya. Jika diperlukan, bagian bawah dapat diberi lubang agar air dapat mengalir keluar saat penyiraman. Bentuk peti yang memanjang membuatnya mampu menampung lebih dari satu jenis tanaman sehingga pemanfaatan ruang menjadi lebih teratur tanpa memerlukan banyak wadah.

Berbagai jenis sayuran seperti caisim, bayam, kangkung, selada, seledri, hingga daun bawang dapat ditanam di dalam peti kayu bekas. Wadah ini memungkinkan beberapa tanaman ditanam dalam satu tempat sehingga perawatan menjadi lebih mudah dilakukan. Hasil panen juga dapat dimanfaatkan secara bergantian sesuai kebutuhan rumah tangga sehingga kegiatan berkebun menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari yang memberikan manfaat.

Peti kayu bekas dapat ditempatkan di halaman depan, halaman belakang, teras, maupun balkon karena bentuknya mudah disesuaikan dengan ruang yang tersedia. Berkebun hemat tanpa membeli pot melalui pemanfaatan peti kayu menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mulai menanam tanpa menambah biaya. Selain memanfaatkan barang yang sudah ada, cara ini juga membantu menciptakan area tanam yang dapat digunakan oleh berbagai jenis tanaman di hampir semua kondisi halaman.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Berkebun Hemat Tanpa Membeli Pot

1. Apa yang dimaksud berkebun hemat tanpa membeli pot?

Berkebun hemat tanpa membeli pot adalah cara menanam dengan memanfaatkan barang bekas yang masih layak digunakan sebagai wadah tanam, seperti ember, galon, kaleng, botol plastik, baskom, ban, hingga peti kayu.

2. Barang bekas apa saja yang bisa dijadikan pot tanaman?

Beberapa barang bekas yang dapat dimanfaatkan antara lain ember, galon air, kaleng, botol plastik, keranjang plastik, baskom, ban bekas, peti kayu, jeriken, dan kotak styrofoam yang masih dapat digunakan.

3. Tanaman apa yang cocok ditanam menggunakan barang bekas?

Cabai, tomat, terong, kangkung, bayam, sawi, selada, pakcoy, seledri, daun bawang, jahe, kunyit, lengkuas, serta berbagai tanaman obat dapat tumbuh menggunakan wadah dari barang bekas yang disesuaikan dengan ukurannya.

4. Mengapa barang bekas cocok dijadikan pot tanaman?

Barang bekas dapat digunakan kembali sebagai wadah tanam sehingga membantu mengurangi pengeluaran, memanfaatkan benda yang tidak terpakai, dan memberikan ruang tanam tambahan tanpa harus membeli pot baru.

5. Apakah berkebun menggunakan barang bekas cocok untuk halaman sempit?

Ya. Barang bekas dapat disusun di lantai, rak, pagar, atau digantung sehingga mudah disesuaikan dengan halaman yang sempit maupun halaman yang memiliki ruang lebih luas. Dengan penataan yang tepat, kegiatan berkebun tetap dapat dilakukan tanpa membutuhkan lahan yang besar.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |