Apa Penyebab Kebakaran Kalimantan? Ini Faktor Utama di Balik Karhutla 2026

11 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Sepanjang Agustus 2026, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan kembali meluas seiring datangnya musim kemarau. Kabut asap tebal menutupi sejumlah kota, sekolah diliburkan, dan warga terus bertanya apa penyebab kebakaran Kalimantan yang seolah berulang setiap tahun. Ribuan titik panas terdeteksi dari udara, sementara ribuan hektare lahan sudah terbakar di darat.

Warga di Palangka Raya mengaku siang hari terasa seperti malam. Jarak pandang menyempit, mata perih, dan sejumlah orang mulai terserang infeksi saluran pernapasan. Petugas pemadam bekerja siang malam, tapi api di lahan gambut sering menyala kembali begitu matahari terbenam, seolah tidak pernah benar-benar padam.

Berikut ini adalah beberapa penyebab umum kebakaran Kalimantan dan update titik kebakaran, seperti yang dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (21/8/2026). Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Titik Kebakaran Hutan Kalimantan Tahun 2026

Berdasarkan pemantauan Satelit NOAA-20 hingga Kamis, 20 Agustus 2026, tercatat 1.487 hotspot tersebar di seluruh Kalimantan. Kalimantan Tengah mencatat konsentrasi tertinggi dengan 767 titik, disusul Kalimantan Barat sebanyak 560 titik. Sementara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik, dan Kalimantan Utara 3 titik.

Kebakaran juga terjadi di wilayah lain seperti Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tempat 10,65 hektare lahan hangus pada 19 Agustus 2026. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menambah panjang daftar titik api yang tersebar hampir merata di seluruh provinsi Kalimantan sepanjang musim kemarau tahun ini.

Apa Saja Penyebab Utama Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Karhutla di Kalimantan jarang disebabkan satu faktor tunggal. Kombinasi kondisi alam yang mendukung penyebaran api dan kebiasaan membuka lahan dengan cara lama membuat kebakaran sulit dihentikan sepenuhnya, meski petugas sudah dikerahkan dalam jumlah besar setiap tahun.

Musim Kemarau dan Karakteristik Lahan Gambut

Musim kemarau membuat vegetasi kering dan kelembapan tanah menurun drastis, sehingga kawasan yang biasanya sulit terbakar menjadi sangat mudah tersulut. Kondisi ini makin parah di lahan gambut, karena api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat dan bertahan di lapisan bawah tanah, sehingga sulit dipadamkan tuntas.

Praktik Membuka Lahan dengan Cara Dibakar

Membuka lahan dengan api masih dianggap lebih murah dan cepat dibanding menggunakan alat berat. Praktik ini banyak ditemukan di Kalimantan Barat, tempat kepolisian menangani 11 perkara karhutla sepanjang 2026, dengan delapan orang ditetapkan sebagai tersangka. Kebiasaan ini menjadi salah satu pemicu utama munculnya titik api bkarhutla aru setiap musim kering tiba.

Tata Kelola Lahan yang Berulang Kali Belum Tuntas

Karhutla di Kalimantan sudah menjadi persoalan tahunan sejak 1996. Berbagai kebijakan silih berganti, tetapi pengawasan lahan gambut dan penegakan aturan pembukaan lahan belum sepenuhnya efektif. Akibatnya, pola kebakaran yang sama terus berulang, dan alasan cuaca sering menutupi persoalan pengelolaan lahan yang sebenarnya lebih mendasar.

Dampak Kebakaran Hutan

Karhutla tidak hanya menghanguskan lahan, tetapi juga menimbulkan efek berantai yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Berikut sejumlah dampak yang paling menonjol dari kebakaran hutan Kalimantan tahun ini.

- Kabut Asap Pekat Mengganggu Aktivitas: Asap yang muncul sejak Juli membuat siang terasa gelap di sejumlah kota. Warga Palangka Raya mengeluhkan jarak pandang terbatas bahkan pada siang hari, sehingga aktivitas sehari-hari ikut terhambat oleh kabut tebal.

- Penurunan Kualitas Udara dan Gangguan Kesehatan: Kualitas udara di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sempat berada di kategori berbahaya. Sejumlah warga mulai terserang infeksi saluran pernapasan akut akibat paparan asap yang terus-menerus selama berminggu-minggu.

- Keterbatasan Layanan Kesehatan dan Masker: Masyarakat di beberapa desa terdampak kesulitan mendapatkan masker maupun akses layanan kesehatan memadai, sehingga sejumlah pihak mulai membangun rumah aman asap sebagai solusi sementara.

- Kerugian Lahan dan Ekosistem Gambut: Puluhan ribu hektare lahan, termasuk kawasan gambut, telah terbakar di tiga provinsi utama. Kerusakan ini butuh waktu lama untuk pulih karena karakteristik gambut yang menyimpan karbon dan air dalam jumlah besar.

Upaya Pemerintah Mengatasi Karhutla

Pemerintah dan masyarakat tidak tinggal diam menghadapi meluasnya karhutla. Sejumlah langkah sudah dan terus dijalankan untuk menekan penyebaran api serta meringankan dampak asap bagi warga terdampak.

- Operasi Modifikasi Cuaca: BMKG melaksanakan penyemaian awan di Kalimantan Barat pada 13-17 Agustus dengan sembilan sorti penerbangan, menghasilkan estimasi 10,92 juta meter kubik curah hujan. Operasi serupa direncanakan kembali pada 23-27 Agustus 2026.

- Pemadaman Darat dan Patroli Gabungan: Sebanyak 12.880 personel dari Kementerian Kehutanan, BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan dikerahkan untuk memadamkan api serta melakukan deteksi dini di wilayah rawan kebakaran.

- Penegakan Hukum terhadap Pembakar Lahan: Kepolisian di Kalimantan Barat memproses perkara karhutla dan menetapkan tersangka bagi pelaku pembakaran lahan, sebagai upaya memberi efek jera dan mengurangi praktik pembukaan lahan dengan api.

- Pelaporan Cepat dari Masyarakat: BNPB mengimbau warga segera melaporkan titik api yang ditemukan kepada otoritas setempat, agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran meluas ke kawasan lain.

Pertanyaan Seputar Penyebab Kebakaran Kalimantan

1. Apa penyebab kebakaran Kalimantan yang paling utama? Kombinasi musim kemarau yang mengeringkan lahan gambut dan praktik membuka lahan dengan cara dibakar menjadi dua penyebab utama yang saling memperparah satu sama lain.

2. Mengapa lahan gambut sulit dipadamkan saat terbakar? Api di lahan gambut bisa merambat dan bertahan di lapisan bawah tanah, sehingga permukaan yang tampak sudah padam bisa kembali menyala tanpa terlihat dari luar.

3. Berapa luas lahan yang terbakar di Kalimantan tahun 2026? Data BNPB hingga pertengahan Agustus mencatat lebih dari 32 ribu hektare lahan terbakar di Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan, dengan Kalimantan Barat mencatat luasan terbesar.

4. Apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi karhutla? Pemerintah mengerahkan ribuan personel gabungan, menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca untuk memicu hujan buatan, serta memproses hukum pelaku pembakaran lahan di sejumlah wilayah.

5. Apakah kebakaran hutan Kalimantan terjadi setiap tahun? Ya, karhutla di Kalimantan sudah menjadi persoalan tahunan sejak 1996, terutama saat musim kemarau, meski kebijakan penanganan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |