Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak ide usaha ternak bersama yang bisa dikelola oleh kelompok ibu kader desa. Peluang usaha ternak di desa selalu terbuka lebar. Lingkungan pedesaan sangat mendukung berbagai kebutuhan usaha ternak, seperti lahan yang luas, bahan bangunan yang mudah didapatkan, dan ketersediaan pakan. Bagi ibu kader desa, peluang ini dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi keluarga dan komunitas, dengan potensi hasil rutin yang signifikan.
Memilih jenis usaha ternak memang bukan perkara mudah, apalagi jika modal yang ada masih terbatas atau bahkan tidak ada keterampilan khusus sama sekali. Namun, banyak peluang usaha di bidang peternakan yang termasuk mudah dan bahkan bisa dilakukan oleh pemula yang baru belajar. Di Indonesia sendiri, ada berbagai jenis peluang usaha ternak yang relatif mudah dijalankan dan menjanjikan keuntungan yang cukup tinggi.
Kebutuhan pangan yang diperoleh dari hasil ternak semakin meningkat seiring bertambahnya penduduk. Kemajuan teknologi juga semakin mempermudah siapa saja yang ingin menjalankan usaha ternak, sehingga hasil panen memiliki kualitas yang baik. Dengan sedikit persaingan karena belum banyak generasi milenial yang berminat, usaha ternak seperti ikan, unggas, kambing, sapi, dan hewan lainnya tidak akan pernah pudar dan akan selalu mengalami perkembangan. Berikut adalah beberapa ide usaha ternak bersama ibu kader desa modal kecil hasil rutin yang dapat dipertimbangkan, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (27/4/2026).
1. Ternak Lele – Paling Mudah & Cepat Panen
Lele menjadi salah satu jenis ikan tawar yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia, sehingga peluang usaha ternak di bidang ikan lele ini sangat terbuka lebar. Budidaya lele rumahan menawarkan potensi keuntungan yang menjanjikan dengan perawatan yang relatif mudah dan modal awal yang terjangkau. Permintaan pasar untuk lele juga cenderung stabil dan tinggi.
Ikan lele memiliki kemampuan hidup yang luar biasa, bahkan pada air yang sangat keruh sekalipun, dan pakannya pun tidak sulit disediakan karena lele adalah jenis ikan omnivora. Budidaya lele dapat dilakukan di lahan sempit seperti halaman belakang, teras, atau balkon apartemen menggunakan kolam terpal, bak, tong, atau ember. Modal awal untuk budidaya lele tergolong terjangkau, sekitar Rp2.000.000 hingga Rp4.000.000 untuk 1.000–3.000 ekor bibit.
Proses budidayanya cukup mudah, menjadikannya alternatif berbisnis bagi pemula. Siklus panen lele relatif cepat, rata-rata 2,5 hingga 4 bulan, sehingga perputaran modal bisa berlangsung lebih singkat dibandingkan usaha ternak lainnya. Pemilihan bibit berkualitas dari hatchery terpercaya sangat penting untuk pertumbuhan maksimal.
2. Ternak Ayam Kampung – Telur & Daging Laris
Nikmatnya daging ayam kampung membuat peluang usaha ternak di desa semakin luas, dengan permintaan yang terus meningkat. Harga jual ayam kampung relatif stabil dan lebih tinggi dibandingkan ayam potong pedaging atau broiler. Selain itu, ayam kampung dipersepsikan lebih sehat oleh masyarakat.
Untuk memulai usaha ini, dapat dilakukan dengan modal kecil, bahkan dari 10 ekor di pekarangan rumah. Kandang sederhana dari bambu atau kayu bekas sudah cukup, dan ayam kampung tidak memerlukan kandang khusus. Pakan dapat berupa campuran dedak, nasi sisa, hijauan, atau pakan ayam broiler. Jenis ayam kampung KUB adalah salah satu yang populer dibudidayakan.
Jika fokus pada ayam petelur, hasilnya bisa harian, sementara panen daging membutuhkan waktu sekitar 70 hari, dengan potensi balik modal kurang dari setahun. Perawatan ayam kampung tergolong mudah, cocok untuk usaha sampingan di rumah.
3. Ternak Cacing Sutra – Modal Kecil Keuntungan Besar
Peluang usaha dalam bidang ternak cacing sutra sangat potensial karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat. Cacing sutra merupakan pakan alami terbaik yang banyak dicari untuk larva ikan, terutama benih lele, nila, dan gurame, karena kandungan proteinnya yang tinggi (57%) dan lemak (13%).
Aktivitas budidayanya tidak memerlukan modal yang besar, bahkan bisa dimulai dengan sekitar Rp300.000–Rp500.000. Budidaya cacing sutra dapat dilakukan di ember atau kotak plastik, sehingga cocok untuk pemula dan rumah tangga dengan lahan terbatas. Media yang dibutuhkan meliputi ember besar, air bersih, lumpur sawah atau tanah humus, dan starter bibit cacing sutra.
Panen cacing sutra dapat dilakukan dengan cepat, hanya dalam 10–14 hari sejak awal tebar bibit, menjadikannya pilihan yang cocok untuk usaha ternak bersama ibu kader desa modal kecil hasil rutin. Usaha ini mampu menghasilkan laba bersih lebih dari 3 juta rupiah setiap bulannya.
4. Ternak Jangkrik – Unik Tapi Menguntungkan
Meskipun terdengar unik, ternak jangkrik adalah peluang usaha yang berpotensi menguntungkan dan menjadi tren bagi para pebisnis pemula. Bisnis ini banyak berkembang karena bisa dibudidayakan di lahan sempit dengan modal yang sedikit, serta memiliki risiko kegagalan yang rendah.
Jangkrik diminati banyak pemilik atau peternak ikan, burung, belut, reptil, dan hewan lainnya sebagai pakan alami. Potensi pasarnya luas, bahkan dapat diolah menjadi tepung, bahan campuran kosmetik, atau obat. Cara beternak jangkrik cukup mudah, baik untuk skala kecil maupun besar, termasuk bagi pemula.
Modal yang diperlukan adalah kandang yang bisa dibuat dari triplek atau papan kayu, bibit jangkrik, dan pakan sayuran. Lokasi budidaya sebaiknya tenang, teduh, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan jauh dari sumber kebisingan atau predator. Panen jangkrik dapat dilakukan pada usia 40-50 hari, dengan siklus yang berkelanjutan.
5. Ternak Ikan Hias (Cupang, Molly, Guppy) – Estetis & Bernilai Tinggi
Bisnis ikan hias memiliki potensi yang sangat besar mengingat tingginya minat masyarakat memelihara ikan hias. Usaha ini dapat memberikan keuntungan besar dengan modal yang relatif kecil, bahkan bisa dimulai dari sekitar Rp1 juta tergantung jenis ikan hias yang dijual.
Ikan hias kecil seperti Cupang, Molly, dan Guppy tidak memerlukan banyak tempat dan perawatan khusus. Ikan Molly, misalnya, mudah dibudidayakan dan berkembang biak sangat cepat, bahkan di air yang keruh. Ikan Guppy juga sering dicari karena warnanya yang cantik dan beragam jenisnya, serta memiliki harga yang tergolong mahal.
Keuntungan dari bisnis ikan hias bisa mencapai tiga kali lipat dari modal awal, dan bisa bertambah jika ikan hias yang dijual memiliki corak yang unik. Modal awal untuk skala kecil rumahan berkisar antara 3 hingga 7 juta rupiah. Anakan ikan hias siap jual setiap 1-2 bulan, memberikan potensi pendapatan rutin.
6. Ternak Bebek Petelur – Telur Asin Jadi Andalan
Telur bebek memiliki pasar yang tak pernah sepi, terutama untuk diolah menjadi telur asin yang identik dengan beberapa daerah. Ternak bebek petelur sangat potensial sebagai penghasil telur, dengan harga telur bebek yang lebih mahal dari ayam. Selain itu, permintaan daging bebek juga cukup tinggi.
Usaha ini dapat dimulai dari skala rumahan dengan modal minim. Bebek akan mulai bertelur pada usia 5 sampai 7 bulan, dan dapat bertelur setiap hari. Pakan bebek petelur harus memenuhi kebutuhan protein, energi, dan mineral untuk menghasilkan telur berkualitas.
Meskipun membutuhkan kandang yang memadai, menjaga kebersihan kandang sangat penting untuk menghindari bau tak sedap dan penyakit. Hasilnya berupa telur setiap hari, yang bisa diolah sendiri atau dijual langsung ke pasar atau pengepul.
7. Ternak Kambing – Hasil Besar di Momen Tertentu
Kambing memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi, terutama saat momen tertentu seperti Hari Raya Kurban, di mana harga jualnya bisa sangat tinggi dan keuntungan yang didapat juga besar. Daging kambing juga merupakan salah satu daging favorit untuk berbagai jenis masakan.
Ternak kambing sering dianggap membutuhkan modal besar, namun dengan strategi yang tepat, usaha ini dapat dimulai dengan modal terbatas. Pakan kambing dapat memanfaatkan limbah dapur dan pertanian. Kambing memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat dan mudah beradaptasi dengan lingkungan.
Untuk memelihara kambing, diperlukan kandang khusus yang rapat, dan pemilihan bibit terbaik disesuaikan dengan tujuan, apakah untuk pedaging atau perah. Kandang panggung lebih mudah dibersihkan, dan jarak ideal kandang adalah sekitar 10 meter dari rumah untuk mengurangi bau. Penggunaan pakan fermentasi juga efektif mengurangi bau menyengat dari kotoran ternak. Kambing bisa beranak setiap 5-6 bulan, memberikan potensi hasil rutin.
8. Ternak Lebah Madu – Ramah Lingkungan & Sustainable
Jika tertarik beternak lebah madu, ini adalah peluang usaha menarik dengan modal kecil namun potensi cuan yang besar. Permintaan pasar madu terus meningkat setiap tahun karena madu dikenal sebagai produk kesehatan alami yang punya nilai jual tinggi dan stabil.
Modal awal untuk budidaya lebah madu relatif terjangkau, sekitar Rp600.000 untuk merawat 4 kotak sarang lebah. Jenis lebah unggul seperti Apis mellifera atau Western honey direkomendasikan karena produktif menghasilkan madu. Budidaya lebah madu tidak memerlukan proses perkawinan karena lebah kawin secara alami.
Persiapan perlengkapan dan lingkungan yang memadai sangat penting, termasuk kotak lebah (stup) yang kuat dan terlindung dari cuaca ekstrem, serta baju pelindung saat panen. Madu yang dihasilkan lebah unggul ini biasa dapat dipanen saat usianya sudah 7-14 hari setelah musim bunga selesai, memberikan hasil rutin.
FAQ
Q: Apakah ibu kader desa tanpa pengalaman bisa memulai usaha ternak ini?
A: Ya, semua ide usaha ternak yang disebutkan cocok untuk pemula karena cara mempelajarinya tidaklah sulit. Banyak tutorial dan penyuluhan yang bisa diikuti untuk menambah pengetahuan.
Q: Berapa modal minimal untuk memulai usaha ternak bersama ibu kader?
A: Modal awal untuk usaha ternak bisa dimulai dari tidak terlalu besar, tergantung jenis hewan yang akan diternak. Untuk ternak lele, cacing sutra, atau jangkrik, modal bisa dimulai dari sekitar Rp300.000–Rp500.000. Modal bisa lebih kecil jika menggunakan sistem bagi hasil atau bantuan dana desa, bahkan dengan memanfaatkan barang bekas.
Q: Apakah hasilnya benar-benar rutin setiap minggu?
A: Ya, untuk beberapa jenis ternak seperti ayam petelur, bebek petelur, atau lebah madu, hasilnya bisa harian atau mingguan. Untuk ternak lele, cacing sutra, dan jangkrik, panen berkala dapat dilakukan setiap 10-14 hari hingga 2-3 bulan sekali, sehingga tetap memberikan hasil yang rutin.
Q: Apakah ternak mengganggu ketenangan desa karena bau?
A: Tidak, jika dikelola dengan baik. Kotoran dari hewan-hewan ini harus selalu dibersihkan secara berkala untuk menghindari bau tak sedap. Pemilihan pakan berkualitas atau tambahan probiotik juga sangat efektif mengurangi bau menyengat dari kotoran ternak. Lokasi kandang idealnya berjarak cukup jauh dari pemukiman.
Q: Bagaimana cara memasarkan hasil ternak?
A: Pemasaran hasil ternak tidak sulit karena para pengepul siap untuk datang mengambil barang. Selain itu, bisa juga dijual ke pasar desa, warung sekitar, atau melalui media sosial seperti grup WhatsApp warga atau Facebook lokal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565766/original/098117700_1777086011-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4809121/original/067224000_1713780891-donat_kentang_oatmeal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514809/original/060272800_1772107854-IMG-20260226-WA0032.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567518/original/034674000_1777285342-Pilihan_Warna_Cat_Rumah_untuk_Rumah_di_Desa_Menghadap_Timur_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567363/original/049649400_1777277481-Desain_Rumah_Industrial_Ekspos_kecil_COV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550853/original/062747800_1775710624-fa6ddd9d-94ad-4641-b8f6-c535bf936fd2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1031698/original/009989200_1445690389-Kucing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549427/original/049669400_1775618975-unnamed__40_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566892/original/048677400_1777259803-Jenis_Pohon_Alpukat_Pendek_yang_Cocok_di_Halaman_Rumah_Sempit_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560131/original/009415700_1776659767-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567336/original/018627400_1777276009-you_know_without_you_asolole.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567152/original/032102200_1777267475-WhatsApp_Image_2026-04-25_at_09.36.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560038/original/015645200_1776656498-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566789/original/078209400_1777253487-jeruk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3556198/original/035020600_1630383979-jerry-wang-KV9F7Ypl2N0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566978/original/077881200_1777262357-Ide_Usaha_Rumahan_di_Desa_yang_Cuma_Pakai_Ember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397581/original/020228200_1761811805-stacking_jam_dan_gelang_7a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567227/original/019919800_1777271422-rumah_memanjang_2a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567254/original/002387400_1777271982-kandang_ayam_bangkok_rak_bertingkat_tiga_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564751/original/019652100_1776998522-unnamed__7_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2752731/original/038080600_1552704493-shutterstock_724191844.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466190/original/088167400_1767839290-Cara_Ternak_Ikan_Mas_di_Ember_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460813/original/018976000_1767321694-Takjil_Ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410367/original/068469000_1762930652-Gemini_Generated_Image_kwy80xkwy80xkwy8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460967/original/070159800_1767330511-Rumah_subsidi_Gunakan_Karpet_Berukuran_Besar__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461005/original/069066700_1767332221-model_cincin_emas_batu_opal__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463669/original/097446700_1767667328-Gemini_Generated_Image_1cspbg1cspbg1csp.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460947/original/089328700_1767328515-Batang_Kecombrang__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460105/original/035503200_1767231872-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470864/original/039639300_1768266170-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460978/original/052255100_1767330693-desain_halaman_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460928/original/003883700_1767327681-model_kebun_rumah_dengan_pijakan_batu__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464943/original/048760100_1767754973-Kulkas_1_pintu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397086/original/041488200_1761800911-Gemini_Generated_Image_tlzh05tlzh05tlzh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775954/original/075855900_1710744786-girl-wearing-hat-sitting-green-lawn-near-lake.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477531/original/099454700_1768839717-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473880/original/084419100_1768460771-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472024/original/057223000_1768305981-1.jpg)