Cara Mengatasi Ayam Kampung yang Lama Tidak Bertelur, Ternyata Bukan Hanya Soal Pakan

9 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Memelihara ayam kampung memang menyenangkan, apalagi ketika ayam betina mulai rutin menghasilkan telur yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, ada kalanya ayam yang sebelumnya rajin bertelur tiba-tiba berhenti dalam waktu cukup lama, sehingga pemilik mulai bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan pakan, kandang, atau kondisi ayam tersebut.

Ayam kampung yang lama tidak bertelur sebenarnya bisa dipengaruhi banyak faktor dan tidak selalu berarti ayam sedang sakit. Usia, kecukupan nutrisi, kondisi lingkungan, stres, kebiasaan mengeram, hingga tempat ayam meletakkan telurnya perlu diperhatikan satu per satu agar penyebabnya lebih mudah diketahui dan penanganannya tidak dilakukan secara sembarangan.

1. Perbaiki Kualitas dan Kecukupan Pakan

Pakan menjadi salah satu hal pertama yang perlu diperhatikan ketika ayam kampung berhenti bertelur dalam waktu lama. Ayam membutuhkan energi dan protein yang cukup untuk mempertahankan kondisi tubuh sekaligus mendukung proses reproduksi, sehingga pemberian makanan yang hanya mengandalkan nasi, jagung, atau sisa makanan rumah tangga tanpa komposisi seimbang dapat membuat kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi.

Cobalah memberikan pakan yang lebih beragam dan bernutrisi, terutama yang mengandung sumber protein serta energi yang cukup untuk ayam betina. Dedak, jagung, bahan pakan berprotein, dan pakan khusus unggas dapat menjadi bagian dari ransum, sedangkan sisa makanan rumah tangga sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya sumber makanan karena kandungan nutrisinya belum tentu sesuai dengan kebutuhan ayam.

Selain memperhatikan jenis pakan, jumlah makanan yang diberikan juga penting karena ayam yang kekurangan asupan dalam waktu lama dapat mengalami penurunan kondisi tubuh dan produktivitas. Pastikan ayam memperoleh pakan secara teratur dan tersedia air minum bersih sepanjang hari, terutama ketika cuaca panas karena kekurangan air juga dapat mengganggu kondisi tubuh ayam.

2. Pastikan Ayam Mendapatkan Kalsium yang Cukup

Kalsium merupakan mineral penting bagi ayam betina karena dibutuhkan dalam pembentukan cangkang telur. Apabila asupan mineral tidak mencukupi, kualitas cangkang dapat menurun dan produksi telur juga dapat terganggu, terutama pada ayam yang sudah memasuki masa produktif dan secara rutin membutuhkan nutrisi untuk menghasilkan telur.

Sumber kalsium dapat diberikan melalui mineral khusus unggas yang penggunaannya mengikuti petunjuk pada produk tersebut. Pemilik ayam juga dapat memanfaatkan kulit telur yang sudah dibersihkan, dikeringkan, lalu dihancurkan menjadi bagian kecil sebagai tambahan, tetapi pemberiannya tetap perlu dilakukan secara wajar dan tidak menggantikan pakan utama yang memiliki kandungan nutrisi lebih lengkap.

Penting pula memastikan bahwa ayam tidak hanya mendapatkan kalsium, tetapi juga memperoleh pakan dengan komposisi yang seimbang karena pembentukan telur merupakan proses yang membutuhkan berbagai zat gizi. Jadi, jika ayam lama tidak bertelur, jangan hanya berfokus pada pemberian sumber kalsium tanpa mengevaluasi keseluruhan pola makan dan kondisi tubuhnya.

3. Perhatikan Usia Ayam

Usia ayam kampung sangat berkaitan dengan kemampuan menghasilkan telur karena ayam betina tidak memiliki tingkat produktivitas yang sama sepanjang hidupnya. Ayam yang masih terlalu muda mungkin memang belum memasuki masa bertelur, sedangkan ayam yang sudah semakin tua secara alami dapat mengalami penurunan kemampuan reproduksi dibandingkan ketika berada pada usia produktif.

Jika ayam baru dipelihara dan belum pernah menghasilkan telur, pemilik perlu memastikan bahwa ayam tersebut memang sudah cukup umur untuk memasuki fase produksi. Jangan terburu-buru menganggap ayam mengalami masalah hanya karena belum bertelur, sebab perkembangan setiap ayam dapat berbeda tergantung genetik, nutrisi, lingkungan, dan pola pemeliharaan.

Sementara itu, pada ayam yang sebelumnya rutin bertelur tetapi kemudian berhenti atau produksinya semakin jarang, faktor usia patut dipertimbangkan bersama penyebab lainnya. Ayam yang sudah berumur lebih tua mungkin tetap dapat bertelur, tetapi frekuensi produksinya tidak selalu sama seperti ketika masih berada dalam kondisi paling produktif.

4. Kurangi Stres pada Ayam

Stres dapat memengaruhi kondisi ayam dan berpotensi menyebabkan perubahan pada pola bertelurnya. Lingkungan yang terlalu bising, sering berpindah kandang, kepadatan yang berlebihan, gangguan hewan lain, atau persaingan dengan ayam lain dapat membuat ayam tidak nyaman sehingga kondisi tubuhnya tidak berada dalam keadaan optimal untuk produksi telur.

Untuk membantu mengurangi stres, usahakan ayam memiliki lingkungan yang tenang dan tidak terlalu sering mengalami perubahan mendadak. Jika ayam dipindahkan ke kandang baru, berikan waktu untuk beradaptasi dan pastikan tersedia tempat makan, minum, serta beristirahat yang mudah dijangkau tanpa harus terus-menerus berebut dengan ayam lainnya.

Kepadatan kandang juga perlu diperhatikan karena ruang yang terlalu sempit dapat membuat ayam lebih mudah bertengkar dan kesulitan bergerak dengan nyaman. Kandang yang cukup luas, bersih, memiliki sirkulasi udara baik, serta terlindung dari gangguan berlebihan akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih mendukung kondisi ayam betina.

5. Pastikan Kandang Bersih dan Nyaman

Kandang yang kotor dan lembap bukan hanya membuat ayam merasa tidak nyaman, tetapi juga dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai gangguan kesehatan. Kotoran yang menumpuk, air minum yang tercemar, sisa pakan yang membusuk, serta ventilasi yang buruk perlu dihindari karena semuanya dapat memengaruhi kebersihan lingkungan tempat ayam hidup.

Bersihkan bagian kandang secara rutin dan jangan membiarkan kotoran menumpuk terlalu lama, terutama pada area yang sering digunakan ayam untuk tidur dan beraktivitas. Tempat pakan dan minum juga sebaiknya diperiksa setiap hari agar tidak dipenuhi kotoran atau sisa makanan yang sudah rusak dan berpotensi mengganggu kesehatan ayam.

Selain kebersihan, kenyamanan tempat bertelur juga perlu diperhatikan karena ayam membutuhkan lokasi yang aman untuk meletakkan telur. Sediakan sarang yang kering, cukup tenang, dan tidak terlalu sering dilewati ayam lain sehingga ayam betina memiliki tempat yang nyaman ketika hendak bertelur.

6. Berikan Akses terhadap Cahaya yang Cukup

Cahaya berperan dalam pengaturan aktivitas biologis unggas, termasuk sistem reproduksi yang berkaitan dengan produksi telur. Ayam yang mendapatkan kondisi pencahayaan yang berbeda dari biasanya dapat mengalami perubahan pola aktivitas dan produksi, sehingga lingkungan kandang sebaiknya tidak dibuat terlalu gelap sepanjang waktu.

Jika ayam dipelihara secara alami, manfaatkan cahaya matahari pada siang hari dengan tetap menyediakan area teduh untuk melindungi ayam dari panas berlebihan. Kandang sebaiknya memiliki bukaan yang memungkinkan cahaya alami masuk tanpa membuat ayam terpapar panas secara terus-menerus, terutama pada wilayah dengan suhu lingkungan yang cukup tinggi.

Penggunaan lampu tambahan juga tidak sebaiknya dilakukan secara sembarangan hanya dengan tujuan memperbanyak telur. Pengaturan pencahayaan perlu disesuaikan dengan sistem pemeliharaan dan kondisi ayam, karena menambahkan lampu tanpa memahami kebutuhannya belum tentu menjadi solusi apabila penyebab ayam tidak bertelur sebenarnya berasal dari pakan, stres, usia, atau kesehatan.

7. Periksa Kemungkinan Ayam Mengalami Gangguan Kesehatan

Ayam yang lama tidak bertelur perlu diamati kondisi fisiknya, terutama apabila perubahan produksi telur disertai tanda lain yang tidak biasa. Nafsu makan menurun, tubuh terlihat semakin kurus, bulu kusam, ayam lebih banyak diam, mengalami gangguan pencernaan, atau menunjukkan gangguan pernapasan merupakan beberapa kondisi yang sebaiknya tidak diabaikan.

Lakukan pemeriksaan sederhana dengan mengamati perilaku ayam setiap hari sehingga perubahan kecil dapat diketahui lebih cepat. Perhatikan apakah ayam masih aktif mencari makanan, minum dengan normal, bergerak seperti biasanya, dan berinteraksi dengan ayam lain, karena perubahan perilaku yang berlangsung terus-menerus dapat menjadi petunjuk bahwa terdapat masalah yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Jika ayam menunjukkan gejala sakit yang cukup jelas atau kondisinya semakin memburuk, jangan hanya mengandalkan tambahan vitamin atau makanan tertentu. Memisahkan ayam yang sakit dari kelompoknya dapat menjadi langkah pencegahan sementara, sedangkan pemeriksaan oleh dokter hewan atau petugas kesehatan hewan dapat membantu menentukan penyebab dan penanganan yang lebih tepat.

8. Perhatikan Apakah Ayam Sedang Mengeram

Ayam kampung betina memiliki kecenderungan mengeram yang dapat membuat produksi telurnya berhenti sementara. Ketika memasuki fase tersebut, ayam biasanya lebih sering berada di sarang, cenderung enggan meninggalkan tempatnya, dan dapat menunjukkan perilaku yang lebih defensif ketika didekati, sehingga kondisi ini terkadang dianggap sebagai tanda ayam sedang bermasalah.

Jika ayam memang sedang mengeram, pemilik sebaiknya tidak langsung memberikan berbagai tambahan pakan atau obat dengan harapan produksi telur segera kembali. Perhatikan kondisi tubuh ayam, pastikan kebutuhan makan dan minumnya tetap terpenuhi, serta berikan tempat yang aman agar ayam tidak mengalami gangguan berlebihan selama berada dalam fase tersebut.

Perilaku mengeram juga perlu dibedakan dari ayam yang benar-benar sakit karena keduanya dapat sama-sama membuat ayam lebih banyak diam. Perbedaan dapat dilihat dari kondisi keseluruhan ayam, termasuk nafsu makan, respons ketika didekati, kondisi bulu, serta tanda fisik lainnya, sehingga pemilik tidak keliru menentukan penyebab ayam berhenti bertelur.

9. Pastikan Telur Tidak Sebenarnya Disembunyikan

Ayam kampung yang dipelihara dengan sistem diumbar terkadang memiliki kebiasaan mencari lokasi bertelur sendiri. Hal ini cukup sering membuat pemilik mengira ayam sudah lama tidak bertelur, padahal telur sebenarnya diletakkan di tempat yang tidak terlihat, seperti balik semak, sudut halaman, tumpukan barang, atau lokasi lain yang dianggap aman oleh ayam.

Jika ayam dibiarkan berkeliaran, perhatikan tempat-tempat yang sering didatangi ayam betina dan periksa area tersebut secara berkala. Jangan hanya memeriksa sarang yang disediakan di dalam kandang karena ayam kampung yang terbiasa bebas dapat memilih lokasi lain sesuai dengan kebiasaannya.

Untuk mengurangi kemungkinan telur diletakkan sembarangan, sediakan sarang yang nyaman dan mudah dijangkau di dalam kandang. Tempat bertelur yang cukup tenang, kering, dan terlindung dapat membantu ayam terbiasa menggunakan lokasi tersebut sehingga pemilik lebih mudah mengetahui apakah ayam benar-benar tidak bertelur atau hanya menyimpan telurnya di tempat lain.

10. Jangan Sembarangan Memberikan Obat atau Pemacu Telur

Ketika ayam tidak bertelur dalam waktu lama, pemilik mungkin tergoda mencoba berbagai produk yang diklaim mampu meningkatkan produksi telur dengan cepat. Padahal, penurunan produksi dapat disebabkan oleh banyak faktor sehingga memberikan obat atau suplemen tanpa mengetahui penyebabnya belum tentu menyelesaikan masalah yang sebenarnya terjadi.

Langkah yang lebih aman adalah mengevaluasi kondisi ayam secara menyeluruh, mulai dari kualitas pakan, jumlah air minum, kebersihan kandang, tingkat stres, pencahayaan, usia, kebiasaan mengeram, hingga kemungkinan adanya gangguan kesehatan. Dengan mengetahui faktor yang paling mungkin menjadi penyebab, perbaikan dapat dilakukan secara lebih terarah dan tidak bergantung pada satu jenis produk.

Jika ayam sudah lama berhenti bertelur dan tidak menunjukkan perubahan setelah kondisi pemeliharaannya diperbaiki, sebaiknya pertimbangkan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan hewan. Terlebih jika terdapat tanda seperti tubuh semakin kurus, lesu, nafsu makan berubah, gangguan pencernaan, atau gejala lain yang menunjukkan bahwa masalahnya mungkin bukan sekadar kekurangan nutrisi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ayam Kampung yang Lama Tidak Bertelur

1. Kenapa ayam kampung tiba-tiba tidak bertelur?

Ayam kampung dapat berhenti bertelur karena berbagai faktor, seperti usia, pakan yang kurang bergizi, stres, kondisi kandang, gangguan kesehatan, atau sedang memasuki fase mengeram.

2. Apakah ayam kampung yang tidak bertelur harus diberi vitamin?

Vitamin tidak selalu menjadi solusi utama karena penyebabnya perlu diketahui terlebih dahulu, sehingga perbaikan pakan, air minum, kandang, dan kondisi kesehatan sebaiknya dilakukan sebelum memberikan suplemen tambahan.

3. Apakah ayam kampung yang sedang mengeram tidak bertelur?

Ya, ayam betina yang sedang mengeram umumnya dapat berhenti bertelur sementara karena tubuh dan perilakunya mengalami perubahan selama fase tersebut.

4. Apakah ayam kampung tua masih bisa bertelur?

Ayam kampung yang sudah tua masih mungkin bertelur, tetapi produktivitasnya umumnya dapat menurun dibandingkan ketika ayam berada pada masa produktifnya.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |