9 Pohon Buah yang Akarnya Tidak Mengganggu Saluran Air, Aman untuk Fondasi

16 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Pohon buah yang akarnya tidak mengganggu saluran air menjadi pilihan tepat bagi pemilik rumah yang ingin menanam tanaman produktif tanpa khawatir merusak pipa atau drainase. Jenis tanaman dengan perakaran yang tidak agresif umumnya lebih aman ditanam di area pekarangan.

Selain menghasilkan buah yang bisa dinikmati sendiri, tanaman tersebut juga dapat mempercantik lingkungan dan memberikan keteduhan. Karena itu, banyak orang mulai mencari pohon buah yang akarnya tidak mengganggu saluran air untuk ditanam di sekitar rumah.

Memilih jenis yang tepat dapat membantu mencegah kerusakan pada infrastruktur sekaligus memudahkan perawatan. Berikut beberapa rekomendasi pohon buah yang akarnya tidak mengganggu saluran air dan cocok ditanam di berbagai ukuran lahan.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang pohon buah yang akarnya tidak mengganggu saluran air, Kamis (4/6/2026).

1. Jeruk

Pohon jeruk menjadi salah satu tanaman buah favorit untuk ditanam di pekarangan rumah karena memiliki sistem akar serabut yang cenderung tumbuh di lapisan tanah bagian atas.

Akar jeruk tidak dikenal agresif atau mampu menembus pipa dan saluran air seperti beberapa jenis pohon besar lainnya. Agar lebih aman, Anda dapat memilih varietas kerdil seperti jeruk siam atau jeruk nipis yang ukuran tajuknya lebih kecil dan mudah dirawat.

Selain menghasilkan buah yang kaya vitamin C, pohon jeruk juga dapat mempercantik halaman dengan daun hijau yang rimbun dan aroma bunga yang harum saat musim berbunga.

2. Jambu Air

Jambu air memiliki karakteristik akar yang relatif dangkal dan pertumbuhannya cukup terkendali. Sistem perakarannya tidak menyebar terlalu jauh sehingga risiko mengganggu saluran air maupun fondasi bangunan terbilang rendah. Pohon ini juga cocok ditanam di lahan sempit karena dapat dipangkas secara rutin agar ukurannya tetap ideal.

Selain mudah dibudidayakan, jambu air terkenal rajin berbuah dan mampu menghasilkan panen yang melimpah jika mendapatkan sinar matahari yang cukup serta penyiraman secara teratur.

3. Sawo

Sawo termasuk pohon buah berukuran sedang yang memiliki pertumbuhan akar relatif lambat dan tidak agresif. Meskipun dapat tumbuh cukup besar seiring bertambahnya usia, sistem perakarannya tidak dikenal merusak saluran air atau struktur bangunan apabila ditanam dengan jarak yang memadai.

Pohon sawo juga memiliki umur panjang dan mampu berproduksi selama bertahun-tahun. Buahnya yang manis menjadi daya tarik tersendiri, sementara tajuknya yang rindang dapat memberikan keteduhan alami di halaman rumah.

4. Delima

Delima merupakan tanaman buah yang memiliki ukuran pohon relatif kecil dibandingkan banyak pohon buah lainnya. Akarnya tidak bersifat invasif sehingga jarang menimbulkan masalah pada area sekitar tempat tumbuhnya. Inilah yang membuat delima sering direkomendasikan sebagai tanaman buah untuk halaman rumah yang tidak terlalu luas.

Selain aman bagi saluran air, pohon delima juga memiliki nilai estetika tinggi berkat bunganya yang berwarna cerah dan buahnya yang menarik. Tanaman ini cukup tahan terhadap cuaca panas dan tidak membutuhkan perawatan yang rumit.

5. Kedondong

Kedondong sering dianggap sebagai tanaman yang tumbuh liar, padahal pohon ini cukup aman ditanam di area pekarangan. Sistem perakarannya cenderung tidak agresif dan tidak mudah merusak instalasi bawah tanah.

Saat ini tersedia varietas kedondong mini yang lebih cocok untuk lahan terbatas karena ukuran pohonnya lebih kecil dibandingkan kedondong biasa.

Selain menghasilkan buah yang dapat diolah menjadi rujak atau manisan, kedondong juga dikenal cukup tahan terhadap berbagai kondisi cuaca sehingga mudah dipelihara oleh pemula.

6. Pepaya

Pepaya menjadi salah satu pilihan terbaik bagi pemilik rumah yang mencari tanaman buah dengan akar aman. Berbeda dengan pohon berkayu besar, pepaya memiliki sistem akar yang dangkal dan tidak terlalu kuat menekan tanah di sekitarnya. Karena itu, risiko merusak saluran air maupun fondasi bangunan sangat kecil.

Keunggulan lainnya adalah masa panen yang relatif cepat, bahkan beberapa varietas sudah mulai berbuah dalam waktu kurang dari satu tahun setelah ditanam. Tanaman ini juga tidak membutuhkan lahan yang luas sehingga cocok untuk berbagai ukuran pekarangan.

7. Pisang

Pisang memiliki sistem akar serabut yang tumbuh dangkal dan menyebar di sekitar batang tanpa menembus terlalu dalam ke dalam tanah. Karakteristik ini membuatnya relatif aman ditanam dekat rumah selama tetap memperhatikan jarak tanam yang wajar.

Selain mudah tumbuh di iklim tropis, pisang juga tidak memerlukan perawatan yang rumit. Hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan, mulai dari buah, daun, hingga batangnya.

Dengan pertumbuhan yang cepat dan hasil panen yang melimpah, pisang menjadi salah satu tanaman buah yang banyak dipilih untuk pekarangan rumah.

8. Tin

Pohon tin atau Ficus carica semakin populer di Indonesia karena buahnya yang memiliki nilai jual cukup tinggi. Meski termasuk keluarga ficus, akar pohon tin tidak seagresif beberapa jenis ficus hias yang sering digunakan sebagai tanaman peneduh.

Sistem perakarannya cenderung dangkal dan lebih mudah dikendalikan, terutama jika ditanam di area dengan drainase yang baik.

Selain cocok untuk lahan terbatas, pohon tin juga dapat dibudidayakan dalam pot besar sehingga menjadi pilihan menarik bagi penghuni rumah dengan halaman yang tidak terlalu luas.

9. Apel Kerdil

Varietas apel kerdil memiliki ukuran pohon yang lebih kecil dibandingkan apel konvensional sehingga sistem perakarannya pun lebih mudah dikendalikan.

Akarnya cenderung dangkal dan tidak menyebar terlalu jauh, membuat tanaman ini relatif aman ditanam di dekat bangunan atau saluran air.

Selain itu, pohon apel kerdil juga banyak dipilih karena lebih mudah dipangkas dan dirawat. Dengan teknik budidaya yang tepat, tanaman ini tetap mampu menghasilkan buah berkualitas meskipun ditanam di lahan yang terbatas.

Pertanyaan Seputar Pohon Buah yang Akarnya Tidak Mengganggu Saluran Air

Pohon buah apa yang akarnya tidak merusak fondasi rumah?

Pohon buah seperti jeruk kerdil, jambu air, delima, pepaya, pisang, dan apel kerdil memiliki akar yang aman dan tidak merusak fondasi rumah.

Mengapa penting memilih pohon buah dengan akar yang tidak agresif?

Penting untuk menghindari kerusakan pada fondasi bangunan, saluran air, paving, dan infrastruktur lainnya di pekarangan rumah.

Bisakah pohon buah ditanam dekat rumah tanpa merusak struktur?

Ya, dengan memilih jenis pohon buah yang tepat, menjaga jarak tanam ideal, dan menggunakan pembatas akar, pohon dapat ditanam aman dekat rumah.

Apa saja solusi untuk mencegah akar pohon merusak bangunan?

Solusinya meliputi pemilihan jenis pohon yang akarnya tidak mengganggu, penanaman dengan jarak yang tepat dari bangunan, dan penggunaan pembatas akar.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |