:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302893/original/086285300_1754037743-1.jpg)
1/6
Warga Arab Israel memegang plakat dan meneriakkan slogan-slogan dalam aksi protes di dekat Kedutaan Besar Mesir di Tel Aviv pada 31 Juli 2025. (Jack GUEZ/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302894/original/087336400_1754037745-2.jpg)
1/6
Dalam aksinya, mereka menentang penutupan perlintasan Rafah dan situasi kemanusiaan yang memprihatinkan di Jalur Gaza. (Jack GUEZ/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302895/original/094786900_1754037747-3.jpg)
1/6
Sebelumnya, aktivis kemanusiaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Rabu (30/7/2025) mengungkap meskipun militer Israel telah menerapkan jeda taktis namun jumlah korban di Gaza terus bertambah, termasuk di antaranya warga Palestina yang mencari bantuan dan sejumlah pihak pemberi bantuan kemanusiaan. (Jack GUEZ/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302896/original/069119100_1754037749-4.jpg)
1/6
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mengatakan bahwa mereka masih melihat adanya korban jiwa di antara mereka yang mencari bantuan serta lebih banyak lagi kematian akibat kelaparan dan malanutrisi. (Jack GUEZ/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302897/original/008032000_1754037752-5.jpg)
1/6
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza pada Rabu (30/7/2025) melaporkan setidaknya 91 orang tewas dan lebih dari 600 luka-luka dalam 24 jam terakhir. (Jack GUEZ/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302898/original/030908900_1754037754-6.jpg)
1/6
Dari jumlah tersebut, 54 orang tewas akibat penembakan di dekat perlintasan Zikim, Gaza utara, pada Rabu (30/7/2025). (Jack GUEZ/AFP)