Liputan6.com, Jakarta - Ketersediaan pakan menjadi tantangan bagi peternak kambing, terutama saat musim kemarau. Hal ini mendorong pencarian solusi alternatif untuk menjamin keberlanjutan pasokan pakan dengan kualitas nutrisi yang terjaga. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah teknik pengolahan limbah pertanian menjadi sumber nutrisi berharga bagi ternak atau fermentasi.
Fermentasi pakan adalah proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme dalam kondisi tanpa oksigen. Proses ini bertujuan meningkatkan nilai nutrisi dan ketersediaan nutrisi dalam pakan, sehingga lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan ternak. Pakan yang difermentasi dapat membantu peternak mengatasi masalah kekurangan pakan sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya yang ada.
Sejumlah keuntungan bisa didapatkan, mulai dari kesehatan pakan bagi kambing, kuantitasnya yang lebih cukup dan tentunya penghematan dari segi ekonomi. Peternak pun bisa membuatnya sendiri di rumah dengan langkah-langkah yang mudah dijalankan. Jika ingin mencobanya, simak cara fermentasi pakan kambing dari sisa sayur agar lebih awet, dirangkum Liputan6, Senin (19/1).
Persiapkan Terpal, Ember sampai Alat Pencacah
Proses fermentasi pakan kambing memerlukan persiapan alat dan bahan yang tepat untuk memastikan keberhasilan. Persiapan ini menjadi dasar penting agar seluruh tahapan fermentasi dapat berjalan sesuai prosedur dan menghasilkan pakan dengan kualitas yang diharapkan. Pemilihan bahan baku yang sesuai serta ketersediaan peralatan yang memadai akan mendukung efisiensi kerja.
- Terpal atau alas plastik: Digunakan sebagai alas untuk mencampur bahan pakan.
- Ember atau wadah besar: Berfungsi untuk melarutkan starter fermentasi.
- Tong atau drum plastik kedap udara: Digunakan sebagai tempat fermentasi utama.
- Timbangan: Untuk mengukur bahan baku sesuai takaran.
- Alat pencacah atau pisau: Untuk memotong bahan pakan menjadi ukuran yang lebih kecil.
Bahan-bahan yang perlu disiapkan meliputi sisa sayur, dedak padi, molase atau tetes tebu, probiotik atau starter fermentasi, garam, dan air bersih. Sisa sayur menjadi bahan utama pakan serat, sedangkan dedak padi berfungsi sebagai sumber karbohidrat tambahan. Molase berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme, dan probiotik mengandung mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi.
Jangan Lupa Bersihkan Sisa Sayur Sebelum Mencampur
Langkah awal dalam proses fermentasi pakan kambing adalah mempersiapkan bahan baku utama. Persiapan ini mencakup pembersihan dan pengecilan ukuran sisa sayur agar proses fermentasi dapat berlangsung secara optimal. Ukuran bahan yang seragam akan membantu mikroorganisme bekerja lebih efektif dalam menguraikan materi organik.
- Pembersihan dan Pengecilan Ukuran Bahan Baku: Sisa sayur yang akan difermentasi harus dibersihkan dari kotoran atau tanah. Setelah bersih, bahan tersebut dipotong menjadi ukuran kecil, sekitar 2-5 cm. Pengecilan ukuran ini bertujuan memperluas permukaan kontak bagi mikroorganisme.
- Penjemuran (opsional): Jika sisa sayur memiliki kadar air yang tinggi, penjemuran dapat dilakukan untuk mengurangi kadar air hingga sekitar 60%. Kadar air yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pembusukan.
- Pencampuran Bahan Kering: Campurkan sisa sayur yang sudah dicacah dengan dedak padi secara merata di atas terpal. Proporsi pencampuran dapat disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan ketersediaan bahan.
Siapkan Larutan Fermentasi
Setelah bahan baku utama siap, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan larutan starter fermentasi. Larutan ini mengandung mikroorganisme yang akan memulai dan menjalankan proses fermentasi. Konsentrasi dan kualitas starter fermentasi akan mempengaruhi keberhasilan seluruh proses.
- Pembuatan Larutan Starter: Larutkan probiotik atau starter fermentasi dengan air bersih. Tambahkan molase ke dalam larutan ini. Molase berfungsi sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme dalam starter.
- Pengadukan Larutan: Aduk larutan hingga semua bahan tercampur sempurna. Pastikan molase larut sepenuhnya dalam air dan probiotik terdistribusi merata.
- Pendiaman Larutan: Diamkan larutan starter selama kurang lebih 15 menit. Proses pendiaman ini memberikan waktu bagi mikroorganisme untuk aktif.
Bisa Gunakan Garam Sebagai Opsional
Tahap ini melibatkan pencampuran larutan starter dengan bahan pakan kering yang sudah disiapkan. Pencampuran harus dilakukan secara merata untuk memastikan mikroorganisme tersebar ke seluruh bagian bahan pakan. Kelembaban yang tepat juga perlu diperhatikan agar proses fermentasi berjalan optimal.
- Penyiraman Larutan Starter: Siramkan larutan starter yang sudah diaktifkan secara perlahan ke atas campuran sisa sayur dan dedak padi.
- Pengadukan Merata: Aduk seluruh bahan secara merata hingga larutan starter menyelimuti semua bagian bahan pakan. Pastikan tidak ada bagian yang terlalu kering atau terlalu basah.
- Penambahan Garam (opsional): Jika menggunakan garam, taburkan garam secara merata saat proses pengadukan.
Simpan Pakan Fermentasi di Tempat Kedap Udara
Setelah semua bahan tercampur, langkah krusial berikutnya adalah memasukkan campuran pakan ke dalam wadah kedap udara. Kondisi anaerob merupakan syarat utama bagi mikroorganisme fermentasi untuk bekerja. Pemadatan dan penutupan rapat menjadi kunci keberhasilan tahap ini.
- Pengisian Wadah Fermentasi: Masukkan campuran bahan pakan yang sudah diaduk ke dalam tong atau drum plastik kedap udara.
- Pemadatan Bahan: Padatkan bahan pakan di dalam wadah secara bertahap. Pemadatan ini bertujuan mengeluarkan udara yang terperangkap di antara bahan pakan.
- Penutupan Kedap Udara: Setelah wadah terisi penuh dan bahan pakan padat, tutup rapat wadah tersebut.
Diamkan Selama 1 Sampai 3 Minggu
Setelah semua bahan dimasukkan dan wadah ditutup rapat, proses fermentasi akan berlangsung. Tahap finising ini melibatkan pemantauan dan penyimpanan pakan fermentasi hingga siap digunakan. Wadah fermentasi yang sudah tertutup rapat kemudian disimpan di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Proses fermentasi biasanya membutuhkan waktu antara 1 hingga 3 minggu, tergantung jenis bahan dan starter yang digunakan.
Selama periode ini, wadah tidak boleh dibuka untuk menjaga kondisi anaerob. Setelah waktu fermentasi selesai, pakan dapat diperiksa ciri-cirinya. Pakan fermentasi yang berhasil memiliki aroma seperti tape atau bau asam yang segar, bukan bau busuk. Teksturnya akan menjadi lebih lunak dan warnanya mungkin sedikit berubah, namun tidak drastis.
Pakan fermentasi yang sudah jadi dapat diambil sesuai kebutuhan. Setelah pengambilan, wadah harus segera ditutup kembali dengan rapat untuk mencegah masuknya udara dan menjaga kualitas pakan yang tersisa. Penyimpanan yang tepat memungkinkan pakan fermentasi bertahan hingga beberapa bulan, bahkan sampai satu tahun atau lebih dalam kondisi optimal.
Keuntungan Membuat Fermentasi Pakan Kambing
Merujuk studi berjudul "Potensi Limbah Pasar Sayur sebagai Sumber Pakan Fermentasi untukTernak Kambing ", pakan fermentasi memberikan berbagai keuntungan bagi kesehatan pencernaan kambing. Proses fermentasi meningkatkan ketersediaan prebiotik dan protein kasar yang mendukung sistem pencernaan dan menghancurkan serat berat di sisa sayur.
Peningkatan kecernaan serat merupakan salah satu manfaat utama, karena serat kasar yang sulit dicerna dapat diuraikan oleh mikroorganisme selama fermentasi. Selain itu, pakan fermentasi mengandung probiotik, yaitu mikroorganisme baik yang mendukung keseimbangan mikrobioma rumen kambing. Probiotik ini membantu menjaga kesehatan usus, meningkatkan produksi asam lemak terbang yang merupakan sumber energi bagi kambing, dan mengurangi risiko gangguan pencernaan.
Pakan fermentasi juga dapat mengurangi senyawa anti-nutrisi yang mungkin ada dalam bahan baku, sehingga nutrisi dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dengan demikian, pakan fermentasi menjadi pilihan yang baik untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas kambing.
Berat Badan Kambing Menjadi Naik
Pemberian pakan fermentasi dapat memberikan dampak positif pada peningkatan berat badan kambing. Peningkatan nilai nutrisi dan kecernaan pakan berkontribusi pada pertumbuhan yang lebih optimal. Pakan fermentasi memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dibandingkan pakan biasa. Proses fermentasi meningkatkan kandungan protein, asam amino, vitamin, dan mineral dalam pakan.
Dengan memberikan fermentasi sisa limbah kebun sayuran sebanyak 40 % dari total pakan hijau, akan menghasilkan penambahan berat badan hingga 75 gram per ekor per hari pada kambing.
Kambing yang mengonsumsi pakan fermentasi cenderung memiliki nafsu makan yang lebih baik. Peningkatan palatabilitas pakan fermentasi membuat kambing lebih lahap makan, sehingga asupan nutrisi harian meningkat.
Makanan Kambing Jadi Lebih Awet
Salah satu keuntungan utama dari fermentasi pakan adalah kemampuannya untuk memperpanjang masa simpan pakan. Metode ini menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan pakan, terutama saat musim paceklik. Fermentasi merupakan metode pengawetan pakan ternak yang efektif tanpa mengurangi kualitas nutrisinya. Proses ini menciptakan lingkungan asam yang menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk dan jamur.
Pakan fermentasi dapat disimpan hingga beberapa bulan, bahkan sampai satu atau dua tahun, jika proses dan penyimpanannya dilakukan dengan benar dalam wadah kedap udara. Kemampuan penyimpanan yang lama ini memberikan fleksibilitas bagi peternak untuk menyiapkan stok pakan dalam jumlah besar saat bahan baku melimpah. Ketersediaan pakan yang awet membantu peternak menghadapi musim kemarau atau kondisi darurat lainnya.
Peternak tidak perlu khawatir kekurangan pakan, karena stok pakan fermentasi dapat diandalkan. Hal ini juga mengurangi ketergantungan pada hijauan segar yang ketersediaannya fluktuatif.
Sejumlah Tantangan yang Harus Diperhatikan
Meskipun fermentasi pakan kambing menawarkan banyak keuntungan, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan oleh peternak. Pemahaman terhadap potensi masalah ini membantu peternak mengambil langkah pencegahan dan memastikan keberhasilan proses fermentasi.
1. Kontaminasi
Proses fermentasi yang tidak higienis atau wadah yang tidak kedap udara dapat menyebabkan kontaminasi oleh mikroorganisme yang tidak diinginkan. Kontaminasi ini dapat menghasilkan pakan yang busuk atau beracun bagi kambing.
2. Kualitas Bahan Baku
Kualitas sisa sayur yang digunakan sebagai bahan baku dapat bervariasi. Sisa sayur yang sudah terlalu layu atau busuk sebelum difermentasi dapat mempengaruhi kualitas akhir pakan.
3. Keseimbangan Nutrisi
Pemberian pakan fermentasi secara terus-menerus tanpa diimbangi pakan lain dapat menyebabkan defisiensi nutrisi pada kambing. Pakan fermentasi merupakan pakan alternatif, bukan pengganti total pakan utama.
4. Proses Fermentasi yang Tidak Sempurn
Fermentasi yang tidak sempurna dapat terjadi jika takaran starter tidak tepat, kelembaban tidak sesuai, atau waktu fermentasi kurang. Pakan yang tidak terfermentasi dengan baik mungkin tidak memberikan manfaat nutrisi yang diharapkan.
5. Penerimaan Ternak
Beberapa kambing mungkin memerlukan waktu adaptasi untuk menerima pakan fermentasi. Jika kambing menolak pakan atau menunjukkan tanda ketidaknyamanan, perlu dilakukan evaluasi terhadap proses fermentasi atau bahan pakan yang digunakan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Apa itu pakan fermentasi untuk kambing?
A: Pakan fermentasi untuk kambing adalah jenis pakan yang telah melalui proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme dalam kondisi tanpa oksigen.
Q: Apa saja manfaat utama pakan fermentasi bagi kambing?
A: Manfaat utama pakan fermentasi bagi kambing meliputi peningkatan ketersediaan nutrisi, peningkatan kecernaan serat, dan penyimpanan yang lebih lama.
Q: Bahan apa saja yang bisa digunakan untuk membuat pakan fermentasi dari sisa sayur?
A: Bahan yang bisa digunakan meliputi sisa sayur, dedak padi, molase, probiotik, garam, dan air bersih.
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses fermentasi pakan kambing?
A: Waktu yang dibutuhkan untuk proses fermentasi pakan kambing bervariasi, umumnya antara 1 hingga 3 minggu.
Q: Bagaimana ciri-ciri pakan fermentasi yang berhasil?
A: Ciri-ciri pakan fermentasi yang berhasil meliputi aroma seperti tape, tekstur lunak, dan suhu bahan yang kembali dingin setelah fermentasi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477275/original/082821900_1768814680-Jenderal_Nasution_menerima_pataka_yang_dibawa_Pierre_Tendean__Wikimedia_Commons_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474712/original/007652600_1768531933-thlt-lcx-WshjU5cSNU8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470929/original/037705500_1768270638-gambar_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477304/original/090387100_1768815453-wsww.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791002/original/040193800_1711974703-significance-of-the-lord-jesus-appearance-to-thomas-cb9bdcafc8e2acaf5686ece3472cfede.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477241/original/066608000_1768813249-Pohon_Kelengkeng_Dataran_Rendah__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477197/original/036027500_1768811880-Sistem_Rak_Kawat_Bertingkat__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4484593/original/019224800_1687936756-taya-dianna-vUm1axCwADI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477116/original/088071200_1768809389-kambing_etawa122.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476859/original/081138100_1768800526-Ilustrasi_Bakwan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357212/original/000924300_1758522381-Gemini_Generated_Image_bslfndbslfndbslf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463856/original/086442200_1767672193-unnamed-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477122/original/067736900_1768809627-Galon_untuk_Rumah_Kaca_Mini__Portable_Greenhouse___Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477300/original/041442800_1768815360-Gemini_Generated_Image_3k1z8t3k1z8t3k1z_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477186/original/077202300_1768810922-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476939/original/032605500_1768803778-Ternak_Ikan_Lele_Bioflok_di_Ember__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465699/original/097720000_1767774335-unnamed-36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476920/original/065979900_1768803193-Tanaman_Vertikal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477008/original/022554900_1768806161-Jualan_smoothies__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476998/original/039700800_1768806154-model_atasan_batik_wanita__6_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)