- Apa saja jenis ternak yang cocok di teras rumah agar tidak bau?
- Bagaimana cara mencegah bau tidak sedap dari ternak di teras rumah?
- Apakah ternak di teras rumah bisa menguntungkan secara finansial?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Memanfaatkan ruang terbatas di rumah kini bisa dilakukan dengan lebih kreatif, termasuk untuk beternak skala kecil. Banyak orang mulai mencari ide ternak di teras rumah tetap bersih tidak bau agar tetap bisa produktif tanpa mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar. Dengan perencanaan yang tepat, aktivitas ternak di area sempit pun bisa tetap higienis, rapi, dan tidak menimbulkan bau menyengat.
Beternak di teras rumah sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan, asalkan memilih jenis hewan yang tepat dan menerapkan sistem kebersihan yang baik. Mulai dari penggunaan kandang tertutup, pengelolaan limbah, hingga pemilihan pakan yang tidak memicu bau, semua bisa diatur agar lingkungan tetap aman dan nyaman bagi penghuni rumah maupun tetangga sekitar.
Dalam artikel ini, Anda akan menemukan ide ternak yang cocok dilakukan di teras rumah, lengkap dengan tips menjaga kebersihan dan meminimalkan bau. Dengan mengikuti panduan ini, Anda tidak hanya bisa mendapatkan tambahan penghasilan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang tetap sehat dan menyenangkan. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (27/4/2026).
1. Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok
Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok merupakan metode inovatif yang sangat cocok diterapkan di teras rumah karena minim bau dan efisien. Sistem ini memanfaatkan mikroorganisme untuk mengurai sisa pakan dan kotoran ikan menjadi biomassa yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai pakan alami oleh ikan. Hal ini menciptakan ekosistem seimbang dalam kolam, mengurangi kebutuhan penggantian air, dan menjaga kualitas air tetap baik.
Untuk menjaga kebersihan dan mencegah bau, pemilihan lokasi yang tepat sangat penting. Area tersebut harus memiliki akses listrik memadai untuk aerator dan terlindung dari sinar matahari langsung berlebihan serta hujan deras. Kolam terpal bulat menjadi pilihan populer karena mudah dipasang, dibersihkan, dan memiliki sirkulasi air yang baik, sementara aerator esensial untuk menyuplai oksigen dan mendukung pertumbuhan flok.
Manajemen pakan yang efisien juga berkontribusi besar dalam mengurangi bau tidak sedap. Pemberian pakan harus sesuai takaran agar tidak ada sisa pakan yang membusuk di dasar kolam. Sistem bioflok secara signifikan mengurangi limbah nitrogen dari sisa pakan dan kotoran ikan, sehingga air tidak cepat bau dan perawatan menjadi lebih mudah.
2. Budidaya Ikan Nila dalam Ember (Budikdamber)
Budidaya ikan nila dalam ember atau Budikdamber adalah solusi praktis dan menguntungkan bagi warga perkotaan dengan lahan terbatas. Metode ini mengintegrasikan budidaya ikan dengan tanaman dalam satu wadah ember, menjadikannya bentuk akuaponik skala kecil yang sangat efisien. Limbah ikan dimanfaatkan sebagai nutrisi bagi tanaman yang ditanam di atas ember, sementara tanaman membantu menjaga kualitas air agar tetap bersih.
Manajemen bau dalam budidaya ikan nila cukup sederhana, terutama jika menggunakan sistem bioflok yang ramah lingkungan. Kotoran ikan diurai oleh bakteri, sehingga tidak menimbulkan bau. Penting untuk menjaga kadar alga hijau di kolam bioflok tidak lebih dari 20% untuk menghindari bau lumpur, serta menambahkan bakteri seperti Rhodococcus dan Streptomyces yang membantu mendegradasi senyawa penyebab bau.
Perawatan budikdamber cukup mudah, hanya memerlukan pemberian pakan pelet berkualitas 2-3 kali sehari dengan takaran secukupnya. Penggantian air sebagian (sekitar 30%) setiap 2-3 minggu atau saat air keruh/berbau juga diperlukan. Pembersihan dasar ember secara rutin juga penting untuk mengangkat kotoran yang mengendap dan mencegah bau tidak sedap.
3. Ternak Burung Puyuh
Ternak burung puyuh di teras rumah menjadi pilihan menarik karena ukurannya yang kecil dan perawatannya relatif mudah. Hewan ini tidak membutuhkan lahan luas dan dikenal sebagai unggas yang tidak memerlukan perawatan rumit, asalkan kebutuhan dasar seperti pakan, air minum, pencahayaan, dan kebersihan kandang terpenuhi.
Untuk menjaga kebersihan dan mencegah bau, desain kandang yang tepat sangat krusial. Kandang puyuh sebaiknya memiliki ventilasi baik untuk sirkulasi udara lancar, dan ditempatkan di area yang terlindung dari angin kencang namun tetap mendapatkan pencahayaan cukup. Kebersihan kandang harus dijaga secara rutin, dan tempatkan kandang di dekat sumber air untuk memudahkan pembersihan.
Manajemen kotoran juga penting, meskipun puyuh tidak menimbulkan bau menyengat seperti unggas lain. Penggunaan alas kandang yang tepat dan penggantian secara berkala dapat membantu menyerap kelembaban dan bau. Puyuh juga merupakan hewan yang tenang dan tidak berisik, sehingga cocok untuk lingkungan perumahan padat.
4. Ternak Ayam Petelur Skala Kecil
Ternak ayam petelur skala kecil di teras rumah dapat dilakukan dengan manajemen yang tepat untuk menghindari bau dan lalat. Rahasia utama kandang yang tidak bau bukanlah membersihkan setiap hari, melainkan mencegah proses pembusukan anaerob (tanpa oksigen) yang menimbulkan bau.
Sistem "Cekerator" yang memanfaatkan insting alami ayam untuk menggaruk dan mengaduk kotorannya menjadi kompos dapat diterapkan. Desain kandang juga harus diprioritaskan untuk menciptakan aliran udara yang lancar dengan ventilasi optimal, seperti model semi-terbuka atau kandang tertutup dengan banyak bukaan kawat.
Pengelolaan kotoran dan sanitasi kandang yang efektif meliputi penerapan metode deep litter atau pembersihan kotoran setiap hari/dua hari sekali. Kotoran yang sudah dibersihkan sebaiknya segera dipindahkan ke tempat tertutup atau diolah menjadi kompos, serta menggunakan bahan penyerap bau seperti kapur pertanian atau arang sekam.
5. Ternak Kelinci
Kelinci memiliki potensi pasar yang baik dan perawatan relatif mudah. Kunci utama agar kandang kelinci tidak bau adalah membersihkannya secara rutin. Kandang kelinci harus dibersihkan setidaknya dua kali sehari, termasuk membuang sisa pakan yang tidak termakan. Pembersihan mingguan juga diperlukan dengan membongkar kandang dan menyikat sisa kotoran.
Desain kandang yang baik juga dapat membantu mengurangi bau, misalnya dengan sistem laci penampungan kotoran yang terhubung ke paralon pembuangan. Sistem ini dapat memisahkan cairan dan feses, sehingga kotoran dapat dikumpulkan sebagai pupuk dan mengurangi bau. Pemberian probiotik pada kelinci juga dapat menjaga kesehatan pencernaan dan mengurangi bau kotoran.
6. Budidaya Cacing Tanah (Vermikompos)
Budidaya cacing tanah atau vermikompos merupakan usaha ternak yang minim bau dan banyak diminati, cocok untuk teras rumah. Cacing dapat membantu mengurai limbah organik menjadi pupuk bermanfaat dan jika dikelola dengan baik, ternak ini tidak menimbulkan bau menyengat. Perawatan ternak cacing cukup sederhana, hanya perlu menyediakan media seperti tanah humus yang lembap dan kompos. Media ternak harus diganti secara berkala, misalnya sebulan sekali, untuk menjaga kebersihan dan memastikan cacing tetap sehat.
Cacing tanah sendiri memiliki kelebihan tidak berbau, bisa berkembang biak dengan cepat, dan mudah beradaptasi. Pakan cacing tanah dapat berupa bahan-bahan organik, ampas tahu, kotoran hewan, atau limbah pertanian. Penting untuk memastikan media tetap lembap dan tidak terlalu basah, serta menempatkan wadah di tempat teduh karena cacing sensitif terhadap cahaya. Dengan pengelolaan yang tepat, budidaya cacing tanah dapat menjadi solusi pengolahan limbah organik yang efektif dan tidak berbau.
7. Budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly)
Budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) adalah pilihan usaha ternak yang sangat praktis untuk teras rumah karena tidak membutuhkan lahan luas dan tidak menimbulkan bau menyengat. Larva maggot dikenal mampu mengurai limbah organik rumah tangga seperti sisa makanan, sehingga selain menghasilkan keuntungan juga membantu mengurangi sampah.
Kunci budidaya maggot BSF tanpa bau adalah keseimbangan antara pakan dengan populasi maggot BSF yang memakannya. Semakin besar persentase maggot BSF dibandingkan sampah, semakin kecil kemungkinan sampah menjadi berbau. Sampah pakan maggot yang berbau biasanya disebabkan oleh sampah yang sudah membusuk atau salah penanganan.
Untuk mencegah bau, disarankan untuk memilah sampah pakan, memberikan sampah yang sudah berbau terlebih dahulu, dan memastikan sampah yang diberikan tidak membusuk. Teknik fermentasi dengan bahan alami yang masih segar juga dapat digunakan. Maggot yang dihasilkan memiliki kandungan protein tinggi dan banyak dibutuhkan sebagai pakan ikan, burung, maupun unggas.
8. Budidaya Bekicot/Siput
Ternak bekicot atau siput dapat menjadi pilihan di teras rumah karena tidak berisik dan tidak menimbulkan bau jika kandang rutin dibersihkan. Hewan ini membutuhkan kelembapan stabil dan tempat teduh. Untuk merintis usaha ternak siput yang sehat, penting untuk memilih spesies siput yang tepat, menciptakan habitat ideal, serta merawat kesehatan para siput.
Kandang siput harus dijaga kebersihannya secara teratur dan periksa dengan kerap agar hewan lain tidak masuk. Pakan untuk siput dapat berupa lumut dan buangan daun serta penambahan kapur. Meskipun siklus hidup siput sedut untuk mencapai dewasa cukup panjang, manajemen kebersihan yang baik akan memastikan lingkungan ternak tetap bersih dan tidak mengganggu.
9. Ternak Jangkrik
Ternak jangkrik dapat dipelihara dalam boks kayu atau plastik di ruangan tertutup di teras rumah. Jika kebersihan terjaga dan pakan terkontrol, bau bisa diminimalkan. Suara kerikan jangkrik relatif ringan dan dapat diredam dengan lokasi kandang yang tidak berdekatan langsung dengan area istirahat. Untuk menjaga kebersihan dan mencegah bau, penting untuk memastikan sirkulasi udara yang baik di dalam kandang jangkrik.
Penggunaan substrat yang tepat dan penggantian secara berkala akan membantu menyerap kotoran dan kelembaban. Manajemen pakan juga berperan penting, berikan pakan secukupnya agar tidak ada sisa pakan yang membusuk dan menimbulkan bau. Dengan perawatan rutin dan perhatian terhadap detail kebersihan, ternak jangkrik dapat menjadi usaha yang tidak mengganggu lingkungan sekitar.
FAQ
- Apa saja jenis ternak yang cocok di teras rumah agar tidak bau? Jenis ternak yang cocok meliputi ikan lele, ikan nila, burung puyuh, ayam petelur skala kecil, kelinci, cacing tanah, maggot BSF, bekicot/siput, dan jangkrik.
- Bagaimana cara mencegah bau tidak sedap dari ternak di teras rumah? Mencegah bau dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang/media secara rutin, menggunakan sistem bioflok atau vermikompos, memastikan ventilasi yang baik, dan mengelola pakan serta limbah dengan efisien.
- Apakah ternak di teras rumah memerlukan izin khusus? Umumnya untuk skala rumahan kecil tidak memerlukan izin khusus, namun penting untuk tidak mengganggu tetangga dan tetap memperhatikan regulasi daerah setempat.
- Apa saja peralatan dasar yang dibutuhkan untuk ternak di teras rumah? Peralatan dasar meliputi wadah seperti ember, kolam terpal, atau boks, aerator untuk ikan, kandang yang sesuai, media tanam atau substrat, serta perlengkapan pakan dan pembersihan.
- Bagaimana cara mengelola limbah ternak agar tidak mencemari lingkungan? Limbah dapat diolah menjadi kompos melalui vermikompos, digunakan dalam sistem akuaponik, atau dibersihkan secara rutin dan dibuang ke tempat yang tepat.
- Apakah ternak di teras rumah bisa menguntungkan secara finansial? Ya, banyak jenis ternak di teras rumah memiliki potensi pasar yang baik dan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan jika dikelola dengan baik.
- Seberapa sering kandang ternak di teras rumah harus dibersihkan? Frekuensi pembersihan bervariasi tergantung jenis ternak, namun umumnya disarankan setiap hari atau setidaknya beberapa kali seminggu untuk menjaga kebersihan optimal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565766/original/098117700_1777086011-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4809121/original/067224000_1713780891-donat_kentang_oatmeal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514809/original/060272800_1772107854-IMG-20260226-WA0032.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567518/original/034674000_1777285342-Pilihan_Warna_Cat_Rumah_untuk_Rumah_di_Desa_Menghadap_Timur_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567363/original/049649400_1777277481-Desain_Rumah_Industrial_Ekspos_kecil_COV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567284/original/007406300_1777274117-usaha_ternak_bersama_ibu_kader_desa_modal_kecil_hasil_rutin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550853/original/062747800_1775710624-fa6ddd9d-94ad-4641-b8f6-c535bf936fd2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1031698/original/009989200_1445690389-Kucing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549427/original/049669400_1775618975-unnamed__40_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566892/original/048677400_1777259803-Jenis_Pohon_Alpukat_Pendek_yang_Cocok_di_Halaman_Rumah_Sempit_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560131/original/009415700_1776659767-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567336/original/018627400_1777276009-you_know_without_you_asolole.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567152/original/032102200_1777267475-WhatsApp_Image_2026-04-25_at_09.36.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560038/original/015645200_1776656498-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566789/original/078209400_1777253487-jeruk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3556198/original/035020600_1630383979-jerry-wang-KV9F7Ypl2N0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566978/original/077881200_1777262357-Ide_Usaha_Rumahan_di_Desa_yang_Cuma_Pakai_Ember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397581/original/020228200_1761811805-stacking_jam_dan_gelang_7a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567227/original/019919800_1777271422-rumah_memanjang_2a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567254/original/002387400_1777271982-kandang_ayam_bangkok_rak_bertingkat_tiga_1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2752731/original/038080600_1552704493-shutterstock_724191844.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466190/original/088167400_1767839290-Cara_Ternak_Ikan_Mas_di_Ember_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460813/original/018976000_1767321694-Takjil_Ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460967/original/070159800_1767330511-Rumah_subsidi_Gunakan_Karpet_Berukuran_Besar__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410367/original/068469000_1762930652-Gemini_Generated_Image_kwy80xkwy80xkwy8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461005/original/069066700_1767332221-model_cincin_emas_batu_opal__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463669/original/097446700_1767667328-Gemini_Generated_Image_1cspbg1cspbg1csp.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460947/original/089328700_1767328515-Batang_Kecombrang__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460105/original/035503200_1767231872-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470864/original/039639300_1768266170-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460978/original/052255100_1767330693-desain_halaman_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460928/original/003883700_1767327681-model_kebun_rumah_dengan_pijakan_batu__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464943/original/048760100_1767754973-Kulkas_1_pintu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397086/original/041488200_1761800911-Gemini_Generated_Image_tlzh05tlzh05tlzh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775954/original/075855900_1710744786-girl-wearing-hat-sitting-green-lawn-near-lake.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477531/original/099454700_1768839717-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473880/original/084419100_1768460771-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472024/original/057223000_1768305981-1.jpg)