Banyak Orang Salah Pilih Lantai Teras, Ini Dampaknya Setelah Musim Hujan

12 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan sering kali menjadi momen di mana banyak pemilik rumah baru menyadari bahwa keputusan kecil saat membangun atau merenovasi rumah bisa membawa dampak besar. Salah satu bagian yang paling sering luput dari perencanaan matang adalah lantai teras, padahal area ini menjadi titik pertama yang terpapar langsung air hujan, lumpur, dan perubahan cuaca ekstrem.

Pada awalnya, lantai teras mungkin terlihat indah, bersih, dan menyatu dengan konsep rumah secara visual. Namun, ketika hujan turun hampir setiap hari, permukaan yang salah justru berubah menjadi licin, sulit dirawat, dan memicu berbagai masalah keselamatan. Kondisi ini kerap membuat aktivitas keluar masuk rumah menjadi tidak nyaman dan penuh risiko.

Kesalahan memilih lantai teras tidak hanya berdampak pada tampilan, tetapi juga berpengaruh pada keamanan, kenyamanan, serta biaya perawatan jangka panjang. Jika tidak disadari sejak awal, masalah ini bisa terus berulang setiap musim hujan dan menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

Teras Menjadi Sangat Licin saat Musim Hujan Tiba

Kesalahan paling sering terjadi ketika lantai teras dipilih hanya berdasarkan tampilan visual tanpa mempertimbangkan kondisi basah. Permukaan yang terlalu halus membuat air hujan mudah menggenang dan membentuk lapisan licin yang berbahaya. Dalam kondisi tertentu, air hujan juga bercampur debu dan tanah, sehingga daya cengkeram kaki semakin berkurang.

Saat hujan turun deras, lantai teras yang licin menjadi sulit dikendalikan, terutama ketika penghuni rumah sedang terburu-buru. Risiko tergelincir meningkat karena pijakan tidak stabil dan sulit diprediksi. Hal ini sering kali tidak disadari sampai kejadian nyaris jatuh atau kecelakaan kecil benar-benar terjadi.

Kondisi licin ini membuat teras kehilangan fungsi utamanya sebagai area transisi yang aman. Alih-alih menjadi ruang penyambut yang nyaman, teras justru berubah menjadi titik rawan yang harus diwaspadai setiap kali hujan turun.

Risiko Terpeleset Meningkat dan Mengancam Keselamatan

Permukaan lantai teras yang tidak dirancang untuk area luar akan menjadi sangat berbahaya saat terkena air. Kesalahan ini memperbesar risiko terpeleset, baik bagi penghuni rumah maupun tamu yang datang. Kondisi tersebut sering kali lebih berbahaya bagi anak-anak dan lansia yang memiliki keseimbangan tubuh lebih rentan.

Ketika lantai teras licin, satu langkah yang salah bisa berujung pada cedera. Cedera ringan seperti memar hingga risiko patah tulang bisa terjadi hanya karena terpeleset di area depan rumah. Situasi ini membuat teras tidak lagi menjadi ruang yang aman untuk aktivitas sehari-hari.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu kekhawatiran berlebihan setiap kali hujan turun. Penghuni rumah harus ekstra hati-hati, sehingga kenyamanan dan rasa aman di lingkungan rumah pun ikut menurun.

Teras Cepat Kotor dan Tampak Selalu Kusam

Kesalahan memilih lantai teras juga membuat area ini lebih cepat kotor saat musim hujan. Air yang membawa lumpur dan debu dari luar rumah akan mudah menempel pada permukaan lantai yang tidak sesuai. Akibatnya, noda terlihat jelas dan sulit dihilangkan hanya dengan pembersihan biasa.

Kotoran yang menempel berulang kali akan meninggalkan bekas yang membuat teras tampak kusam. Warna lantai perlahan memudar dan kehilangan kesan bersih meski sudah sering dibersihkan. Kondisi ini sering membuat pemilik rumah merasa terasnya selalu terlihat tidak rapi.

Jika dibiarkan, teras yang cepat kotor akan menurunkan kesan pertama rumah secara keseluruhan. Area depan rumah yang seharusnya terlihat bersih justru memberikan kesan kurang terawat dan tidak nyaman dipandang.

Jamur dan Lumut Mudah Tumbuh di Area Teras

Kelembapan tinggi saat musim hujan menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur dan lumut. Kesalahan memilih lantai teras yang tidak mampu mengelola air dengan baik membuat permukaannya selalu lembap. Kondisi ini semakin parah jika teras minim paparan sinar matahari.

Jamur dan lumut biasanya mulai muncul sebagai bercak kecil yang sering dianggap sepele. Namun, seiring waktu, pertumbuhannya bisa meluas dan membuat permukaan lantai semakin licin. Selain mengganggu estetika, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan.

Keberadaan jamur dan lumut membuat perawatan teras menjadi lebih rumit. Pembersihan rutin tidak lagi cukup, sehingga dibutuhkan perlakuan khusus agar permukaan kembali aman dan bersih.

Material Lantai Cepat Rusak dan Berkerak

Lantai teras yang tidak dirancang untuk kondisi luar ruangan akan mengalami kerusakan lebih cepat saat musim hujan. Air hujan yang terus-menerus mengenai permukaan lantai dapat meresap ke dalam material. Dalam jangka waktu tertentu, hal ini memicu pelapukan dan munculnya kerak.

Kerak yang muncul membuat permukaan lantai terasa kasar dan tidak rata. Retakan kecil juga bisa mulai terlihat, terutama pada material yang tidak tahan terhadap perubahan suhu dan kelembapan. Kerusakan ini sering kali terjadi secara perlahan dan baru disadari ketika kondisinya sudah parah.

Jika terus dibiarkan, lantai teras bisa kehilangan kekuatan dan tampilannya menjadi jauh dari layak. Pada tahap ini, perbaikan tidak lagi sederhana dan sering kali membutuhkan penggantian material secara menyeluruh.

Biaya Perawatan Rumah Jadi Lebih Besar

Kesalahan dalam memilih lantai teras berdampak langsung pada meningkatnya biaya perawatan rumah. Pemilik rumah harus membersihkan teras lebih sering karena cepat kotor dan berlumut. Penggunaan cairan pembersih khusus pun menjadi kebutuhan tambahan.

Selain perawatan rutin, kerusakan material juga memicu biaya perbaikan yang tidak sedikit. Kerak, retakan, dan permukaan yang rusak membutuhkan penanganan khusus agar tidak semakin parah. Dalam beberapa kasus, penggantian lantai menjadi satu-satunya solusi.

Pengeluaran ini sering kali terasa membebani karena muncul secara bertahap. Padahal, biaya tersebut bisa ditekan jika sejak awal lantai teras dipilih dengan mempertimbangkan kondisi musim hujan.

Kenyamanan dan Nilai Rumah Ikut Menurun

Teras yang licin, kotor, dan rusak membuat kenyamanan penghuni rumah menurun secara signifikan. Aktivitas sederhana seperti keluar masuk rumah menjadi terasa merepotkan dan penuh kehati-hatian. Situasi ini dapat mengurangi rasa betah di rumah sendiri.

Dari sisi visual, teras yang tidak terawat akan memengaruhi tampilan keseluruhan rumah. Kesan pertama yang muncul menjadi kurang menarik, terutama bagi tamu atau calon pembeli. Hal ini berpengaruh langsung pada nilai estetika hunian.

Dalam jangka panjang, kesalahan memilih lantai teras juga bisa berdampak pada nilai jual rumah. Rumah dengan area luar yang tidak aman dan kurang terawat cenderung dinilai lebih rendah dibandingkan hunian yang memiliki teras fungsional dan nyaman.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kesalahan Memilih Lantai Teras

1. Apa kesalahan paling umum saat memilih lantai teras?

Kesalahan paling umum adalah memilih lantai berdasarkan tampilan tanpa mempertimbangkan faktor licin dan daya tahan terhadap air hujan.

2. Mengapa lantai teras harus aman saat basah?

Karena teras sering terkena air hujan, sehingga permukaannya harus mampu menjaga pijakan tetap stabil dan tidak licin.

3. Apa dampak jangka panjang lantai teras yang salah?

Dampaknya meliputi kerusakan material, biaya perawatan tinggi, hingga meningkatnya risiko kecelakaan.

4. Bagaimana tanda lantai teras tidak cocok untuk musim hujan?

Tandanya antara lain permukaan mudah licin, cepat berlumut, dan terlihat kusam meski sering dibersihkan.

5. Kapan waktu terbaik memperbaiki lantai teras?

Waktu terbaik adalah sebelum musim hujan tiba agar risiko licin dan kerusakan dapat diminimalkan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |